
Mobil yang membawa Chang, dan ketiga teman lainnya berhenti di dermaga tidak resmi. Laki-laki itu memilih dermaga tersebut, untuk menghindari pengejaran dari orang-orang organisasi. Bekerja sebagai tim dengan organisasi yang mempekerjakan, Chang sudah mengetahui bagaimana besarnya organisasi tersebut. Hanya saja, baru kali terjadi miss komunikasi, dan terkesan jika organisasi hanya mengejar keuntungan semata.
"Jaga diri kalian baik-baik, karena kita tidak akan naik kapal ferry untuk menyeberang. Kita hanya akan menggunakan fast boat untuk menyeberang, jadi guncangan akan sedikit terasa.." sebelum mereka turun dari mobil, Chang memberi informasi pada teman-temannya.
"No problem, sebuah petualangan baru untukku. How about you... Tantri, apakah kamu bisa melewatinya..?" mengingat Tantri adalah perempuan sendiri dalam rombongan mereka, Fujitora mencari tahu.
Ketiga laki-laki itu melihat ke arah gadis itu, dan Tantri hanya mengangkat kedua pundaknya ke atas...
"Aku juga tidak masalah, jika kalian tidak mempermasalahkannya. Sama-sama gambling bukan, antara bertahan di tempat ini, atau menyeberang dengan menggunakan fast boat.." gadis itu malah menanggapi situasi dengan santai.
John mendekat ke arah Tantri, dan mengarahkan pandangannya pada gadis itu. Laki-laki itu seperti ingin mengetahui apa yang sebenarnya ada di dalam benak gadis itu,
"Hey John... what happened... I.m not lie... Aku bisa melewatinya dengan kalian semua, seperti yang tadi dikatakan Fuji... kita akan melewati sebuah pengalaman baru bukan..? Akupun sama dengan kalian, akan melewati lautan ini.. Toh... lautan ini kita juga sudah melewatinya bukan, meskipun dengan menggunakan kapal ferry.." gadis itu berusaha meyakinkan John yang tampak mengkhawatirkannya.
"Hemppphh.. okaylah, Tantri saja tenang begitu. Malah kamu yang terlihat khawatir John.. Apakah kamu punya gagasan lain...? Tetapi ingat, kita tidak bisa melakukan penerbangan keluar negara ini dari bandara terdekat. Kita menyeberang dulu, dan bisa menggunakan Hiroshima Airport, atau Okayama Airport untuk bisa meninggalkan tempat ini..." akhirnya Chang membuat keputusan.
"Baiklah Tantri, jika kamu okay. Aku tidak ada ide Chang, kita jalankan saja rencanamu... kita bisa menyeberang untuk menuju Okayama saja,," John akhirnya menyetujui usulan Chang.
__ADS_1
Fujitora tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian laki-laki itu mendahului untuk membuka pintu mobil. Laki-laki itu kemudian melompat keluar, dan merentangkan kedua tangannya ke kanan dan ke kiri. Tidak lama kemudian... ketiga anak muda itu mengikuti laki-laki itu keluar dari mobil.
"Kita tidak boleh menunda waktu lagi, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi beberapa saat lagi. Fast boat sudah menunggu kita di dermaga, kita segera menuju ke sana saja secepatnya.." Chang kemudian menggendong back packnya. Anak muda itu mendahului teman-temannya..
"Aku pegangi tanganmu Tantri... karena kamu harus hati-hati.." John menawarkan bantuan,
"Tidak perlu John... kita semua harus berlatih untuk bertanggung jawab pada diri kita sendiri, Dengan berjalan dan membawa beban kita sendiri-sendiri, kita akan lebih cepat sampai ke fast boat.." dengan tegas, Tantri menolak pertolongan yang ditawarkan John. Gadis itu segera menyusul Chang yang sudah berjalan di depan,
Fujitora tersenyum, kemudian menepuk bahu John tiga kali, dan segera mengikuti Tantri yang sudah berhenti di tepian dermaga. Tampak Chang yang sudah naik ke atas fast boat lebih dahulu, mengulurkan tangan membantu Tantri untuk naik ke atas boat. Dengan gesit, Tantri melompat dari dermaga menuju ke atas boat. dengan berpegangan pada tangan Chang.
***************
Boat yang membawa empat anak muda itu melaju cepat meninggalkan dermaga. Ke empat anak muda itu tampak terguncang guncang di atas boat, tetapi untungnya mereka tidak mengalami mabuk laut. Beberapa kali John melihat ke arah Tantri, terlihat jika laki-laki itu mengkhawatirkan gadis itu. Namun Tantri malah terlihat santai, dan seperti sedang tamasya menggunakan fast boat.
"Tantri... kamu terlihat santai sejak tadi, meskipun angin laut mengacaukan rambutmu. Tapi kamu masih bertahan di atas dek.." Fujitora mengajak Tantri berbicara,
"Tidak apa Fuji... aku tidak akan bisa menikmati kesempatan langka seperti ini. Aku pernah naik speed boat, ketika mengitari danau Bedugul di pulau Bali. Dengan naik fast boat, aku jadi teringat kebahagiaan menikmati liburan dengan papa dan mamaku waktu masih kecil.." Fuji tersenyum pahit, karena tanpa sadar ingatannya tentang kedua orang tuanya kembali terbayang.
__ADS_1
"Hempphh... kamu belum pernah bercerita tentang keluargamu Tantri. Melihatmu seperti santai, dan tidak ada beban berada di negara ini, jauh dari kedua orang tuamu, sepertinya kamu ada sesuatu yang kamu tutupi tentang mereka.." Fujitora mencoba mengulik keluarga gadis itu.
Tantri tidak memberikan tanggapan, tatapan gadis itu malah melihat ke lautan lepas yang ada di depannya. Pada saat seperti ini, tiba-tiba saja Tantri teringat dengan papa dan mamanya, yang sudah beberapa waktu ditinggalkannya. Bahkan kabar apakah papanya berada di penjara, ataukan masih bebas dan terus menjalani persidangan, gadis itu tidak mengikuti beritanya..
"Lupakan pertanyaanku Tantri... jika hal itu membangkitkan kenanganmu pada mereka. Percayalah... dengan bersama beberapa waktu, kita sudah menjadi seperti keluarga. Dan aku yakin, pria yang bertemu denganmu di Tokyo, yang namanya Zorra itu, ada sesuatu kaitan denganmu.." Fujitora mengalihkan percakapan,
John mengerutkan kening, ketika mendengar Fujitora menyebut nama Zorra.. Laki-laki itu berpikir, apakah karena Zorra, jadi Tantri tidak pernah merespon signal yang diberikannya pada gadis itu. Tetapi melihat Fujitora, dan juga Chang tidak mengejar gadis itu, akhirnya John juga terdiam.
"Oh ya Chang... by the way, setelah kita berhasil sampai di bandara, apa yang akan kita lakukan selanjutnya." Tantri mengalihkan pembicaraan, dan bertanya pada Chang.
"Rencanaku kita akan berpindah negara Tantr... Karena aku yakin, organisasi tidak akan membiarkan kita membawa rancangan, dan juga prothotype yang sudah diproduksi. Mereka pasti akan mengejar kita, dan hanya dengan bersembunyi sementara waktu, kita akan bisa lari dan membuat penawaran pada mereka.." setelah mengambil nafas panjang, Chang memberikan tanggapan,
"Mmppphhh.... jangan bilang kita akan menjadi buronan sementara waktu Chang... Sampai kapankah..?" Fujitora mencari informasi lebih lanjut.
Terlihat Chang tersenyum, kemudian mengarahkan pandangannya ke lautan luas yang ada di depannya..
"Teman-teman.., John, Tantri, Fuji... Tanpa kita sadari, kita saat ini sudah menjadi buronan, dan aku yakin organisasi tidak akan membiarkan kita lepas begitu saja.. Kita lakukan ini, bukan karena kita mabuk harta, atau mabuk kekayaan. Tapi agar karya kita memiliki value added, dan bermanfaat untuk khalayak luas. But... trust me.., aku tidak akan mengecewakan kalian semua.." laki-laki itu akhirnya membuat tanggapan,
__ADS_1
Ke tiga anak muda itu terdiam, tetapi akhirnya tersenyum dan menepuk pundak Chang.
**************