Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 70 Menyesal


__ADS_3

Seperti yang telah diinformasikan Chang, Tantri betul-betul merasakan siksaan berada di atas pesawat milik angkatan udara. Mereka duduk berhadapan, dan Tantri berpegangan erat pada sandaran kursi yang didudukinya. Tentara muda banyak yang mencuri pandangan terhadapnya, namun untungnya ada juga dua perempuan dari angkatan itu, sehingga mengurangi ketidak nyamanan gadis itu,


"Cobalah untuk memejamkan matamu Tantri... perjalanan lebih lama. Aku khawatir kamu tidak bisa melewatinya.." dengan nada cemas, Chang memberi pengertian pada gadis itu,


Laki-laki muda itu juga tidak menyangka, jika saat ini keadaan mereka harus seperti itu. Karena kesalah pahaman dengan pemimpin organisasi, yang lupa dengan tujuan awal mereka, membuat mereka harus melarikan diri seperti buronan seperti itu.


"Tidak apa Chang.., aku akan menyesuaikannya. Aku harus berlatih mandiri, dan berpikir jika kehidupan tidak semudah seperti yang kita bayangkan. terkadang harus naik turun, seperti kita menaiki roll coaster.." sambil tersneyum pahit, Tantri menjawab. Gadis itu tidak mau membuat Chang menjadi merasa bersalah,


"Baiklah Tantri... jika memang itu kemauanmu. Tetapi tidak ada salahnya jika aku meminta maaf kepadamu, karenaku kamu harus menjadi seperti ini." Chang memberikan tanggapan.


"Hey anak muda... aku juga seorang perempuan, kenapa kamu hanya peduli pada temanmu saja, kenapa tidak ada tatapan prihatin untukku.." tiba-tiba beberapa kursi darinya, terdengar teriakan dari tentara perempuan itu,


Rupanya perlakuan Chang pada Tantri, menimbulkan perhatian bagi para penumpang pesawat yang mereka tumpangi. Chang menoleh, dan tersenyum kecul melihat komentar dari tentara perempuan itu,


"He.. he.. he..., please Miss.. Jika kamu sudah terbiasa bukan, dan juga sudah merupakan pilihanmu untuk berkarir di angkatan udara. Tapi temanku ini... seorang murid dari High Senior School, yang karena pengaruhku, akhirnya bersedia mengikuti dengan iming-iming kehidupan yang layak. Tapi akhirnya.. aku menyesal, karena malah menjadi seperti ini.." Chang tetap menyalahkan dirinya.


"Hempphh sudahlah Chang... I.m fine. Bukankah sejak kita di fast boat, aku sudah mengatakan jika aku akan baik-baik saja. jika kalian semua saja bisa bertahan, kenapa aku tidak.. Santailah..." Tantri mencoba menengahi Chang dan perempuan angkatan udara itu,


"Betul Miss... aku support you... Jangan kita kembali menoleh ke belakang, jika keputusan sudah kita ambil dan tentukan. Hadapi apa yang akan terjadi nantinya, dan tetap optimis menjalani kehidupan.." perempuan tentara itu  malah memberikan semangat pada Tantri.

__ADS_1


"Terima kasih kak..., mohon bimbingan.." Tantri mengacungkan ibu jari, mengapresiasi ucapan dari perempuan itu,


Beberapa anggota tentara lainnya tersenyum mendengar perbincangan itu. terlihat, meskipun ke empat anak muda itu merupakan orang asing bagi mereka, tetapi ternyata mereka tetap ramah menerima mereka. tidak ada tatapan tidak suka yang ditujukan pada Chang dan kawan-kawan.


"Miss ..., terimalah ini. Mendengar latar belakangmu, aku lihat kamu yang belum punya pengalaman sendiri. Palka yang aku berikan, sekaligus bisa berfungsi sebagai parasut, jika terjadi apa-apa dengan pesawat ini. Terimalah sebagai kenang-kenangan dariku.." sebuah jaket palka dilemparkan perempuan tentara itu ke arah Tantri. Dengan sigap, Tantri berusaha menangkapnya, dan berusaha memeluk jaket tebal yang sangat empuk itu.


John dan Fujitora ikut tersenyum melihat bagaimana keberadaan Tantri dalam pesawat, bisa menimbulkan keakraban di antara mereka. Meskipun mereka sadar, jika saat ini mereka dalam keadaan terjepit, tetapi masih banyak tangan yang berusaha menyelamatkan mereka.


************


Jakarta...


"Pak Chandra... bagaimana keadaan anda pak... Kenalkan, saya Zorra teman dekat Tantri.." ketika selesai persidangan, seorang anak muda dengan sumber dayanya, berhasil menemui laki-laki paruh baya itu.


"Teman Tantri... bagaimana kabar putriku nak Zorra.. Jika dia dalam keadaan baik, jangan bawa anak itu untuk kembali ke Jakarta sekarang ini.. Kasusku ini pasti membuatnya tertekan, dan aku yang telah menjerumuskan putriku senndiri.." dengan pandangan khawatir, laki-laki paruh baya itu mencengkeram lengan Zorra..


"Hempphh... bolehkan saya duduk dulu pak Chandra..." dengan sopan, sambil tersenyum, Zorra meminta ijin untuk duduk terlebih dahulu.


"Duduklah nak... akun senang, akhirnya aku bisa berbicara normal. Masih ada yang mau mengajakku bicara.., setelah sekian lama.." merasa senang, tuan Chandra mengijinkan anak muda itu untuk duduk di depannya.

__ADS_1


Dengan sopan, Zorra kemudian duduk di depan laki-laki itu. Mereka bertatapan sejenak, kemudian...


"Pak Chandra... Tantri belum bisa kembali ke negara ini. Gadis itu dalam keadaan baik-baik saja, dan berjanji akan kembali ke negara ini, setelah  bisa menghasilkan prestasi untuk negara ini. Dan Tantri juga menitipkan bapak dan ibu, untuk berada dalam pengawasan saya.." meskipun Tantri tidak berpesan kepadanya, tetapi Zora bertindak untuk menjadi penyelamat bagi keluarga gadis itu.


Tuan Chandra tediam, terlihat ada genangan mata pada kelopak mata laki-laki itu. Zorra pun terdiam, anak muda itu seperti memberi waktu pada laki-laki paruh baya itu untuk menikmati perasaannya. Akhirnya...


"Semua kesalahanku nak Zorra.., karena keserakahanku aku telah mempermalukan putriku satu-satunya.. Andaikan waktu bisa aku putar kembali, aku akan mengikuti apa yang diinginkan oleh putriku Tantri.." dengan bibir bergetar, tuan Chandra mengutarakan penyesalannya.


Zorra juga terdiam, tampak memberikan kesempatan pada laki-laki itu untuk mengeluarkan apa yang dipendamnya selama ini. Setelah beberapa saat...


"Tantri juga berpesan pak... agar pak Chandra dan tante untuk selalu menjaga diri. Tantri tidak menyayangkan kenapa ini semua terjadi, karena semua ini merupakan bentuk pembelajaran yang harus dilalui. Ke depan, hanya Tantri berpesan, agar pak Chandra dan tante menjadi pribadi yang lebih baik..." Zorra berbicara pelan, berusaha mewakili gadis yang ditaksirnya itu.


Papa Tantri tampak melamun, dan melihat ke arah ke depan, seperti berpikir tentang sesuatu. Senyuman miris terlihat tersungging di bibir laki-laki paruh baya itu...


"Benar yang dikatakan putriku nak Zorra... aku harus kuat untuk mempertanggung jawabkan perbuatanku selama ini. Karena keberadaanku di dalam penjara nak, aku hanya titip jaga putriku. Dan sesekali, jika nak Zorra berkenan, tengoklah mama Tantri, pastikan keadaannya baik-baik saja.." dengan nada bergetar, tuan Chandra menyampaikan isi hatinya.


"Dengan senang hati pak Chandra... kedua orang Tantri, berarti juga aku anggap sebagai orang tuaku juga. Zorra pasti akan pastikan, untuk selalu memperhatikan tante, dan menjaganya.." anak muda itu membuat janji pada laki-laki paruh baya itu.


Tanpa disadari, air mata tampak mengalir keluar dari sudut mata tuan Chandra, merasa haru, karena dalam kondisinya saat ini, merasa memiliki seorang penolong untuk keluarganya.

__ADS_1


*****************


__ADS_2