
Setelah bertemu dengan anak buahnya, Zorra beranjak dari tempat duduk dan berjalan keluar dari ruang kerjanya. Tatapan dingin laki-laki itu membuat keder anak buah yang berpapasan dengan laki-laki itu. Sedikitpun laki-laki itu tidak merespon para karyawan yang menganggukkan kepalanya, tetapi langsung menuju ke depan lobby perusahaan.
"Permisi tuan muda... apakah perlu kami antarkan, atau tuan akan berkendara sendiri..?" melihat Zorra yang langsung mengenakan kaca mata hitam ketika sampai di depan, tampak driver keluarga bertanya pada laki-laki itu.
"Tidak perlu.. aku ingin sendiri kali ini.." Zorra segera masuk ke dalam mobil, yang sudah dibukakan oleh drivernya.
Tanpa bicara lagi, Zorra segera menginjak pedal gas, dan mobil Maybach yang dikendarainya melesat pergi meninggalkan perusahaan. Sambil mengemudi, hentakan musik keras tampak memenuhi mobil tersebut, seperti menambah semangat Zorra untuk mengebut di jalanan. Laki-laki itu mengemudi tanpa tujuan, hanya berkeliling di jalan raya yang belum begitu ramai, karena belum jam kepulangan kerja.
"Tantri... I miss you honey..." Zorra berbicara sendiri dengan pelan.
Bayangan Tantri tidak bisa hilang dari wajahnya, terus membayang dengan senyuman khas gadis itu. Berusaha menghilangkan bayangan Tantri, Zorra menginjak gas mobil. Mobil itu semakin melaju, melesat melintasi jalanan kota Jakarta. Tidak terasa, karena terus berkendara.., mobil yang dikendarai Zorra akhirnya menuju ke arah pinggiran kota Jakarta..
"Aku akan mengisi waktuku di base camp. Sudah lama aku tidak datang mengunjunginya..." laki-laki itu terus mengemudi, dan lama kelamaan jalanan yang dilaluinya masuk ke daerah pinggiran.
Hamparan tambak udang dan ikan tampak mengelilingi tempat yang dilewatinya. Namun mobil mewah itu masih terus melaju, dan akhirnya sampai di jalanan con block. Di depan sebuah bangunan tinggi, Zorra menekan klakson mobil beberapa kali...
"Grekk..... " tidak lama kemudian, pagar di depan Zorra bergeser ke samping.
Terlihat seorang laki-laki paruh baya berdiri dan mengangguk hormat pada Zorra.. Laki-laki muda itu kemudian menginjak pedal gas, dan mobil melesat masuk. Beberapa saat kemudian, Zorra menghentikan mobil di garasi yang ada di dalam ruangan tersebut.
"Selamat datang Tuan Zorra... sudah lama tuan tidak berkunjung kemari.." laki-laki paruh baya itu mengangguk hormat, dan menyapa anak muda itu.
__ADS_1
"Siapkan minuman segar untukku, dan antarkan ke ruang latihan..." Zorra langsung melangkahkan kaki masuk ke dalam bangunan mewah tersebut.
Sepertinya Zorra sengaja membangun bangunan mewah ini di tempat yang jauh tersembunyi, jauh dari segala hiruk pikuk kehidupan. Tidak ada bangunan lain di wilayah daerah tersebut, dan setelah melewati hamparan tambak yang luas, bangunan Zorra berada dalam area yang sejuk. Banyak pohon-pohon besar yang tumbuh di area tersebut.
"Kapan aku bisa membawamu ke tempat ini Tantri... aku sengaja menyiapkan bangunan ini untukmu.. Kamu pasti akan menyukainya.." sambil masuk ke dalam, Zorra bergumam sendiri.
Meskipun berada jauh di pinggiran, tetapi bangunan ini memiliki fasilitas yang sangat lengkap, dan mewah. Zorra sengaja memilih tempat tersebut, sebagai tempat untuk menyendiri. Di tempat ini, banyak ide baru dihasilkan oleh Zorra selama ini.
"Pak Amat ternyata merawat semua perlengkapanku dengan baik. Aku jadi tidak sabar untuk memainkannya.." melihat papan skate yang rapi terpajang di sudut tembok, anak muda itu berjalan menghampirinya.
Anak muda itu mengangkat salah satu skate kesukaannya, dan mengusap dengan perlahan, Memegang peralatan skate yang sudah lama tidak dimainkannya itu, memotivasi laki-laki itu untuk mencobanya. Perlahan Zorra melepaskan tas dari pundaknya, kemudian meletakkan ponsel dan meletakkan di atas meja yang ada dalam ruangan tersebut. Setelah itu, sambil memegang skate board, Zorra membuka pintu, dan terlihat sebuah arena permainan tempat berseluncur di tempat tersebut.
"Sreett......bruakk....." tidak lama kemudian, skate board sudah meluncur di arena seluncur.
"Diletakkan dimana minuman Tuan Zorra .. pak...?" di belakang laki-laki paruh baya itu, ada perempuan paruh baya yang membawa sketcher dan gelas berisi minuman permintaan Zorra.
"Di tempat biasanya saja Mbok.. Tuan Zarra pasti sedang memiliki masalah, sampai langsung menyalurkannya dengan berseluncur seperti itu.." pak Amat memberi arahan pada istrinya.
Pasangan paruh baya itu memang suami istri, yang diminta untuk merawat bangunan ini. Meskipun Zorra jarang berkunjung, tetapi persediaan logistik selalu ada, karena Zorra selalu mengirimkan uang untuk itu.
**********
__ADS_1
Di perusahaan...
Andriano masuk ke dalam ruang kerja Zorra dengan wajah tegang, Kakak Zorra itu sudah beberapa kali berusaha menghubungi adiknya, tetapi tidak ada nada sambung, Karena ada hal penting yang harus segera diurus, maka laki-laki itu bergegas datang ke perusahaan,
"Tuan Andriano... mohon maaf, karena CEO sedang tidak berada di tempat Tuan..." seorang sekretaris perempuan tampak memberi tahu Andriano.
"Kemana atasanmu, beri tahu aku secepatnya. Ada urusan yang harus segera diselesaikan hari ini.." dengan nada tinggi, Andriano memberikan tanggapan.
"Mohon dimaafkan Tuan.., tadi perginya keluar, Tuan Zorra tidak meninggalkan pesan apapun. Padahal siang ini, juga sudah ada agenda jika Tuan Zorra harus keluar, untuk menjamu mitra perusahaan. Tetapi tidak ada konfirmasi apapun, tuan sudah pergi meninggalkan perusahaan.." perempuan itu membuat penjelasan,
Andriano mengangkat wajahnya ke atas, dan melihat ke arah sekretaris itu masih dengan tatapan marah. Kedatangannya ke perusahaan untuk mencari Zorra, juga ada kaitannya dengan mitra yang akan mendapatkan jamuan makan siang. Tetapi sebelum mendapatkan penjelasan, ternyata adik laki-lakinya tidak sedang di tempat.
"Cancel segera acara jamuan makan siang nanti, apapun caranya.." tiba-tiba muncul perintah keras dari bibir Andriano.
Sekretaris terkejut, dan menatap balik wajah Tuan Andriano dengan ketakutan..
"Mohon maaf Tuan Andriano... bukan wewenang saya untuk cancel suatu acara yang sudah dijadwalkan. Apalagi saat ini Tuan Zorra sedang tidak di tempat, karena harus membutuhkan ijin dari beliau.." sekeretaris berusaha menolak tugas yang diberikan kepadanya.
"Kamu berani menjawabku... Dari bagian apa, acara kerjasama ini berasal, secepatnya penanggung jawabnya diminta bertemu denganku. Tidak ada jawaban, segera lakukan sekarang juga.." setelah mengambil nafas, untuk mengatur emosinya, Andriano memberi perintah lain.
"Baik Tuan... secepatnya saya akan menghubungi bagian Public Relation. Mohon kesediaannya untuk menunggu Tuan Andriano.." setelah menanggapi, sekretaris itu segera membalikkan badan, meninggalkan laki-laki itu sendiri.
__ADS_1
Andriano kembali mengambil nafas panjang, kemudian melangkahkan kaki dan masuk ke dalam ruang kerja Zorra.
*************