Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 61. Berpisah Sementara


__ADS_3

Tidak sampai lima menit, Tantri meletakkan kembali gadget di atas meja yang ada di depannya. Dari bibirnya, tersungging senyuman, dan ketiga laki-laki yang bersamanya itu saling berpandangan. Namun Chang yang beberapa tahu kemampuan gadis itu tersenyum, dan menganggukkan kepalanya.


"Masuk ke ponsel atau gadget kalian, Aku pastikan, sudah tidak ada sedikitpun berita tentang kejadian beberapa hari yang lalu. " Tantri memberikan informasi pada ketiga temannya itu,


Tanpa menunggu penjelasan, ketiganya segera masuk ke dalam gadget yang ada di tangan mereka. Mata John dan Fujitora terbelalak, mereka terkejut karena semua informasi tentang kejadian kemarin sedikitpun tidak ada. Bahkan beberapa rekaman CCTV yang diunggah oleh sekelompok orang juga sudah tidak ada. Diskusi tentang kejadian itu, yang menjadi beberapa topik pembicaraan tidak ada satupun,


"Hempph... luar biasa Tantri. Kamu selalu bisa untuk diandalkan, dan aku sudah mengirimkan chat pada Ketua Organisasi.." Chang memberikan tanggapan,


Terlihat laki-laki muda itu tampak sibuk, karena Chang sekaligus melakukan chat dengan Ketua Organisasi. Beberapa saat kemudian...


"Teman-teman... aku dan John harus segera kembali ke pulau Shikoku. Nanti sore, akan ada penjemputan untuk kita. Namun... Fujitora masih bisa berada disini, untuk recovery penyembuhan tangannya. Sedangkan Tantri, masih harus menjalani persiapan untuk ujian penyetaraan.." tiba-tiba Chang membuat pengumuman.


"No problem untukku Chang... Aku juga tidak akan lama berada di kota ini, karena aku paham jika aku juga tidak sedang berlibur. Bagaimana dengan Fujitora..., kamu juga sama sepertiku bukan...?" Tantri menyuarakan perasaannya, dan terlihat Fujitora juga menganggukkan kepala sebagai tanda setuju.,


"John... how about you...?" karena melihat John belum memberikan tanggapan, Chang bertanya padanya.


John yang sejak tadi terdiam, akhirnya...


"Ya mau bagaimana lagi, tidak ada choice untukku bukan. Aku akan mengikutimu Chang, dan mengawal proses pembuatan prothotyphe di pulau. Yah... meskipun tidak ada Tantri, akan menjadi sepi dan tidak menarik sih..." John akhirnya memberikan tanggapan.


"Halah... santai John. Tidak adanya aku, kalian berdua malah bisa bekerja lebih fokus. Aku hanya butuh waktu dua hari di kota ini, pastikan kalian menunggu dan menyambutku di Shimanto dengan penuh acara.." Tantri menepuk pundak John, memberi dukungan padanya.


Sebenarnya John tertarik dengan Tantri, dan beberapa kali memberikan perhatian lebih pada gadis itu. Tapi sedikitpun Tantri tidak menanggapi, pure menganggap mereka semua sebagai kawan baiknya,

__ADS_1


"Aku juga akan berusaha sembuh secepatnya, karena aku juga tidak mau berada sendirian di hotel ini. Begitu Tantri kembali ke Shikoku, aku akan mengikutinya..." tidak diduga, Fujitora ternyata juga akan mengikuti Tantri.


Untuk mendukung perkataan Fujitora, Tantri mengangkat telapak tangan ke arah Fujitora. Mereka menepukkan tangan mereka, sedangkan Chan dan John hanya geleng geleng kepala melihat mereka.


"Baiklah... sudah diputuskan ya. Aku dan John, nanti sore akan kembali ke Shikoku. Sedangkan Fuji dan Tantri menyelesaikan urusan di kota ini, dan maksimal tiga hari kemudian kita akan kembali berkumpul di laboratorium." Chang akhirnya mengulang kembali kesepakatan,


"Okay... kita harus segera bersiap John. Kita packing dulu barang barang kita, dan menjelang sore, sudah akan ada yang menjemput kita..." Chang tiba-tiba berdiri, dan mengajak John untuk bersiap.


"Hempphh... okay lah.." dengan malas, John akhirnya mengikuti Chang.


Kedua laki-laki itu segera masuk ke kamar, untuk menyiapkan semua perlengkapannya. Tantri dan Fujitora tetap dalam posisi terakhirnya, tidak beranjak dari tempat itu.


***********


Setelah Chang dan John naik ke dalam mobil, dan mereka meninggalkan hotel, Tantri mengajak Fujitora untuk jalan jalan di kota Chiyoda. Berada dalam lingkungan baru, Tantri menyayangkan jika tidak mengenal atau paling tidak mengetahui beberapa tempat di area tersebut,


"Kita mau jalan kaki, atau menggunakan mobil Tantri... Dekat dengan hotel ini, ada Istana Kekaisaran Tokyo dan Kubah Tokyo. Mungkin kamu tertarik untuk berkunjung ke tempat itu..." ketika mereka sudah berjalan meninggalkan lobby hotel, Fujitora bertanya pada Tantri.


"Bagaimana jika kita jalan kaki saja Fuji... lagian sore hari, sudah teduh suasananya.." ingin santai menikmati keindahan kota, Tantri membuat pilihan,


"Okaylah... kita menyeberang lewat jembatan penyeberangan itu.." Fujitora segera menggandeng tangan Tantri.


Kedua orang itu segera melewati jembatan penyeberangan, dan Tantri sangat mengagumi kedisiplinan orang-orang di negara Jepang. Mereka bisa dengan sabar antri, dan tidak menyerobot. Bahkan, menunggu traffict light hijau, juga sangat patuh. Banyak best practice yang dipelajari Tantri di negara ini..

__ADS_1


"Fuji... melihat pedagang kaki lima, aku ingin menikmati Oden dan Takoyaki.. Temani aku ke merchant yang jual di tempat sana yuk..." tiba-tiba melihat pedagang kaki lima yang menjajakan makanan khas negara Jepang, muncul keinginan dari Tantri.


"Hempphh... okaylah.." Fujitora tersenyum, dan mereka segera menuju ke lokasi penjual yang ada di pinggir Square tidak jauh dari tempat mereka,


Melihat ada dua kursi kosong, Fujitora mengajak Tantri duduk, dan laki-laki itu mengambil menu book kemudian menyerahkan pada gadis yang datang bersamanya,


"Pesanin aku Oden, Takoyaki, dan mie ramen saja. Untuk minumannya, green tea hangat ya.." setelah melihat lihat pilihan menu, akhirnya Tantri meminta Fujitora untuk memesankan.


"Okay, aku sama saja sama kamu.." Fujitora segera kembali berdiri untuk memesankan menu pilihan mereka.


Tantri tersenyum sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.. Banyak anak muda berkumpul di tempat itu, tetapi terlihat mereka seperti mendapatkan tekanan. Tatapan mereka seperti kosong, dan membuat Tantri menjadi berpikir.


"Ada apa Tantri... kenapa kamu melihat anak anak muda itu dengan serius.." Tantri terkejut karena ternya Fujitora mengamatinya.


"Tidak apa Fuji.. Hanya saja, kenapa ya ada dua sisi mata pisau yang berlawanan. Sebagai pendatang di negara ini, aku acung jempol atas kedisiplinan semua warga masyarakat. Tetapi aku melihat juga, manusia seperti robot, penuh dengan tuntutan... Lihat tatapan mata orang-orang itu... seperti tergesa gesa.." Tantri menunjuk beberapa orang yang ada di sekitar tempat itu.


"Benar apa yang kamu katakan Tantri.. Bahkan sebagai warga asli negara ini, kadang aku ironis dengan pertumbuhan generasi muda. Jumlah mereka semakin berkurang, karena kekhawatiran yang terlalu besar, sehingga orang-orang tidak melakukan perkawinan. Hal itu menjadi faktor utama, berkurangnya generasi muda di negara ini.. " setelah menghela nafas, Fujitora menceritakan rasa khawatirnya.


Tantri ikut mengambil nafas panjang. Sebelumnya Tantri sudah mendengar hal itu, dengan membacanya dari berita pada berita online. Saat ini begitu mendengar langsung dari penduduk negara ini, ada rasa trenyuh dalam hatinya. Tapi belum jadi mengatakan perasaannya, tiba-tiba...


"Tantri... benarkah itu kamu girl...? Aku mencarimu kemana-mana.." ada dua tangan di pundak Tantri, dan sangat mengejutkannya.


************

__ADS_1


__ADS_2