
Beberapa hari sesudahnya...
Tanpa meminta ijin pada petinggi laboratorium, Zorra membawa Tantri keluar dari rumah sakit. Pihak rumah sakit tidak bisa menahan anak muda itu, karena beberapa pengawal menghalangi mereka. Akhirnya mereka hanya akan melaporkan pada laboratorium, jika Tantri dibawa keluar oleh keluarganya sementara waktu. Sementara itu, Andriano sudah kembali lebih dulu ke Indonesia, jadi tidak ada yang mengendalikan Zorra.
"Zorra.. kamu terlalu impulsif, dengan membawaku seperti ini, Bagaimanapun keberadaanku di negara ini, masih terikat dengan kontrak yang aku sepakati dengan pihak laboratorium.." di dalam mobil, Tantri berbicara lirih pada Zorra.
Laki-laki muda itu dengan lembut menatap ke mata gadis itu, dan perlahan memegang sisi kepala gadis itu dan menyandarkan di pundaknya..
"Aku lebih tahu yang terbaik untukmu honey... Jika memang pihak laboratorium tetap ingin mempekerjakanmu, mereka harus tunduk dengan pengaturanku. Dan jika mereka melakukan tindakan, aku akan membawamu kembali ke Indonesia tanpa sepersetejuanmu.." dengan suara lembut tapi penuh intimidasi, Zorra memberikan tanggapan.
"Tapi Zorra... kekuatan lembaga internasional di bawah PBB itu sangat tinggi. Kamu tidak bisa bermain-main dengannya secara sepihak Zorra. Apalagi keberadaan kita saat ini, jauh dari Indonesia.. Kita akan kalah Zorra.." mendengar jawaban Zorra, Tantri malah menjadi khawatir.
Terlihat ada sinar mata gamang dalam tatapan gadis itu, merasa ngeri dengan pernyataan kekasihnya. Tatapan itu seperti menyiratkan untuk tidak bermain-main dengan dirinya..
"Apakah honey meragukan kekuatanku sayang...?? Aku memiliki banyak kewarganegaraan, dan itu aku peroleh secara resmi. Jadi di negara ini, aku bukan pendatang.. Dan untuk orang-orang yang duduk di WHO, PBB, atau laboratorium, apakah menurut honey semua orang-orang baik... Hehh..." laki-laki itu malah tersenyum sinis.
"Honey... inilah dunia, dimanapun penuh dengan tipu tipu. Untuk project yang kamu kerjakan dengan tim kerjamu, aku akan memastikan jika semua akan terdistribusi sebagaimana mestinya. Tetapi aku tidak menjamin untuk project yang lain.., bisa jadi setelah hasil produksi jadi, barang itu akan tersebar pada pengguna yang tidak semestinya.." lanjut Zorra masih dengan dingin,
__ADS_1
Tantri terkejut dengan pernyataan itu, dan seketika kembali teringat Celine, dan masalah yang dihadapi oleh gadis itu. Meskipun kali ini Celine menjadi penyebab tertembaknya, namun sedikitpun Tantri tidak menyalahkan gadis itu. Karena keterpaksaan, dan dalam keadaan terjepit serta tidak memiliki jalan keluar, menjadikan gadis itu menjadi brutal seperti itu.
"Tetapi jangan khawatir honey... aku akan selalu berada di sampingmu. Tidak akan aku biarkan ada orang yang berani untuk mendekat padamu, apalagi bermain-main denganmu, Bersamaku, aku akan membantumu untuk mewujudkan semua mimpi-mimpimu." Zorra berusaha meyakinkan gadis itu.
"Bagaimana bisa kamu mengendalikan semuanya Zorra... Apakah tidak ada ketakutan dalam dirimu, jika semua berakhir tidak seperti yang ada dalam pikiranmu.." Tantri masih khawatir.
"Tenanglah honey... Aku mau berkata jujur padamu.. Perusahaanku dan juga papa, selama ini menjadi pemasok material setengah jadi untuk semua keperluan trial di laboratorium tempatmu di pekerjakan, Tidak akan mudah untuk berganti mencari supplier, jika aku dan papa secara sepihak membatalkan semua pesanan mereka, Jadi.. tenanglah honey, aku akan mengendalikan semuanya." gadis itu malah menjadi kaget mendengar jawaban dari kekasihnya. Beberapa kali Tantri menatap, dan melihat dengan teliti ke arah kekasihnya itu. Zorra kecil, yang dikenalnya ketika High Junior, saat ini sudah berubah menjadi Zorra yang dewasa. Zorra yang memiliki kekuasaan yang tidak disadarinya..
Laki-laki itu mendekat ke wajah Tantri, kemudian memberikan kecupan lembut di kening gadis itu. Sejenak, Tantri merasa ada sesuatu yang hangat dalam dirinya. Perlakuan lembut Zorra akhir-akhir ini, menjadikan gadis itu merasa tergantung dengan semuanya..
"Aku sudah mengatur semuanya.. Kak Andriano juga sudah membuat pengaturan untukku, jadi aku akan menemanimu kembali ke laboratorium. Bersamaku, kita akan ungkap hal-hal buruk yang terjadi disana, dan memastikan jika karya desainer alat medis, akan berhasil dengan baik, dan sampai pada pihak-pihak yang memang layak untuk mendapatkannya.." Zorra mengucap janji.
*************
Di tempat lain...
Chang, John, dan Fujitora melangkah tegap memasuki rumah sakit tempat Tantri dirawat. Mereka belum mendapatkan kabar, tentang kepergian Tantri bersama dengan Zorra, sehingga setelah berhasil menyeberang selat, ketiganya langsung menuju ke rumah sakit.
__ADS_1
"Kita menuju receptionis saja, pasti mereka memiliki data pasien yang dirawat.." dari belakang, Fujitora mengarahkan Chang dan John yang berjalan lebih dulu,
Chang hanya menjawab dengan mengangkat kedua bahunya, dan langsung menuju ke arah receptionis. Fujitora duduk menunggu kedua teman laki-lakinya di kursi tunggu.. Terlihat Chang dan John tampak bercakap dengan petugas front line, kemudian petugas tersebut tampak menulis sesuatu pada lembar kertas memo. Tidak lama kemudian, Chang dan John berdiri kemudian menuju ke arah Fujitora berada.
"Kenapa kalian malah menuju kemari, ada di kamar mana Tantri dirawat.." merasa heran dengan kedua temannya, Fujitora bertanya.
"Tantri sudah dibawa pergi kekasihnya, itu informasi yang aku dapat. Tetapi yang membuatku heran, kekuatan apa yang dimiliki kekasih Tantri, hingga bisa membuat petinggi laboratorium tunduk kepadanya.." Chang menjawab pertanyaan Fujitora.
Mendengar jawaban itu, Fujitora yang mengenal dekat Tantri tersenyum, tetapi tidak berkomentar apapun. Bisa membawanya selamat dari pencegatan Harry dan komplotan penculik beberapa waktu lalu, sudah dapat menilai kekuatan yang dimiliki Zorra. Tetapi Fujitora hanya tersenyum, dan diam.
"Sudahlah tidak perlu kita membahasnya, karena tidak akan ada untungnya bagi kita. Sekarang, yang terpenting kita menuju ke tempat Tantri berada saat ini. Kalian pasti mendapat informasi keberadaan gadis itu dari receptionis bukan.." Fujitora langsung ke pokok tujuan mereka,
"Benar katamu Fuji.. kita langsung ke lokasi saja. Tidak perlu membahas kekasih Tantri.." akhirnya dengan pelan, Chang mengiyakan,
Tiga laki-laki itu akhirnya berjalan kembali keluar dari rumah sakit. Untungnya, pihak laboratorium melalui Ms. Rebecca memberikan fasiliras pengantaran untuk tiga anak muda itu. Perempuan paruh baya itu memberikan penghargaan, untuk semua yang berada di bawah koordinasinya.
"Itu driver yang mengantar kita.. " di depan lobby rumah sakit, John menunjuk ke arah driver yang stand bye di depan mobil.
__ADS_1
Chang bertepuk tangan, dan untungnya laki-laki itu langsung melihat ke arah mereka. Tidak lama kemudian, mobil langsung menuju ke arah mereka. Tiga anak muda segera masuk ke dalam, dan mobil meluncur meninggalkan halaman rumah sakit.
**************