Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 82 Menemani Menggapai Mimpi


__ADS_3

Tantri tidak bisa menipu perasaannya saat ini. Berada dalam pelukan laki-laki yang lama tidak bertemu dengannya, ada rasa bahagia serta haru dalam hatinya. Melihat Zorra datang, dan saat ini dirinya sedang dalam pelukan laki-laki itu, memberikan rasa aman yang tidak terhingga. Bahkan sepasang laki-laki dan perempuan itu mengabaikan keberadaan Fujitora di tempat itu, seperti menganggap laki-laki itu tidak ada.


"Uhuk... uhuk.., bolehlah kalian melepas rindu, tapi tidak akan mengganggu bukan, jika kalian berdua hanya  tidak mengabaikanku." terdengar suara protes dari Fujitora.


"Ooopss sorry Fuji.." seperti tersadarkan, Tantri mendorong dada Zorra untuk menjauh darinya,


Sambil tersenyum, tetap menjaga agar Tantri dekat dengan dirinya, Zorra melepaskan pelukannya. Tantri dan Zorra melihat ke arah Fujitora secara bersamaan..


"Sorry aku mengabaikanmu Fuji.. Terima kasih yang tidak terhingga, kamu telah menjaga dan melindungi Tantri selama ini. Di saat aku tidak ada di sisinya, gadisku tetap dalam keadaan aman, semua karenamu Fuji.." dengan tulus, Zorra mengucapkan terima kasih pada Fujitora.


"Tenang bro.. Tantri sudah seperti adik bagiku. Jangan khawatir.." Fujitora dengan santai menepuk bahu Zorra, dan meminta laki-laki itu untuk duduk.


Zorra melihat ke arah Tantri, dan gadis itu tersenyum malu sambil menganggukkan kepala. Tidak lama kemudian Zorra duduk di sofa, dan meminta Tantri untuk duduk di sampingnya. Tidak ada pilihan lain bagi Tantri saat ini, apalagi kedatangan Zorra menghilangkan rasa takut karena kejadian yang dialaminya barusan. Bahkan ketika Zorra menggenggam terus tangannya, gadis itu juga tidak protes.


"Darimana kamu tahu jika kami berada disini Tuan Zorra.., dan mengirimkan pengamanan untuk kami.." Fujitora bertanya pada Zorra.


"Tidak perlu sungkan padaku Fuji, call me Zorra.., tidak perlu menggunakan sebutan Tuan. Apalagi kamu hanya beberapa tahun usia beda denganku.." Zorra tidak suka disebut Tuan oleh rekan Tantri,


"Harry yang bersikap bodoh. Dengan sombongnya, laki-laki itu mengirimkan beberapa gambar sedang dinner dengan Tantri sepertinya.. Mungkin laki-laki bodoh itu ingin pamer, jika sudah bisa menundukkan Tantri. Tetapi aku yakin dan percaya, tidak akan mudah gadisku untuk berpaling dariku.. Bukankah demikian honey..?" lanjut Zorra, dan laki-laki itu menatap dengan tatapan pemujaan pada gadis itu.,

__ADS_1


Mendengar pertanyaan mengejutkan itu, Tantri betul-betul merasa terkejut dan tidak siap. Gadis itu mengalihkan pandangannya dari Zorra, tetapi dengan cepat ujung jari laki-laki itu menahan dagunya, dan tetap mengarahkan pandangan gadis itu ke arahnya, Wajah Tantri memerah karena malu, dan tidak mampu menatap mata Zorra.


"Sudahlah Tantri.. tidak perlulah kamu merasa malu seperti itu. Kita ini sudah dewasa semua, dan aku yakin kamu juga senang bukan, dengan keberadaan Zorra di tempat ini.." seperti kompor panas, Fujitora malah memanas manasi Tantri.


"Kalian berdua ini pada bicara apa sih.., tidakkah kalian sadar jika aku ini seorang gadis.. " Tantri tiba-tiba mengangkat dua telapak tangannya, dan menangkupkan di atas wajahnya, Gadis itu betul-betul tidak mampu beradu pandang dengan dua laki-laki di sampingnya itu. Melihat hal itu, Zorra tersenyum.., kemudian..


"Fuji... bisakah untuk sementara kamu berpindah meja dulu.. Banyak hal yang ingin aku bicarakan dengan Tantri, aku harap kamu tidak salah paham dengan permintaanku.." tiba-tiba Zorra meminta Fujitora untuk menyingkir dari mereka berdua.


"Hemppphh... baiklah Zorra.. I know what you want.." tanpa bersitegang, Fujitora langsung berdiri,


Laki-laki berdarah Jepang itu menepuk pundak Zorra tiga kali, sebelum melangkahkan kaki meninggalkan meja itu. Melihat ada kursi dan meja kosong di sudut ruangan, Fujitora segera menuju ke tempat tersebut, Tidak mau mendengar apa yang dibicarakan Tantri dan Zorra, laki-laki itu memasang head set di kedua telinganya.


************


Perlahan Zorra menurunkan tangan Tantri dari wajahnya, dan kembali mengangkat dagu gadis itu. Tantri mengangkat wajahnya kembali, dan kedua anak muda itu bertatapan dalam diam. Senyum malu muncul di bibir gadis itu, dan Zorra juga tersenyum terus menatapnya.


"Tantri... aku harap belum terlambat, karena aku akan mengatakan perasaanku kepadamu honey.." tiba-tiba dengan suara lirih, Zorra mengucapkan beberapa kata.


Tantri bereaksi, dan gadis itu tersenyum membalas perkataan laki-laki itu kepadanya..

__ADS_1


"Meskipun dari semua sikap serta perlakuanku, kamu bisa menebaknya Tantri. Tetapi aku akan mengatakannya, jika aku ingin kamu menjadi pendamping hidupku selamanya, kapanpun kamu mau honey.. Baik sekarang ataupun di masa depan.." kedua tangan Tantri diangkat ke atas oleh Zorra, dan laki-laki muda itu memberikan kecupan di atasnya, sambil mengatakan perasaan.


Suara bergemuruh seperti tifa bertalu talu muncul di hati Tantri, tidak tahu bagaimana gadis itu harus bereaksi. Bertahun-tahun mereka terpisah, dan baru kembali bertemu saat ini. Tanpa melihat, atau bertanya bagaimana kabarnya, Zorra membuat kejutan untuknya kali ini..


"Apakah kamu mau menerimaku Tantri... I love you... honey.." melihat gadis itu diam tidak memberikan reaksi apapun padanya, Zorra mempertegas pernyataannya.


Tampak harapan besar muncul di mata laki-laki itu, berharap jika Tantri akan menerima pernyataannya.. Lama Tantri tidak memberikan jawaban, dan Zorra juga terlihat tegang menunggu.. Sampai...


"Zorra... bukan aku menolak perasaanmu.. Tapi, belum saatnya aku menjalin ikatan dengan siapapun Zorra.., aku masih memiliki mimpi yang belum tercapai.. Aku juga sudah terikat kontrak project dengan lembaga internasional Zorra.. tidak ada waktu untukku untuk menjalin percintaan.." dengan suara gemetar, akhirnya Tantri memberikan tanggapan.


Laki-laki itu tampak tertegun, mendengar ucapan perkataan dari gadis yang selalu dicari dan dinantinya itu.. Tetapi Zorra tidak patah semangat,.. dengan cepat Zorra menetralisir dirinya sendiri.


"Aku tidak peduli dengan jawabanmu Tantri... aku hanya mengutarakan perasaanku. Sampai kapanpun, aku akan menunggumu sampai kamu siap untuk menerimaku.." Zorra tidak memaksa gadis itu.


Tantri merasa terkejut dengan respon dari laki-laki itu. Meskipun dalam hati, dirinya juga memiliki rasa yang sama dengan apa yang dikatakan Zorra, tetapi gadis itu sadar dengan posisinya saat ini. Dirinya dan tiga anggota timnya sudah sepakat, untuk menjalankan project dengan WHO, dan hal itu bukan merupakan sesuatu yang mudah.


"Ta.. tapi Zorr... Aku tidak mau jika hanya memberimu harapan palsu. Bagaimana keadaanku di depan, aku sendiri tidak tahu Zorra.. Kali ini, aku hanya ingin bertahan hidup, dan membawa serta membahagiakan kedua orang tuaku. Tetapi aku belum memiliki cukup kemampuan untuk melakukannya saat ini.." Tantri berusaha membuat alasan.


"Jangan membuat alasan kedua orang tuamu honey.. Mereka berdua sehat, dan selama ini berada dalam perlindunganku. Bergayutlah denganku Tantri... aku akan berusaha untuk membantumu, menemanimu dalam mencapai mimpi-mimpi itu...' ucap Zorra penuh pengharapan,

__ADS_1


**************


__ADS_2