Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 80 Sakit Sedikit


__ADS_3

Aira masuk dan duduk di dalam taxi yang di pesan oleh Revan. Dia pulang sendiri tanpa suaminya itu. Karena jam kerja Revan belum berakhir. Sesekali Aira mendesah menahan nyeri di bagian perutnya. Dia menyandarkan kepala nya di kursi mobil tersebut dengan menahan sakit.


Sesampainya di halaman rumah nya, terlihat mbok Sum datang dengan tergopoh - gopoh menghampirinya. Tadi saat Aira dalam perjalanan pulang Revan telah menghubungi penghuni rumah untuk membantu nona muda rumah tersebut. Karena Aira habis melakukan penanganan kecil dan butuh bantuan.


Mbok Sum yang di bantu mbak Aminah dengan hati - hati menuntun nona muda rumah tersebut untuk memasuki rumah tersebut. Aira meminta langsung menuju ke kamarnya yang ada di lantai dua. Dengan langkah yang hati - hati para assisten rumah tangga tersebut menuntun langkah majikan mereka dengan perlahan.


" Terima kasih ya mbok Sum, mbak Aminah." tukas Aira sesampainya dia duduk di atas ranjang kamarnya.


" Sama - sama non. Gak usah sungkan begitu sama kita." ujar mbak Aminah. Aira hanya tersenyum melihat kedua orang tersebut yang sudah di anggap nya sebagai keluarga itu.


Aira merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tersebut. Mbok Sum menarik selimut yang ada di kaki Aira perlahan lalu membalutkan ke tubuh wanita cantik itu.


" Kata tuan muda, nona Aira belum makan siang. Mau saya ambil kan makanan non?. Tadi saya sudah masak makanan kesukaan nona Aira. Tumis brokoli dan jamur serta cumi goreng tepung." jelas mbok Sum.


Aira yang masih menahan nyeri itu pun enggan untuk memikirkan perutnya. Walaupun dia terasa lapar, tapi rasanya dia hanya ingin tidur saja untuk saat ini. Siapa tau nanti bangun tidur, rasa sakit itu menghilang.


" Saya mau tidur saja mbok. Perut saya sakit rasanya. Malas untuk makan apapun." jawab Aira lirih.


" Apa mau saya buatkan susu hangat atau teh manis hangat non?." tanya mbak Aminah.


" Boleh. Teh hangat saja mbak." jawab Aira. Bergegas mbak Aminah permisi dari kamar tersebut menuju dapur untuk membuatkan teh manis hangat untuk nona muda nya itu.


" Saya keluar dulu ya non. Kalau ada apa - apa jangan sungkan panggil saya atau Aminah. Permisi non. Non Aira istirahat saja." tukas mbok Sum lalu beranjak pergi meninggalkan dirinya sendiri di dalam kamar.

__ADS_1


Tak lama kemudian, pintu kamar Aira kembali di ketuk. Saat Aira mempersilahkan masuk, terlihat mbak Aminah membawa nampan berisi teh manis hangat dan buah yang sudah di potong - potong di dalam sebuah piring. Aira menggerakkan tubuhnya untuk bangun dan bersandar di sandaran tempat tidur lalu mengambil cangkir berisi teh tersebut dan meminumnya secara perlahan. Lalu menaruh kembali cangkir tersebut di atas meja samping tempat tidur dan membaringkan tubuhnya tanpa menyentuh buah tersebut sedikit pun.


*****


Entah berapa lama Aira terlelap dalam tidurnya. Saat dia membuka mata, lampu kamarnya telah menyala dengan sempurna. Juga terdengar suara air gemericik di dalam kamar mandi. Terlihat tas kerja Revan berada di atas sofa. Berarti suaminya tersebut sudah pulang dari bekerja dan sekarang sedang mandi di dalam kamar mandi.


Aira menyandarkan punggungnya yang di beri bantal untuk bersandar di sandaran tempat tidur. Perutnya masih terasa nyeri. Walaupun sudah berkurang rasa sakitnya tidak seperti tadi.


Revan keluar dari dalam kamar mandi dengan tubuh yang sudah memakai pakaian santai. Dia tersenyum saat melihat istrinya sudah terbangun dari tidur lelapnya. Dengan handuk yang melingkar di lehernya dia menghampiri istrinya di atas tempat tidur.


" Sayang sudah bangun?." tanya nya. Aira mengangguk kan kepalanya. Revan duduk di samping istrinya dan memberikan kecupan lembut di kening serta pipi wanita itu.


" Masih sakit?." tanya Revan.


Revan mengelus pipi Aira dan mengecup kilas bibir wanita itu sebanyak tiga kali. Aira hanya tersenyum melihat kelakuan suaminya itu.


" Maaf kan aku ya." tukas Revan.


" Kenapa minta maaf?. Ini kan bukan salah kamu. Lagi pula, katamu besok juga hilang rasa sakitnya." ujar Aira.


" Iya sih. Tapi aku ngerasa bersalah banget sama kamu sayang." jawab Revan. Aira tertawa lalu mencubit hidung suaminya dengan gemas.


" Apa kamu juga berlaku manis begini dengan semua pasien mu?." tanya Aira sebal.

__ADS_1


" Ya tidak lah. Mana mungkin aku memperlakukan mereka special seperti ini." jelas Revan.


" Ya sudah kalau begitu. Perlakukan aku juga seperti mereka para pasien - pasien mu itu." jawab Aira. Revan mengangguk.


" Sayang mau makan malam disini saja atau turun ke bawah." tanya Revan.


" Makan di bawah saja. Tapi aku mau mandi dulu ya." jawab Aira.


" Ok. Aku akan tunggu kamu sampai selesai mandi." jelas Revan.


Aira berjalan menuju kamar mandi untuk memyegarkan badannya. Sementara Revan duduk di sofa sambil mengeringkan rambutnya yang basah dengan handuk yang melingkar di lehernya itu.


Setelah selesai mandi, Aira dan Revan pun turun ke lantai satu untuk makan malam bersama. Perut Aira sudah sangat lapar sekali. Karena tadi siang tidak makan.


Kini mereka berdua duduk di meja makan dengan hidangan yang sudah tersaji dan menggugah selera siapa saja yang melihat.


Tumis jamur dan brokoli dan cumi goreng tepung yang di bilang mbok Sum pun tersaji di sana. Dengan tambahan lauk ayam goreng serundeng dan tahu tempe bacem serta sambal terasi yang begitu menggoda tersaji di atas meja makan.


Tanpa pikir panjang, Aira pun memakan semua hidangan tersebut dengan lahapnya. Revan yang melihat aksi istrinya itu pun hanya bisa tersenyum melihat nya.


" Pelan - pelan sayang. Nanti kamu tersedak." ujar Revan. Aira pun tersenyum dan melanjutkan makannya dengan sedikit pelan - pelan.


Hah perduli amat. Aku kelaparan tau!. Sedari tadi siang tidak makan apapun. gumam Aira dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2