Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 145 Pengalihan Asset


__ADS_3

Ketika Zorra dan Tantri sudah beberapa langkah dari merchat yang mereka datangi, tiba-tiba dari arah berlawanan muncul empat orang pria berpakaian dengan setelan resmi. Dasi dan jas, serta sepatu pantofel tampak melengkapi penampilan mereka.. Tiba-tiba...


"My hubby.... syukurlah kamu datang di saat yang tepat sayang.. Ada orang yang berani menggertak istrimu tadi, sudah memperlakukanku dengan buruk.." tiba-tiba Jacqluinne, perempuan yang tadi berurusan dengan Tantri, berlari dan membuat aduan pada salah satu pria itu.


"Apa yang kamu katakan Jacqluinne.., aku sedang dalam urusan bisnis ini. Jangan ganggu aku dulu, menyingkirlah.." namun bukannya meladeni istrinya, laki-laki itu malah menepis Jacqluinne, dan melangkahkan kaki ke arah Tantri dan Zorra yang masih terhenti diam.


Perempuan itu tertegun, dan melihat suaminya yang sudah berperilaku kasar kepadanya... Apalagi melihat suaminya bergegas mendatangi pasangan suami istri yang tadi berurusan dengannya di dalam merchant. Sejenak, perempuan bernama Jacqluinne itu tersenyum, merasa jika suaminya hanya pura-pura mengabaikannya.


"Pasti suamiku mau memberikan kejutan dan surprise padaku. Mendengar jika istrinya ada yang mengganggu, suamiku bergegas datang ke mall ini. Kemudian membereskan semua urusan. Tahu rasa..., kamu tidak berpikir untuk mengalah denganku, malah memprovokasikau. Inilah akibatnya.." Jacqluinne tersenyum, dan berpikir sendiri.


Perempuan hamil itu tersenyum dan melihat punggung suaminya yang berjalan meninggalkannya sendiri. Sepertinya Jacqluinne cukup optimis, jika kedatangan suaminya untuk memberikan pelajaran pada pasangan suami istri itu. Tetapi...


"Tuan Zorra... kenalkan saya Hans, yang membantu anda untuk merealisasikan pengalihan hak atas merchant Kiddo..." kening Jacqluinne berkerut, ketika mendengar suaminya menyapa pasangan suami istri itu lebih dahulu.


"What..., apakah tidak ada yang salah..? What happened.." Jacqluinne bertanya pada diri sendiri, tetapi tidak menemukan jawaban. Tatapan matanya terus mengikuti pada keberadaan suaminya,..


Zorra dan Tantri berhenti, dan menerima uluran tangan dari empat orang yang baru datang itu. Tantri terdiam, gadis itu mengira jika suaminya sedang bertemu dengan rekan bisnisnya..


"Bagaimana jika kembali masuk ke dalam Tuan Zorra.. Kita selesaikan pengambil alihan di dalam, tidak di tempat ini..?" salah satu dari mereka mengajak Zorra untuk mencari tempat untuk duduk.

__ADS_1


"Aku dan istriku lapar, kami akan mencari makanan terlebih dahulu. Jika kalian mau, ikutlah dengan kami. Setelah kami selesai makan, barulah kita akan lanjutkan urusan ini.." Zorra tidak melupakan tujuan awalnya. Laki-laki itu tetap mengutamakan kebutuhan mereka untuk makan siang.


"Baik Tuan Zorra.. kami akan ikut apa yang sudah Tuan atur.." tidak diduga, Hans mewakili tiga teman laki-lakinya, menyepakati apa yang dikatakan oleh suami Tantri.


Tanpa bicara lagi, akhirnya Zorra merengkuh bahu istrinya kemudian membawanya ke sebuah Chinesse Food yang berada tidak jauh dari tempat mereka. Para pelayan restaurant, dengan sigap segera memberikan pelayanan pada para tamu yang masuk...


"Dimsum, Peking Duck..., mush room, rice, vegetables.." Tantri segera menyebutkan makanan yang akan dikonsumsinya, setelah melihat menu book.


"Salted calamary fries..., shripmp.. and dumpling.." Zorra melengkapi pesanan itu.


"'Siap Tuan.., Miss.., mohon ditunggu sebentar. Makanan dan minuman akan segera kami siapkan..." setelah melakukan pemesanan menu via gadget yang ada di tangannya, waitress minta ijin untuk undur diri.


Setelah waiters itu undur diri, terlihat empat laki-laki yang ingin bertemu dengan Zorra tadi, juga melakukan pemesanan makanan. Dari tempat berdirinya, Jacqluinne tidak berani mengikuti suaminya. Perempuan itu duduk di luar restaurant, karena pasti akan mendapatkan teguran dari suaminya, jika dirinya ikut masuk ke dalam.


Setelah hampir satu jam Tantri dan Zorra menikmati semua menu makanan yang mereka pesan, akhirnya Zorra memanggil empat pria itu untuk datang mendekat. Mereka akhirnya bergabung dalam satu meja, yang ada juga Tantri berada di situ.


"Cepatkan proses balik nama, karena aku harus segera membawa pulang istriku untuk istirahat.." kata-kata tegas dari Zorra, terdengar tampak memerintah empat laki-laki itu.


"Siap Tuan Zorra.. Semua sudah kami siapkan, berdasarkan data yang Tuan kirimkan tadi. Kami hanya butuh tanda tangan dari istri Tuan Zorra... sebagai penerima alihan asset merchant kiddo di depan. Semua sudah kami siapkan, dan juga kami bubuhkan meterai untuk legalitasnya.." salah satu dari mereka, menanggapi permintaan dari Zorra.

__ADS_1


Tantri terkejut, dan kening gadis itu berkerut mendengar perkataan dari para pria itu... tetapi bukannya menjelaskan, tetapi Zorra hanya tersenyum dan menganggukkan kepala perlahan,


"Honey... kamu harus tanda tangan sayang. Seperti tadi yang aku katakan di depan, selama di negara ini istriku akan memiliki kesibukan baru. Merchant perlengkapan baby dan kids yang tadi kita datangi, sudah berpindah nama menjadi namamu sayang. Untuk itu, aku minta kamu bertanda tangan pada berkas yang sudah disiapkan oleh Tuan Frans.." senyum Zorra berkembang, dan laki-laki itu berusaha menjelaskan pda istrinya.


"Tapi kak... jangan seperti itulah. Tantri tidak ada bakat untuk berbisnis, dan kak Zorra jangan menghambur hamburkan uang, hanya karena alasan impulsif saja.." bukannya merasa senang, tetapi Tantri malah memprotes sikap suaminya itu.


"Sudahlah sayang... semua sudah terjadi. Aku memberimu kebebasan penuh, mau kamu apakah merchant itu. Semua karyawannya kamu ganti, aku juga tidak akan ikut campur sayang.." akhirnya Tantri memahami alasan suaminya melakukan pengambil alihan asset. Laki-laki itu tidak akan pernah mengijinkan, ada orang yang menganggap remeh, atau merendahkan istrinya. Kejadian hari ini, di depan mata laki-laki itu adalah contohnya.


"Excuse me... Miss Tantri.. Mohon untuk bertanda tangan di sebelah sini. Bukan maksud buruk, kami menyela pembicaraan Miss dengan Tuan Zorra.." Hans kembali mewakili tiga teman lainnya, menyela pembicaraan pasangan suami istri itu.


Tantri dan Zorra menoleh untuk melihat ke arah mereka. Karena tidak mau jika suaminya salah sangka, dan membuat keputusan baru yang tidak masuk akal, akhirnya Tantri tidak ada pilihan lain, selain menganggukkan kepala.


"Di sebelah mana, aku harus tanda tangan. Bawa berkas itu kemari..!" tidak mau memperlama urusan, akhirnya Tantri meminta agar para laki-laki itu membawa berkasnya.


"Baik Miss... di sebelah sini.." dengan sopan, salah satu laki-laki bernama Daniel menunjukkan berkas pada gadis itu.


Tidak mau membuat mereka menunggu, akhirnya Tantri mengambil berkas untuk mempelajarinya beberapa saat. Setelah menyetujui apa yang tertulis di dalamnya, tanpa pikir panjang Tantri segera mengambil pulpen, dan akhirnya menanda tangani berkas yang ada di depannya.


"Terima kasih sayang... sikapmu sangat elegan dan berkelas.." Zorra memberikan pujian pada istrinya.

__ADS_1


Laki-laki itu memberikan ciuman untuk apresiasi apa yang telah dilakukan oleh istrinya itu. Ke empat pria itu, tersenyum dan menganggukkan kepala, kemudian turut mengajak gadis itu berjabat tangan.


*************


__ADS_2