
Meeting Room..
Wajah Ms. Rebecca terlihat tegang, dan menatap semua peserta rapat satu persatu. Ada sekitar sembilan orang yang hadir di meeting room, sepuluh termasuk perempuan paruh baya itu. Tantri dengan santai membuka laptop dan meletakkan di meja yang ada di depannya, demikian juga dengan tiga teman laki-lakinya. Donnie yang duduk di sebelahnya, yang juga bersebelahan dengan Celine juga tampak santai. Tetapi wajah Celine terlihat tegang, seperti ada masalah terlihat di wajah cantiknya.
"Baiklah... ini kali pertama kita mengadakan koordinasi bareng, sejak Miss Tantri, Mr. Chang, John, and Fujitora bergabung di laboratorium ini. Jadi... saya berharap, kalian berempat sebagai anak baru sendiri pada unit di bawah koordinasi saya, menyesuaikan.." Ms. Rebecca mengawali kata sambutannya,
Tantri dan ketiga teman laki-lakinya tidak merespon dengan ucapan, mereka tersenyum dan menganggukkan kepala sambil melihat ke a rah perempuan paruh baya itu.
"Seperti yang sudah sudah, jika saya mengumpulkan semua orang di bawah koordinasi saya, berarti ada sesuatu hal yang penting yang harus kita diskusikan. Tetapi untuk kali ini, lebih dari sekedar berdiskusi, tetapi juga untuk melihat bagaimana komitmen kalian semua, serta loyalitas kalian pada dunia medis,," perkataan lanjutan yang disampaikan Ms. Rebecca menyiratkan sesuatu.
Wajah Celine mendadak pucat, dan Donnie yang berada di sebelahnya membaca ketegangan yang dirasakan gadis itu. Sebagai bentuk dukungan, Donnie menggenggam tangan Celine, tanpa mengatakan apapun,
"Unit kerja dimana saya dan kalian ditempatkan, selama ini menjadi embrio lahirnya inovasi baru tentang peralatan medis, yang akan menunjang kesehatan seluruh warga di dunia ini. Tetapi sangat disayangkan, karena akhir-akhir ini, divisi kita dirasa mandul, dan beberapa kali teguran dari pusat sudah dialamatkan pada kita. Beberapa kali juga, muncul ide produk baru, tetapi belum sampai kita launch .. selalu mengalami kegagalan pada pembuatan protothype. Dan yang mengenaskan, tidak menunggu lama pihak swasta sudah meluncurkan produk sesuai dengan deskripsi, serta specifikasi produk tersebut." kata kata perempuan paruh baya itu sudah mulai meninggi,
Semua tidak ada yang berani menyela, terus mendengarkan dengan perhatian setiap perkataan yang disampaikan oleh kepala divisi tersebut.
"Celine... apakah kamu bisa membuat paparan, mengenai karyamu akhir-akhir ini.. Atau paling tidak, karya dari unit kerjamu.." seperti sudah direncanakan, Ms. Rebecca langsung menembak Celine,
__ADS_1
"Mmmmpphh... mohon dimaafkan Ms, Rebecca. Aku akan lebih berusaha lagi, tetapi untuk kali ini, belum ada ide baru tentang peralatan kesehatan.. " dengan gugup, karena merasa tidak siap, Celine memberikan tanggapan,
"Jawaban seperti itu juga, yang aku dengar ketika ada koordinasi terakhir kali.. Pihak laboratorium tidak akan tinggal diam, dan mungkin akan mengganti kalian yang sudah tidak lagi produktif. WHO membayar kalian semua dengan mahal, bukan hanya agar kalian menikmati fasilitas kemewahan dalam laboratorium ini. Untuk itu, tunjukkan karyamu.." mendengar jawaban Celine, perempuan paruh baya itu terlihat seperti tidak suka.
"Sekali mohon dimaafkan Ms. Rebecca.." dengan suara lirih, Celine kembali bersuara.
Tidak ada yang berani menyela pembicaraan manajer divisi dengan Celine.. Semuanya berpikir sendiri, bagaimana mereka akan menjawab, jika giliran mereka untuk ditanya.
"Dion... Peter.. Donnie.., bagaimana dengan kalian bertiga. Untuk kali ini, belum saatnya aku bertanya pada Tantri, karena kalian bertiga berasal dari tim yang sama.." pertanyaan beralih pada tiga laki-laki di unit kerja Tantri.
Sama halnya dengan Celine, ketiga laki-laki itu juga tidak bisa memuaskan Ms. Rebecca. Terlihat wajah kecewa pada diri Ms. Rebecca..
"Ms. Rebecca... jika boleh tahu, apa maksud kata menyerah, yang diisyaratkan pada kata-kata Ms.." Tantri menyela perkataan perempuan paruh baya itu.
Semua yang berada dalam meeting room melihat ke arah Tantri. Mereka mungkin berpikir, sebagai anak baru, Tantri terlalu berani menyela perkataan atasan,
"Aku akan menjawabmu Tantri, karena kamu anak baru di tempat ini.. Sebenarnya aku tidak pernah memberi tahu pada kalian semua, jika aku sudah menerima Surat Peringatan sampai dua kali, karena kegagalan pada unit kerjaku. Jika Surat Peringatan ke 3 turun, berarti mau tidak mau aku harus meninggalkan laboratorium ini Tantri.. Hempphh... mungkin 25 tahun karyaku pada laboratorium ini, tidak ada harganya lagi, aku harus melupakan semua.." sambil tersenyum pahit, Ms Rebecca membuat penjelasan.
__ADS_1
Tantri, Chang, John, dan juga Fujitora terkejut. Mereka baru tahu, ternyata kegagalan mereka, akan berbuah buruk pada atasan mereka. Chang berbisik pada tiga temannya, kemudian setelah ketiga orang setuju, Chang mengacungkan jari telunjuknya, bermaksud untuk menyampaikan intruksi..
"Ada apa Chang.. apakah kamu ingin berbicara.." dengan suara yang sudah tidak ada harapan, Ms Rebecca meminta Chang untuk berbicara.
"Begini Ms. Rebecca... sebenarnya kami berempat, saya Chang, John, Fujitora, serta Tantri memiliki draft rancangan produk alat medis, Alat ini kami desain ber empat, tetapi sebelum bergabung dalam laboratorium ini, sehingga design, dan part masih ada dalam penyimpanan kami. Jika Ms. Rebecca berkenan, mungkin design kami bisa diuji cobakan dalamĀ bentuk prototype.." Chang langsung menyampaikan apa yang akan dikatakannya.
Donnie dan Celine terkejut, terutama Celine, gadis itu seperti memiliki sebuah harapan..
"Mungkin bisa dipresentasikan dalam ruangan ini Ms. Becca, jadi kita bisa ikut memberikan masukan.." tanpa diminta, Celine menyampaikan sebuah usulan,
"Saya tidak setuju Ms. Rebecca.. Jika memang Ms. Rebecca tertarik untuk menggunakan design rancangan kami, dalam waktu yang cepat harus diwujudkan dalam prototype, kemudian trial error. Agar waktu tidak terbuang sia-sia. Karena sebenarnya banyak yang berminat dengan rancangan kami, tetapi karena mereka bertujuan hanya untuk profit, kami tidak memberikan hak akses pada pihak manapun..." dengan cepat Tantri memberikan tanggapan,
Mendengar sanggahan Tantri, wajah Celine terlihat menjadi tidak enak dilihat. Gadis itu menatap Tantri dengan tatapan tidak bersahabat.
"Saya setuju dengan pendapat Miss Tantri.. Jika memang karya yang akan dibuat prototype, disini kita terlibat, mungkin perlu dipresentasikan terlebih dahulu, Tetapi mereka berempat sudah membawa konsep jadi, hanya terkait pendanaan, mereka belum bisa membuat prototype. Dan jika mereka berempat hanya tertarik dengan keuntungan, mereka sebenarnya bisa menjual desain mereka, pada perusahaan peralatan medis.." di luar dugaan, Donnie yang sejak tadi memberi dukungan pada Celine, menyampaikan pendapat mendukung Tantri.
Semua terdiam, dan menganggukkan kepala ikut membenarkan perkataan Donnie. Terlihat Ms. Rebecca tampak sedang berpikir...
__ADS_1
*************