
Setelah menemukan titik pencarian Rheima, kekasihnya dulu, Donnie segera mengajukan Off untuk melakukan pencarian. Ms Rebecca menjadi lebih lunak, semenjak kejadian penculikan Tantri, tetapi menyiapkan pengawalan pada laki-laki itu. Tanpa menunda lagi, begitu ijin diperoleh Donnie segera bersiap meninggalkan laboratorium.
"Tantri aku berangkat dulu.. Dan aku minta ijin untuk selalu meminta bantuanmu, jika aku menemukan kesulitan dalam pencarian.." di depan lobby laboratorium, Donnie berpamitan dengan teman-temannya,
Zorra tidak ikut mengantarkan, karena merasa tidak memiliki hubungan emosional dengan Donnie. Dirinya bersedia membantu, bukan tujuan membantu Donnie melainkan memperingan kerjaan yang dihandle kekasihnya.
"Tentu saja Donnie, doaku selalu menyertaimu. Kapanpun kamu butuh bantuanku, akan ready. Hanya saja, mungkin delay, karena mengingat aktivitas kita selama berada di dalam laboratorium ini.." sambil tersenyum, Tantri memberikan tanggapan.
"Aku paham, dan tentu saja akan maklum Tantri. Mendengar jawaban kesediaanmu, sudah merupakan keberuntungan padaku. Aku berangkat ya Tantri..., ayuk teman-teman, aku berangkat.." Donnie segera melambaikan tangan.
Laki-laki itu segera berjalan masuk ke dalam mobil yang akan mengantarkannya, Ada dua orang security yang ditugaskan Ms Rebecaa untuk mengawal laki-laki itu. Meskipun Donnie menolak, tetapi dengan alasan agar laki-laki itu tidak kabur meninggalkan Laboratorium, Ms Rebecca memaksa. Akhirnya tidak ada pilihan lain untuk Donnie, dan juga atas nasehat dari semua teman-teman, akhirnya Donnie bersedia ditemani oleh dua laki-laki itu.
"Aku hanya berharap agar laki-laki itu bisa menemukan takdirnya. " Peter berkomentar, ketika mobil sudah berjalan meninggalkan halaman laboratorium.
"Benar Peter, kepergian Rheima dari laboratorium ini memang menyakitkan untuk DOnnie. Laki-laki itu tidak bisa melakukan apapun kala itu, dan hampir semua penghuni laboratorium menghujat Rheima. Termasuk kita bukan, dan ternyata itu semua karena ulah dari Celine.." Dion yang mengetahui jalan cerita ikut berpendapat.
__ADS_1
"Hempph benar Dion.. itulah liku-liku hidup. Kita harus meminta maaf jika bertemu dengan Rheima, karena kita dulu ikut menjustifikasi gadis itu.." Peter berbicara lirih, terlihat ada penyesalan pada dirinya. Karena ketika kekasih Donnie itu terkena kasus, bukannya ikut simpati, tetapi malah kala itu mereka turut menghakimi.
Tetapi ketika semua sudah berbalik, dan kembali ke ruang kerja masing-masing, akhirnya dua laki-laki itu mengikuti mereka juga. Mereka berjalan di belakang Tantri, dan rupanya gadis itu juga langsung kembali ke ruang kerja mereka,
***********
Di sebuah ruang kerja yang ada paling sudut, terlihat Zorra sedang melihat ke layar laptop yang ada di depannya. Laki-laki itu tampak sedang melakukan zoom meeting, dengan pejabat yang ada di perusahaannya. Dua orang yang bertugas menemani Zorra, di dalam ruangan itu tidak berkomentar apapun. Mereka tetap fokus pada pekerjaan mereka.
"Siapkan semuanya... dan segera bawa ke negara ini dalam waktu singkat. Gunakan pesawat pribadi, jangan menggunakan pesawat komersil, agar tidak ada delay dalam perjalanan," terdengar suara Zorra tampak memberi perintah pada anak buahnya..
"Dan satu lagi, jangan ganggu kedua orang itu. Perlakukan mereka dengan istimewa, dan jangan katakan apapun terkait tujuan keberangkatan ke negara Swiss.." kalimat perintah lainnya terus keluar dari bibir laki-laki itu.
Zorra hanya diam mendengarkan tanggapan tersebut, tetapi satu tangannya membuat catatan memo pada lembar kertas. Pertemuan via zoom itu berlangsung sekitar satu jam, dan tidak lama kemudian Zorra mengakhiri video cenference tersebut, Setelah itu, Zorra kemudian mengamati sistem informasi pada laboratorium ini. Beberapa saat terdiam, tiba-tiba..
"Tuan Zorra.. aku menemukan ada kesenjangan antara barang yang diproduksi, dengan pengiriman ke bagian distributor. Seperti ada beberapa barang yang tidak dikirimkan.., tetapi juga tidak ada laporan pada divisi quality control, jika ada barang yang reject.." anggota tim Zorra memberikan laporan pada Zorra..
__ADS_1
"Aku sudah mendeteksi hal itu dari beberapa hari lalu. Kumpulkan dan catat semuanya, kita akan turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Sepertinya banyak tikus yang ikut bermain di laboratorium ini, mengabaikan para pemikir yang menciptakan desain.." dengan tersenyum smirk, Zorra memberikan tanggapan. Laki-laki itu tidak akan memberikan ampun, bagi siapapun yang melakukan kecurangan.
Teringat bagaimana Tantri meninggalkannya, dan sedikitpun tidak mengirim kabar keberadaan pada dirinya, membuat laki-laki itu terlihat marah. Karena karya Tantri dan timnya, malah menjadi ajang bancakan oleh orang-orang yang hanya mengejar profit singkat. Untuk itu, kedatangan Zorra di tempat ini, selain akan membawa kekasihnya kembali, juga akan melakukan pembenahan pada sistem audit.
"Baik Tuan... sudah kami catat. Dan kejanggalan-kejanggalan yang kami temukan, sudah kami tanda, dengan kami Bold, dan beri highlight warna terang.." tim Zorra menjawab.
Beberapa saat Zorra terdiam, karena segera masuk ke sistem, dan ikut mengamati temuan yang dihasilkan rekan satu timnya.. Dengan cepat, kekasih Tantri itu mengkoneksikan temuan tersebut, dengan temuan yang sudah berhasil ditemukannya beberapa waktu lalu.
"Hemppph... memang betul-betul mereka licik. Mereka tanpa sadar, bisa makan di atas keringat orang lain.. Hanya demi uang, orang melupakan sumpah dan janji mereka untuk mengabdi.." gumaman lirih keluar dari bibir Zorra.
Dengan cekatan Zorra memberi tanda pada sistem, dan membuat catatan jika data meragukan, secepatnya akan dilakukan konfirmasi. Jika unit lain membaca pesan yang disampaikan oleh laki-laki itu, pasti dengan cepat akan membuat tindakan, Tetapi Zorra tidak akan membiarkan hal itu terjadi..
"Askar..., Wang.., kita ke lokasi sekarang. Jangan beri kesempatan pada tikus-tikus itu untuk membuat alibi yang menyesatkan, Aku sudah terlalu gemas dengan ulah curang mereka... Tidak sadar, jika kita saat ini berada dalam lembaga non profit, tetapi masih saja mereka memperbesar perut mereka sendiri.." tiba-tiba Zorra berdiri, dan memberi perintah pada dua rekan kerjanya,
"Siap Tuan.. aku akan membawa berkas yang sudah aku cetak.." laki-laki bernama Wang, segera menyiapkan berkas yang akan dibawa.
__ADS_1
Tidak ketinggalan, Askar juga melakukan hal yang sama. Tidak menunggu lama, kedua laki-laki itu sudah berdiri, dan segera mengikuti Zorra yang sudah berjalan menuju ke arah pintu keluar. Di tangan ketiga laki-laki itu, terlihat ada gadget di tangan mereka, dan juga beberapa berkas hard file. Mereka membawa piranti lengkap, ketika melakukan audit di lapangan. Dengan surat tugas yang mereka miliki, sewaktu waktu tanpa harus melakukan pemberi tahuan terlebih dahulu, mereka dengan bebas bisa meminta klarifikasi jika menemukan kecurigaan,
**************