Jangan Pergi Lagi !!!

Jangan Pergi Lagi !!!
Episode 36 Terjaga


__ADS_3

Sesampainya di depan gang rumah Aira. Revan membantu memapah lengan Aira memasuki gang rumah tersebut. Tadi Revan sempat akan membawa ke rumah sakit terdekat untuk di tangani. Tapi Aira menolak.


Dengan berjalan terpincang - pincang akhirnya mereka sampai juga di rumah yang di tinggali Aira. Aira merogoh isi dalam tas untuk mengambil kunci rumah tersebut.


" Kamu yakin gak apa - apa di rumah sendirian?." tanya Revan khawatir melihat kaki Aira yang semakin membengkak itu.


" Iya aku gak apa - apa. Udah kamu pulang saja sana. Udah malam. Gak enak di lihat tetangga." tukas Aira.


Revan masih mengamati luka bengkak di kaki kekasih nya itu.


" Kaki mu semakin membengkak. Kita ke rumah sakit dulu aja yuk. Takut nya ada retak atau apa gitu." ujar Revan.


" Udah gak apa - apa Van. Nanti di kompres es batu lalu di kasih cream buat otot juga udah sembuh." jelas Aira.


" Aku gak bisa tenang ninggalin kamu seorang diri dengan kondisi seperti ini." seru Revan.


" Aku bukan anak kecil lagi Revan. Udah kamu pulang sana." tukas Aira.


" Baiklah. Tapi kalau ada apa - apa kamu langsung hubungi aku ya." pinta nya.


Aira hanya mengangguk mengiyakan ucapan Revan. Revan beranjak pergi meninggalkan rumah Aira. Dia begitu tak tega harus meninggalkan perempuan itu seorang diri dengan kondisi kaki yang bengkak itu.


Tapi Aira begitu keras kepala. Ajakan Revan untuk ke rumah sakit pun juga dia tolak mentah - mentah. Revan ingin menghubungi nomer ponsel Santi. Tapi dia tidak memiliki nomer ponsel calon adik iparnya itu.


Revan masih berdiam diri di dalam mobil. Dia enggan meninggalkan tempat itu. Pikirannya masih tertuju pada Aira. Revan menghela nafas berulang - ulang. Guna menguatkan hatinya untuk beranjak pergi meninggalkan tempat tinggal Aira itu.


Sementara Aira di rumah, dia mengambil baskom dan di isi dengan es batu. Di pundaknya telah tersampir handuk kecil untuk mengompres kaki nya itu. Dengan berjalan pincang dan tertatih dia menuju ruang tamu. Di nyalakan nya televisi di ruang tamu tersebut agar tidak sepi.

__ADS_1


Aira meringis kesakitan saat meletakkan handuk yang di celupkan ke dalam es batu itu dan di letakkan di pergelangan kakinya itu. Rasa sakit dan ngilu bercampur menjadi satu. Tanpa sadar air mata nya juga ikut mengalir berjatuhan.


Dia merutuki kebodohannya. Seandainya tadi dia tak pakai acara drama kabur pasti kaki nya akan baik - baik saja. Aira menggerutu sendirian sambil terus mengompres kaki nya.


Setelah hampir setengah jam di kompres. Aira mengoleskan cream otot pada kaki nya. Agar otot kaki nya lemas dan tidak kaku. Diliriknya jam di dinding. Dia merasa telah mengantuk. Berulang kali dia menguap menahan kantuk.


Dia beranjak dari ruang tamu dan menuju kamar tidurnya. Di rebahkannya tubuhnya di atas ranjang tempat tidurnya. Tak lama berselang dia pun tengah terlelap dalam mimpinya.


Revan mencoba menghubungi nomer ponsel nya berulang kali. Tapi tak ada jawaban. Karena pemilik ponsel telah tertidur.


*****


Keesokan harinya. Aira terbangun gara - gara alarm di kamar nya berbunyi nyaring. Di lihatnya jam di dinding. Masih sangat pagi. Dia memejamkan matanya kembali. Karena kantuk di matanya masih belum hilang.


Baru beberapa menit Aira memejamkan matanya tiba - tiba ponselnya berdering. Dia mencoba tak menghiraukan bunyi panggilan masuk tersebut. Tapi lagi - lagi ponselnya berdering dengan nyaring. Dia berdecak kesal dan meraih ponsel tersebut.


" Hallo Aira. Ini aku Revan. Aku sudah ada di depan rumah mu. Cepat buka pintu nya." tukas Revan.


Mata Aira pun membelalak seketika. Dia terduduk dari tidurnya. Dia pun berdiri dan beranjak menuju ruang tamu. Lalu di buka nya pintu rumah nya itu.


" Ngapain sih pagi - pagi buta kesini?." dengus Aira kesal.


" Aku khawatir sama kamu. Kaki mu sudah tidak apa - apa?." tanya Revan.


" Sudah. Tinggal bengkak nya saja. Kamu itu mengganggu tidur ku tau." ucap Aira kesal.


" Maaf. Aku begitu khawatir sama keadaanmu. Makanya aku langsung kesini begitu sudah pagi." jawab Revan.

__ADS_1


Padahal semalam suntuk Revan tidak tidur karena memikirkan keadaan kekasihnya itu. Dia ingin segera pagi agar dapat berlari menemui kekasihnya itu lagi.


" Kamu hari ini libur kan?." tanya Revan.


" Ngaco. Ya enggak lah. Aku masuk kerja tau. Kemaren udah cuti seminggu masak cuti lagi." ujar Aira.


" Tapi kaki mu masih sakit Ra. Kamu minta izin aja gak usah masuk kerja." seru Revan.


" Aku baik - baik saja Revan. Gak usah berlebihan deh." tukas Aira.


Revan terdiam menatap wajah Aira kesal. Wanitanya ini begitu keras kepala. Dia tidak ingin memancing keributan di pagi hari dengan kekasihnya itu. Akhirnya dia pun mengalah.


Aira beranjak masuk kedalam untuk siap - siap berangkat bekerja. Sementara Revan merebahkan tubuhnya di ruang tamu di depan televisi.


Tak butuh waktu lama, Aira pun telah rapi dengan seragam kerjanya dan beranjak menemui Revan di depan. Dengan berjalan sedikit pincang dia pun menghampiri Revan.


" Ayo Van aku udah siap." seru nya.


Revan hanya melirik ke arah kekasihnya itu. Dia menghela nafas panjang dan bangkit dari rebahannya itu. Dia masih mengamati kaki Aira.


" Udah gak apa - apa. Tinggal bengkaknya aja. Besok juga sudah kempes." seru Aira.


" Aku antar kamu berangkat kerja." pinta Revan. Aira pun hanya tersenyum dan mengangguk mengiyakan permintaan Revan.


Sebelum menuju pabrik tempat Aira bekerja, mereka berdua pun mampir membeli sarapan terlebih dahulu. Walaupun Revan tidak terbiasa sarapan dengan makanan yang berat - berat. Demi Aira dia pun ikut sarapan.


~ **Happy reading ~

__ADS_1


Jangan lupa kasih like, komen, dan juga vote nya yaaa** ....


__ADS_2