
Tubuh Tantri dengan tidak berdaya tersungkur ke depan, dan akan membentur lantai kayu yang ada di bawahnya. Tetapi tidak tahu asalnya darimana, tiba-tiba seorang laki-laki muda berlari, dan menahan tubuh gadis itu, sehingga tidak terjatuh. Mata Tantri terbelalak kaget, melihat laki-laki yang menahan tubuhnya, dan sesaat gadis itu tersenyum, namun tidak lama kemudian mata jernih gadis itu terpejam.
"Tantri... bertahanlah honey.., aku datang untuk menjemputmu.." laki-laki yang menahan tubuhnya itu mendesis, dan dengan penuh kekhawatiran segera membawa tubuh Tantri ke belakang.
"Dor.. dor.. dor..." tetapi bukannya berhenti dengan jatuhnya korban, tetapi tembakan malah terus berlangsung
Laki-laki yang ternyata Zorra itu tidak peduli, terus berjalan menahan hujan tembakan, tanpa sedikitpun mengenal rasa takut..
"Bawa Tantri ke fast boat Zorra.., ada pertolongan pertama di dalam sana. Aku akan melindungimu dari serangan para cecunguk itu.." Andriano melompat, menahan serangan yang diarahkan untuk adiknya, yang tengah menggendong tubuh Tantri kekasihnya..
Zorra tidak mampu memberikan tanggapan, respon khawatir dengan keadaan gadis yang berada dalam gendongannya, membuat laki-laki itu bergegas masuk ke dalam fast boat.. Sementara itu, Andriano dengan beberapa orang yang lain, menyerbu ke depan, berusaha untuk melumpuhkan orang-orang yang tadinya membawa Tantri. Pertempuran dengan saling memberikan tembakan, masih terus berlangsung,
"Tuan Zorra... baringkan sementara di bed sebelah sini Tuan.. Kita harus menghentikan pendarahan dulu, baru membawa gadis ini ke rumah sakit terdekat. Jangan sampai Miss Tantri kehilangan banyak darah.." seorang laki-laki tampak memberi arahan pada Zorra..
"Tolonglah kekasihku ini.., atau aku akan membunuhmu, dan juga semua orang yang ada di tempat ini, jika sampai terjadi sesuatu kepadanya.." mulut Zorra masih berdesis, memberikan tekanan pada laki-laki yang mengajaknya berbicara.
"Kita sama-sama berusaha tuan.., tanpa peralatan medis yang lengkap, kita tidak akan berani untuk melakukan operasi saat ini. Hanya di rumah sakit, dengan dukungan tenaga medis serta peralatan medis, kita baru akan berani untuk melakukannya.." dengan cekatan, laki-laki itu kemudian membantu Zorra melokalisir keluarnya darah.
Dengan peralatan medis, dan obat-obatan ala kadarnya, laki-laki itu membersihkan area sekitar luka. Dan karena kondisi Tantri yang masih jatuh pingsan, laki-laki itu juga membantu memasangkan alat bantu pernafasan, dengan memasangkan oksigen pada tubuh gadis itu.
"Jalankan fast boat.. kita harus cepat meninggalkan tempat ini..!" tiba-tiba melihat keadaan yang dialami kekasihnya, Zorra memberi perintah.
__ADS_1
"Tapi tuan Zorra... masih ada tuan Andriano di luar. Tuan masih bertarung untuk melumpuhkan para penculik.." nakhoda fast boat tampak keberatan, karena merasa masih menunggu kembalinya Andriano.
"Kamu berani menolak perintahku, atau aku akan pecahkan isi kepalamu, dengan senjata api yang ada di tanganku. Cepat jalankan fast boat, kakakku memiliki banyak cara untuk pergi, dan meninggalkan island ini.." dengan tegas, kembali Zorra mengeluarkan perintah,
"Mmmmmpp... baik Tuan Zorra.. saya akan menjalankan boat sekarang juga.." akhirnya dengan gugup, laki-laki itu menurut apa yang diperintahkan oleh Zorra..
Perlahan fast boat berjalan meninggalkan dermaga.., dan ketika sudah berlalu, Andriano tersenyum melihat kepergian fast boat tersebut. Laki-laki itu cukup tahu, jika keadaan Tantri harus segera mendapatkan pertolongan. Jadi, meskipun dirinya ditinggal di tempat tersebut, tidak ada masalah bagi dirinya.. Ketika fast boat semakin menjauh. Andriano dibantu dengan lebih dari lima orang itu terus merangsek masuk, dan melumpuhkan orang-orang yang menculik kekasih adiknya.
***************
Saint Carolus hospital...
"Dimana ruang gawat darurat.., panggil dokter, dan beri pelayanan terbaik untuk gadisku ini.." di depan petugas receptionis, Zorra berteriak.
"Ikuti saya Tuan..., semua akan dipastikan berjalan dengan baik. tuan sebaiknya lebih bersabar dulu.." seorang laki-laki berpakaian security force mendekat, dan berusaha menenangkan anak muda itu.
"Aku tidak butuh nasehatmu, cepat cari atau panggilkan dokter. Atau aku akan hancurkan dan ratakan rumah sakit ini, jika sampai terjadi apa-apa dengan kekasihku.." dengan sorot mata tajam, Zorra membuat ancaman,
Terlihat petugas receptionis memberi isyarat pada security itu, untuk membiarkan Zorra, dan mengantarkan ke tempat yang diinginkannya. Untungnya security itu tanggap, kemudian..
"Baik... ikuti saya Tuan.. Sudah ada informasi dari pusat, jika harus memberikan pelayanan pada tuan.." security segera membawa Zorra yang masih menggendong Tantri.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, mereka sampai di sebuah ruangan. Seorang dokter laki-laki yang juga masih muda mengerutkan kening, tetapi kemudian berdiri dan berjalan mendekat ke arah mereka. Zorra tanpa permisi, segera membaringkan tubuh Tantri pada bed rumah sakit. Baju yang dikenakan Zorra telah bersimbah darah, tetapi laki-laki itu tidak menggubrisnya..
"Mohon bergeser sebentar Tuan.. saya akan lakukan pemeriksaan sebentar pada pasien.." dengan sabar, dokter muda meminta Zorra untuk bergeser.
"Cepat tangani, jangan berputar-putar, Kekasihku terkena tembakan senjata api pada pahanya, kamu harus segera mengeluarkan peluru, dan menyelamatkannya. Atau... jika kamu tidak berhasil, aku akan hancurkan kepalamu.." bukannya bersikap sabar, Zorra malah memberikan tekanan lebih pada dokter tersebut.
"Saya paham tuan... tetapi pahami juga bagaimana kami harus bertindak. Secepatnya, akan saya perintahkan untuk dilakukan operasi pengeluaran peluru, tetapi saya harus memeriksa dan melihat area lukanya.. Selain itu, harus ada sterilisasi sebelum dilakukannya tindakan.." dengan sabar, dokter muda itu memberikan jawaban.
Zorra diam, tetapi laki-laki itu bekerja sama dengan menggeser posisi berdirinya.. Dokter dengan teliti, akhirnya memeriksa luka, dan tersenyum karena area seputar luka ternyata sudah dibersihkan oleh tim medis yang berada di dalam fast boat.
"Suster... siapkan peralatan dan ruang operasi. Kita akan lakukan operasi pengeluaran peluru secepatnya, sebelum peluru terbawa oleh aliran darah.." perintah tegas keluar dari bibir dokter muda.
"Siap dokter.. mohon tunggu sebentar. Tidak sampai tiga puluh menit, operasi akan siap untuk kita lakukan.." perawat yang membantu dokter muda itu langsung bersiap.
Sebuah peralatan kecil diinjeksikan ke kulit Tantri, untuk melakukan pengecekan golongan darah gadis itu. Setelah beberapa saat..
"Golongan darah O, pastikan darah untuk transfusi tersedia, mengingat kondisi pasien saat ini sangat rentan.." setelah mengetahui golongan darah Tantri, kembali dokter memberikan perintah.
"Tidak perlu susah payah, aku siap mendonorkan darahku untuk kebutuhan pasien. Kebetulan golongan darahku juga O.." tiba-tiba Zorra menyahut perkataan dokter.
************
__ADS_1