
Savoy Restaurant...
Tantri memasukkan potongan daging steak ke mulutnya, begitu juga dengan suaminya yang juga sedang menikmati menu pilihannya. Tetapi sejenak Tantri mengerutkan kening, karena tiba-tiba gadis itu merasa tidak nyaman. Perutnya merasa melilit.. tetapi kemudian rasa itu menghilang dengan sendirinya. Karena tidak mau mengganggu kenyamanan mereka menikmati makan siang, gadis itu mencoba untuk menahan,
"Kamu gadis yang kuat Tantri... kamu bisa menahannya. Jangan rusak suasana makan siangmu, hanya karena rasa tidak nyaman dalam perutmu.." Tantri berbicara sendiri dalam hati.,
Meskipun di sela sela mengunyah, terkadang Tantri harus terhenti karena rasa mulas datang lagi, tetapi Tantri tetap tidak mau memberi tahu suaminya..
"Honey... apakah meat nya tidak segar, kenapa aku melihatmu seperti kurang selera menikmati steak..? Padahal, biasanya menu ini paling honey sukai bukan.."rupanya tidak diduga, ternyata Zorra juga mengamatinya, dan melihat ketika Tantri tengah menahan rasa tidak nyaman.
"Mmppphh... tidak kak, steak ini masih lembut dan enak kok.. Hanya saja kak... jujur sejak tadi Tantri merasa tidak nyaman dengan perut.. Atau mungkin, karena tadi pagi, ketika kak Zorra keluar sebentar, Tantri menambahkan chilli sauce pada sandwich nya. Jadi perut menjadi kurang nyaman.." akhirnya Tantri tidak bisa menutupi rasa sakitnya.
Dengan jujur gadis itu memberi tahu tentang keadaan yang sedang dirasakannya. Terdengar Zorra menghela nafas, dan berusaha menutupi rasa khawatirnya.
"Okay jika seperti itu honey... Segera habiskan makanmu, dan kita cepat meninggalkan restaurant ini. Atau jika sudah kenyang, sekarang juga kita berangkat.." tidak mau menunggu lama, kalimat perintah segera muncul dari bibir pria itu.
"Hemmppphh... iya kak, Tantri akan habiskan dulu makanan di piring Tantri.. Tidak boleh, kita menyia nyiakan makanan, masih banyak yang bernasib buruk di bawah kita.." melihat respon suaminya yang tergesa, untuk mengurangi kepanikan, Tantri berusaha menunda waktu.
Meskipun rasa melilit dalam perutnya semakin terasa, gadis itu masih berusaha menahannya karena tidak mau membuat suaminya bertambah panik. Tidak berapa lama..
"Tantri sudah kak.. kalau kak Zorra masih mau makan lagi, Tantri masih bisa menunggu.," setelah merasa kesakitan menahan nyeri, Tantri memancing suaminya tanpa memberi tahu rasa sakitnya,
"Aku juga sudah.. aku akan segera membawamu ke dokter keluarga kita. Tidak ada waktu, jika harus mengundang dokter itu untuk datang ke rumah. Kita datang ke kliniknya saja langsung.." namun sepertinya laki-laki itu tidak bisa dibohongi.
__ADS_1
Sejak tadi, sambil makan, Zorra mengamati perubahan yang terjadi dalam ekspresi istrinya. Meskipun Tantri sekuat tenaga berusaha menahan rasa nyerinya, tetapi laki-laki itu tidak mudah untuk dibohongi.
"Baiklah kak... " tidak ada alasan lagi.
Perlahan Tantri berdiri dengan dibantu oleh suaminya.. Sambil memegangi perut bagian bawahnya, Tantri berusaha menahan rasa nyeri..
"Aku akan menggendongmu ke parkiran honey.. Bertahanlah.." tiba-tiba tanpa diminta, Zorra memegang pinggang dan membawa tubuh istrinya di atas kedua tangannya.
"Jangan kak.. please. Tubuhku sudah semakin berat, kak Zorra tidak akan mampu lagi membawa Tantri.." menyadari jika perutnya sudah dalam bulan ke sembilan usia kehamilan, Tantri mencoba menolak apa yang dilakukan suaminya,
"Diamlah honey.. jangan meragukan kekuatan suamimu.." tanpa mau mendengar permintaan istrinya, Zorra terus membopong istrinya menuju lobby restaurant,
Melihat apa yang laki-laki itu lakukan, karena membopong seorang perempuan yang sedang hamil tua, para pengunjung restaurant memberikan akses jalan bagi keduanya. Di depan lobby, driver sudah menunggu, dan tidak lama kemudian Zorra memasukkan istrinya ke dalam mobil tersebut. Setelah memastikan pasangan suami istri itu duduk nyaman, driver kemudian menjalankan mobil meninggalkan restaurant,
*************
Zorra membawa istrinya ke klinik bersalin, yang merupakan klinik cabang dari yang ada di Jenewa, Swiss. Klinik bersalin ini memiliki taman indah dan menenangkan, sehingga membuat pasien akan merasa homy seperti di rumah mereka sendiri. Di antara pelayanan pasien, klinik ini juga memiliki koki bintang lima yang disiapkan khusus selama 24 jam untuk kamar pribadi yang ada di dalam klinik bersalin tersebut,
"Tuan Zorra... ada apa dengan tergesa datang sendiri ke klinik ini. Kami bisa datang ke tempat kediaman anda berdua..' dokter yang selama ini menangani konsultasi dan pemeriksaan kehamilan Tantri menyambut kedatangan pasangan suami istri itu.
"Cepat periksa istriku, sejak tadi mengeluhkan ada rasa mulas di perutnya. Meskipun istriku tidak cerita jujur apa yang dirasakannya, aku sudah belajar banyak tentang ciri ciri perempuan yang akan melahirkan.." bukannya menjawab pertanyaan dokter, Zorra malah memberi perintah lain..
"Hempphh... baik baik Tuan Zorra. Tapi mohon tinggalkan dulu Miss Tantri di ruangan ya, tidak perlulah Tuan Zorra capai capai menunggui.." melihat posisi Zorra di kalangan business man yang ada di kota ini, dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi itu meminta laki-laki itu untuk beristirahat.
__ADS_1
"Tutup mulutmu Louis.. aku akan menunggui dan menjaga istriku. Apalagi melihatmu, aku tidak percaya jika kamu tidak mengganggu istriku.." dengan cepat, Zorra membantah perkataan dokter.
Dokter Louis, S.PoG hanya tersenyum dan geleng geleng kepala. Tidak ada pilihan lain baginya, selain mengijinkan Tuan Zorra untuk mendampingi setiap proses yang dilakukan.
"Berbaringlah Miss... karena usia kandungan sudah berada di trimester terakhir, kemungkinan besar bayi anda akan segera lahir. Suster perawat akan membantumu untuk memeriksa ke dalam rahim, apakah sudah terjadi pembukaan atau belum.." tidak lama kemudian, dokter Louis meminta Tantri untuk berbaring.
Tanpa menjawab, dengan dibantu Zorra, Tantri segera membaringkan tubuh di atas bed pemeriksaan. Tidak lama, seorang tenaga medis perempuan datang, dan di kedua tangannya sudah mengenakan sarung tangan.
"Mohon untuk bergeser Tuan Zorra.. ijin untuk melakukan pemeriksaan.." tenaga medis itu meminta ijin untuk melanjutkan pemeriksaan.
Setelah Zorra bergeser, tenaga medis itu tampak menyemprotkan sesuatu ke sarung tangan yang dikenakannya, kemudian mendekat ke arah Tantri..
"Miss Tantri... mohon untuk mengangkat kedua kaki ke atas, dan menekuk kedua lutut ya. Akan sangat membantu untuk pemeriksaan.." menyadari identitas pasien yang saat ini ditangani, tenaga medis dengan hati-hati meminta pada pasien.
Tantri bekerja sama, dengan cepat gadis itu melipat kedua lututnya ke atas. Tidak lama kemudian, tangan tenaga medis itu sudah akan masuk ke area rahim Tantri... tetapi..
"Stop it..., apa yang akan kamu lakukan. Kamu mau menyakiti istriku.." tiba-tiba Zorra berteriak menghalangi apa yang akan dilakukan oleh tenaga medis.
"Apa yang akan anda lakukan Tuan Zorra.. apakah anda akan menghalangi proses pemeriksaan. Bagaimana kita akan memastikannya, sudah terjadi pembukaan berapa, jika anda menghalangi tenaga medisku.." Dokter Louis bereaksi, melihat larangan Zorra..
"Tidak adakah cara lain untuk melakukan pemeriksaan.." Zorra masih ngotot, menghalangi dokter dan tim melakukan pemeriksaan...
****************
__ADS_1