Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 113 Meminta Waktu Off


__ADS_3

Mendengar penjelasan dari Kepala Lapboratorium, dan juga Kepala Divisi, tiba-tiba Chang memiliki ide. Beberapa bulan berada di island, tanpa ada kesempatan melihat dunia luar secara langsung, menimbulkan kejenuhan pada dirinya. Hal itu yang akan digunakan sebagai alasan pada dua orang penting itu, agar mereka diijinkan untuk sementara waktu meninggalkan laboratorium.


"Ms. Rebecca... apakah kami diijinkan untuk membuat permohonan.." dengan pelan, Chang menyela pembicaraan.


Ms. Rebecca dan Kepala Organisasi saling berpandangan sejenak, tapi tidak lama kemudian mereka melihat ke arah Chang, kemudian menganggukkan kepala,


"Katakan apa yang akan kamu sampaikan Chang..! Kali ini, aku akan sedikit lunak kepadamu, mengingat ketegangan saat ini pada diri kalian.." setelah menghela nafas, akhirnya Ms. Rebecca memberikan tanggapan.


Chang tersenyum, dan memberi isyarat pada John serta Fujitora untuk mewakili mereka bicara. Dua anak muda itu merasa tidak ada masalah,


"Begini Ms.., Mr... sesuai perjanjian yang kita tanda tangani, ada beberapa waktu, dimana kami bisa mendapatkan kebebasan untuk mengakses dunia luar. Tetapi, sudah berbulan-bulan berada di pulau ini,  belum pernah sekalipun kami diberikan kesempatan atas fasilitas tersebut. Bisakah jika dalam waktu dekat, kami bertiga meminta hak kami tersebut..?" dengan nada tenang, Chang menyampaikan permintaan,


Wajah Ms Rebecca terlihat tegang, apalagi situasi keamanan di pulau ini sedang tidak baik-baik saja. Salah satu dari mereka, yaitu Tantri sudah menjadi korban penculikan. Dan baru saja mendapatkan informasi jika sudah berhasil diketemukan, hanya saja kondisi terakhir berada di rumah sakit. Perempuan itu tidak berani memberikan tanggapan.


"Chang... John, Fujitora... sebagai Kepala Organisasi aku memahami keinginan kalian. Apalagi, selama berbulan-bulan, kalian tidak mendapatkan hak untuk me refresh pikiran di dunia luar. Namun... bukannya kalian bertiga juga tahu sendiri, bagaimana keadaan akhir-akhir ini.. Situasi sedang tidak baik-baik saja Chang.., aku harap kalian bertiga bisa memahami apa yang aku maksudkan.." beberapa saat, akhirnya kepala organisasi mewakili apa yang ditanyakan oleh Chang.


"Kami bertiga paham Tuan.., tetapi tanpa ada kesempatan untuk keluar, kami juga masih trauma dengan kejadian terakhir. Dipaksapun, kami juga tidak akan bisa bekerja, apalagi berdaya guna di laboratorium ini. Dengan keluar, dan apalagi bisa melihat keadaan salah satu tim kami secara langsung, akan membuat kami menjadi lebih tenang." Chang masih berusaha untuk melakukan negosiasi.


"Benar Tuan.., Ms.., jika keinginan kami untuk keluar hanya beberapa waktu saja, tidak mendapatkan persetujuan. Jangan salahkan kami, jika akhirnya tidak akan muncul karya kami selanjutnya.." merasa geram dengan jawaban berbelit dari dua orang petinggi laboratorium itu, Fujitora menyahut pembicaraan,


Kepala organisasi dan Ms. Rebecca kaget mendengar ucapan Fujitora, tetapi keduanya tidak berani memberikan tindakan. Kelalaian melindungi keselamatan Tantri di island, menjadi bumerang bagi mereka untuk beradu argument dengan mereka. Akhirnya..

__ADS_1


"Hempphh... baiklah. Aku akan bertanggung jawab pada pemimpin di pusat, jika ada yang mempermasalahkan kalian bertiga. Aturlah.. aku akan mengatur perjalanan kalian keluar dari pulau. Tetapi.. harus ada yang mengawal kalian bertiga, karena untuk saat ini, keamanan kalian menjadi tanggung jawab organisasi." dengan berat hati, kepala organisasi akhirnya menyetujui keinginan tiga laki-laki itu.


Ms. Rebecca tidak berkomentar apapun, perempuan itu hanya ikut apa yang sudah dikatakan oleh Kepala organisasi. Chang dan kedua teman lainnya merasa senang, dan memiliki harapan setelah mendengar apa yang dikatakan oleh kepala organisasi.


************


Celine terlihat pucat, gadis itu bersembunyi dalam sebuah ruangan. Bukannya orang-orang dalam laboratorium tidak mengetahui keberadaannya, tetapi atas perintah kepala organisasi gadis itu diminta untuk dibiarkan terlebih dahulu. Kepala organisasi sudah membuat rencana, menunggu bantuan pengamanan dari pusat datang ke pulau tersebut.


"Hancur sudah semuanya.. tidak ada yang bisa memberiku pertolongan. Semua brengsek, dan hanya memanfaatkan kebodohanku.." Celine menangkupkan dua telapak tangan ke wajahnya.


Wajah gadis itu terlihat khusus, dan merasa jenuh sudah bersembunyi di tempat tersebut. Melihat semua orang heboh, dan keamanan laboratorium bergerak cepat, Celine menyelinap untuk bersembunyi di tempat itu. Gadis itu berencana menunggu sampai hari menjadi gelap, dan akan melarikan diri keluar setelah malam.


Gadis itu kembali tercenung dengan semua kesalahan di masa lalu. Silau karena harta, ingin mengembalikan kejayaan dan marwah keluarga, menjadi penyebab atas tindakan yang jahat. Beberapa saat, tidak ada yang bisa dilakukan gadis itu. Tiba-tiba..


"Ternyata sudah aku duga, kamu pasti bersembunyi di tempat ini Miss Celine.." tanpa Celine sadari, tiba-tiba pintu terbuka dari arah luar dengan kasar,


Sebuah ucapan kasar terdengar di telinga gadis itu, dan terlihat dua security berpakaian seragam laboratorium, menatap dengan marah ke arahnya.


"Jangan lukai aku pak... aku tidak bersalah apa-apa.." Celine yang terkaget, berusaha melakukan negoisasi.


"Jelaskan pada pihak yang lebih berwenang, aku tidak bisa memiliki wewenang apapun." security itu menolak peluang nego dengan gadis itu.

__ADS_1


Dengan kasar, salah satu security menarik tangan Celine dengan kasar, di bawah tatapan marah gadis itu.


"Tidak perlu melihatku seperti itu.. Kamu layak diperlakukan kasar, karena tanpa sadar kamu telah memberikan kerugian milyaran dollar. Dan terakhir, malah kamu menghilangkan Miss Tantri dengan kejam.." security memberikan tanggapan pada gadis itu.


"Kamu asal bicara, dan jangan sembarangan menuduhku untuk kesalahan yang tidak aku lakukan. Lepaskan tanganku, jangan perlakukan aku dengan kasar.." Celine tampak meronta, berusaha melepaskan diri dari kungkungan security laboratorium.


"Srettt.... brakk.." bukannya melepaskan tangannya dari pergelangan tangan Celine, security malah menarik kasar gadis itu.


Tidak ayal, gadis itu membentur kursi yang ada di depannya, dan kursi itu terjatuh ke bawah. Sesaat Celine merasa pedih pada lutut kakinya, karena membentur kursi, tetapi security tidak mempedulikannya. Bahkan security satunya ikut membantu security yang tengah memegang tangan Celine,


"Kalian kejam, telah melakukan penganiayaan kepadaku.." Celine berteriak sambil berusaha membebaskan diri dari pegangan laki-laki itu,


"Jangan banyak bergerak, atau malah kami borgol tanganmu.." seketika gadis itu terdiam, karena security tidak kalah sengitnya kembali membentak.


Akhirnya dengan wajah tidak enak dilihat, mau tidak mau Celine mengikuti dua laki-laki itu, dan pasrah ketika membawanya ke tahanan yang ada di dalam laboratorium tersebut. Security mendobrak pintu tahanan dengan kaki yang ditendangkan ke pintu, dan tidak lama pintu itu terbuka.


"Masuklah dulu.., aku harap kamu bekerja sama, dan tidak membuat onar.." sebelum mengunci kembali pintu, security mengucap beberapa kata.


Celine terdiam, dan dengan patuh gadis itu akhirnya duduk di atas single bed yang ada dalam ruangan tersebut.


***************

__ADS_1


__ADS_2