
Sesaat Zorra mengetikkan ciri-ciri Tantri, chatting yang sebelumnya ramai saling bersahutan, menjadi diam seketika. Anak muda itu mengerutkan kening, dan merasa penasaran, mengapa hal itu bisa terjadi. kembali Zorra mengetikkan sesuatu, dengan inti mengkonfirmasi mereka,,
"Sejak kapan, dunia bawah tanah menjadi buta seperti ini. Aku bertanya, dan dengan jelas aku sampaikan, namun kalian semua malah diam tidak ada yang memberikan tanggapan.." dengan aksen agak tinggi, Zorra memancing lawan chat nya.
"Mmppphh.... gimana ya boss kecil. Meskipun kita berada dalam dunia bebas, tidak ada batas antara hitam dan putih, asalkan uang berbicara, namun kita juga memiliki batas bawah. Kita tidak akan berani untuk meng utak utik batasan yang sudah dipasang oleh sesama mitra.." salah satu akhirnya memberikan penjelasan,
"Bull **** semuanya... Apakah kalian tahu, siapa gadis yang aku sebutkan ciri-cirinya, dan kalian tidak menganggapku penting dalam dunia bawah ini...?" Zorra terpancing kemarahannya,
"Sabar Boss kecil, semua bisa untuk kita bicarakan dengan kepala dingin. Memang siapakan ciri-ciri gadis yang Boss kecil paparkan..." banyak tanya ingin tahu mengenai orang yang ingin diketahui oleh Zorra.
Zorra terdiam sejenak, dan tampaknya otaknya sedang berpikir sisi lemah, dan keuntungan jika dia katakan hal yang sebenarnya. Akhirnya setelah mendapatkan jalan keluar...
"Bagaimana boss kecil, tanpa alasan yang bisa kami terima, kami tidak akan bisa menunjukkan clue pada Boss kecil.." lawan chat terus berusaha mendesak anak muda itu.
Belum sampai Zorra memberikan jawaban, ternyata lawan chat sudah tidak sabar ingin mendengar jawaban darinya
"Gadis itu adalah matahariku... Jika informasi tentang gadis itu tidak dapat aku temukan, mungkin aku akan ikut tenggelam dalam dunia manapun. Gadis ini merupakan seseorang yang sangat penting untukku, tidak ada seorangpun yang akan bisa mendekati bahkan memilikinya.." dengan tegas akhirnya Zorra menyampaikan hal itu.
Setelah mengetikkan kalimat itu, dan membacanya sendiri, rona merah bersemburat di pipi anak muda itu. Zorra tersenyum sendiri, bagaimana dirinya telah menggambarkan betapa pentingnya makna Tantri dalam kehidupannya. Sesaat dunia chat itu kembali terdiam, dan sepertinya dunia bawah juga hati-hati sekali untuk mengeksplor apa yang diketahuinya. Seperti ada kekuatan tersembunyi yang membuatnya untuk tidak asal bicara.
"Okay... okay.., sepertinya tidak ada manfaatnya aku banyak mendesak kalian semua. You are looser, masih dengan mata tebal dan tertutup, tidak bisa membedakan mana kawan dan mana lawan.." tidak mau banyak menunggu lagi, Zorra akhirnya menekan mereka.
Anak muda itu bersiap akan me log out loginnya dalam situs tersebut, namun...
__ADS_1
"Baik Boss kecil.., aku akan memberi tahumu. Tetapi aku tidak bisa menceritakan apa yang terjadi sebenarnya, karena organisasi besar pasti akan menindak kami. Aku hanya mengatakan clue saja, semua tergantung dari kepintaranmu untuk menerjemahkannya..." akhirnya lawan chat Zorra sudah mulai melunak.
"Okay.., aku akan menyanggupinya.." tanpa berpikir panjang, Zorra segera membuat persetujuan.
"Gadis yang sedang kau cari, saat ini ada di objek wisata di kota Shimanto, salah satu kota kecil yang ada di seberang pulau. Tepatnya dimana, kami juga ada keterbatasan untuk menelusurinya. Semua tergantung dari kecerdasan, dan keberuntunganmu Boss kecil. Good night..." tanpa banyak bicara, lawan bicara Zorra segera mengakhiri pembicaraan,
Sepertinya orang itu memang betul-betul tidak mau banyak terpancing pembicaraan. Hanya karena menganggap posisi Zorra dalam situs mereka, memiliki akses penting, dia mau membocorkan informasi keberadaan Tantri, meskipun tidak mau membuka semuanya.
"Hemppphh... aku akan bisa menjaga diriku sendiri. Good night..." bibir Zorra membuat sebuah senyuman, dan laki-laki itu segera mengakhiri chat nya di situs bawah tanah itu.
Fokus Zorra kemudian menelusuri keberadaan hotel yang ada di kota kecil Shimanto, dan langsung masuk ke sistem operasi mereka, untuk menelaah keberadaan Tantri.
"Sialan... mungkin saja Tantri booking kamar, tidak menggunakan namanya. Ada yang membantunya untuk book kamar hotel..." terlihat kekecewaan di wajah anak muda itu,
"Malam ini juga aku akan berangkat ke Shimanto. Aku tidak mau ketinggalan informasi tentang Tantri... Kota Shimanto merupakan kota kecil, di pulau Shikoku. Aku akan dengan mudah mengelilingi, dan mencari tahu informasi keberadaannya.." akhirnya Zorra segera mengambil keputusan,
**********
Keesokan paginya....
Tantri masih merasa malas untuk bangun dari atas bed di dalam kamar hotelnya. Pinggang dan bagian tubuh lainnya masih terasa pegal, yang membuatnya malas untuk beranjak.
"Jam berapa ini..." mata jernih Tantri melihat ke arah jarum jam yang ada di dinding kamar hotelnya.
__ADS_1
"Fuih... sudah jam 09.00 a.m. Aku pasti sudah tertinggal break fast di restaurant hotel nih..." Tantri berbicara sendiri.
Gadis itu perlahan kemudian mulai beranjak dari bed, dan sebelum melangkahkan kakinya, gadis itu melakukan peregangan pada otot pinggang dan juga tangan serta kakinya. Beberapa saat kemudian...
"Berendam air hangat mungkin akan menghilangkan rasa pegalku... Aku akan mencobanya.." kembali Tantri berbicara sendiri. Gadis itu melangkahkan kaki menuju ke arah jendela kamar, dan karena ingin menikmati hembusan angin, Tantri membuka jendela tersebut.
Begitu jendela terbuka, semilir angin menerpa masuk dari balik jendela. Gadis itu tersenyum melihat keindahan alam di sekitar kamar hotelnya.
"Tadi malam aku belum bisa melihat bagaimana kondisi dan keadaan di luar kamar ini. Ternyata sangat eksotis dan luar biasa. Aku harus berterima kasih pada Chen, karena aku betul-betul akan bisa melakukan relaksasi di tempat ini..." Tantri merentangkan dua tangannya ke kanan dan ke kiri, seakan menerima kiriman angin segar tersebut. Bahkan gadis itu sampai memejamkan mata beberapa saat, seperti orang yang sedang melakukan yoga.
"Tok.. tok... tok.." tiba-tiba pintu kamar Tantri diketuk dari luar. Dengan segera gadis itu membuka mata, dan menghentikan gerakan tangannya.
"Yap... siapa ya..?" gadis itu mengkonfirmasi tamu yang mengunjunginya.
"Aku John Tantr... kamu belum sarapan pagi bukan. Kita sudah menunggumu di meja makan ya sekarang, kita akan melakukan makan pagi bersama.." terdengar suara John yang memberikan jawaban.
"Okay John... tapi tunggu beberapa saat lagi ya. Aku akan mandi dulu, berendam air hangat... Jika kalian sudah tidak bisa menahan lapar, makanlah dulu, nanti aku akan makan belakangan..." dengan cepat, Tantri memberikan tanggapan.
"Santai sajalah dulu.. kami pasti akan menunggumu..." begitu mendengar jawaban dari John, Tantri segera beranjak dari depan jendela.
Gadis itu tidak mau membuang waktu lagi, karena tidak mau merepotkan teman-temannya. Tanpa banyak bicara, Tantri segera berjalan menuju ke bath room dan segera menyalakan air hangat begitu sampai di dalamnya.
**************
__ADS_1