Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 98 Nasi Goreng


__ADS_3

Beberapa saat kemudian...


Tantri baru tersadar, ternyata identitas hacker yang tadi diblokadenya sudah sign out dari sistem. Gadis itu lupa memasang perangkap untuk menangkapnya, sehingga terkesan membiarkan lawannya kabur. Tetapi senyuman dingin keluar dari bibir Tantri...


"Aku terlalu bersantai kali ini, dan tanpa sadar membuatnya lolos.. Beberapa saat, pasti siapapun hacker itu pasti tidak akan berani online." Tantri berbicara pada dirinya sendiri, tampak kekecewaan terlihat di wajahnya..


"Tapi bagaimanapun, aku sudah memberinya shock theraphy.. Aku akan peringatkan, jika karya ciptaan dari laboratorium ini sangat penting, dan berguna untuk dunia medis. Jika sampai jatuh ke tangan pihak swasta, mereka pasti akan memonopoli semuanya.." gadis itu kembali menetralisir perasaannya.


Tanpa ada yang meminta, dan mengetahui Tantri memasang barrier pada sistem, dengan tujuan untuk melindungi akses keluar data dari IP masing-masing laboran. Bergelut dalam merancang alat kesehatan, membuat empathy nya naik, dan apalagi ketika harus melihat kondisi dimana banyak pihak yang tidak bisa mengakses fasilitas..


"Mungkin hal inilah yang menjadi penyebab, kenapa beberapa tahun terakhir, perusahaan non profit ini merugi. Tidak ada karya yang berhasil diciptakan, sehingga alokasi pendanaan dikurangi.." Tantri berbicara pada dirinya sendiri.


Ada rasa trenyuh, dan tanggung jawab moral yang muncul dalam hatinya. Tanggung jawab untuk menyelamatkan masa depan, terutama pada anak-anak yang mengalami disabilitas. Dengan alat yang dirancangnya bersama dengan tiga teman laki-lakinya, akan  muncul ciptaan yang mempermudah disabilitas menyesuaikan diri seperti layaknya manusia normal lainnya.


"Aku akan beristirahat saja malam ini, masih banyak yang harus aku tangani dan selesaikan besok. Dengan peringatan tadi, aku yakin hacker tadi, siapapun itu tidak akan mau lagi masuk dan mengakses lagi. Hacker tadi pasti akan mencari waktu yang tepat, dan menungguku lengah.." senyuman muncul lagi pada bibir Tantri.


"Tapi.. aku sudah memasang peripheri.., ada barrier entry, yang akan menghalanginya masuk, dan mengakses data dari setiap unit kerja, maupun  individu pada laboratorium ini.." gadis itu yakin dengan keberhasilan tindakannya barusan.


Perlahan Tantri kembali mematikan laptopnya, dan menunggu sampai laptop itu benar-benar mati, baru menutup layarnya kembali. Tidak lama kemudian, laptop itu benar-benar sudah mati, dan gadis itu segera menutup layarnya.


"Aku berangkat tidur saja dulu.. Sepertinya aku cukup lelah, dan mengantuk.." gadis itu kemudian berdiri, dan melakukan peregangan beberapa saat.

__ADS_1


Setelah itu, Tantri mengecek pintu dan jendela untuk memastikan terkunci rapat. Rupanya gadis itu tidak mau ada gangguan yang mengganggu istirahatnya.


"Saatnya untuk tidur nyenyak..." Tantri bergumam,


Tidak lama kemudian gadis itu segera melompat ke atas bed, dan langsung mengambil guling untuk memeluknya. Seperti orang yang tidak memiliki beban hidup, tidak sampai lima menit gadis itu sudah tertidur pulas..


**************


Keesokan paginya...


Tantri tampak bersemangat karena tadi malam gadis itu istirahat dengan cukup. Sekalian sarapan pagi, Tantri berniat akan langsung berangkat ke tempat kerjanya, sehingga gadis itu sekalian membawa tas beserta perlengkapannya. Baru saja membuka pintu paviliun...


"Good morning girl... nyenyak sekali tidurmu semalam..." teriakan tiga laki-laki mengejutkan Tantri.


"Tumben sekali guys.. pagi pagi dah sampai depan paviliunku.. Ayuk sekalian berangkat, dan sarapan pagi.." Tantri langsung mengajak mereka untuk sarapan.


"Kita ini sejak tadi malam berusaha membangunkanmu Tantri... Tapi jangankan bangun, ada gerakan kakimu saja tidak terdengar. Takut terjadi apa-apa, akhirnya kami langsung menyamperimu pagi-pagi ini.." John memberikan tanggapan.


'Oh my God... benarkan guys.. Sorry.., sorry, aku merasa capai setelah mengerjai hacker semalam. Jadinya aku langsung tidur.., dan baru bangun ketika merasa perutku lapar.." tanpa rasa bersalah, Tantri menjawab.


"Hacker... hacker apaan..??? Kami datang tadi malam, mau mengajakmu diskusi tentang aplikasi. Ms Rebecca mengundang kita nanti pukul sepuluh, katanya ada meeting koordinasi di meeting room.. Apa yang akan kita siapkan, untuk prepare siapa tahu ditanyakan progress pekerjaan kita.." Chang menjelaskan.

__ADS_1


"Kita sekalian berjalan menuju ke restaurant gimana.. Bicara dalam perut kosong seperti ini, sedikitpun aku tidak bisa fokus. Aku ingin menerima asupan hot coffee, dan sandwich tuna terlebih dahulu, baru bisa kalian ajak berdiskusi.." mengingat tujuannya bergegas keluar dari dalam kamar, Tantri mengajak tiga teman laki-lakinya itu.


Ketiga teman laki-lakinya itu hanya bisa menghela nafas, dan geleng geleng kepala. Namun akhirnya, ketiganya segera berjalan mengikuti Tantri di belakangnya. Mereka berjalan dengan bergegas, tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Tidak lama kemudian, mereka akhirnya sampai di restaurant, dan terlihat restaurant itu masih sepi. Belum banyak penghuni paviliun lainnya, yang sudah turun ke tempat itu.


"Kamu langsung ambil makanan untukmu Tantri.. aku akan ambilkan kopi sekalian.." Chang bicara pada Tantri, dan langsung berjalan menuju ka tempat minuman.


Tantri hanya tersenyum tanpa menjawab, dan langsung menuju ke meja saji. Bau harum nasi goreng tercium harum di hidungnya.., dan membuat gadis itu mengingat sesuatu..


"Aroma nasi goreng ini, sama persis dengan nasi goreng buatan mama..." sandwich tuna seketika lenyap dari pikiran gadis itu.


Tanpa pikir panjang, Tantri mengambil piring, dan mengisinya dengan beberapa sendok nasi goreng. Berada di negara yang masih masuk kawasan Eropa, memang sulit untuk mendapatkan makanan dalam bentuk nasi. Tetapi untungnya di laboratorium ini, menu makanan diacak, dan sepertinya disesuaikan dengan asal negara penghuni. Beberapa potong sosis, telur ceplok ikut melengkap nasi goreng di piring Tantri.


"Tumben tumbenan Tantri... banyak sekali makanan di atas piringmu.." John terkejut, melihat isi piring yang dibawa Tantri..


"He.. he.. he.., santailah John.. Maklum ketemu selera asal, dan sudah sangat lama aku tidak merasakan nikmatnya fried rice.. mumpung menu kali ini fried rice, tidak salah dong jika aku ambil lumayan banyak.." bukannya malu, Tantri malah menjawab dengan lugas.


Gadis itu langsung berjalan menuju ke arah mejanya. Meja panjang di sudut ruangan, selalu menjadi favorit mereka berempat, dan biasanya ada juga Donnie di tempat itu. Namun sampai mereka berada di tempat duduk, anak muda itu belum terlihat batang hidungnya..


"Tantri.. kemana Donnie.. Tumben sekali, anak itu belum terlihat.." sambil menarik kursi untuknya duduk, Fujitora bertanya pada Tantri.


"Mmpphh... tak tahulah aku Fuji.. Abaikan saja, kemarin sih bilang mau mendekati Celine.. Kali saja, Donnie sedang PDKT dengan gadis itu.." sambil menyendokkan nasi ke mulutnya, Tantri menanggapi.

__ADS_1


"Iya abaikan saja, kita makan saja dulu sekarang.." John ikut berkomentar.


****************


__ADS_2