Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 73 Kedatangan yang Mengejutkan


__ADS_3

Tantri masih diam terpaku sambil melihat tidak percaya, ke depan laki-laki yang terus tersenyum  sambil memandanginya. Tiba-tiba Fujitora melangkah ke depan, dan ketika laki-laki itu akan memberikan bogem mentah juga pada laki-laki itu, Tantri menarik tangan rekan satu timnya..


"Hentikan Fuji..., John, jangan salah paham. Laki-laki ini adalah temanku di High Senior School.." dengan terbata, untuk mencegah kerugian lebih lanjut, akhirnya Tantri mengeluarkan suara juga.


"Terima kasih Tantri... rupanya kamu masih mengenaliku. Ternyata Tuhan mengatur perjodohan denganmu, buktinya tanpa sengaja kita dipertemukan di tempat seperti ini.." anak muda menimpali perkataan gadis itu.


"Stop it Harry.... jangan keterlaluan seperti ini. Jangan mengait-ngaitkan pertemuan kita kali ini, dengan kehendak Tuhan. Bagiku... Tuhan sudah lama meninggalkanku, karena Tuhan selalu diam ketika aku memiliki masalah di masa lalu Harry.. Jangan bawa-bawa nama Tuhan di hadapanku.." mendengar teman satu club motornya dulu menyebut nama Tuhan, ternyata membangkitkan kenangan buruk pada Tantri.


Gadis itu menutup wajah kembali dengan kedua tangannya, dan mereka terkejut karena keluar tangisan dari gadis itu. Pundak Tantri sampai tersengal menahan isak tangis, dan ketika Harry akan mendekat serta memeluk Tantri, John menghalangi anak muda itu,


"Jaga jarak dengan teman kami anak muda, siapapun kamu. Saat ini, Tantri sedang berjuang untuk melupakan masa lalu, dan gadis ini adalah milik kami. Jadi... jangan merasa sok kenal, ataupun sok dekat dengannya.." dengan gagahnya, dan penuh protectic John menghalangi.


Demikian juga dengan Fujitora dan Chang, yang juga terlihat siaga untuk memberikan ruang privacy pada Tantri. Tapi tidak dinyana, dari arah pintu masuk, terlihat tiga orang laki-laki bertubuh kekar berjalan ke arah mereka.


"Apa yang bisa kami bantu tuan Harry..., apakah anda memiliki masalah.." tanpa senyum, satu dari ketiga laki-laki itu bertanya pada Harry. Pandangan mata tiga laki-laki itu tampak memindai ke arah Chang dan lainnya.


"Tenanglah Daniel... amankan saja di luaran sana. Aku masih memiliki sedikit energi untuk berurusan dengan mereke. Apalagi salah satu dari mereka, gadis ini adalah gadis yang selama ini aku cari dan rindukan.." dengan senyum smirk, Harry memberikan tanggapan pada orang-orang yang baru masuk itu.


"Baik Tuan... kami akan bersiap di depan. Segera panggil kami, jika tuan Harry mengalami masalah.." dengan tegap, tiga laki-laki itu akhirnya membalikkan badan, kemudian kembali berjalan keluar dari ruangan itu.


Beberapa saat., mereka terdiam. Harry dengan mengulum senyum terus melihat ke arah Tantri, dan syukurlah gadis itu sudah kembali bisa mengendalikan dirinya.

__ADS_1


"Menyingkirlah John... Harry bukan orang jahat, karena di masa lalu, Harry selalu siaga untuk memberiku pertolongan, kapanpun, dan dimanapun.." melihat ketiga laki-laki muda yang datang bersamanya melihat ke arah Harry, dengan sikap bermusuhan, Tantri berusaha untuk menenangkan mereka.


"Benarkah Tantri... jangan pernah berbohong pada kami, Meskipun anak muda itu memiliki anak buah, tetapi kami masih mampu untuk menghadapinya.." John masih merasa enggan untuk bergeser meninggalkan gadis itu.


"Benar John... Chang, Fuji... trust me...!! Aku akan mengajak temanku untuk berbicara, bergeserlah dulu dari hadapanku sebentar saja.." Tantri berusaha meyakinkan.,


Ketiga anak muda itu saling berpandangan, kemudian setelah melihat Chang mengangguk, akhirnya Fujitora dan John menggeser badan mereka. Ketiga anak muda itu kemudian kembali berjalan ke arah sofa, dan mereka kemudian duduk dengan terus memperhatikan Harry dan Tantri.


"Bagaimana kabarmu Tantri... aku betul-betul tidak menyangka akan keberadaanmu di negara ini. Pencarianku ternyata membuahkan hasil..., setelah sekian lama akhirnya.." Harry berbicara dengan lembut.


"Mmmmppphh... iya Harr, aku baik saja. Aku berharap, dirimu dan juga teman-teman lainnya juga sama sepertiku.." setelah menguasai rasa deg degan dalam hati, Tantri memberikan tanggapan atas pertanyaan itu.


Anak muda yang selalu membantunya tanpa perlu untuk dimintai bantuan, kemanapun mereka dulu selalu berdua. Tetapi dengan kemunculan Zorra.., akhirnya mereka menjadi muncul jarak, karena ada rasa tidak nyaman pada diri laki-laki itu. Gadis itu masih terdiam...


"Apakah kamu mendengar permohonanku Tantri...?" tiba-tiba tangan Harry meraih tangan Tantri, kemudian mengangkat kedua telapak tangan itu, dan menciumnya.


Dari tempat duduknya, John merasa terpancing dengan perlakuan dan kelembutan Harry pada Tantri. Tetapi Chang dan Fujitora menjaga anak muda itu, agar tidak terprovokasi.


"Baik Harry... kita bisa bicara nanti malam. Untuk sekarang, aku akan bersama teman-temanku dulu.." setelah berpikir beberapa saat, akhirnya Tantri memberikan jawaban.


"Okay Tantri... terima kasih, kamu masih mempercayaiku.." wajah Harry berbinar, merasa masih diberikan kesempatan untuk mendekat kembali pada Tantri.

__ADS_1


Gadis itu hanya diam tidak menjawab, dan kemudian minta ijin pada Harry untuk kembali ke tempat teman-temannya.


**************


Malam harinya...


Di tempat yang sudah dijanjikan Tantri, akhirnya Harry datang ke tempat tersebut. Di luar dugaan, laki-laki muda itu datang dengan mengenakan baju yang sangat rapi, yang sangat jauh dari keseharian anak muda itu. Bahkan Tantri sampai takjub melihatnya...


"Hempphh... benarkah itu Harry..., sangat tampan sekali anak itu malam ini.." gadis itu berbicara pada dirinya sendiri. Tatapan mata Tantri masih terus lurus ke depannya, dan tampak mengagumi penampilan anak muda itu.


"Apakah aku boleh duduk dulu Tantri...?" suara Harry mengagetkan gadis itu, yang tampak melamun melihat kehadiran anak muda itu.


"Iya... iya... Harr.. Sorry aku kaget saja melihat penampilanmu malam ini. Jauh dari penampilan Harry yang selalu aku kenal dulu..." gadis itu tergagap, karena terkejut dengan ucapan Harry,


Meskipun sebuah giwang masih menghiasi daun telinga laki-laki itu, tetapi malah menambahkan kesan macho pada diri Harry... Bukan hanya Tantri saja yang terkesima melihat penampilan klimis Harry malam ini, tetapi beberapa pengunjung perempuan di cafe itu, juga melirik dan melihat ke arah laki-laki itu dengan penuh kekaguman,


"Baiklah... kita duduk Tantri.. aku ingin menghabiskan malam ini denganmu. Dan aku tidak akan membiarkanmu terlepas lagi Tantri... aku tidak mau menyesal.." sambil menyentuh pundak Tantri, Harry mengajak gadis itu duduk.


Tanpa bicara, Tantri mengikuti ajakan dari laki-laki itu. Dan bahkan ketika Harry memanggil waiters, dan memintanya untuk mengambil foto mereka berdua, Tantri juga diam saja. Kedatangan Harry betul-betul mengejutkannya, dan membuat pikiran gadis itu belum mampu berpikir dengan jernih.


*************

__ADS_1


__ADS_2