Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 80 Pertolongan


__ADS_3

Kerumunan orang di terminal keberangkatan penuh dengan jeritan. Beberapa orang menjatuhkan kaki terduduk di lantai, dan security bandara juga tidak berani berbuat banyak. Menyadari hal tersebut, merasa membahayakan orang banyak, tidak ada pilihan lain untuk Tantri selain menuruti keinginan Harry.. Fujitora juga merasa berada dalam dua pilihan, antara ingin nekat membawa Tantri kabur, namun juga berpikir tentang keselamatan orang-orang itu..


"Tantri... mendadak jalan pikiranku buntu Tant.. bingung bagaimana harus bersikap.." Fujitora berbisik memberi tahu Tantri tentang perasaannya.


"Menyingkirlah Fuji... aku yakin Harry tidak akan pernah tega menyakitiku. Bahkan satu helai rambutku jatuh saja, anak itu tidak akan pernah mengijinkannya. Tinggalkan aku sendiri Fuji... let me alone..!" Tantri tersenyum kecut, mencoba meyakinkan teman satu timnya itu,


"Apa kau bilang Tantri... gila apa..? Aku sudah sejauh ini membawamu pergi, dan tinggal satu titik lagi. Sekarang kamu malah mengusirku.. No.." di luar dugaan, Fujitora menolak untuk meninggalkan gadis itu,,,


Gadis itu merasa bingung, di satu sisi Harry terus berjalan mendekatinya sambil mengarahkan tembakan kepadanya. Di belakang laki-laki itu, tiga orang tampak bersiaga dengan senjata juga di tangan mereka... Tiba-tiba,,


"Harry... stop it...!!! Apakah kamu sudah gila kali ini Harry.., akulah yang ingin kamu bawa bukan.. Jangan  buat kekacauan di tempat umum seperti ini, ingatlah hukum Harry..." tanpa memperhatikan Fujitora.., Tantri membalikkan badan dan berbicara pada Harry,


Tatapan gadis itu terlihat sengit dan marah pada teman SMA nya itu.. Melihat Tantri merespon, senyuman merekah muncul dari bibir Harry.. Laki-laki itu menurunkan senjata apinya, bergegas menghampiri Tantri yang melihat ke arahnya..


"Kenapa kamu tidak bekerja sama dari tadi Tantri..?? Jauh-jauh aku dari Indonesia, hampir mengelilingi separo dunia hanya untuk menemukanmu. Tetapi kenapa kamu sedikitpun tidak melihat upayaku itu.." begitu sampai di depan Tantri, Harry mengajak gadis itu berbicara.


Tapi bukannya menjawab, tatapan Tantri malah seperti menghujam ke arah Harry..


"Jangan buat keributan Tantri... ikutlah denganku sekarang! Tidak akan ada korban di tempat ini, jika kamu menurut denganku kali ini.. Please Tantr..., trust me..!" nada bicara Harry tiba-tiba menjadi lunak, dan tatapan matanya berubah lembut, meskipun tatapan Tantri masih terlihat ganas ke arahnya,

__ADS_1


"Aku menghargai usahamu Harry... tetapi untuk apa semua kekacauan ini. Apakah itu layak.., membuat orang-orang ketakutan, dan mengintimidasi mereka.." bukannya terpengaruh dengan sikap Harry, Tantri malah marah dengan laki-laki itu.


"Semua aku lakukan, karena kamu berusaha menghindariku.. Bukankah sejak dulu aku sudah berusaha menegaskan jika kamu adalah milikku, bukan milik orang lain.. Menurutlah padaku Tantri.. please, jangan buat aku berubah pikiran.." Harry berusaha mengancam Tantri kembali,


Melihat sikap Harry yang tampak memaksakan kehendaknya pada Tantri, Fujitora menarik Tantri mundur. Tidak diduga, laki-laki kemudian maju dan berdiri di depan gadis itu. Tubuh Tantri tertutup oleh tubuh dari laki-laki itu. Melihat hal itu, wajah Harry kembali memerah karena marah..


"Kamu mencari mati anak muda..." tangan Harry terulur ke arah Fujitora. Namun dengan cepat, menggunakan tangan kanannya, Fujitora menahan serangan itu. Keduanya beradu kekuatan, tetapi tidak diduga tiba-tiba sebuah moncong senjata sudah mengarah pada laki-laki berdarah Jepang itu..


"Stop it...., aku tidak mau ada kekerasan. Aku akan mengikuti kata-katamu Harry.., tapi biarkan Fujitora pergi. Laki-laki ini selalu berusaha menjagaku tetap aman, melebihi seorang kakak pada adiknya.." Tantri berteriak mengajak Harry bernegosiasi. Gadis itu kembali melangkahkan kaki ke depan, dan berdiri di samping Fujitora..


"Jangan seperti itu Tantri... ingat kesempatan kita dua hari lagi.. Jangan menurut pada teman dari negaramu itu.." Fujitora berusaha menahan gadis itu.


*************


Beberapa saat kemudian...


Begitu Harry membawa Tantri menuju ke mobil yang membawanya, kembali orang-orang berlari, bergegas masuk ke dalam terminal keberangkatan. Karena orang-orang Harry masih bersiaga, aparat keamanan masih belum bisa berkutik, mengingat senjata yang dibawa oleh mereka. Tantri hanya bisa pasrah, mengalir mengikuti alur karena bingung tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Dengan senyum kemenangan, Harry membawa Tantri dengan terus merangkul pundak gadis itu.


"Berhenti.., jangan melawan atau aku hancurkan batok kepalamu...!" ketika Harry sudah akan memasukkan Tantri ke dalam mobil, tiba-tiba sebuah moncong senapan sudah mengarah ke kepalanya,

__ADS_1


Tantri memicingkan matanya, merasa bingung dengan apa yang terjadi. Tapi gadis itu hanya diam, pasrah dengan keadaan yang ada di sekitarnya, karena merasa tidak memiliki kekuatan... Orang-orang Harry yang sebelumnya tampak garang, menodongkan senjata pada orang-orang di bandara, sudah tidak berkutik lagi. Keadaan berbalik arah, dimana Harry dan orang-orangnya tampak tersudut.,


"Siapa kamu, dan apa urusanmu. Aku merasa tidak memiliki bisnis apapun, dan aku hanya akan membawa gadis ini kembali ke Indonesia.." Harry mencoba mengajak bernegosiasi.


"Ha.. ha.. ha..., gadis ini adalah urusanku jika kamu mau tahu. Boss besar memerintahku untuk membunuh siapapun, yang berani menyakiti gadis ini." mendengar perkataan orang itu, Tantri bertambah bingung.


Tantri merasa tidak pernah bertemu dengan laki-laki itu, dan baru kali ini melihatnya. Ketika Tantri melihat ke arah Fujitora, anak muda itu juga terlihat tidak tahu apa-apa, dan hanya mengangkat dua bahunya ke atas.


"Bull s****hit dengan  boss besarmu.. Aku tidak akan percaya denganmu..\, Tantri harus tetap bersamaku\, tidak boleh dengan yang lain.." Harry tetap bersikukuh untuk mempertahankan Tantri.


Ketika tubuh Tantri terbebas dari Harry, gadis itu malah bingung apa yang akan dilakukannya. Apakah akan mengikuti Harry, ataukah mengikuti laki-laki yang menodong Harry.. Karena tidak tahu apa yang harus dilakukan, gadis itu tetap bertahan pada posisinya.


"Tantri... come here..!! Kita lanjutkan perjalanan, pesawat kita sudah akan boarding .." tiba-tiba terdengar teriakan Fujitora tertuju padanya.


Sesaat kesadaran gadis itu kembali, dan tanpa melihat lagi ke arah Harry, Tantri berlari menuju ke arah Fujitora. Laki-laki Jepang itu segera meraih tangan Tantri, dan berjalan cepat masuk ke terminal keberangkatan, di bawah tatapan petugas keamanan bandara.,


"Siapa orang-orang itu Fuji.. apakah ini bagian dari rencana Chang juga..?" sambil berjalan masuk, Tantri bertanya pada Fujitora.


"I don.t know anything Tantri... tetapi sepertinya bukan.. Tapi disini aku melihat ada dua pihak yang mencoba merebutmu.., tapi aku tidak bisa menebak siapakah mereka.." sambil terus bergegas, Fujitora memberikan tanggapan.

__ADS_1


************


__ADS_2