Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 128 Tamu Malam Hari


__ADS_3

Tantri merasa penat, karena selain Dion dan Peter, gadis itu juga melakukan konfirmasi pada teman-temannya yang lain. Namun tidak ada satupun dari mereka yang menerima, dan malah tidak tahu jika akan ada acara di taman bunga laboratorium tersebut. Gadis itu sejak tadi diam saja, merasa curiga dengan undangan tersebut, tetapi juga merasa penasaran tentang acara yang akan diadakan.


"Honey... aku datang.." tiba-tiba dari arah luar, terlihat Zorra datang membawa satu buket berisi bunga segar,


Laki-laki itu selalu bisa mendatangkan sesuatu yang diperoleh di laboratorium tersebut. Tetapi selama ini, laki-laki itu selalu mendapatkannya. Sepertinya demi Tantri, semua upaya selalu dilakukannya. Melihat bunga segar itu, wajah Tantri yang sejak tadi cemberut menjadi kembali sumringah. Gadis itu mendekat ke arah kekasihnya.., dan Zorra mengulurkan buket pada gadis itu.


"Bunganya segar banget kak, terima kasih bisa memperbaiki mood ku yang buruk sejak tadi.." ketika menerima buket tersebut, Tantri berkomentar.


Gadis itu menghirup aroma harum kesegaran bunga-bunga tersebut, dan perlahan aroma itu memenuhi rongga dadanya. Sejenak otaknya yang sejak tadi penuh, terasa sedikit longgar. Zorra tersenyum melihat apa yang dilakukan kekasihnya. Beberapa saat kemudian, Tantri meletakkan buket bunga tersebut di atas vas bunga yang ada di atas meja.


"Kenapa honey, apakah kamu ada masalah..?" teringat kata-kata gadis itu, Zorra bertanya pada Tantri.


"Bukan masalah sih kak.., tapi menyebalkan, Masak Tantri mendapatkan invitation letter, tetapi tidak ada identitas pengirim, dan juga tidak dijelaskan acara apa. Kan sebal, apalagi Dion, Peter, Chang, John, serta Fujitora, mereka tidak mendapatkannya.." gadis itu menceritakan apa yang membuatnya bad mood,


Zorra tersenyum, kemudian menarik tangan gadis itu membawanya mendekat. Tantri menurut, dan tidak lama kemudian gadis itu sudah duduk di samping laki-laki itu.


"Tidak perlu kekhi honey... respon semua undangan dengan baik. Kamu yakinlah, tidak ada lagi yang mencurigakan di laboratorium ini. Pasti ada seseorang yang akan memberimu kejutan, dan jangan banyak berpikir.." laki-laki itu berbicara dengan yakin.


Tantri melihat ke arah kekasihnya, dan Zorra tersenyum sambil menganggukkan kepala.


"Terus... kayak orang hilang dong, jika hanya aku sendiri yang mendapatkan undangan tersebut.." Tantri masih berusaha untuk berkelit.


"Ha.. ha.. ha.., honey, honey. Kamu bertahun tahun meninggalkanku sendiri, tanpa pamit pergi meninggalkan Indonesia. Bisa sampai di Jepang, Rusia, dan terakkhir di pulau ini. Selama ini honey bisa kan, jadi kenapa sekarang malah bore karena merasa tidak ada teman.." bukannya membela, Zorra malah mengolok olok gadis itu,

__ADS_1


"Lah... bukannya seperti itu kak.. Setelah kejadian menghebohkan, ada restrukturisasi di laboratorium ini, masak ada undangan mencurigakan. Jadi malas kan.." Tantri masih membela dirinya.


Zorra memeluk tubuh Tantri dengan mendekatkan ke tubuhnya, kemudian memberikan kecupan di kening gadis itu.


"Sudahlah.. aku akan mengirimkan pakaian resmi untuk hadir pada acara itu. Kita akan tampil dengan mengenakan pakaian couple. Aku pasti akan menemanimu honey. jangan takut dan khawatir.." kata-kata terakhir itu membuat Tantri menjadi kembali bersemangat.


"Benarkah kak... uuuuhh terima kasih sayang. Kapanpu, kehadiranmu selalu memberikan support untukku.." merasa senang, Tantri memeluk tubuh kekasihnya. Tantri sebelumnya tidak mengira, jika ternyata Zorra akan memberikan dukungan tersebut, karena biasanya laki-laki itu akan lebih selektif terutama jika menyangkut tentang dirinya.


Zorra hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala, dan akhirnya laki-laki itu balik memeluk kekasihnya. Jika mereka sudah bertemu, dimanapun maka dunia menjadi seakan hanya milik pasangan kekasih itu.


****************


Beberapa Saat...


"Siapa perempuan ini.. aku merasa asing dengannya..?" sesaat Tantri merasa ragu, karena baru sekali ini melihat perempuan yang ada di balik pintu kamarnya,


Beberapa menit terlewat, karena gadis itu berada dalam kebimbangan. Bimbang antara membuka pintu kamar, ataukah pura-pura tidak mendengar jika ada orang yang datang..


"Apa yang harus aku lakukan, apakah aku harus menemuinya.," sesaat gadis itu kembali berpikir.


Tapi setelah beberapa waktu lewat, akhirnya gadis itu menghembuskan nafas dan akan melihat siapa tamu yang datang berkunjung malam-malam itu.


"Hempphh... aku akan membukanya, siapa tahu dia anggota laboratorium baru yang ingin berkenalan denganku. Kan, akhir-akhir ini laboratorium melakukan perekrutan banyak tenaga baru.." setelah berhasil meyakinkan dirinya, perlahan Tantri mulai memutar handle pintu kamar.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, daun pintu membuka, dan perempuan itu tersenyum serta dengan hormat mengangguk kepadanya..


"Excuse me Miss Tantri... Perkenalkan saya Salsa.." dengan satu tangan kiri membawa paper box, gadis itu mengulurkan tangan kanannya.


"Mmmmpphh.... okay. Jika boleh tahu anda siapa, dan ada keperluan apa malam-malam datang ke paviliunku.." dengan masih ada sedikit keraguan, Tantri balik mengulurkan tangan, menerima jabat tangan gadis bernama Salsa itu.


"Terimalah paper box ini Miss.. Saya baru saja beberapa saat lalu datang ke laboratorium, karena perintah dari Tuan Zorra. Mohon untuk menerimanya, dan di dalam paper box ini berisi gaun beserta perlengkapan untuk acara menghadiri pesta besok siang.." Salsa memberikan paper box,


Tantri menerima paper box itu, dengan perasaan yang masih bingung..


"Dan juga Miss, ijin untuk memberi tahu. Sebelum Miss dan Tuan Zorra berangkat ke acara, saya dan rekan saya juga mendapatkan tugas untuk melakukan make up pada Miss Tantri. Bukan apa-apa Miss, hanya untuk melihat agar kecantikan Miss bertambah segar.." Salsa menambahkan.


"What.., kenapa harus berlebihan begitu Salsa.. Aku tidak biasa mengenakan perlengkapan make up, akan menjadi sesuatu yang aneh bagiku.." dengan halus Tantri berusaha menolak,


"Baik Miss Tantri... tetapi saya juga tidak bisa menolak perintah dari Tuan Zorra.. Miss. Dan saya pikir, tidak ada orang yang berani untuk menolak juga setiap ada perintah dari Tuan Zorra, Saya harap Miss Tantri paham, dengan yang saya maksudkan.." sambil menundukkan wajah ke bawah, Salsa seperti memohon,


Sesaat Tantri berpikir dan kembali menimbang. Memang selama ini, Zorra kekasihnya selalu tidak menyukai jika keinginannya ditolak. Setelah menata hati..


"Hempphh.. baik Salsa, aku akan menerimamu besok siang sekitar pukul 11 a.m. Tetapi ingat, aku tidak menyukai riasan yang bold, hanya sekedarnya saja. Jadi lebih innocent terlihatnya.." akhirnya Tantri setuju untuk dirias esok hari.


"Benarkah Miss Tantri, terima kasih untuk kerjasamanya. Dan, karena ini sudah sangat malam, ijin untuk saya kembali. Semoga Miss Tantri bisa beristirahat dengan baik.." dengan sopan Salsa mohon diri.


Tantri hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Setelah melihat Salsa pergi meninggalkan depan paviliunnya, gadis itu kembali masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


***********


__ADS_2