
Ketika Tantri dan Zorra tengah berkendara di jalan raya, tiba-tiba segerombolan anak muda melaju dan mengibas ibaskan tangan mereka, meminta dua anak muda itu untuk minggir. Tidak mau mencari masalah, Zorra membunyikan klakson, memberi isyarat pada Tantri agar gadis itu menepi. Keduanya memilih menghentikan laju motor mereka, daripada harus berurusan dengan anak-anak geng motor yang baru saja melintas.
"Kita mengalah saja Tantr..., siapa tahu mereka sedang ada urusan yang lebih penting, sehingga harus ngebut seperti itu.." ketika kedua motor itu sudah menepi, Zorra tampak memberi pengertian pada gadis itu.
"Tidak masalah Tantr.., lagian kita juga tidak ada urusan penting bukan.. Hanya untuk pulang ke rumah saja.." sahut Tantri sambil tersenyum,
Ketika keduanya sedang berbincang, tiba-tiba ada dua motor dari geng motor yang barusan melintas itu. Tanpa Zorra dan Tantri sadari, kedua sepeda motor itu menuju ke arah mereka, dan mengitari motor Zorra dan Tantri sambil memblayer gas motor mereka. Merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh dua orang itu, Tantri dan Zorra saling bertatapan mengkonfirmasi. Tetapi keduanya juga bingung, dan tidak mengetahui kenapa mereka melakukan hal seperti itu. Kejadian itu terjadi beberapa saat, dan bahkan motor dari geng tersebut yang sudah melaju di depan, beberapa putar balik dan ikut berputar di sekeliling Zorra dan Tantri.
"Ha... ha.. ha.., ternyata kita bertemu lagi gadis... Aku masih ingat, kamu ikut datang ke base camp kami dengan geng Spirit bukan. Meskipun kamu tidak melakukan tindakan apapun waktu itu, dan malah terlihat ketakutan, tetapi kesalahanmu karena kamu sudah bergabung dengan geng motor itu.." tiba-tiba salah satu motor berhenti. Dan pengendara motor melepas helm yang menutup kepalang, kemudian mengajak Tantri berbicara.
"Siapa kalian, aku merasa tidak mengenalmu.." dengan berani, Tantri memberikan tanggapan. Tatapan gadis itu memindai para pengendara motor yang sudah melepas helm mereka.
"Heh... pintar sekali, dan sangat licik dirimu. Pura-pura tidak mengenali kami, dan apakah dengan hal itu kami kemudian akan memberikan ampun padamu.. Kelompokmu sudah menekan sumber pendapatan kami, dan sekarang kamu malah pura-pura akan lepas dari tanggung jawab..." bukannya menyebutkan siapa dirinya, tetapi laki-laki di depan Tantri itu malah terus berusaha memojokkan gadis itu,
Bahkan salah satu laki-laki yang membonceng motor yang ada di belakangnya turun dari motor, kemudian tampak mengeluarkan sesuatu dari pinggangnya. Melihat apa yang ada di tangan laki-laki itu, Tantri merasa begidik. Laki-laki itu memegang bekas rantai besi, dan ternyata digunakan laki-laki itu seperti ikat pinggang. Menyadari bahaya yang mengintai Tantri, Zorra melangkah ke depan. Laki-laki muda itu berdiri dan menutupi tubuh Tantri,
__ADS_1
"Hey..., apakah kalian semua tidak memiliki wajah sedikitpun, berani beraninya mengancam seorang gadis.." Zorra berteriak dengan berani, mencoba memberi peringatan pada orang-orang itu.
"Ha... ha... ha.., ada yang mau bertindak menjadi pahlawan kesiangan. Apa yang kamu banggakan anak muda, apakah kamu pikir, hanya seorang diri kamu bisa melawan kami...?" bukannya keder dengan peringatan yang diberikan Zorra, beberapa laki-laki itu malah mentertawakannya,
"Mundurlah Tantri..., mereka memang memiliki niat buruk pada kita. Mundurlah, dia tidak tahu dengan siapa mereka saat ini berhadapan..." Zorra meminta Tantri untuk mundur ke belakang. Tetapi merasa jika orang-orang itu datang, karena mereka melihatnya, dan semua terhubung dengan club motor Spirit.
"Tidak Zorra.., kamu tidak tahu apa-apa. Mereka datang karena aku pernah datang ke base camp mereka dengan Harry dan teman-teman. Mungkin aku bisa mengajak mereka bicara Zorra..." Tantri akhirnya teringat dengan beberapa di antara mereka. Gadis itu mencoba memberi penjelasan pada Zorra.
Tetapi Zorra membalikkan badan menghadap ke arah gadis itu, dan memegang kedua pundaknya. Laki-laki itu mencoba untuk melindungi Tantri, tetapi...
"Swingggg... bretttt..." tiba-tiba salah satu laki-laki memutar rantai besi ke atas.
Jika saja Zorra tidak menundukkan kepalanya ke bawah, sabetan rantai itu akan mengenai kepalanya. Secepatnya, laki-laki itu berbalik dan menatap dengan sorot mata marah pada anak-anak motor di depannya.
"Ha.. ha.. ha.., lihai juga kamu anak muda. Begitu cepat bisa mengelak..." laki-laki yang memegang rantai besi itu tertawa terbahak, dan teman-temannya ikut tertawa bersamanya.
__ADS_1
"Jika memang kalian merasa laki-laki, buang senjata kalian. Ayuk bertarung, adu satu lawan satu denganku, majulah..." Zorra berteriak menantang mereka.
"Jangan pedulikan provokasi anak muda itu. Berani mencari masalah dengan kita, maka hukum rimba yang akan berbalik pada mereka. Ayuk seranggg...." tiba-tiba dari belakang, salah satu dari mereka berteriak lantang.
Tantri merasa gugup, melihat lebih dari delapan orang berjalan mendekati Zorra dan dirinya. Di tangan mereka, rata-rata memegang senjata. Orang-orang itu terlihat sudah tidak bisa untuk diajak baik-baik..., tetapi bukannya mengajak untuk berlari menyelamatkan diri, Zorra malah seperti menunggu kedatangan mereka.
"Zorra... jangan cari masalah dengan mereka! Lebih baik kita mundur, berlari mencari pertolongan, atau menyerah saja Zorr..." Tantri mengajak Zorra untuk menyerah,
Tetapi laki-laki muda itu seakan tidak mendengar apa yang dikatakannya, malah seakan menunggu orang-orang itu mendekat dan memberikan serangan kepadanya. Wajah Tantri sudah terlihat pucat pasi, wajahnya putih seperti selembar kertas putih. Gadis itu melihat ke sekitar, mencoba untuk mencari senjata, namun tidak menemukan apapun. Tatapan matanya hanya melihat seonggok batu dengan ukuran agak besar. Gadis itu segera berjalan mundur, dan mengambil batu itu serta menggenggam di tangannya.
"Sreett... bukk.... buk..." terlihat di depan gadis itu, Zorra tampak dengan lihai menghindari serangan dari anak-anak geng motor.
Ternyata keahlian bela diri anak muda itu tidak bisa dianggap sebelah mata, dengan cepat Zorra mengembalikan pukulan beberapa anak muda. Bahkan bisa menghindari pukulan senjata yang dibawa oleh anak-anak motor itu. Tetapi sepandai-pandainya seseorang yang berjuang hanya dengan tenaga, tetap akan kalah dengan jumlah anak-anak motor yang sampai delapan orang itu. Belum lagi, Tantri melihat ada tambahan tiga motor lagi yang datang ke arah mereka, dan wajah gadis itu bertambah pucat pasi. Di bawah tatapan matanya, Tantri melihat ada seorang anak muda yang berlari sambil menghunuskan samurai, dan tampak akan memberikan serangan pada Zorra. Secepat kilat Tantri berlari, kemudian melemparkan batu di tangannya ke arah anak muda itu...
"Syuttt.... dhuakk.... aaaww, kurang ajar....:" tanpa bisa ditebak, lemparan batu Tantri mengenai salah satu dari mereka.
__ADS_1
Dengan cepat, laki-laki itu melihat marah ke arah Tantri, dan segera berlari menuju ke arah gadis itu.
***********