Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 59 Jalan Keluar


__ADS_3

Bukan hanya papa dan mama Tantri yang merasa kebingungan dan cemas dengan keadaan putrinya. Di tempat lain, Harry yang merasa lost contact dengan kepergian gadis itu, juga berusaha mencari tahu. Anak muda ini, yang sampai pergi keluar rumah, karena selalu bersitegang dengan papanya, kali ini menggunakan kekuatan dan sumber daya papanya untuk menemukan informasi keberadaan Tantri. Harry sangat kehilangan dengan kepergian Tantri yang tanpa kabar, dan ketika mengetahui jika Zorra juga menghilang, anak muda itu bertambah panik.


"Aku tidak boleh kehilangan satu step lebih maju dari Zorra.. Tantri akan semakin lunak hatinya, jika tahu anak itu mencarinya.." sambil menghembuskan asap rokok di balkon rumahnya, Harry berpikir sendiri.


Pikiran laki-laki muda itu dipenuhi tentang kabar tentang Tantri, gadis yang sudah lama didekati dan ingin dimilikinya. Bahkan anak muda ini, sampai meninggalkan Spirit Club motor, karena teman-temannya tidak setuju apa yang dilakukannya.


"Hari ini, orang-orang suruhan papa, akan membawa kabar dari kantor imigrasi. Siapa tahu, Tantri pergi meninggalkan Indonesia, menuju ke luar negeri karena malu kasus yang menimpa papanya. Aku tidak boleh tinggal diam, dan hanya menunggu saja. Karena semua penerbangan domestik, tidak ada yang di book atas nama gadis itu." Harry terus berpikir.


"Permisi Tuan muda, mohon maaf mengganggu.,." tiba-tiba di belakang Harry, terlihat ART di rumahnya, mengganggu lamunan anak muda itu.


Harry dengan tatapan tidak suka melihat ke belakang, dan dengan sikap ketakutan terlihat ART nya berada di belakang pintu mengarah ke balkon.


"Ada apa, cepat katakan!" dengan nada tinggi, Harry meminta ART segera menyampaikan maksud kedatangannya,


"Mmmmpph.... di ruang tamu, sudah menunggu orang suruhan Tuan besar. Katanya ingin bertemu dengan Tuan muda secepatnya, karena terkait hal yang penting.." dengan ekspresi takut, ART akhirnya menyampaikan maksud.


Anak muda itu tidak menjawab, tetapi bergegas meninggalkan ART itu sendirian. Dengan tergesa, Harry segera berjalan cepat menuruni tangga menuju ke arah lantai bawah. Terlihat dari atas tangga, dua laki-laki tengah duduk dengan diam di kursi tamu keluarga itu. Harry bergegas menghampiri mereka, dan segera duduk di sofa di depan kedua laki-laki itu.


"Berita apa yang kamu bawa hari ini. Aku harap kalian berdua tidak mengecewakanku, atau aku adukan kalian pada papaku.." tanpa bertanya kabar terlebih dulu, Harry langsung memberondong kedua laki-laki itu.


"Iya Tuan... kami sudah mendapatkan informasi awal keberadaan gadis yang Tuan muda cari. Gadis itu sekitar beberapa hari yang lalu, sekitar semingguan melakukan penerbangan menuju ke Jepang Tuan muda. Tetapi untuk kelanjutan penerbangan, kami tidak bisa menembus informasi dari kantor imigrasi negara tersebut.." salah satu dari laki-laki itu segera memberikan laporan,

__ADS_1


"Termasuk laki-laki muda bernama Zorra tuan muda. Sekitar tiga hari yang lalu, ada penerbangan pribadi yang menuju ke Tokyo atas nama anak muda itu. Dan ternyata anak muda bernama Zorra itu, bukan anak muda sembarangan. Dia salah satu putra kandung dari konglomerat di negara ini.." laki-laki satunya menambahkan.


Harry terkejut mendengar informasi barusan itu. Dirinya benar-benar tidak mengira identitas yang dimiliki oleh Zorra. Anak muda itu selalu terlihat cool, pendiam, dan aktif dalam kegiatan organisasi di sekolah. Namun tidak pernah ada hal yang menonjol, terlebih dengan kekayaan keluarganya.


"Baik, aku terima informasi awal. Aku akan mencoba untuk melakukan penerbangan ke negara Jepang, karena sepertinya papa juga memiliki property di negara itu.." akhirnya Harry membuat keputusan,


**************


Tokyo....


Tantri dan ketiga teman laki-lakinya tidak mengira, karena keluarga Celine menyambut mereka dengan penuh kemewahan. Beberapa kali terlihat Celine berusaha mempengaruhi papa dan mamanya, dan tanpa pikir panjang, mereka mengabulkan apa yang diinginkan gadis itu,


Tantri terdiam dan tampak berpikir. Tiba-tiba ingatan gadis itu tertuju pada status sekolahnya. Dirinya pergi meninggalkan sekolah pada Kelas III, dan seperti tidak memiliki muka lagi jika harus kembali ke sekolahnya. Kasus yang menimpa papanya, sangat membuatnya malu. Gadis itu berpikir untuk meminta bantuan terkait dengan hal tersebut...


"Mmppphh... tuan, tapi sepertinya tidak mungkin dengan keinginan saya ini." sejenak Tantri ragu, dan menghentikan kalimatnya. Beberapa kali, Tantri melihat ke arah kedua orang tua Celine, kemudian mengarah pada teman-temannya.


"Katakan saja Miss Tantri. Asisten pribadiku yang akan mengurusnya.." dengan sabar, papa Celine meminta gadis itu untuk menyampaikan permintaannya.


Ketiga teman Tantri, yaitu Chang, John, dan Fujitora ikut menganggukkan kepalanya, memberikan dukungan moral pada gadis itu. Akhirnya Tantri mengambil nafas panjang, kemudian...


"Terkait dengan status pendidikan saya Tuan. Bagaimanapun, saya ingin memiliki Ijazah atau surat tanda kelulusan dari High Senior School.." akhirnya dengan rasa pesimis, Tantri menceritakan permasalah yang sedang dihadapinya.

__ADS_1


Namun dengan rapi, gadis itu tidak menyinggung keadaan kedua orang tuanya. Meskipun, jika mereka berkehendak, mereka akan dengan mudah mendapatkan informasi tentang kedua orang tuanya... Dan beberapa saat kemudian...


"Ha.. ha.. ha.., hal sepele seperti ini, kenapa kamu meragukannya Miss Tantri. Bukan hanya dari sekolah asalmu, asisten pribadiku akan memberikan surat tanda kelulusan dari High Senior School di negara Jepang. Dan aku bisa memastikan, jika sekolah ini memiliki peringkat yang diperhitungkan di negara ini. Tetapi kamupun harus bekerja sama, karena sebelum mengeluarkan Surat Tanda Kelulusan, kamu harus menjalani serangkaian test. Apakah kamu bersedia..?" di luar dugaan, ternyata pengusaha itu memberikan jawaban yang mengejutkan.


"Jack... urus semuanya dengan rapi.." laki-laki itu segera memberi perintah pada asisten pribadinya.


"Siap Tuan besar, sekarang juga saya akan mengurusnya.." asisten pribadi itu segera membungkukkan badan, sebagai tanda menerima perintah tersebut.


Gadis itu merasa lega, dan Tantri segera membungkukkan badan sebagai bentuk ucapan terima kasih pada keluarga itu. Chang, John, dan Fujitora juga ikut membungkukkan badan, ikut menyampaikan ucapan terima kasih.


"Okay... semuanya sudah usai. Karena banyak yang harus kamu lakukan terkait dengan Ujian Penyetaraan, berarti kamu tidak bisa kembali dengan cepat menuju ke Shimanto Miss. Kamu tinggallah dulu di mansion ini, atau jika kamu keberatan, asisten pribadiku akan menyiapkan kamar hotel untukmu.." melihat hal tersebut, mama Celine ikut berbicara.


"Asyik... Celine masih bisa bertemu kak Tantri..." Celine terlihat sangat bahagia, dan gadis itu berlari memeluk Tantri,


Namun reaksi berbeda ditunjukkan Chang, karena dengan project yang melibatkan Tantri, membuat anak muda itu keberatan. Terlihat Chang seperti sedang memikirkan sesuatu, kemudian...


"Tuan... Nyonya.., bukannya saya tidak setuju dengan tawaran untuk kebaikan Tantri. Namun, gadis ini masih terikat project dengan kami bertiga, dan tidak bisa meninggalkan tanggung jawab dengan sembarangan..." Chang akhirnya menyela pembicaraan.


Dan begitu anak muda itu bicara, semua mata dalam ruangan itu melihat ke arahnya.


************

__ADS_1


__ADS_2