Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 94 Mama is My Hero!!


__ADS_3

Selepas makan malam, Revan mendapat panggilan telepon dari rumah sakit. Karena ada salah satu pasiennya dalam keadaan gawat dan harus segera di tangani. Sementara di rumah sakit hanya ada dokter jaga dan dokter muda yang masih belum mendapatkan lisensi ijin untuk melakukan tindakan operasi.


Kini Aira tengah duduk di atas tempat tidurnya dan menonton televisi yang ada di dalam kamar. Tubuhnya bersandar pada sandaran tempat tidur yabg telah di beri bantal agar punggungnya nyaman. Di pangkuannya juga ada satu cup berukuran besar ice cream rasa vanilla oreo.


Walaupun baru selesai makan malam satu jam yang lalu, tapi perutnya masih terasa lapar dan mulutnya ingin sekali mengunyah makanan. Saat dia membuka kulkas tadi, banyak sekali makanan disana. Mulai dari buah segar, salad buah, pudding, dan aneka cake yabg terlihat sangat lezat. Tapi pada akhirnya dia menjatuhkan pilihan pada ice cream vanilla tersebut.


Tiba - tiba ponselnya berdering. Di lihatnya nama dalam layar ponsel tersebut. Tertera nama ' Mama ' di layar tersebut.


" Assalamualaikum. Mama. Belum tidur?." sapa dirinya sambil menyendok ice cream ke dalam mulutnya.


" Hallo sayang. Kamu belum tidur?." tanya mama nya.


" Belum. Lagi nungguin Revan." jawabnya.


" Kamu itu ya. Dia sudah jadi suami mu. Masih aja panggil Revan Revan. Yang sopan dong nak sama suami." tukas mama nya. Aira tersenyum mendengar omelan mama nya.


" Iya iya. Aira cuma belum terbiasa aja ma." ujar Aira.


" Harus di biasa kan mulai sekarang. Di dengar orang itu seperti kamu gak punya sopan santun saja. Mama gak pernah ngajarin kamu seperti itu." jelas mama nya sebal.


" Iihhh mama telepon aku malam - malam cuma mau ngomel aja cerita nya." ujar Aira manja. Terdengar helaan nafas dari mama nya. Dia sampai lupa pada tujuan awal menghubungi anaknya itu.


" Oohh ya nak, hari minggu ikut mama ya ke makam nenek. Mama mau ajak Santi. Tapi Bian lagi gak enak badan. Mama takut nanti Bian malah sakit kalau dia ikut mama." tukas Kinanti pada Putri sulungnya itu.


" Ehhmm Aira bilang dulu sama Revan ya ma. Di bolehin apa gak. Soalnya Aira di suruh istirahat gak boleh pergi - pergi dulu sama dia." ujar Aira sambil meletakkan ice cream yang ada di pangkuannya di meja samping tempat tidurnya itu.


" Kamu sakit nak?." tanya mama nya seketika saat mendengar kata istirahat dari Aira.


" Enggak. Aku gak sakit kok. Cuma ... " jawab Aira menggantung. Kinanti begitu penasaran dengan ucapan anaknya yang menggantung itu.

__ADS_1


" Cuma apa?." tanya mama nya penasaran.


" Aira cuma lagi mengandung cucu mama." jawab Aira senang.


" Alhamdulillah. Benar itu nak?. Kamu gak lagi bohongi mama kan?." tanya Kinanti penasaran.


" Enggak ma. Aira gak bohong. Aira memang lagi hamil 4 minggu." jawab Aira.


" Lalu kemarin pas kamu kesini, kenapa kamu bilang gak hamil?." tanya Kinanti.


" Ya emang Aira gak tau kalau lagi hamil. Orang Aira gak ngerasain apa - apa." jelasnya.


" Kamu pengen apa nak?. Bilang sama mama. Mama akan masakin semua makanan yang kamu pengen. Kamu pengen rujak mangga. Atau pengen makan manisan?. Bilang aja. Mama akan bawakan besok." ujar mama nya senang. Aira hanya tersenyum mendengar itu. Dia tau, mama nya orang yabg akan sangat bahagia dan antusias ketika mendengar anak - anak nya sedang hamil.


" Enggak ma. Aira gak pengen makan apa - apa. Kalau mama mau kesini, ya kesini saja. Aira kan anak mama. Jadi mama bisa ketemu dengan Aira kapan saja mama mau. Gak usah repot - repot bawa makanan yang aneh - aneh. Mama juga harus jaga kesehatan. Mama gak boleh capek - capek. Nanti mama sakit kalau capek - capek." jelas Aira. Kinanti tersenyum mendengar perhatian anak nya itu.


" Iya. Mama gak akan capek - capek. Mama akan nurut sama kamu dan Santi. Mama kan pengen lihat cucu - cucu mama tumbuh dewasa." ujar Kinanti. Aira tergelak mendengar ucapan mama nya.


Aira begitu terpukul saat itu. Dia harus kehilangan kedua buah hati nya. Dia masih teringat jelas pada kejadian itu. Kinanti mengusap air matanya yang berlinang. Dia tidak boleh terlihat sedih di depan anak - anaknya. Karena anak - anaknya akan ikut sedih saat melihat nya sedih.


" Pasti sayang. Mama selalu mendoakan apapun yang terbaik untuk kalian, anak - anak mama. Mama doakan, semoga kamu dan Revan sehat selalu. Tanpa suatu halangan apapun. Dan semoga kamu bisa mengandung dan melahirkan dengan selamat dan sehat ibu serta bayi nya. Amiin." ujar Kinanti.


" Amiin ma. Terima kasih ya. Mama adalah ibu terhebat yang pernah Aira miliki. Aira sayang sama mama." jelas Aira.


" Mama juga menyayangimu nak. Kamu dan Santi adalah harta mama yang paling berharga." ujar Kinanti. Aira mengusap air matanya yang mulai menetes.


" Ya sudah kalau gitu. Mama harus istirahat. Jangan tidur larut malam. Jangan banyak pikiran loh ma. Kalau ada apa - apa, cerita sama aku atau Santi. Jangan di pendam sendirian." tukas Aira cerewet.


" Iya iya. Aduh anak mama semua nya kok cerewet - cerewet ya." ujar Kinanti lalu mematikan panggilan telepon nya itu.

__ADS_1


Aira menaruh ponsel tersebut di meja, dan dia pun merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang nyaman itu. Di usap - usap nya perutnya yang masih rata. Berharap ada sebuah tendangan kecil disana.


" Nak, sehat terus ya di perut mama. Mama sama papa sangat mencintaimu." gumam nya lalu memejamkan matanya yang mulai mengantuk itu.


******


Sekitar pukul 11 malam. Revan dan mobilnya memasuki halaman rumahnya itu. Rumah tersebut nampak sepi sekali. Karena memang seluruh penghuni rumah tersebut sudah terlelap dengan mimpi mereka.


Revan pun dengan perlahan membuka pintu kamarnya. Terlihat istrinya tengah tertidur dengan lelap. Dia pun berjalan perlahan menghampiri istrinya itu.


Aira tampak sangat pulas sekali. Revan melirik ke arah meja ada sebuah cup ice cream berukuran besar yang sudah mencair. Revan pun tersenyum dan menoleh ke arah istrinya itu.


" Dasar!. Mau tidur juga masih saja makan yang manis - manis." gumam Revan lirih.


Dia mengusap kepala istrinya dan memberikan satu kecupan lembut. Lalu Revan beranjak menuju kamar mandi untuk berganti pakaian dan mencuci muka serta menggosok giginya.


Setelah selesai, Revan pun naik ke atas tempat tidur dengan perlahan agar tak membangunkan tidur istrinya itu. Dia menggeser tubuhnya agar lebih mendekat ke arah istrinya itu dan memeluknya.


Aira pun terlonjak kaget saat merasa ada yang melingkar di tubuhnya. Revan sampai ikut terbangun karena kaget dengan gerakan istrinya yang tiba - tiba duduk itu.


" Sayang ada apa?." tanya Revan sambil menyalakan lampu tidur yang ada di atas meja. Terlihat Aira bernafas lega melihat suaminya yang ada di sampingnya itu.


" Kapan kamu pulang?." tanya Aira.


" Barusan. Ada apa?." tanya Revan balik.


" Kamu mengagetkan ku saja. Aku pikir hantu tadi yang memelukku." jawab Aira.


" Kamu itu. Hantu lagi hantu lagi yang di pikirkan. Mana ada hantu seganteng aku." ujar Revan. Aira tersenyum dan memeluk tubuh suaminya.

__ADS_1


" Sudah ayo tidur. Besok aku harus berangkat pagi. Ada jadwal operasi jam 7 pagi." tukasnya sambil merebahkan tubuhnya dan menyuruh istrinya tidur di pelukannya.


__ADS_2