Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 132 Kehangatan Keluarga


__ADS_3

Tantri sama sekali tidak mengira jika semua rekan kerja, dan Zorra yang telah menjadi suami, ternyata sudah berkonspirasi untuk mengelabuinya. Hal itu menjadikan hati gadis itu merasa sebal, tetapi ketika ingat apa yang sudah terjadi saat ini, kejutan ini benar benar melampaui ekspektasinya. Dalam hati, Tantri merasakan kebahagiaan, tetapi bibirnya terus merajuk dan tidak mau tersenyum pada suaminya.


"Honey... kita turun dari stage sekarang, Saatnya kita yang datang menyapa dan mendatangi para tamu," Zorra berbisik di telinga Tantri.


Gadis itu pura-pura tidak mendengar, tetapi ketika dengan lembut tangan suaminya merengkuh tangan, dan membawanya turun dari stage, gadis itu mengikuti di belakangnya. Tepuk tangan riuh mengiringi turunnya pasangan pengantin baru dari atas stage. Pertama kali Zorra membawa istrinya menuju ke round table tempat para pejabat laboratorium.


"Terima kasih atas kedatangan, dan juga doanya untuk kami berdua Ms.., Tuan.." dengan luwes, Zorra mengucapkan terima kasih pada para pejabat yang ada di laboratorium itu. Laki-laki yang biasanya dingin dan datar itu, kali ini terlihat sangat ramah. Senyuman tidak pernah lepas dari bibirnya,,


"Tidak perlu seperti itu Tuan Zorra.. Pernikahan kalian di gedung ini, pertama kali diadakan, dan menjadi unfreezing untuk suasana tegang yang selalu terlihat di laboratorium. Kita sangat senang dan bangga bisa menjadi bagian dari acara pesta hari ini.." Tuan Edward berdiri, dan memberikan tanggapan atas ucapan Zorra serta Tantri.


"Benar sekali... sekali lagi congratulation untukmu Tantri. Aku dan semua petinggi disini, tetap berharap agar kamu tidak keluar dari laboratorium. Karena dunia membutuhkan karya-karyamu..," Ms Rebecca ikut menambahkan.


"Terima kasih Ms Rebecca. Untuk harapn Ms Becca, semua tergantung kak Zorra Ms.. Karena setelah menikah, dan memiliki status sebagai seorang istri, semua yang nantinya Tantri lakukan harus atas sepersetujuan dari suami Tantri.." gadis itu akhirnya memberikan tanggapan,


Zorra tersenyum, dan hatinya merasa dingin mendengar jawaban istrinya.. Laki-laki itu semakin menggenggam erat tangan istrinya..


"Ms. Rebecca, saya mohon jangan ganggu kebahagiaan istri saya saat ini. Semuanya nanti akan kita bicarakan, setelah kami berdua kembali aktif ke laboratorium, Excuse me.., kami akan menghampiri table yang lain.." dengan tegas, Zorra memberikan jawaban atas pertanyaan yang ditujukan pada istrinya,

__ADS_1


"Tentu saja Tuan Zorra.. silakan.." tidak mau memperpanjang percakapan dengan pasangan pengantin baru, Ms Rebecca hanya tersenyum kecut, melihat Zorra dan Tantri berjalan meninggalkannya,


Zorra terus menggamit tangan Tantri, dan berjalan menuju ke table yang lain. Semua tamu undangan merasa puas dengan sambutan hangat dari yang punya hajat. Di round table sudut, Andriano hanya geleng-geleng kepala melihat adiknya yang wajahnya terlihat sangat cerah dan sumringah. Laki-laki itu berpikir jika perjalanan adiknya untuk menemukan tulang rusuknya yang hilang, sudah berakhir. Tanpa Andriano sadari, gadis yang duduk di sebelahnya sudah sejak tadi memperhatikan, seperti menunggu disapa oleh laki-laki itu.


"Terima kasih brother... aku sudah berhasil memiliki Tantri sebagai istriku.." di luar dugaan, tiba-tiba Zorra membungkuk di depan kakaknya.


Andriano tersenyum, kemudian berdiri dan memeluk adiknya itu. Mereka berpelukan beberapa saat, dan dari tempat duduknya, papa dan mama dua laki-laki itu melihat kedua putra mereka sambil tersenyum.


"Kamu adalah adikku satu-satunya, semua akan aku lakukan untuk membuatmu bahagia Zorra. Dan untukmu Tantri, aku ucapkan selamat, dan juga aku titip adik bandelku ini. Tolong jangan sia siakan Zorra, atau akan ada kiamat kecil di dunia ini.." setelah melepaskan pelukan adiknya, Andriano berbicara pada adik iparnya.


"Kami akan selalu menjaga kak, dan akan selalu melengkapi kekurangan kami masing-masing. Tantri juga mengucapkan terima kasih untuk semuanya, termasuk upaya acara pada hari ini.." dengan sikap hormat, Tantri menundukkan wajah dan memberikan ciuman pada punggung tangan kakak suaminya.


***********


Malam harinya...


Setelah acara pesta berlangsung, Zorra beserta semua anggota keluarga, dengan membawa Tantri meninggalkan pulau kecil tempat laboratorium berada. Mereka menuju ke Luzern, salah satu kota yang ada di negara Swiss, yang banyak memiliki objek wisata di kota tersebut. Keberadaan kota yang masuk ke lereng pegunungan, membuat suhu udara kota itu sangatlah dingin.

__ADS_1


"Tantri putriku... makanlah sup hangat ini untuk menghangatkan tubuhmu. Suhu udara sangat dingin, dan tubuhmu terlalu kecil sayang.." mama Zorra mendatangi Tantri dengan membawa mangkuk berisi sup yang masih mengeluarkan asap di atasnya.


"Terima kasih mommy.. , nanti Tantri akan memakannya, Sekarang ini Tantri masih merasa kenyang.." karena baru saja menikmati main menu, Tantri akan menunda untuk menikmati sup itu.


"Soup tidak akan membuat kenyang sayang.. Ada sarang walet ditambahkan dalam soup ini, mommy sendiri yang membawanya ke negara ini. Ayuk aku temani sayang.." namun mamanya Zorra ternyata tidak muda menyerah,


Perempuan paruh baya yang masih terlihat sangat cantik itu, mengambil kuah sup dengan sendok bebek, dan menyuapkan ke arah Tantri yang sudah menjadi menantunya, Melihat sikap mommy mertuanya, Tantri tidak sampai hati menolak, Gadis itu membuka mulut, dan suapan sup sudah berpindah ke mulutnya, Begitu sup itu masuk ke mulut, mata Tantri terbelalak karena merasa jika sup itu sangat nikmat.


"Mommy... ternyata supnya sangat lezat. Biarkan Tantri sendiri yang menikmati mommy..." tanpa merasa malu, gadis itu meminta ijin pada mama mertuanya.


"He.. he.. he.., baik, habiskan cantik. Masih banyak stock jika menantuku yang cantik ini masih ingin nambah.." mama Zorra tampak tidak keberatan. Perempuan itu masih berada duduk di samping Tantri, dan melihat menantunya itu dengan lahap menikmati sup.


"Honey... perhatian mommy sekarang sudah beralih kepadamu sayang.. Hanya kamu saja yang diberikan soup walet, aku putranya malah tidak mendapatkan tawaran.." melihat istrinya fokus menikmati soup, Zorra memberikan sindiran halus.


"Apa kamu bilang anak nakal.. Bukannya selama ini kamu selalu menolak, jika mommy memberimu makanan. Dengan alasan bukan anak kecil lagilah, sudah bosan, tidak mau diatur, atau apa sajalah.." rupanya mommy anak muda itu tidak mau kalah. Dengan sengit, mommy Zorra memberikan tanggapan.


Semua yang berada di meja makan, tertawa melihat perselisihan kecil itu. Mama dan papa Tantri, merasa terharu melihat bagaimana keluarga Zorra memperlakukan putrinya seperti ratu. Ada rasa malu yang terbersit pada keduanya, mengingat perlakuannya selama ini pada putri mereka, Tetapi di sudut hati mereka menghangat, karena putrinya layak untuk mendapatkan itu semua.

__ADS_1


**************


__ADS_2