Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 146 Pemilik Baru


__ADS_3

Beberapa saat setelah penanda tanganan berkas selesai, Hans dan tiga laki-laki yang datang bersamanya menyerahkan sertifikat kepemilikan pada Tantri. Zorra tersenyum dan mengangguk, kemudian..


"Honey... terserah mau kamu apakan merchant yang spesialis menyediakan kebutuhan ibu dan anak itu. Kamu resmi yang jadi pemiliknya, dan siapapun yang akan kamu pekerjakan disitu, semua adalah wewenangmu. Aku tidak akan intervensi apapun .. Selamat honey.." Zorra memberi ucapan selamat pada istrinya,


"Selamat Miss Tantri... atas kepemilikan baru store ini. Kepemilikan lisensi yang dijual di merchant, di seluruh negara Finlandia, berada di tangan Miss Tantri mulai saat ini. Sekali lagi selamat..." Hans yang ternyata adalah lawyer dan notaris, memberi ucapan selamat pada Tantri. Laki-laki itu mengulurkan tangan mengajak Tantri berjabat tangan.


Tanpa ada syak wasangka sedikitpun, Tantri menerima uluran tangan itu. Tidak lama, tiga laki-laki yang datang bersama dengan Hans ikut berjabatan tangan pada gadis itu.


"Terima kasih Tuan Hans.. dan kalian bertiga juga. Oh iya.. by the way.., apakah perempuan hamil yang tadi mengajak bicara Tuan Hans, adalah istrinya.," ketika memberikan tanggapan, Tantri teringat dengan perempuan yang sempat berebut dengannya di dalam store.


Hans tampak mengerutkan kening sejenak, tetapi kemudian laki-laki itu menganggukkan kepala dengan tatapan khawatir. Tampaknya Hans baru menyadari, kepanikan istrinya ketika tadi melihatnya, tetapi karena urusan ini lebih penting, Hans sejenak mengabaikan istrinya.


"Benar Miss Tantri... apakah Miss Tantri juga mengenal istriku.. Alangkah beruntungnya istriku, jika bisa mengenal dengan Miss Tantri.." terlihat jika Hans mengesampingkan rasa khawatirnya.


"Hempphh... aku yang beruntung Tuan Hans, bisa adu pendapat, dan mendapatkan hadiah kata-kata manis dari istri Tuan Hans. Hanya titip pesan saja, agar istrinya disekolahkan lagi untuk bisa saling menghargai, dan menghormati. Jangan pernah merasa bisa, dan merasa berkuasa, dimanapun itu.." sambil tersenyum, dengan nada sarkasme Tantri menjawab,


Zorra tersenyum melihat reaksi istrinya, tetapi laki-laki itu hanya diam sambil beberapa kali tangan Zorra mengusap punggung istrinya ke atas dan ke bawah..


"Berarti istri saya tadi sempat bersitegang dengan Miss.. Mohon dimaafkan Miss.. istri saya memang sering terlewat sombong. Sudah beberapa kali saya memberikan teguran, mohon maafkan Miss. Nanti saya akan memberikan pelajaran sendiri pada istri saya.." Hans terlihat gugup.


"He.. he.. he.., tidak perlu sepanik itulah Tuan Hans.. Hanya perlu didisiplinkan saja sedikit, agar tidak memandang remeh orang lain.. " Tantri menyela perkataan Hans.. Setelah itu Tantri melihat ke arah suaminya, memberi isyarat untuk segera menyelesaikan urusannya,

__ADS_1


"Okay.. okay Hans.. Ajak tiga temanmu untuk pergi meninggalkan tempat ini, karena aku rasa urusan kita sudah beres semuanya. Aku ingin me time dengan istriku... pergilah.." Zorra sangat tanggap dengan isyarat yang ditunjukkan oleh istrinya.


Dengan cepat Zorra mengakhiri pembicaraan. Dan setelah mendengar perintah dari orang yang membayarnya, Hans kemudian berdiri dan mengajak tiga temannya untuk pergi meninggalkan pasangan suami istri itu. Beberapa saat kemudian...


"Kak Zorra... bisakah kakak memberikan surprise yang masuk akal untuk Tantri. Yah... sekedar memberikan buket bunga, atau mengirimkan kue kesukaan Tantri.." begitu empat laki-laki itu pergi meninggalkan mereka, Tantri mengajak bicara suaminya..


"Tidak seperti ini kak... Berapa uang yang kak Zorra keluarkan, hanya untuk sekedar mengambil alih asset pemilik merchant. Semua terjadi begitu mendadak.. tiba-tiba saja semuanya berubah.." lanjut Tantri,


Gadis itu melihat fokus ke arah suaminya, mencoba meminta penjelasan dari laki-laki itu, Terlihat Zorra menghela nafas, kemudian..


"Tidak usah honey pikirkan... tidak butuh mengeluarkan uang banyak untuk pengambil alihan asset. Apalagi di negara ini, honey perlu juga memiliki kegiatan. Dan selama hamil, honey harus mengurangi kontak dengan komputer, sehingga praktis tidak boleh melanjutkan aktivitas sebagai programmer untuk saat ini.." Zorra mulai memberikan tanggapan.


"Tetapi itu semua bukan alasan utama honey... Sekecil apapun, dan siapapun orang berani membuat urusan denganmu honey, dengan istri ataupun nanti dengan putraku ketika lahir. Maka aku akan turun tangan secara langsung.." lanjut Zorra sambil menggenggam tangan istrinya,


"Baiklah kak... Tantri tetap mengambil pikiran yang positif atas kejadian ini. Kita pergi yuk.. dan Tantri ingin melihat sekali lagi store yang sudah menjadi milikku.." akhirnya mau tidak mau, Tantri hanya bisa menurut apa perkataan suaminya.


*************


Setelah mengisi perut dan berjalan sebentar, Tantri dan Zorra kembali menuju pintu keluar, Tetapi Tantri mengajak suaminya untuk melewati store yang menjual perlengkapan ibu dan anak itu, untuk melihat situasinya. Tantri tersenyum, karena ternyata lebih dari lima orang yang saat ini berada di dalam store.. Tiba-tiba...


"Miss... mohon maafkan sikap saya tadi Miss.. Tolong jangan pecat saya Miss.. tolong.." Tantri terkejut, karena tiba-tiba pelayan yang menanggapinya dengan sikap tidak sopan, tiba-tiba datang dan berusaha memeluknya.

__ADS_1


Untungnya Zorra sangat sigap, dan menghadang perempuan itu karena tidak mau ada orang asing datang menyentuh istrinya. Dengan tatapan mata merah menahan marah, Zorra melihat perempuan itu. Tampak dua pengawal yang sejak tadi mengawasi pasangan suami istri itu berlari dan memegang perempuan pelayan itu..


"Berani kamu menyakiti istriku, aku tidak akan mengampunimu.. Bahkan polisi akan langsung menjebloskanmu ke penjara.." dengan kata-kata penuh peringatan, Zorra berbicara dengan nada tinggi.


"Kak Zorra.., sudahlah. Pelayan itu hanya ingin meminta maaf padaku, tidak perlu berlebihan memperlakukannya.." melihat kemarahan suaminya, Tantri berusaha melunakkan hati laki-laki itu.


"Pelayan itu harus tahu diri honey... Jika perlu, pecat saja dari store, kita tidak perlu seorang karyawan yang tidak bisa memperlakukan customer dengan sikap sopan.." Zorra masih meluapkan kemarahannya..


Melihat suaminya yang marah, Tantri memeluk laki-laki itu, kemudian berbisik di telinga Zorra..


"Kak... jangan sampai ada yang mengambil manfaat dari kemarahan kak Zorra di mall ini.. Trust me kak.. aku akan menyelesaikan masalah ini sendiri. Apalagi, karyawan itu akhirnya akan berurusan denganku bukan.." dengan suara lemah lembut, Tantri berusaha mempengaruhi suaminya,


Setelah beradu pandang dengan istrinya, akhirnya Zorra bisa menjadi luluh. Laki-laki itu terdiam, dan membiarkan istrinya berjalan mendekati karyawan yang sudah dipegang oleh dua pengawalnya. Tetapi sedikitpun, penjagaannya pada Tantri tidak lengah..


"Hempphh... siapa namamu kak.." dengan lembut, Tantri mengajak karyawan itu berbicara.


"Susan Miss... maafkan Susan atas sikap Susan yang tidak sopan dalam memperlakukan Miss. Dan ternyata Miss malah menjadi atasan dari Susan sekarang.." dengan air mata tergenang, Susan meminta maaf pada Tantri..


"Bukan hanya padaku, karena saat ini statusku sebagai seorang boss Susan.. Kepada siapapun, kita harus selalu tunjukkan tanggapan sopan dan bermartabat.. Dan kamu sudah tahu bukan, kesalahan apa yang sudah kamu lakukan tadi.." sambil tersenyum, Tantri memberi nasehat pada pelayan itu.


"Benar Miss... Susan sungguh menyesal.." tidak ada kata-kata lain, selain meminta maaf yang dilakukan oleh Susan.

__ADS_1


***************


__ADS_2