Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 79 Peringatan


__ADS_3

Ronnald yang tetap berusaha fokus mengemudi, sesekali melihat ke spion yang ada di sebelah kiri.. Dua  mobil itu tampak mengamati keberadaan mobil yang dikemudikannya. Namun laki-laki itu berusaha tetap santai. tidak menambah kecepatan, maupun mengurangi kecepatan berkendaranya. Jika dirinya merubah kecepatan, Ronnald khawatir jika mobil di belakang itu malah akan mencurigainya.


"Tin.. tin.. tin..." tiba-tiba salah satu mobil membunyikan klakson, dan Ronnald cukup bekerja sama, Laki-laki itu meminggirkan mobil yang dikendarainya ke sisi kanan, memberikan akses jalan agar mobil di belakang itu bisa menyalip atau melewatinya.


Tetapi di luar dugaan, mobil itu malah menjaga kecepatannya, dengan berada di sisi mobil yang dikemudikan Ronnald. Laki-laki itu tetap berusaha santai, dan ketika mobil di samping itu membuka kaca mobilnya, Ronnald melakukan hal yang sama..


"Hey.. mau kemana..?" tiba-tiba salah satu penumpang yang duduk di depan, bertanya pada Ronnald.


"Biasa... ,mau ambil barang ke Tiongkok, sekaligus memasarkan hasil panen ke kota tersebut.." untuk menghindari kecurigaan, Ronnald membalas.


"Apakah diperlukan passport untuk mengantarkan barang ke negara tersebut..?" mendengar pertanyaan terakhir, Ronnald mengambil passport yang dimilikinya, kemudian menunjukkan pada laki-laki yang bertanya kepadanya,


"Hempphh... kerja anda sangat persiapan sekali. Apakah ada penumpang lain di mobil yang kamu bawa, misalkan seseorang mungkin..?" tidak berhenti sampai disitu, laki-laki itu terus bertanya seperti menyelidiki sesuatu.


Ronnald yang tengah melihat ke depan karena jalanan menikung, hanya mengangkat kedua bahunya ke atas,, Untungnya penumpang di mobil yang ada di sebelahnya itu berhenti mengejarnya dengan pertanyaan, dan Ronnald mulai menambah kecepatan mobilnya..


"Dua tikungan lagi, aku akan memasuki jalanan by pass.. Banyak mobil melintas di jalan itu, juga police station.. Aku yakin, mobil itu tidak akan berani untuk berbuat macam-macam kepadaku.." Ronnald berbicara sendiri dengan perlahan.


Dirinya yang sudah menguasai medan perjalanan, tanpa ragu menambah kecepatan mobil meskipun jalan itu penuh dengan tikungan. Dua mobil di belakangnya beberapa kali menginjak rem, karena tidak berani gambling, melihat medan yang berkelok.


"Kenapa kamu menambah kecepatan Ronnald, tanpa peringatan lagi.. Untung aku memegangi Tantri, jika tidak gadis itu sudah terguling karena kaget.." dari belakang Fujitora berteriak memprotes tindakan Ronnald.


"Tenanglah kawan.. aku harus melakukannya. Tenanglah... sebentar lagi kita akan memasuki jalanan yang cukup ramai, dan aku yakin jika dua mobil itu tidak akan bisa berbuat banyak.." dengan terus fokus, Ronnald memberikan tanggapan.


Bukannya mengurangi kecepatan, mendengar teguran Fujitora, Ronnald malah menambah kecepatannya. Untungnya jalan yang dilaluinya, tidak berpapasan dengan mobil yang lain, sehingga mereka tetap aman. Dua mobil yang tadi sudah sangat dekat dengan mobilnya, sudah mulai terpisah cukup jauh.

__ADS_1


"Apakah dua mobil tadi, benar-benar sedang mengejar Tantri Ronn...?" Fujitora terus bertanya.


"Sepertinya begitu.., karena tidak akan ada orang yang cukup ingin tahu, bertanya perihal passport segala kepadaku. Untung saja aku mempersiapkan semuanya dengan baik.. bersamaku, yakinlah jika kalian berdua akan aman sampai di tujuan.." kembali Ronnald menenangkan kedua penumpangnya itu.


"Baik Ronnald... I.m trust you..." Fujitora berusaha menenangkan dirinya.


Melihat Tantri yang masih belum bisa menghilangkan kecemasannya, laki-laki itu tersenyum.


"Kamu perlu minum beberapa teguk untuk menghilangkan keteganganmu Tantri... yakinlah dengan Ronnald. Anak itu bisa diandalkan.." Fujitora mengulurkan botol air mineral setelah membuka tutup terlebih dahulu.


Tantri melihat kepada laki-laki itu, kemudian menganggukkan kepala, dan mengambil botol air mineral tersebut. Beberapa teguk cukup menghilangkan rasa dahaganya, dan perlahan ketenangan sudah mulai menjalar di dalam hatinya..


***************


Melihat gerbang airport di depannya, Ronnald menambah kecepatan mobil dan langsung membawa mobil menuju ke terminal keberangkatan. Laki-laki itu ternyata sangat profesional, sudah menyiapkan segala sesuatu dengan baik, sehingga dengan mudah bisa lolos dari pengecekan petugas.. Tidak lama kemudian, laki-laki itu sudah menghentikan mobilnya..


"Tantri... Fuji.., aku hanya bisa mengantarkan kalian berdua di tempat ini. Selanjutnya, kalian berdua yang harus bertanggung jawab sendiri dengan keselamatan kalian. Tetapi yakinlah.., jika kalian berada di jalan menuju kebenaran, pasti langit akan menjaga serta melindungi kalian berdua.." Ronnald menekan tombol, dan penyekat antara kursi depan dan box belakang, terlihat jelas.


"Terima kasih Ronnald, kami merasa memiliki saudara baru. Dimanapun kami berada, ternyata aku selalu dikelilingi oleh orang-orang baik, yang selalu tanpa pamrih memberikan pertolongan kepadaku.. Terima kasih sekali lagi.." dengan berlinang air mata, Tantri memberikan ucapan terima kasih.


"Hadeh Tantri.. simpan ucapan terima kasihmu untuk keberuntunganmu sendiri.. Fuji.. sebagai laki-laki, jaga dan lindungi Tantri, bahkan dengan nyawamu.." sambil membalas ucapan Tantri, Ronnald memberi perintah pada Fujitora...


"Pasti Ronnald.. terima kasih untuk semuanya.." Fujitora tidak mampu berkata-kata lagi,


Tiba-tiba pintu belakang mobil box membuka dengan sendirinya, dan Fujitora segera meraih tangan Tantri, dan membawa gadis itu melompat turun.. Tetapi ketika laki-laki itu melohat ke belakang, ternyata dua mobil yang tadi berseberangan dengan mobil box Ronnald, sudah berhenti di belakangnya..

__ADS_1


"Tantri... jangan menoleh ke belakang.. AKu akan membawamu lari menyelamatkan diri.." Fujitora segera meraih back pack, kemudian menggandeng Tantri dengan erat,


Mengetahui ada rasa cemas dalam ucapan Fujitora, Tantri dengan cepat menerka apa yang sebenarnya terjadi. Gadis itu segera bekerja sama, dan bahkan mereka tidak sempat berjabat tangan dengan Ronnald. Fujitora dan Tantri bergegas, berjalan cepat menerobos kerumunan di bandara dan segera menuju ke arah pintu masuk keberangkatan.


"Jangan pergi Tantri... jangan tinggalkan aku di tempat ini.." terdengar teriakan suara Harry di belakang.


Tetapi gadis itu tidak mengindahkannya, Tantri terus mempercepat langkah kakinya mengikuti Fujitora dari belakang.


"Tantri... tunggu..." Harry terus berteriak memanggil gadis itu,.


Karena bukannya berhenti menyambutnya, tetapi malah mempercepat langkahnya, Harry menjadi seperti kehilangan akal. Laki-laki itu tiba-tiba mengeluarkan senjata api, dan mengangkatnya ke atas..


"Jika kamu tidak mengindahkanku Tantri.. maka kamulah yang bertanggung jawab atas insiden penembakan di tempat ini.." dengan garang, Harry membuat ancaman,


Mendengar ancaman itu, Tantri sesaat menghentikan langkahnya.. Untungnya Fujitora tahu dan menyadarinya,..


"Jangan terkecoh dengan ancaman itu Tantri.. Laki-laki itu hanya mempermainkan psikhologismu saja' Terus berjalan, jika ingin terlepas darinya.." suara Fujitora mengejutkan, dan sekaligus menyadarkannya...


Dua anak muda, laki-laki dan perempuan itu kembali bergegas menuju ke petugas jaga. Tetapi tiba-tiba...


"Dor... dor.. dor..., aaawww...." tiga kali bunyi tembakan terdengar di belakang.


Para pengunjung bandara berteriak panik, dan mereka berlarian untuk mencari perlindungan... Mendengar hal itu, Tantri kembali menghentikan langkahnya...


**********

__ADS_1


__ADS_2