
Celine yang sudah merasa tertolong dengan dibawanya Tantri, berlari dan mencari tempat untuk menghubungi orang yang selama ini memperalatnya. Harapan gadis itu besar, karena baginya Tantri lebih berharga daripada hanya mensabotase data program yang bergerak di aliran sistem. Mereka lebih bisa berdaya, karena pemikirnya sudah berada di tangan mereka.
"Apakah aku sudah gila, hingga aku tidak memiliki perasaan seperti ini..?": sejenak, ketika Celine sudah masuk ke dalam ruangan, gadis itu menjadi ragu atas tindakannya sendiri.
"Tapi... apalah dayaku.. AKu juga tidak memiliki kekuatan apapun, untuk membebaskan adikku. Dan aku juga tidak akan berani gambling untuk melaporkan apa yang terjadi pada pihak kepolisian. Tanpa sepengetahuanku, mereka akan bisa menghilangkan jejak, dengan menyingkirkan adikku.." Celine kembali dilanda pergolakan batin.
Jika gadis itu telah berpikir tentang keselamatan adiknya, akal sehat gadis itu seakan lenyap begitu saja. Otaknya akan berhenti berpikir tentang akal sehat, yang ada hanya bagaimana bisa membawa kembali adiknya.
"Aku akan segera menghubungi Mr. Frank. Laki-laki itu yang bertanggung jawab atas hilangnya adikku. Karena tidak mungkin aku bisa terhubung dengan orang-orang pusat, tanpa bantuan dari laki-laki itu.." Celine tampak berbicara sendiri, kemudian mulai menggulir nomor yang ada pada keyboard ponselnya,
Beberapa saat gadis itu menunggu, dan setelah beberapa saat barulah terdengar ada yang menerima panggilan darinya..
"Ada apa Celine... apakah begitu bodoh dirimu saat ini. Berani beraninya menghubungiku pada jam kerja seperti ini.." laki-laki bernama Frank itu menerima panggilan Celine, dengan respon kasar. Mungkin sesuatu yang tidak diharapkan oleh gadis itu.
"Dimana adikku Frank..., apakah adikku bisa dibebaskan. Bukankah orang-orangmu sudah berhasil membawa Tantri bukan, gadis yang pernah aku ceritakan pada kalian.." Celine tidak mau membuang waktu, segera mengejar laki-laki itu untuk menyelamatkan adiknya.
"Bullshit... kenapa kamu malah mengejarku. Tunggu saja, jika mereka sudah berhasil membawa gadis yang kamu ceritakan itu, pastilah adikmu akan segera dibebaskan. Bersiaplah sendiri Celine.., dan jangan mengangguku.." laki-laki itu masih terdengar marah.
"Apakah kamu berjanji Frank, jika adikku akan bebas..? Berjanjilah Frank... jangan berikan aku harapan kosong, hanya janji palsu saja.." Celine terus berharap, dan tidak berhenti terus mengejar Frank.
__ADS_1
"Jika aku tunggu kabar selanjutnya, ya tunggu. Kenapa kamu menjadi tidak sabaran seperti ini, bukankah di tahun-tahun sebelumnya, kamu selalu sabar untuk menunggu. Sudah... jangan ganggu aku lagi, aku rerlalu banyak pekerjaan.." di luar dugaan, Mr. Frank berteriak marah. Secara sepihak laki-laki itu mematikan panggilan tersebut.
Celine terhenyak dengan respon dari laki-laki itu, dan sesaat gadis itu seperti kehilangan kesadaran. Ketika kembali tersadar, gadis itu mencoba melakukan panggilan lagi pada Frank. Namun bukannya jawaban seperti yang diharapkannya, ponsel itu hanya memberikan jawaban jika nomor sudah tidak bisa dihubungi,
"Sialan... lagi-lagi hanya harapan palsu yang aku dapatkan. Setega itu, orang-orang itu hanya mengelabuiku, seperti sengaja mengajakku bermain petak umpet.." Celine berbicara pada dirinya sendiri,
Bias kekecewaan kembali muncul di wajahnya, dan tidak ada yang bisa dilakukannya. Raut marah, merasa dipermainkan sesaat memenuhi wajahnya, tetapi kembali gadis itu merasa bingung.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini... Tidak mungkin bukan, jika aku meminta bantuan Donnie.. Dengan hilangnya Tantri, Donnie dan teman-teman lain pasti sudah marah, dan menghujat tindakanku. Tidak ada tempat lagi untukku saat ini.." sesaat Celine mengusap wajah dengan kedua tangannya.
Gadis itu betul-betul seperti kehilangan harapan. Bahkan untuk menghubungi kabar, bagaimana keadaan adiknya saat ini, juga tidak dimilikinya..
*************
Jika Celine saat ini seddang terpuruk dengan keadaanya, tidak dengan Chang beserta beberapa temannya. Bersama dengan Donnie, dan juga yang lainnya, mereka masuk ke ruang kerja Celine, dan menggeledah meja serta komputer gadis tersebut. Mereka yakin, jika dengan kejadian hilangnya Tantri, Celine belum akan berani muncul kembali ke ruang kerja tersebut,
"Maestro 22... gunakan itu untuk password masuk di sistem komputer Celine.." dari filling cabinet, Donnie memberi arahan,
"Okay... done,," Chang yang berada di depan komputer, matanya tampak mencermati layar komputer di depannya.
__ADS_1
Menggunakan kata sandi, untuk bisa membaca secara cepat file-file yang dicurigai, laki-laki itu bekerja secara efektif. Beberapa saat menunggu, tetapi yang ingin dicari belum juga ditemukan. Chang memutar otak, dan mencoba masuk lagi dengan menggunakan key word yang lain,
"Bagaimana Chang.. apakah kamu memiliki masalah..? Apa yang bisa aku bantu." John melihat dengan cemas.
"Sedikit John.. tetapi aku yakin, dengan mudah aku akan mengatasinya. Kamu kerjakan hal lainnya dulu, aku akan kembali fokus.. Sekecil apapun bukti, amankan siapa tahu akan berguna pada saatnya nanti.." Chang memberikan tanggapan, tetapi tetap fokus pada layar komputernya.
"Baiklah Chang... aku hanya menemukan beberapa hard disk eksternal, Siapa tahu ada data tersimpan, nanti akan bisa kita gunakan.." ternyata di dalam filling cabinet, tanpa sengaja John malah menemukan ada dua hard disk eksternal, dan laki-laki itu segera mengamankannya.
Fujitora juga tidak kalah serius. Lembaran lembaran file diperiksanya satu persatu, namun laki-laki itu tidak menemukan bukti apapun. Begitu juga yang lainnya.., ada enam laki-laki semua memeriksa berkas yang dimiliki Celine, baik soft file maupun hard file. Semua tidak ada yang terlewatkan,
"Aku sepertinya menerima celah untuk kita melakukan penyelidikan.." tidak diduga, Chang yang berada di depan komputer mengucap sesuatu.
Semua orang menghentikan aktivitas mereka, kemudian mendekat ke layar komputer yang ada di hadapan Chang. terlihat Chang memiliki daftar nama-nama perusahaan swasta, yang selama ini menjadi supllier peralatan medis. Melalui keahlian di bidang IT, dengan cepat laki-laki itu menemukan nama-nama perusahaan itu, kemudian mengkompilasinya menjadi satu daftar tabel.
"Hempphh... sepertinya apa yang kamu temukan kali ini betul betul berharga Chang.. Aku yakin semua ini benar, dan ada kaitannya dengan design gagal yang ada di laboratorium ini. Karena hasil akhir, perusahaan-perusahaan inilah, yang akhirnya memproduksi peralatan medis tersebut.." mata peter terbelalak.
Laki-laki ini tidak menyangka, jika selama ini kecurangan terjadi bersumber dari unit kerjanya. Dan terlebih, hal itu duduga dilakukan oleh Celine, teman mereka,
"Aku juga sama sekali tidak mengira Peter, ternyata gadis itu bisa mengelabui kita.. Berada dalam satu ruangan setiap hari, sedikitpun kita tidak curiga. Kita malah sering berpikir buruk pada Donnie, yang sering terlibat perselisihan dengan Celine.." Dion ikut berkomentar.
__ADS_1
Donnie yang sudah mengetahui keculasan Celine hanya diam, laki-laki itu tidak berkomentar. Ingatannya pada Rheina, kekasih yang dikeluarkan dengan tidak hormat dari lanoratorium ini kembali terbayang. Dan yang tidak diduganya, semua berasal dari Celine, teman satu tim, yang selama ini mereka percaya.
****************