
Dengan wajah merah padam menahan amarah, Zorra menggulir foto-foto yang dikirimkan kepadanya, satu persatu ke bawah. Meskipun gambar yang terkirim itu sangat jelas menunjukkan interaksi antara Tantri dan Harry, tetapi melihat ekspresi gadis itu, sepertinya tidak ada hubungan kedekatan layaknya sepasang kekasih.
"Kamu mau main sandiwara denganku Harry..., dengan senang hati aku akan melayanimu.." Zorra berbicara sendiri.
Beberapa karyawan yang berpapasan dengan anak muda itu, memberi jalan. Mereka hanya menundukkan wajah ke bawah, melihat bagaimana reaksi dari boss mereka,
"Tantri... bagaimana bisa kamu mengatur janji dengan Harry.. Sedangkan tanpa pesan, dan kata pamit kamu telah meninggalkanku sendiri di Tokyo. Setelah itu, sedikitpun aku tidak mendengar keberadaanmu, dirimu seperti menghilang di telan bumi. Tetapi sekarang, laki-laki keparat itu, malah tampak bahagia berfoto denganmu.." dengan geram, Zorra masih berbicara dengan mengamati foto-foto yang ada di dalam ponselnya,
Laki-laki itu kemudian masuk ke dalam ruang kerjanya, dan begitu duduk di belakang meja, Zorra langsung meraih gagang telpon antar unit kerja yang ada di atas mejanya,.
"Segera datang ke ruanganku sekarang, bawa perangkat kerjamu.." Zorra tampak memerintah karyawannya.
Setelah menyampaikan hanya satu kalimat saja, Zorra kembali meletakkan gagang telpon di atas tempatnya. Laki-laki itu kemudian menggeletakkan ponsel, dan duduk dengan bersandar pada sandaran kursi.
"Aku akan menyelidiki semuanya Harry... jangan kamu pikir, aku adalah anak kemarin sore, yang sedemikian mudah terkecoh oleh tipuanmu.." sebuah senyuman smirk muncul di bibir laki-laki itu.
"Tantri.. aku akan menemukanmu, dan dengan persetujuanmu ataupun tidak, kamu akan menjadi milikku. Bahkan jika Harry bersikukuh untuk melawanku dalam mendapatkanmu, aku akan hancurkan bisnis gelap anak itu. Kartu truf mu ada di tanganku.." kembali anak muda itu bergumam.
Lamunan Zorra kembali mengingat wajah Tantri. Dari gambar yang dikirim Harry ke ponselnya, tidak banyak perubahan yang terjadi pada gadis itu. Wajahnya masih sama innocent, hanya terlihat lebih matang dan dewasa. Tanpa sadar, Zorra tersenyum sendiri ketika membayangkan wajah lembut Tantri,
"Tok.. tok.. tok.." tiba-tiba pintu ruang kerja Zorra ada yang mengetuk.
"Masuk.." dengan suara menggelegar, Zorra mempersilakan masuk.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, pintu didorong dari arah luar, dan terlihat seorang laki-laki yang menenteng laptop, tampak berdiri di depan meja kerja Zorra..
"Ada yang bisa saya bantu tuan muda.." laki-laki itu langsung bertanya pada CEO perusahaan tersebut.
"Duduklah.. aku sudah sent beberapa gambar pada ponselmu. Selidiki, pada titik mana gambar itu diambil, aku akan menyusulnya ke tempat itu dengan segera." Zorra langsung memberi perintah pada laki-laki itu.
"Siap tuan muda.." laki-laki itu kemudian meletakkan laptop di atas mejanya.
Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah fokus pada pandangannya di depan laptop. Menggunakan aplikasi rancangannya sendiri, laki-laki itu membuka beberapa gambar, dan mulai melakukan penyelidikan. Zorra tampak antusias ikut mengamati laki-laki itu bekerja. Sepertinya Zorra sudah tidak sabar, ingin mengetahui titik lokasi terakhir, gambar itu diambil.
"Hemppphh... lokasi terakhir gambar ini diambil berada di wilayah negara Rusia tuan muda. Tetapi keberadaannya di sebuah kota kecil, untuk titik koordinatnya sudah saya buat summary. Ketika dicetak, akan muncul.." tidak lama kemudian, anak muda itu menyampaikan hasil penyelidikannya,
"Berapa lama waktu foto ini diambil.." dengan nafas mendengus, Zorra mengejar pertanyaan,
"Tidak... panggilkan asisten pribadiku untuk segera menuju ke ruanganku. Jika rapat masih berlangsung, minta untuk membubarkannya, karena urusanku jauh lebih penting.." tidak mau kehilangan kesempatan, Zorra memberikan perintah lanjutan.
"Siap tuan muda, ijin untuk meninggalkan ruangan." laki-laki itu kemudian berdiri, dan berjalan meninggalkan ruang kerja laki-laki itu.
*************
Beberapa saat kemudian...
"Aku tidak mau tahu Togar..., segera urus pemblokiran bandara yang berada di sekitar pulau Bolshoi Ussuriysky. Sekarang juga, dan foto yang aku perlihatkan kepadamu, sebagai target sasaran.." suara keras Zorra terdengar memberi perintah asisten pribadinya.
__ADS_1
Zorra sangat yakin dengan apa yang dialami oleh Tantri, jika gadis itu menemui Harry dalam keadaan terpaksa. Menurut instingnya, setelah menemui Harry, pasti gadis itu akan segera menghilang pergi, untuk menjauh dari tempat itu.
"Tetapi apakah tuan yakin, jika Miss Tantri pasti akan meninggalkan kota Bolshoi Ussuriysky." Togar tampak ragu mendengar perintah itu.
"Jangan bantah perintahku Togar... aku lebih mengerti bagaimana gadisku. Selain itu, siapkan pesawat pribadi di airport sekarang juga, aku akan menyusul ke kota Bolshoi Ussuriysky. Aku tidak mau tertinggal lagi dengan keberadaan Tantri.
"Siap tuan muda.., akan segera saya kondisikan.." tidak ada pilihan lain bagi Togar, selain menyanggupi dan menjalankan apa yang diperintahkan oleh anak muda itu.
Sedikit banyak, karena informasi yang diberikan Andriano kepadanya, Togar mengetahui latar belakang seorang gadis bernama Tantri. Merasa prihatin dengan keadaan yang dialami tuan mudanya, Togar selalu menyanggupi setiap perintah untuknya. Laki-laki muda itu tampak membuat pengaturan, dan menghubungi beberapa orang. Tidak lama kemudian...
"Tuan muda.. semua sudah berjalan sesuai skenario yang kita buat tuan muda.. Mungkin tuan muda segera bersiap, dan segera menuju ke bandara dalam waktu satu jam. Saya juga sudah membuat pengaturan, untuk menggunakan helikopter di hanggar, untuk mengantarkan tuan muda ke bandara." Togar selalu bekerja secara praktis.
Tidak menunggu waktu sampai berjam-jam, hanya dengan tetap berada di dalam ruang kerja tuan mudanya, semua sudah terkondisikan dengan baik. Zorra terlihat puas, dan anak muda itu segera berdiri sambil menyambar tas yang ada di atas meja.
"Kita berangkat sekarang, aku tidak mau membuang waktu percuma, Karena kita berkejaran dengan waktu.." dengan ucapan tegas, Zorra memberi perintah pada Togar.
"Baik tuan muda.. saya akan pergi bersama dengan tuan muda.." seperti sudah tahu bagaimana karakter tuan mudanya, jika mendapatkan penolakan, Togar menyatakan siap menyertai kemanapun tuan mudanya pergi.
Zorra segera melangkahkan kaki, dan Togar tampak tergesa segera mendahului laki-laki muda itu. Bahkan Togar membukakan pintu untuk Zorra.., dan ketika beberapa karyawan melihat ke arah mereka, Togar memberi isyarat agar mereka diam.
"Mungkin kita langsung ke roof top tuan muda.., karena pilot helikopter sudah stand by sejak tadi. Begitu saya menyampaikan perintah tuan muda, semua sudah berada dalam posisi mereka.." Togar mengarahkan Zorra untuk langsung menuju ke lift menuju ke roof top.
Tanpa bicara, Zorra mengikuti pengaturan yang dibuat Togar, tanpa bantahan sedikitpu.
__ADS_1
****************