Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 63 Salah Sangka


__ADS_3

Setelah mendapatkan denah dimana ruangan untuk mengikuti ujian, Tantri segera mendahului dan menyelinap masuk ke dalam. Karena Tantri lebih dahulu mendaftar, dirinya diuntungkan karena mendapatkan ruangan yang terpisah dengan ruang yang digunakan oleh Zorra. Gadis itu memiliki jeda, untuk menghilangkan rasa malunya, karena perbuatan yang barusan dilakukan oleh anak muda itu.


"Good morning... Are you from Indonesia too...?" baru saja Tantri akan duduk, seorang anak muda bertanya padanya.


"Mmmpphh.... that's right, I'm from Jakarta. What city are you from..?" sambil tersenyum manis, Tantri menjawab pertanyaan anak muda itu.


Tantri segera duduk di kursi yang sudah disediakan, dan meletakkan peralatannya di atas meja.


"Denpasar.." sahut anak muda itu singkat, dan dia juga tersenyum melihat ke arah Tantri,


Tidak lama kemudian, banyak anak muda lain yang ikut memasuki ruang ujian tersebut. Ternyata ada sekitar dua puluh orang yang ditempatkan dalam ruangan itu. Merasa satu asal, dan bisa bertemu dengan anak Indonesia lainnya, mereka saling menyapa.


"Namaku Ardi.. kamu siapa mbak..." tiba-tiba anak muda yang bernama Ardi bertanya pada Tantri.


"Aku Tantri.." sahut gadis itu singkat.


"Dimana kamu tinggal, kenapa aku tidak pernah bertemu denganmu. Padahal Embassy sering mengadakan pertemuan, untuk selalu mengingatkan agar kita tidak melupakan Indonesia.." Ardi melanjutkan pertanyaan.


"Aku belum lama berada di negara ini Ardi... belum genap satu bulan. Kebetulan aku tinggal di pulau Shikoku, jadi agak masuk ke pedalaman. Karena wilayah geografis, undangan tidak sampai ke tempatku berada.." tidak menyembunyikan dimana dirinya tinggal, Tantri memberikan tanggapan.

__ADS_1


"Woww Shikoku... Pulau yang penuh dengan objek wisata alam. Aku pernah beberapa kali ingin camp di pulau itu, cuman belum ada kesempatan sampai sekarang. Mungkin aku akan mempertimbangkannya lagi, dan kamu bisa menemaniku di sana Tantri.." Ardi merasa mendapatkan mitra baru,


Tantri tersenyum dan menganggukkan kepala. Namun pandangan dan obrolan sesama anak muda di kelas itu terhenti, karena melihat ada dua orang yang memasuki ruang ujian. Tanpa bicara, salah satu dari mereka menuliskan announcement di papan yang ada di depan ruangan. Ternyata laki-laki itu menuliskan tata tertib penyelenggaraan ujian.., kemudian..


"Kepada semua siswa peserta Ujian Penyetaraan tingkat SMA. Tidak lama lagi, ujian akan kita mulai. Meskipun ujian dilaksanakan di kota ini, tetapi jangan pernah kalian berharap jika aturan penyelenggaraan ujian lebih lunak. Hal itu tidak berlaku.. Kami akan segera membagikan berkas ujian, dan gunakan password serta username untuk kalian bisa login, di komputer yang ada di depan meja kalian.." perempuan satunya menyampaikan pengumuman,


Semua siswa tidak ada yang berani membantah dan bersuara, semua dengan tertib mendengarkan serta membaca pengumuman yang ditulis di papan pengumuman, Demikian juga dengan Tantri, gadis itu segera menyalakan tombol power komputer di depannya. Setelah selesai booting, dengan lincah gadis itu memasukkan username dan password ke dalam akun. Tidak lama, namanya sudah terlihat di layar komputer tersebut.


"Aku harus serius dan tidak boleh menyepelekan ujian ini.. Setelahnya, aku akan cepat kembali ke pulau Shikoku, dan melupakan apa yang sudah dilakukan oleh Zorra.." Tantri membatin, dan dengan cepat gadis itu mengisi daftar presensi kehadiran,.


Perlakuan impulsif yang dilakukan Zorra kepadanya, tidak akan dipikir lebih dalam oleh Tantri. Karena saat ini, cita citanya hanya satu, yaitu mencari uang sebanyak banyaknya, dan membawa kedua orang tuanya untuk tinggal bersama.


**************


Selepas ujian, Zorra celingukan mencari keberadaan Tantri. Ujian penyetaraan memang hanya dilaksanakan secara marathon satu hari penuh. Dan saat ini, ketika pukul 16.00 p.m, ujian sudah selesai dilaksanakan,


"Ada dimana Tantri... kenapa aku belum melihatnya lagi. Padahal di dalam ruangan, sudah tidak ada lagi siswa yang bergabung dalam ujian tadi.." sampai semua siswa meninggalkan ruangan, anak muda itu tetap belum bisa menemukan keberadaan Tantri.


"Tidak mungkin bukan, jika Tantri masih di dalam.. Bahkan aku melihat semua pegawai di kantor Embassy ini juga sudah keluar semuanya. Ofgice boy juga sudah membersihkan ruangan, tetapi aku belum menemukan keberadaan gadis itu.." Zorra berbicara lirih. Ketika anak muda itu melihat ada petugas OB yang akan mengunci pintu, Zorra segera mendatanginya, dengan maksud untuk melakukan konfirmasi.

__ADS_1


"Pak bolehkan saya bertanya.. Apakah tadi di dalam ruangan, bapak melihat ada seorang gadis muda...?" Zorra langsung bertanya tentang gadis yang ditunggunya.


"Gadis.. tidak ada mas. Jika masih ada orang di dalam, tidak mungkin bukan, jika aku akan mengunci pintunya.." sambil menunjuk ke arah pintu, OB itu menjawab pertanyaan anak muda itu.


"Mmmmpphh... benar juga ya. Baiklah pak, mungkin teman saya menungguku di trotoar, Aku duluan ya pak.." setelah merasa yakin, jika Tantri memang sudah tidak ada di dalam ruangan, akhirnya Zorra juga beranjak dari gedung tersebut.


Anak muda itu yakin, jika Tantri pasti akan menunggunya di luar. Jika memang dirinya tidak bisa menemukan keberadaan gadis itu, Zorra akan mendatangi Tantri di Pant House hotel tempat gadis itu menginap. Dengan langkah kaki besar, Zorra terus berjalan menyusuri trotoar.


"Apakah Tantri marah dengan sikapku tadi pagi..? Aku juga tidak bisa berpikir, kenapa aku sangat impulsif, memberikan ciuman di kening gadis itu." sambil berjalan kaki, Zorra terus berpikir.


"Tapi seharusnya Tantri tahu, kenapa aku melakukannya. Kedatanganku ke negara ini, hanya untuk mencarinya. Jadi tanpa aku menjelaskanpun, seharusnya Tantri tahu jika aku memiliki perhatian lebih padanya.. Seperti gadis lain, tanpa aku minta, mereka biasanya sudah menyodorkan dirinya, bahkan tubuhnya padaku.." pikiran anak muda itu semakin ngelantur kemana-mana.


Zorra berpikir, jika semua perempuan itu hampir sama. Dengan sedikit perhatian lebih, mereka sudah bisa mendeskripsikan maksud dari laki-laki yang mendekatinya. Bahkan, Zorra juga menyamakan jika Tantri memiliki pikiran yang sama, dengan perempuan atau gadis yang dikenalnya.


"Sekarang malah Tantri meninggalkanku sendiri, apakah dia marah dengan sikapku tadi pagi. Aku bisa melihat, karena tatapan Tantri menunjukkan, jika gadis itu juga memiliki ketertarikan padaku.. " Zorra masih tetap dalam pikirannya.


Saking asyiknya berjalan kaki sambil melamun, sampai Zorra tidak sadar ketika dirinya sudah berdiri di trotoar tempat Hotel Aman, dimana Tantri tinggal, Untungnya suara klakson mobil mengagetkannya, sehingga anak muda itu menjadi tersadar,


"Ooopss... ternyata aku sudah sampai di hotel tempat Tantri menginap. Aku akan mengatur dinner nanti malam, sepertinya malam ini saatnya aku akan menyampaikan perasaanku pada gadis itu. Sekaligus, aku akan meminta maaf, siapa tahu tindakanku tadi pagi menyinggung perasaannya.." Zorra tersenyum melihat bangunan tinggi hotel di depannya.

__ADS_1


Setelah meyakinkan perasaannya, dengan mantap akhirnya Zorra memasuki halaman hotel, dan langsung menuju ke lobby.


**********


__ADS_2