
Donnie mengajak Celine duduk di ruang cafetaria, dan mereka duduk di meja yang ada di sudut. Dengan penuh perhatian, Donnie memberikan gelas berisi air mineral pada Celine, dengan maksud untuk membuat gadis itu tenang. Celine tanpa bicara melakukan apa yang diminta Donnie, dan setelah beberapa saat..
"Celine... semua akan bisa kita dapatkan jalan keluarnya, jika kamu mau untuk bercerita. Kenapa kamu tidak membuat laporan penangkapan adikmu, dan juga penganiayan serta intimidasi yang mereka lakukan..?" Donnie berusaha mengajak gadis itu untuk bicara.
"Apa yang kamu katakan Donnie... Adikku bersama dengan mereka, dan akan semudah membalikkan telapak tangan, jika tahu aku memberi tahu pada yang berwenang. Apakah kamu mau menghancurkan keluargaku..?" terlihat Celine bicara sambil melotot.
Jika saja, dirinya bisa melakukan, sudah dari dulu, Celine akan melakukannya. Tetapi karena mereka seperti sebuah sindikat, bahkan untuk mengetahui keberadaan adiknya, dirinya tidak pernah tahu. Di dalam kondisi ketidak berdayaan, akhirnya Celine melakukan tindakan buruk itu. Meskipun di sisi lain, pundi pundi kekayaannya juga terus mengalir.
"Dengarkan dulu kata-kataku Celine, jangan dulu berprasangka buruk denganku.." Donnie mencoba meredam kemarahan gadis itu.
Celine masih terdiam, dan tampak masih marah dengan Donnie.. Tetapi gadis itu menundukkan wajah, tidak mau melihat ke arah laki-laki yang duduk di depannya.
"Apapun penjelasanmu Celine, meskipun alasannya sangat mudah untuk diterima, kamu tetaplah keliru. Kamu bukannya memberi pertolongan pada adikmu, tetapi kamu malah menjerumuskannya. Kamu tidak melatih adikmu, agar paling tidak bisa menjaga dirinya, mempertahankan diri dari cobaan kejahatan." Donnie tidak berhenti berbicara, kata-kata dengan nada sarkasme terus keluar dari mulut laki-laki itu.
"Kamu pintar berbicara Donnie... tetapi itu semua karena kamu tidak berada dalam posisiku. Semua sudah terlanjur saat ini, dan aku tidak akan pernah bisa berhenti. Keselamatan adik kandungku, berada di tanganku, dan hanya aku yang bisa menjadi penolongnya..." seperti tidak tahan dengan perkataan Donnie, Celine berteriak.
Dua orang yang juga tengah berada di cafetaria, menoleh ke arah dua orang itu. Tetapi karena mereka merasa jika mereka tidak ada hubungan dengannya, mereka akhirnya fokus pada meja masing-masing.
__ADS_1
"Aku pintar, karena aku menggunakan otakku untuk belajar Celine, belajar tentang kehidupan, dan juga belajar tentang kenyataan. Dan juga, aku tidak salah bukan, jika keluarnya Rheina dari laboratorium ini, sebenarnya ada hubungan juga denganmu. Kamu sengaja menjadikan Rheina korban, agar bisa memuluskan semua akal busukmu.." tiba-tiba Donnie seperti menjadi marah, laki-laki itu mulai terpancing,
Celine terkejut dengan ucapan dari laki-laki itu, tetapi sepertinya semua sudah kepalang tanggung. Tiba-tiba tanpa bilang apapun, Celine berdiri dan menatap ke arah Donnie dengan marah pula..
"Hemppphh... jika aku mengakuinya, apa yang bisa kamu lakukan untuk memperbaiki semuanya Donnie... Apakah kamu akan bisa memutar lagi waktu, atau keadaan sehingga Rheina bisa kembali lagi ke laboratorium ini." dengan sinis, Celine memberikan tanggapan,
Ketika Celine akan bergegas meninggalkan Donnie, laki-laki itu dengan sigap menahan tangan gadis itu. Donnie seperti tidak membiarkan gadis itu merasa menang, dan malah mengejeknya,,
"Apakah semudah itu kamu lari dariku Celine, setelah pengakuanmu. Kamu telah menghancurkan semua mimpi Rheina, dan tanpa kesalahan kamu telah membuang Rheina keluar dari laboratorium ini.." tatapan mata Donnie tampak merah, seperti mengandung kemarahan.
"Ha.. ha.. ha..., terus apa yang bisa kamu lakukan padamu. Jika kamu akan mengajukan tuntutan kepadaku, apakah kamu memiliki bukti-buktinya Donniee..." bukannya takut, tetapi bibir Celine malah membentuk seringai. Gadis itu tampak memberikan ejekan pada laki-laki itu.
Tanpa bicara, gadis itu membalikkan badan dan pergi meninggalkan Donnie sendiri. Tinggallah Donnie yang duduk sendiri, sambil mengacak-acak rambutnya. Laki-laki itu tidak pernah memiliki dugaan sedikitpun, jika Celine akan sekejam itu. Tetapi dari pengakuan yang didengarnya tadi, mau tidak mau laki-laki itu akhirnya percaya.
**************
Tantri, Chang, Fujitora serta John saling berpandangan. Mereka sejak tadi hanya diam menunggu, karena Donnie mengajak mereka untuk bicara. Karena tidak tahu apa yang menjadi topik pembicaraan, mereka dengan sabar menunggu sampai laki-laki itu mengatakan apa yang ingin disampaikan.
__ADS_1
"Chang... Tantri, dan lainnya. Aku menyatakan diri menyerah untuk membawa Celine kembali.." tiba-tiba dengan lirih Donnie berucap.
"Mmmpphh... apa maksudmu Donnie..?? Bukannya selama ini, kamulah yang ngotot, dan akan mendekati Celine secara perlahan. Syukur-syukur apa yang menjadi penyebab gadis itu misterius, kamu bisa mengungkapnya sedikit demi sedikit.." dengan suara lembut, Tantri memberanikan diri untuk memberikan tanggapan.
Donnie mengangkat wajahnya ke atas, dan melihat ke arah Tantri yang juga sedang melihat ke arahnya. Gadis itu melihat, jika saat ini Donnie sedang tidak baik-baik saja, seperti sedang mengalami guncangan yang besar. Tetapi Tantri tidak tergesa, dan akan menunggu sampai laki-laki itu menceritakan sendiri apa yang sedang dialaminya.
"Prediksi kalian berempat benar adanya Tantri, Chang.. Ternyata benar Celine yang menjadi biang kerok, yang bisa kena tuduhan sengaja mengacaukan data, dan memanfaatkan dengan membocorkan pada pihak swasta..' tidak diduga, akhirnya Donnie berbicara sendiri akhirnya,
"Apa yang kamu katakan DOnnie.., kamu sedang tidak sedang bercanda bukan..?" Tantri tidak langsung percaya. Gadis itu masih berusaha mencari tahu, apakah saat ini Donnie sedang mengalami halusinasi atau tidak.
"Tidak Tantri... aku bicara apa adanya. Semuanya benar, dan Celine sudah membuat pengakuan kepadaku. Bahkan kekasihku Rheina, yang akhirnya dengan tidak hormat dikeluarkan dari laboratorium ini, ternyata semua karena ulahnya.." air mata sudah mulai menggenangi kelopak mata Donnie.
Sepertinya gadis bernama Rheina, benar-benar membekas keberadaannya di dalam hati laki-laki itu. Begitu mengetahui apa yang membuatnya terbuang, dan bukan Rheina pelakunya, Donnie merasa tidak memiliki arti lagi di depan gadis itu. Kekasihnya diusir dengan tidak hormat, namun dirinya tidak bisa melakukan pembelaan apapun,
"Tenanglah dulu bro.. sebisa mungkin, kami semua akan membantumu. Kita akan mencari tahu, kita akan selesaikan sedikit demi sedikit, masalah yang ada di dalam laboratorium ini.." Chang mendekat,
Laki-laki itu menepuk punggung Donnie beberapa kali, dan menunjukkan sikap dukungan pada Donnie. Demikian juga dengan Fujotora beserta John, mereka tidak mengejar Donnie agar menceritakan semua. Namun ke empat anak muda itu, dengan sabar menunggu sampai Donnie mau menceritakan sendiri.
__ADS_1
"Benar Chang... kita harus secepatnya bergerak dan mengumpulkan semua bukti. Aku kenal dengan baik siapa Celine, gadis itu pasti tidak akan semudah itu menyerah. Demi ambisinya, pasti Celine akan melakukan apapun.." tidak lama kemudian, Donnie akhirnya memberikan tanggapan.
*************