
Divisi Packaging
Dengan dua teman laki-laki lainnya, tanpa bicara Zorra berjalan memasuki ruang kerja pemimpin divisi tersebut. Dua petugas tampak terkejut melihat kedatangan Zorra, tetapi belum bisa mengenali siapa yang datang berkunjung. Salah satu petugas berdiri, dan menyambut ketiga laki-laki itu.
"Selamat siang... apakah salah satu dari kalian membawa surat ijin, untuk masuk ke divisi ini..? Karena tanpa surat ijin, siapapun tidak diperbolehkan untuk masuk ke Divisi Packaging. Hal ini mengingat produk yang siap dikirim, harus terjaga kerahasiaannya.." petugas itu berusaha menjelaskan.
"Apakah anda tidak mengenali pemimpin kami, sehingga anda dengan mudah membuat pernyataan itu..?" tanpa koordinasi dengan Zorra, Wang memberikan tanggapan,
"Benar... dengan identitas kami, di tempat manapun, bahkan divisi official, kami diperbolehkan masuk dengan bebas.." Askar menambahkan,
Zorra terdiam, tidak menambah kata-kata yang sudah disampaikan oleh dua anggota timnya,,
"Hempphh... begitukah, begitu confident nya kalian bertiga. Maaf, kami berdua tetap tidak memperbolehkan kalian bertiga, bahkan satupun dari kalian juga tidak kami ijinkan untuk masuk ke dalam." satu petugas lainnya berdiri, dan menghadang Zorra serta lainnya.
"So..., jika kami memaksa, apa yang berani kalian lakukan pada kami..? Apakah kalian akan menangkap kami, atau menghadang kami..?" Askar tersenyum mengejek, dan menatap dua petugas itu saling bergantian,
Dua petugas itu terlihat sangat jengkel, dan penuh amarah menatap pada Askar. Tetapi tiba-tiba Zorra melangkahkan kaki ke depan, dan meminta Askar serta Wang berdiri di sampingnya,
"Mohon maaf.., ini kartu identitas kami. Dimana kartu identitas ini, memiliki kekebalan dimanapun, jadi anda berdua tidak bisa melarang kami untuk masuk. Atau, sampaikan dulu pada pemimpin divisi jika kami datang berkunjung, dan harus saat ini juga untuk menemui kami." Zorra tidak bermaksud mempersulit dua petugas itu.
Bagaimanapun mereka berdua hanya menjalankan tugas, dan tidak akan baik jika mereka menindas dua petugas tersebut. Petugas itu mengambil kartu identitas dari tangan Zorra, dan setelah membaca serta mempelajari sebentar, kemudian menyerahkan pada petugas satunya. Beberapa saat kemudian..
"Baiklah tuan.. karena ketidak tahuan kami, akhirnya terjadi ketidak nyamanan, Tetapi kamipun juga belum berani untuk menerima anda bertiga, kami minta ijin untuk memberi tahukan kedatangan tuan bertiga pada pemimpin divisi.." dengan gemetar, akhirnya salah satu petugas memberikan tanggapan.
__ADS_1
"No problem, kami memaklumi posisi kalian. Tetapi yang perlu kalian ingat, dengan atau tanpa persetujuan kalian, kami akan tetap masuk ke dalam. Lakukan apa yang akan kalian lakukan,." sambil tersenyum, Zorra tidak keberatan.
"Silakan kalian bertiga untuk menunggu dan duduk dulu. Kami tidak akan lama.." mendengar jika mereka dipersilakan duduk, Zorra terlebih dahulu duduk di sofa tunggu yang ada di dalam ruangan itu,
Wang dan Askar mengikuti laki-laki itu, kemudian mereka duduk di depan pemimpin tim mereka. Ketiganya duduk diam, tidak melakukan apapun, dengan sabar menunggu sampai kedua petugas tadi kembali menemui mereka.
**************
Ruang kerja Tantri
Dion dan Peter hanya tersenyum, ketika melihat kedatangan Chang dan John ke ruang kerja mereka. Sedikitpun mereka tidak mempermasalahkan, meskipun mereka tahu jika kedua laki-laki itu tidak sedang berada dalam unit kerja mereka sendiri. Begitu juga dengan Tantri, melihat kedatangan dua laki-laki itu, gadis itu meresponnya dengan berhenti dari aktivitasnya.
"Tantri... aku kesulitan menterjemahkan memo yang kamu kirimkan. Ada part yang sulit aku gambarkan dalam komputer, bahkan menggunakan Artificial Intelegent juga tidak bisa merespon dengan baik.." Chang memulai pembicaraan.
"Aku juga sudah membantu Chang untuk melihatnya, memang sulit untuk kami mengerti.." John menambahkan,
Kening Tantri tampak berkerut sedikit, tetapi tidak lama kemudian...
"Sepertinya kalian salah menterjemahkan pesan yang aku kirim. Apakah kalian sudah menggunakan compiler untuk membacanya dalam program.." Tantri tersenyum, dan memberi tahu pada tiga laki-laki itu.
"Sudah beberapa kali Tant, tetapi sepertinya lama meresponnya.." John menyahut.
Jari tangan gadis itu memasukkan bahasa coding yang bingung dibaca tiga teman laki-lakinya itu, dan beberapa saat kemudian..
__ADS_1
"Sudut ini kurang presisi, harusnya kamu tarik bilah ke arah atas.." sebuah gambar muncul dengan jelas di atas gadget, ketika Tantri menyentuh kebingungan tiga laki-laki muda itu.
"Lanjutkan Tantr.., kami memang harus banyak belajar darimu.." Chang merespon dengan lirih. Tatapan mata Chang terus melihat ke arah layar gadget, dan melihat dengan lincahnya jari jari tangan Tantri menari di atas keyboard.
Beberapa bahasa pemrograman yang asing, yang kurang dipelajari oleh tiga laki-laki itu, kali ini dengan lincahnya digunakan oleh gadis itu. Tidak lama kemudian, sebuah gambar peralatan medis terlihat di depan wajah ketiga laki-laki itu..
"Harapanku, dengan seat self, para penyandang disabilitas bisa melakukan aktivitas sendiri tanpa bantuan orang lain. Selain itu, juga akan bisa membantu mereka beradaptasi dengan peralatan ini.." Tantri menjelaskan.
"Hempphh... bagus sekali idemu Tantri.. Tetapi terkadang harapan kita, berubah semua di lapangan. Sebagai lembaga non profit, harusnya WHO bisa memfasilitasi distribusi produk ini jika nanti sudah diproduksi." Fujitora menyahut,
"Tugas kita untuk terus memberikan edukasi, dan juga menjaga agar produk yang kita create, memang tepat menyentuh pada orang-orang yang terdampak. Aku yakin, kekasih Tantri akan membuat keinginan kita ini menjadi nyata.." Chang memnberikan tanggapan,
Tantri hanya tersenyum mendengar perkataan Chang. Sudah sejak kemarin, Tantri tidak bertemu dengan Zorra. Sepertinya laki-laki itu tahu, jika Tantri menjaga jarak darinya, sehingga memberikan kesempatan pada gadis itu. Tetapi begitu Zorra tidak lagi mendatangi ke paviliun, maupun di tempat kerjanya, saat ini malah Tantri lah yang merasa kehilangan.
"Lah.. ini mah malah melamun. I know Tantri... kamu pasti melamunkan Zorra bukan..? Karena dari kemarin, kita berkumpul, berdiskusi, dan tidak terlihat ada Zorra yang datang ke paviliunmu. Pasti kan, saat ini kamu merindukannya.." Fujitora yang melihat perubahan wajah Tantri, tiba-tiba menggoda gadis itu.
"Tahu saja kamu Fuji... Memang terlihat sih, ada yang sedang merindukan kekasih.." John ikut menimpali.
"Kalian ini, ayuk out of topic.. Kita bahas rencana design yang akan kita uji cobakan, jangan membahas cinta pada jam kerja.." merasa malu, Tantri meminta mereka mengganti topik pembicaraan,
"Ha.. ha.. ha.., ada yang malu nih.. Lihat pipi Tantri, persis seperti kepiting rebus, memerah.." bukannya menengahi, Chang malah menunjuk ke arah pipi gadis itu.
"Kalian jahat...." Tantri menutup wajah dengan kedua tangannya.
__ADS_1
Ke tiga laki-laki itu, juga DIon serta Peter ikut mentertawakan gadis itu.
*************