Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 129 Make Up Artist


__ADS_3

Keesokan harinya..


Seperti yang sudah dijanjikannya, pada pukul sepuluh a.m, Salsa sudah datang ke paviliun Tantri, satu jam lebih cepat. Tantri yang masih membuka gadget di kamarnya, terkejut dengan kedatangan gadis itu. Tetapi karena Salsa sudah sampai, Tantri tetap menerima gadis itu yang membawa satu orang bersamanya,


"Masuklah Salsa.. ajak temanmu.." setelah membukakan pintu, Tantri meminta Salsa masuk ke dalam,


"Baik Miss.., terima kasih atas sambutannya. Dan mohon dimaafkan, kami datang lebih cepat, agar riasan Miss Tantri juga berakhir lebih cepat.." sambil membawa box berisi peralatan make up, Salsa dan temannya segera mengikuti Tantri masuk ke dalam.


"Letakkan di sofa saja, kita bisa melakukan make up disini, tidak perlu ke kamarku. Tapi ijin, aku ke rest room sebentar.." setelah mengarahkan Salsa dan temannya, Tantri meninggalkan dua perempuan itu untuk menuju rest room.


Agar wajahnya segar, Tantri sengaja membasuh mukanya dulu dengan face wash. Dan setelah beberapa saat, gadis itu kemudian kembali keluar menemui dua perempuan yang sudah menggelar perlengkapan make up di atas meja.


"Woww segini banyaknya Salsa, kan wajahku cuman kecil.." Tantri merasa heran.


"Benar Miss.. kita juga tidak akan menggunakan semuanya. Apalagi sebenarnya wajah Miss sudah cantik, dan glowing. Tidak butuh shading, hanya merapikan saja.." sambil tersenyum, Salsa menjelaskan.


Tantri kemudian duduk di atas kursi, dan dengan cekatan rekan kerja Salsa mulai membersihkan wajah Salsa, dan juga memberikan toner di atasnya. Tidak mau menunda, karena hanya membuang-buang waktu saja, Tantri cukup bekerja sama, Salsa dan rekannya dengan cekatan memberikan make up di wajah cantik Tantri. Hal itu berlangsung beberapa saat..


"Oh ya Salsa... by the way, apakah kamu tahu sebenarnya acara apa undangan yang akan aku hadiri siang ini. Sejak kemarin aku berusaha mencari tahu, tetapi aku belum menemukan jawabannya.." tiba-tiba Tantri teringat akan undangan yang akan didatanginya. Tanpa ragu, gadis itu bertanya pada Salsa..


"Waduh... mohon maaf Miss.. Saya tidak tahu, dan juga tidak berani untuk bertanya pada Tuan Zorra. Karena saya hanya diminta untuk merias Miss Tantri, sehingga tadi malam saya sudah sampai ke pulau ini.." ternyata Salsa juga tidak mengetahui.


Tetapi otak Tantri berselancar cepat, mengingat betapa ketatnya aturan untuk bisa masuk ke dalam komplek laboratorium. Tetapi kenapa seorang perias dan temannya, bisa dengan mudah masuk ke dalam pulau ini...

__ADS_1


"Sebentar.. sebentar.. Kamu bilang, tadi malam kamu sudah datang, dan juga kemari bukan, mengantarkan gaun untukku. Bagaimana dengan bebasnya kamu bisa masuk, terus dimana kamu menginap semalam. Tidak mungkin bukan, jika kamu kembali ke seberang pulau.." Tantri mengejar pertanyaan pada gadis itu, karena rasa ingin tahunya.


Sejenak Salsa seperti gugup, tetapi..


"Saya dan rekan saya Jane, semalah menginap di guest room yang ada di komplek laboratorium ini Miss. Tuan Zorra yang mengatur dan mempersiapkan semuanya. Jika hanya saya, yah... mimpilah Miss, bisa masuk ke komplek ini.." sambil tersenyum untuk menutup kegugupan, Salsa memberikan jawaban,


Tantri menghela nafas, dan berusaha mencerna jawaban yang diberikan Salsa..


"Hempphh... mungkin yang dikatakan Salsa memang begitu adanya. Kayak tidak tahu siapa Zorra saja, gunungpun bisa dia hancurkan, jika merasa menghalangi keinginannya.." dalam hati, akhirnya Tantri mengiyakan jawaban Salsa,


Setelah itu Tantri tidak melanjutkan lagi pertanyaan, dan cukup bekerja sama memberi waktu pada Salsa dan temannya untuk merias wajahnya.


***********


"Honey... is that you..??? Wajahmu sangat cantik sayang..." Zorra terkejut, ketika melihat gadis itu keluar dari dalam pintu kamar,


Bahkan mata laki-laki itu terus menatap takjub pada gadis itu, dan tidak mau mengalihkan pandangan dari wajah kekasihnya..


"Apa-apaan sih kak Zorra.. Lagian kenapa juga harus berdandan heboh seperti ini, hanya untuk menghadiri undangan yang tidak jelas.." bukannya merasa tersanjung, tetapi Tantri malah menyalahkan kekasihnya itu.


"Woww... jangan bersikap seperti itu honey. Tidak apalah, sekali kali.. Anggap saja, kali ini kita sedang melakukan healing, kita relaksasi.." Zorra segera mendekat ke arah gadis itu.


Beberapa saat, Zorra menatap tubuh Tantri dari atas, sampai turun ke bawah. Sorot kekaguman tidak bisa hilang dari matanya..

__ADS_1


"Kita datang ke tempat acara yukk.. tadi aku melihat banyak yang sudah datang. Kita tidak boleh ketinggalan moment itu honey.." merasa sudah siap, Zorra mengajak Tantri untuk menuju ke tempat acara berlangsung.


"Baik kak .. ayuk. Tantri juga sudah siap.."


Zarra dengan hati-hati mengambil tas tangan dari tangan Tantri, dan membawanya dengan menggunakan tangannya sendiri. Tantri merasa tidak enak, dan melarang, tetapi Zorra tetap keukeuh membawa tas tangan itu. Setelah itu, satu tangan lainnya merengkuh bahu gadis itu, dan mereka berjalan anggun keluar dari paviliun.


"Apakah tidak berlebihan kak riasanku kali ini..?? Kak Zorra kan tahu, bagaimana situasi dan kondisi di lab ini kan..?" Tantri masih merasa tidak confidence dengan riasannya.


"Apa sih yang honey ragukan. Kan ada aku di sampingmu, tidak akan ada yang berani untuk berbicara buruk tentang kita honey. Yang ada, mereka akan melihat kita dengan tatapan kagum. Hari ini, kita akan menjadi trend setter di laboratorium ini.." Zorra terus berusaha meyakinkan kekasihnya.


"Hemmmpphh... baik kak.." akhirnya setelah menghirup nafas panjang, Tantri berusaha menerimanya.


Pasangan kekasih itu berjalan menyusuri koridor laboratorium menuju ke taman bunga, yang kata Zorra sudah disulap menjadi suasana pesta out door. Sepanjang perjalanan menuju tempat berlangsungnya acara, Tantri merasa ragu, dan curiga. Satu orangpun tidak ada yang berpapasan dengan mereka berdua..


"Ada apa lagi honey.. Kenapa seperti kamu sedang memendam pertanyaan.." Zorra melihat ke wajah Tantri, dan bertanya.


"Gimana ya kak, kok aku merasa aneh ya. Laboratorium kali ini, benar-benar terlihat sepi. Tantri tidak melihat seorangpun ada di sini. Mereka sama sekali tidak terlihat dimanapun, apakah bukan sesuatu yang aneh.." Tantri akhirnya menceritakan.


"Hadeh honey.., honey.. Itu hanya perasaan honey saja. Tempat ini kan memang menjadi tempat kerja yang tenang bukan, agar ide ide muncul tanpa gangguan. Sudahlah... abaikan saja, kita sudah akan sampai ke lokasi acara. Tinggal satu belokan lagi.." Zorra berusaha kembali meluruskan kekasihnya itu.


Sebenarnya dalam pikiran Tantri masih ada keraguan, tetapi gadis itu berusaha mengabaikannya. Mereka kembali melanjutkan perjalanan...


****************

__ADS_1


__ADS_2