
Beberapa Saat kemudian
Setelah beberapa saat mendengarkan apa yang dikatakan Chang dan lainnya, akhirnya Donnie sudah bisa menguasai dirinya kembali. Laki-laki itu merasa mendapatkan dukungan penuh dari ke empat anak muda itu, meskipun mereka belum lama kenal dekat.
"Jangan pernah merasa sendiri Donn, kami akan selalu bersamamu. Dan Rheina, mungkin kita melihatnya ironis akan nasibnya. Tetapi mungkin saja, sebenarnya tempat baik dan akan memuliakan Rheina adalah berada di luar laboratorium ini. Kita berdoa saja, dan secepatnya untuk mencari tahu keberadaan gadis itu, jika kita sudah berada di luar laboratorium." beberapa saat mereka terbawa suasana, Tantri berusaha menenangkan Donnie.
'Terima kasih atas atensi kalian teman-teman, aku merasa memiliki teman. Kalian tidak membiarkanku terpuruk sendiri.." akhirnya Donnie sudah mau mengangkat wajahnya ke atas.
Senyuman tulus, muncul dari bibir laki-laki itu, Donnie merasa menemukan teman baru, yang dalam artian jujur dan bisa diandalkan. Setelah sekian lama merasa sendiri, akhirnya Donnie merasa menemukan kembali teman baik.
"Sudah.. sudah, sekarang kita harus berpikir, apa yang harus kita lakukan ke depannya. Tidak mungkin bukan, jika kita hanya diam saja. Aku yakin, di otak Celine, gadis itu pasti memiliki taktik atau trik agar bisa mendapatkan keuntungan." John menyela pembicaraan.
"Benar John... tapi kita harus menunggu sampai Donnie tenang dulu.. Kita tidak boleh memaksanya untuk melakukan sesuatu, yang pada akhirnya akan merugikan Donnie sendiri.." Fujitora mengarahkan perkataan John.
"Benar apa yang kamu katakan John... kita memang harus segera bergerak. Tetapi target utama yang harus kita amankan adalah, produksi prototype harus berjalan dulu, dilakukan uji coba, dan baru dilakukan produksi massa;. Aku yakin, Celine mengincar design juga draft concept yang kalian cetuska. Karena dari keterangannya barusan, gadis itu sedang membutuhkan design untuk menyelamatkan adiknya.." tidak diduga, ternyata Donnie merespon perkataan John.
Chang, John, dan Fujitora melihat ke arah Donnie.. Tantri hanya mengulum senyum, merasa senang ketika melihat Donnie sudah kembali seperti semula. Rupanya, perkataan yang disampaikan Celine, tidak membuat laki-laki itu menjadi lemah, tetapi malah memacu semangatnya untuk mengungkap kebenaran,
"Okay... sekarang kita berbagi tugas.. John dan Fujitora, secara periodik memantau proses pembuatan, sekaligus melakukan monitoring awal. Siapa tahu, ada human error ketika proses produksi, sehingga kita bisa mendeteksi kesalahan yang mungkin terjadi..." Chang akhirnya membagi tugas,
__ADS_1
"Siap.. kami akan melakukannya, dan yakinlah Chang, kami berdua tidak akan mengecewakanmu.." John dan Fujitora mengacungkan tangan.
"Tantri... seperti biasa, memantau pergerakan lewat sistem, siapa tahu masih ada yang penasaran untuk mencuri design inti project kita.. Sedangkan aku dan Donnie, akan berpikir melakukan pekerjaan yang lain. Tetapi aku tidak bisa mengatakan, hal apa yang akan kami lakukan.." Chang sepertinya sengaja bermain rahasia.
"Sesukamulah Chang... kan kamu yang membuat pengaturan.." tidak ada satupun dari mereka yang memprotes apa yang sudah diatur oleh Chang.
Semua setuju, dan sepakat dengan hasil tersebut. Setelah beberapa lama, mereka melanjutkan diskusi, dan mereka juga menyampaikan hal-hal apa yang akan mereka lakukan.
"Okay, sekarang kita harus kembali pada aktivitas masing-masing. Jangan biarkan, teman dalam satu unit kerja kita mencurigai apa yang kita lakukan, dan tidak baik untuk terlihat mencolok di mata teman yang lain.." Chang akhirnya mengakhiri pertemuan.
Tantri mengawali berdiri dari posisi duduknya, dan ke empat laki-laki itu akhirnya mengikuti gadis itu. Tidak lama kemudian, mereka akhirnya meninggalkan tempat tersebut.
**************
Tantri tampak fokus menyelesaikan pekerjaan design seperti biasanya. Selain pekerjaan design, dengan menggunakan Artificial Intellegence, gadis itu juga melakukan pemrograman. Kapasitas Ram, motherboard semua perangkat komputer dalam laboratorium sangat besar, sehingga gadis itu bisa melakukan pekerjaan yang berbeda, dalam waktu yang bersamaan.
"Melihat dari algoritma, sepertinya banyak traffict yang berusaha mencuri informasi dari komputerku.. Aku akan menjebak mereka.." Tantri berbicara dalam hati.
Dari bibir gadis itu membentuk sebuah senyuman, menganggap lucu apa yang terjadi di depannya. Bermain kucing-kucingan, hacker, game bukan merupakan mainan baru untuknya. Sehingga, sekecil apapun ada deteksi kebohongan, ataupun yang berusaha mengambil keuntungan dari sistem yang dia jalankan, akan terdeteksi olehnya. Tetapi Tantri tidak melakukan tindakan apapun, dan tetap tenang meskipun mengetahui penyimpangan di depan matanya..
__ADS_1
"Kamu tidak tahu bukan, jika aku menjebakmu. IP mu, secara otomatis akan tercover oleh sistem rancanganku, tanpa kamu menyadarinya. Kamu berusaha mencuri, dari rajanya pencuri.." Tantri kembali berbicara dalam hati.
Duduk dua kursi di samping Tantri, Celine tampak melirik ke arah Tantri. Gadis itu terlihat kesal, tetapi berusaha untuk menutup kekurangannya itu. Meskipun jika orang lain melihatnya, fokus Celine seperti berada di layar komputer, tetapi pikiran serta kerjaannya kemana-mana..
"Tantri.. apakah kamu tahu, jika design rancangan yang kalian buat, sudah masuk tahapan pengerjaan..." tiba-tiba dari sudut ruangan, Peter tampak bertanya pada Tantri.
"Mmppphhh benarkah Peter..., jika iya aku akan sangat berbahagia sekali. Aku hanya tahu schedullnya saja, tetapi untuk kebenarannya aku tidak bisa memastikannya.." sambil tersenyum, Tantri pura-pura tidak peduli.
"Masa sih Tantr... project sebesar ini kamu mengabaikannya. Jarang-jarang lho, kalau kita baru design saja sudah hampir setiap hari memastikan, agar project dijalankan, Tetapi semuanya tampak berbeda denganmu.." Dion ikut menyahut.,
Tantri mengangkat tangan ke atas, dan melingkarkan ibu jari dengan jari telunjuknya. Gadis itu tidak mau terlalu besar kepala,
"Hemppphh... tidak perlulah terlalu dibesar-besarkan, toh juga belum tahu keberhasilannya bukan. Bisa jadi, baru tahap proses, ternyata ada force majeur, dan proses produksi menjadi terhambat.." tidak diduga, dari kursi tempat duduknya, Celine ikut berbicara.
"Benar katamu Celine aku sepakat. Tetapi besar harapanku sih, projectku berhasil dengan baik, dan bisa-bisa menjadi alat medis yang sempurna. Tanggung jawab besar untuk kita, berkarya untuk sumbangsih dunia kesehatan, tanpa membebani masyarakat dengan biaya yang terlalu besar." Tantri merendah.
Mendengar perkataan Tantri, Celine langsung memalingkan wajahnya. Gadis itu pura-pura kembali ke layar komputernya, menampakkan diri jika dirinya tengah sibuk. Peter dan Dion hanya geleng-geleng kepala melihat sikap yang ditunjukkan Celine.
"Okaylah Tantri... apapun hasilnya, kami akan tetap mendoakan untuk keberhasilanmu. Selalu semangat untuk berkarya untuk manusia, jangan pernah patah arang sebelum waktunya.." Dion memberikan dukungan penuh pada Tantri.
__ADS_1
Peter juga mengacungkan ibu jari, ikut memberikan dukungan. Terlihat sekali jika dua laki-laki itu tampak turut bangga dengan keberhasilan teman-temannya. Tantri hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, tidak merasa ge er atau besar kepala. Gadis itu kemudian kembali melanjutkan pekerjaan yang tertunda..
***************