Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 96 Pendekatan Kembali


__ADS_3

Tantri melihat ke arah Donnie seakan tidak mendengar ucapan laki-laki itu. Namun Donnie mengangguk mantap, berusaha meyakinkan pada gadis itu. Bukan hanya Tantri, ketiga teman laki-laki Tantri malah berpikir lain tentang Donnie. Mereka malah curiga, dan khawatir jika sebenarnya Donnie adalah musuh, yang masuk melalui Tantri.


"Kenapa kalian semua malah melihat kepadaku seperti ini..?? Sebentar.., sebentar.., tatapan kalian seperti tatapan curiga kepadaku. Aku akan menjelaskan yang sebenarnya pada kalian, tetapi berhenti untuk mencurigaiku.." Donnie meminta semua yang ada mendengar penjelasannya.


"Cepat katakan Donnie.. jangan berbelit belit. Jangan jangan kamu sebenarnya musuh dalam selimut, dan pura-pura mendekati Tantri. Setelah itu, semua rahasia yang ada pada kami, kemudian kamu jual.." John berbicara dengan tegas...


Donnie tersenyum kecut, kemudian...


"Aku dan Celine sebenarnya pernah dekat. Namun Celine sangat jealous pada Rheina, gadis yang sudah dikeluarkan dari laboratorium ini. Bahkan karena kecemburuannya, Celine sampai berusaha agar Rheina terkena penalty, dan akhirnya berhasil dikeluarkan dari laboratorium ini.." Donnie akhirnya memulai ceritanya..


Ke empat anak muda lainnya itu tidak ada yang merespon, mereka tampak serius menyimak setiap perkataan yang diucap oleh Donnie.


"Aku sangat berdosa pada Rheina, bahkan tidak hanya dikeluarkan. Aku juga mendengar Rheina seperti mengalami sanksi sosial di masyarakat, dan aku juga tidak tahu siapa yang menyebarkan berita buruk tentang gadis itu. Dan akhirnya... karena tidak dapat mengatasi tekanan mental, gadis itu mengalami depresi, dan berakhir dengan bunuh diri.." wajah Donnie terlihat sedih.


Tantri beserta tiga teman laki-lakinya tampak bersimpati dengan keadaan yang dialami Donnie..


"Hemmmpphh... melihat reaksimu Donn... sepertinya hubungan kalian berdua sangat dalam. Apakah kamu dulu menggantung perasaan Celine untukmu, sehingga gadis itu merasa jealous...?" Tantri menyelidik.


"Kami berdua memang terlibat dalam hubungan percintaan Tantr... tetapi akhirnya memang kita tidak mungkin untuk disatukan. Banyak perbedaan di antara kami.., dan kami tidak akan bisa untuk melaluinya. Terkait Celine.. aku tidak tahu, jika semua sikap serta kebaikanku padanya disalah artikan.. Aku berusaha memperlakukan semua teman perempuan sama, dan kepadamu juga Tantri, aku dulu memperlakukan Celine sama sepertimu.." akhirnya Donnie mengakhiri ceritanya.


"Lumayan rumit juga hubungan kalian ternyata.. Benar-benar kita harus menjaga, jika memang harus mencari pendamping hidup, carilah dari luar lingkungan kita. Ada beberapa syarat, dan kriteria dimana sesama laboran, kita tidak diperbolehkan dalam satu hubungan perkawinan.." Chang berkomentar juga akhirnya..

__ADS_1


"Jika seperti itu pendapatmu Chang..., terus bagaimana hubungan badan yang terjadi sesama rekan kerja.. Apakah kamu lebih setuju akan hal itu.." John meminta penjelasan atas ucapan Chang..


"Bukan seperti itu John.. Aku hanya mengulang persyaratan, dan kriteria yang pernah disampaikan kepada kita. Sesama pihak yang membutuhkan, memang bisa terjadi ada hubungan jangka pendek, atas dasar sama-sama membutuhkan. Itu di luar ikatan pernikahan.." Chang mempertegas.


"Ha.. ha.. ha.., itu biasa terjadi bukan.. Apalagi pada era saat ini, dan hal itu di Eropa termasuk negara ini, hal itu sering terjadi. Bahkan bisa juga ada, baru ketemu sekali, ada ketertarikan dan akhirnya akan berakhir di ranjang yang sama.." Fujitora menimpali.


"Hadeh... ini kalian malah berdebat tentang hubungan di luar nikah. Bagaimana dengan Celine, apakah kita akan menyelidiki gadis itu..? Dan berusaha mencari tahu, masalah apa yang sebenarnya sedang dialami, dan siapa tahu ternyata ada keterkaitan dengan kebocoran data.." Tantri akhirnya menengahi perdebatan itu.


"Trust me guys... aku tidak akan mengecewakan kalian semua. Aku akan masuk lewat Celine, sekali lagi percayalah padaku.." Donnie memberikan tanggapan,


Tidak ada pilihan lain, akhirnya Chang dan tiga lainnya menyetujui usulan Donnie. Teman satu unit kerja Tantri itu akhirnya menganggukkan kepala, ketika melihat teman-temannya menyetujui apa yang akan dilakukannya.


****************


Sesuai apa yang telah dijanjikan dengan Tantri dan kawan-kawan, Donnie mendekati Celine ketika semua orang sudah meninggalkan tempat kerja. Gadis itu agak terkejut, dan menatap Donnie dengan penuh tanda tanya.


"Kenapa tidak pergi bersama anak baru itu Donn... untuk apa masih tetap berada dalam ruangan ini.." dengan ucapan sinis, Celine bertanya pada Donnie.


Donnie tersenyum tidak menggubris perkataan Celine. Laki-laki itu malah menarik kursi, dan mendekat pada gadis itu. Cukup lama Celine mengabaikan keberadaan laki-laki itu, dan Donnie hanya tersenyum melihat ke arahnya.


"Hempphh... apakah tidak boleh jika diriku ingin kembali dekat denganmu seperti dulu Celine.. Jangan juga mencurigaiku, aku hanya berteman saja dengan Tantri, tidak berharap lebih dari hubungan kedekatan kami berdua.." Donnie mencoba menjelaskan.

__ADS_1


Celine masih terdiam beberapa saat, tetapi akhirnya..


"Terus apa maumu datang kesini Donnie.. Apakah kamu mencoba mencari tahu tentang sesuatu dariku..? Jangan pura-pura berdalih.." gadis itu masih berada dalam tegangan tinggi.


"Mmmmppphh... Celine, apakah kamu sedang ada masalah. Ceritakan padaku, siapa tahu aku bisa membantumu..!" Donnie menurunkan nada bicaranya, dengan mimik wajah simpati, laki-laki itu memancing Celine bicara.


"Dari mana kamu tahu jika aku sedang ada masalah Donnie..?? Apakah anak baru itu yang mengadu padamu, mengatakan jika aku sedang ada masalah..?? Benar-benar perlu untuk diberi pembelajaran, sukanya ikut campur pada masalah orang lain.." menyadari jika tadi ketemu dengan Tantri ketika dirinya sedang menangis, Celine menyebut nama gadis itu.


"Celine... listen to me..!! Jangan pernah punya pikiran buruk pada Tantri. Gadis itu bukan seperti yang ada dalam pikiranmu. Kepeduliannya tulus, percayalah kepadaku..!" Donnie berusaha menjelaskan tentang sikap dan karakter Tantri pada Celine.


Tidak ada jawaban yang keluar dari mulut Celine, gadis itu tetap diam. Terlihat ekspresi tidak suka yang muncul pada wajahnya.. Donnie tetap sabar menunggu sampai gadis itu kembali mau berbicara kepadanya. Sampai akhirnya...


"Okay Donnie.. aku akan pulang sekarang. Jika kamu memang masih mau berada di tempat ini, tetaplah bertahan. Aku akanĀ  keluar," tiba-tiba Celine berdiri dari posisi duduknya,


Tetapi baru saja gadis itu akan melangkahkan kakinya, tangan Donnie terulur dan menarik gadis itu dalam pelukannya. Sesaat kedua anak muda itu berada dalam diam, dan Donnie memperat pelukannya...


"Jangan tutup dirimu Celine.. kita masih teman yang sama seperti dulu. Tidak ada perubahan dalam sikapku.." Donnie berbisik di telinga gadis itu.


Tidak ada jawaban yang keluar dari bibir gadis itu, Celine masih tetap diam. Tiba-tiba Donnie merasa ada sesuatu yang basah di dadanya. Laki-laki itu menurunkan pandangan ke arah gadis itu, dan ketika melonggarkan pelukan, Donnie melihat jika gadis itu tengah menangis.


"What happened Celine... Tell me...! Sebisa mungkin aku akan membantumu.." Donnie bertanya dengan serius pada Celine. Namun gadis itu masih tetap menangis...

__ADS_1


***************


__ADS_2