Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 28 Peluang Hacker


__ADS_3

Keesokan Paginya...


Merasa tidak merasakan sakit di lengan kanannya, Tantri berangkat ke sekolah dengan diantarkan pak Jaya. Gadis itu berpikir, akan menjadi anak baik kembali, merasa tidak nyaman dengan kehidupan sesaat dengan bergabung dengan anak motor. Meskipun tidak berdampak parah pada dirinya, tetapi kekerasan tanpa sebab yang terjadi padanya, sudah cukup memberinya pelajaran.


"Non Tantri... kita sudah sampai di depan gerbang sekolah Non.. Apakah pak Jaya bawa mobil masuk ke halaman sekolah, ataukah seperti biasa Non turun di sini.." lamunan Tantri buyar, mendengar suara pak Jaya bertanya padanya.


"Oh iya pak, Tantri turun sini saja. Jemput jam 16.00 pak, karena Tantri ingin langsung pulang beristirahat di rumah saja selepas sekolah.." melihat pak Jaya sudah membukakan pintu untuknya, gadis itu segera turun,


"Siap Non..., nanti pak Jaya akan jemput tepat waktu, sesuai permintaan Non Tantri.." laki-laki paruh baya itu mengangguk hormat.


Setelah menggendong tas dengan bahu kirinya, Tantri bergegas masuk ke dalam halaman sekolah. Halaman itu terlihat masih sepi, karena gadis itu memang sengaja berangkat lebih pagi. Tantri sepertinya sengaja menghindar, jika Harry menjemputnya di rumah, sehingga belum ada pukul 06.00, sudah meminta pak Jaya untuk mengantarnya.


"Aku kembali tekankan kepadamu Rastrie.., dalam hal ini, kamu juga menjadi pelaku utama penggelapan dana BOS dari pemerintah. Tanda tangan surat pertanggung jawaban, selalu kamu yang menanda tanganinya sejak bertahun-tahun. Jadi jangan lepas dari tanggung jawab, dan akan aku bongkar semua jika kamu berani untuk mengkhianatiku.." langkah kaki Tantri terhenti sejenak, karena telinganya mendengar suara Kepala Sekolah sedang berbincang dengan Bus Rastrie.


Gadis itu merasa gagu, dan menyesal, telah mendengar perbincangan dua orang yang pernah ditemuinya sedang melakukan aktivitas merugikan, di belakang gedung sekolah. Tetapi jikapun berlari meninggalkan tempat tersebut, suara langkah kakinya pasti akan di dengar oleh keduanya. Jadilah, Tantri menahan nafas tetap berdiri di tempatnya saat ini.


"Tetapi pak, akan sampai kapankah Bapak akan menekanku dengan ancaman seperti ini. Dan aku harus membiarkan perlakuan bapak yang kejam terhadapku, dan juga keluargaku.." tampaknya Bu Rastrie tidak tinggal diam. Terdengar jawaban dari perempuan tersebut.


"Hempphh... kamu menantangku Rastrie. Coba saja, jika kamu berani Rastri. Aku akan buktikan semua kata-kataku, dan impianmu beserta keluargamu akan buyar begitu saja. Ingat itu...!" setelah mengucapkan kalimat terakhir, laki-laki yang sudah sangat lama memimpin sebagai Kepala Sekolah itu, berjalan meninggalkan tempatnya.


Tantri mengambil nafas lega, karena merasa terhindar dari masalah. Gadis itu kemudian memberanikan diri, untuk berjalan kembali. Ketika bertatapan dengan Bu rastrie, Tantri mencoba bersikap tidak mengetahui apa yang barusan terjadi.

__ADS_1


"Selamat pagi Bu Rastrie..." seperti murid pada umumnya, Tantri berjalan menghampiri perempuan itu, kemudian menjabat tangan dan mencium punggung tangan perempuan tersebut.


"Selamat pagi Tantri.., tumben sekali kamu datang pagi ini. Tapi... kenapa dengan tangan kananmu.." tatapan perempuan itu melihat ke arah lengan kanan gadis itu.


"Tidak apa Bu.., hanya kurang hati-hati saja. Kemarin sore terjatuh dari motor.." tidak mau membuat keributan lebih jauh, Tantri mencoba untuk berbohong.


"Oh begitu, langsung kembali ke kelasmu. Jangan banyak bermain..." perempuan itu memberi saran pada gadis itu.


"Baik Bu..., Tantri pergi duluan.." setelah tersenyum, dan menganggukkan kepalanya, Tantri segera berlalu dari depan perempuan itu.


Seperti yang dikatakan oleh Bu Rastrie, gadis itu memang berniat akan langsung menuju ke kelasnya.


***************.


Tantri melihat jarum jam di tangannya, dan waktu masih menunjukkan pukul 06.30 wib. Merasa bosan menunggu kelas dimulai, gadis itu mengeluarkan gadget, dan tidak lama kemudian, fokus perhatiannya sudah masuk ke layar gadget tersebut. Beberapa saat melihat berita online, pandangan gadis itu tidak beranjak pada informasi di depannya.


"Gila... apakah apa yang aku lihat ini benar adanya. Pentagon memberi kesempatan kepada siapa pun untuk meretas sistem keamanan mereka. Bahkan Pentagon memberikan hadiah kepada hacker yang berhasil membobol sistem keamanan mereka. Hadiah yang Pentagon tawarkan berkisar ratusan hingga ribuan dollar AS, bergantung pada tingkat keparahan ancaman yang mampu mereka temukan." Tantri membaca sedikit keras berita yang ada di depannya itu.


Senyuman muncul di bibir gadis itu, merasa terusik dengan berita yang baru dibacanya. Tatapan matanya menjadi berbinar, dan terus melihat kembali berita di depannya.


"Aku harus mencobanya nih..., aku akan menggunakan bahasa pemrogaman Python untuk membuat kekacauan." dengan senyum smirk, gadis itu bergumam sendiri. Melihat informasi itu, tampaknya semangat Tantri menjadi tertantang.

__ADS_1


Dengan bersemangat, Tantri kemudian menyimpan print screen pada file tersendiri. Sambil menunggu kelas dimulai, gadis itu masuk ke halaman OOP (Object Oriented Programming), dan tenggelam dengan bahasa pemrograman, dimana tidak banyak orang yang bisa mengetahuinya.


"Hey guys... apakah bisa kenalan denganku. Sebagaimana seorang Haxor, jangan pelit ilmu untuk Lammer sepertiku..." tiba-tiba ada notifikasi pesan masuk dalam gadgetnya. Tantri membacanya sekilas..., dan kembali senyuman keluar dari bibirnya.


Haxor merupakan istilah sebutan untuk para Hacker yang memiliki kemampuan tinggi, sedangkan Lammer berlaku sebaliknya.


"Jangan suka merendah guys.. seorang suhu biasa berbicara sarkasme pada cupu.." dengan cepat, jari tangan gadis itu membalas sapaan itu.


"Ha.. ha.. ha.., aku jadi tertarik untuk berkenalan dan bermitra denganmu. Keahlianmu melakukan Cross Site Scripting (XSS) tidak diragukan lagi. Aku sudah mengamatimu sejak lama. Bisa dengan mudah memasukkan kode HTML Atau Client Script Code ke sebuah Situs tanpa terdeteksi, dan silence merupakan keahlian yang tidak bisa dilakukan orang.. Betul-betul rapi.." lawan chat Tantri itu terus berbicara. Tampaknya banyak yang diketahuinya tentang gadis itu.


"Hush... jangan umbar dataku ke dunia online, atau aku akan retas sistemmu..." merasa perkataan lawan bicara itu membahayakan, Tantri segera mencegatnya.


"Kita bisa bermitra, untuk itu aku tidak akan berani untuk menyinggung, ataupun mengacaukan programmu guys.. Bagaimana ajakanku, apakah kamu sudah melihat undangan resmi Pentagon, yang tampak meremehkan para hacker amatiran..." dengan santai orang itu menjawab.


Tantri terdiam, dan otaknya berpikir jika lawan bicaranya kali ini, bukanlah orang yang bisa diremehkannya.


"Jangan terjebak, itu hanya akal untuk mendapatkan bug bounty Pentagon, yang mereka ditujukan untuk mencari dan menemukan celah kerentanan pada sistem keamanan di Gedung Pentagon." dengan santai, gadis itu membalas chat.


"Benar sekali, sesuai dengan feeling ku juga. Bagaimana dengan tawaranku guys, jika okay aku akan mengirimkan tiket penerbangan. Kita bisa bertemu di Jepang, atau di Singapura..." lawan bicara Tantri terus mendesak gadis itu.


"Hempphh... ada uang ada barang brother... Aku tidak mau gratisan untuk pekerjaan berat..." dengan alasan uang, Tantri memberikan tanggapan.

__ADS_1


"Gotcha... send your account.. Atau via PayPal juga boleh. Aku akan kirimkan down payment, selanjutnya setelah ada kesepakatan kita untuk bicara..." merasa ada celah untuk bekerja sama, lawan bicara Tantri segera memberikan aprroval.


*************


__ADS_2