Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 64 Kemarahan


__ADS_3

Aman Hotel


Setelah bertemu dengan receptionis, dan menyampaikan maksud kedatangan ingin bertemu dengan Tantri, Zorra malah terduduk lemas. Berdasarkan penuturan petugas tersebut, Tantri bahkan tidak sempat berganti baju. begitu selesai mengikuti ujian penyetaraan, gadis itu bergegas meninggalkan lobby. Dua orang sudah menunggu gadis itu, dan mereka segera pergi dengan mengendarai mobil.


"Hanya kertas ini tuan yang ditinggalkan oleh Miss Tantri..." selembar kertas memo diberikan petugas receptionis pada anak muda itu.


"Hempphh... baik terima kasih.." setelah menghela nafas panjang, Zorra segera menerima secarik kertas tersebut,


Sambil menganggukkan kepala pada receptionis, anak muda itu kemudian melangkahkan kaki menuju ke sofa yang ada di lobby hotel. Perlahan Zorra membuka lipatan kertas tersebut, setelah laki-laki itu duduk.


"Tantri... jangan membuatku gundah seperti ini Tantri. Kita baru saja bertemu, namun kamu sudah meninggalkanku secara sepihak, tanpa berpamitan lagi.." Zorra bergumam sendiri.,


Tatapan mata Zorra tidak mau beralih dari lipatan kertas tersebut. Setelah membuka lipatannya, akhirnya dengan fokus laki-laki muda itu mulai membaca isi yang tertulis di dalamnya.


"Zorra... berat menyampaikan hal ini padamu teman. Tapi hal ini memang kenyataannya.. Maybe some times, kita akan dipertemukan lagi. Untuk saat ini, mewujudkan mimpiku, mencari uang sebanyak banyaknya adalah menjadi tujuan utamaku. Karena hanya dengan uang, maka aku akan bisa membawa keluargaku, membawa kita semua bersatu seperti dulu lagi..." laki-laki muda itu berhenti sesaat.


Pikiran Zorra kembali melayang teringat kedua orang tua dari gadis yang dicintainya itu. berat memang, untuk anak gadis yang belum lulus dari pendidikan SMA, mendengar kabar seburuk itu. Apalagi di Indonesia, bandrol sebagai seorang koruptor sudah melegalisasi papanya. Mungkin hanya cibiran, dan pikiran buruk jika Tantri tetap berada di negara tersebut.


"Lanjutkan mimpimu Zorra... jangan hancurkan masa depanmu hanya untuk mencari atau mengejarku. Aku hanyalah sebuah layang-layang putus, yang tidak tahu tujuan kemana akan berhenti, dan menemukan tuan yang baru. Apakah aku akan hancur di kemudian hari, aku juga belum mengetahuinya. Semua masih terlihat gelap, dan kelam di depan mataku.." lanjut tulisan Tantri.

__ADS_1


Membaca tulisan yang ditulis dengan tulisan tangan itu, hati Zorra bergemuruh. Emosi mulai merambat, menguasai sekujur tubuhnya. Mata anak muda itu perlahan memerah, dan...


"Prank...." tiba-tiba meja kaca yang ada di depan anak muda itu hancur berantakan, karena dipukul dengan genggaman tangan anak muda itu. Selain sebagai skater, Zorra juga menjadi atlit taekwondo, sehingga pukulannya sangat keras, dan bisa menghancurkan meja kaca di depannya.


"Aaawww.... pengacau.. ada pengacau di ruangan ini.." jerit ketakutan pengunjung hotel terdengar memenuhi ruangan.


Dua petugas security berlari mendatangi Zorra.., dan bukannya merasa bersalah, tetapi tatapan marah malah terlihat dalam tatapan anak muda itu,


"Tenang.., tenang, jangan bertindak sembarangan. Semuanya bisa diatur, tuan kami akan mengganti kerugian akibat tindakan tuan muda saya..." ketika security akan menangkap Zorra, tiba-tiba dua orang bertubuh kekar, menahan langkah security.


Tanpa anak muda itu ketahui, ternyata papanya menugaskan banyak Jakuza yang mengamatinya dari jauh. Jadi meskipun kesalahan yang dilakukan Zorra seperti itu, para Jakuza dengan cepat membuat perlindungan untuk tuan mudanya. Beberapa orang memblokade, membuat garis batas perlindungan pada Zorra yang tampak terpukul. Seperti tanpa memiliki salah sedikitpun, Zorra menerobos kerumunan orang-orang yang melindunginya. Perlahan laki-laki muda itu, berjalan cepat meninggalkan hotel.


**************


Begitu masuk ke dalam laboratorium, wajah Tantri terlihat lesu. Gadis itu seperti tidak memiliki semangat, dan kedapatan sering melamun.  Bahkan ketika Chang mengajak koordinasi bersama dengan anggota tim yang lain, Tantri sering tergagap, seperti kehilangan informasi, Hal itu menimbulkan pertanyaan pada diri Chang, dan sebenarnya juga pada temannya yang lain.


"Tantri... are you okay, girl...." merasa jika ada masalah dengan Tantri, Chang bertanya langsung pada gadis itu,


John serta Fujitora ikut melihat ke arah gadis itu, dan Tantri mengangkat wajahnya ke atas. Dengan bare face, Tantri menatap wajah teman-temannya sambil merasa malu..

__ADS_1


"Sorry Chang... aku masih agak lelah, setelah melakukan perjalanan jauh. Apalagi, seharian aku mengerjakan ujian penyetaraan.." Tantri menggunakan alasan kelelahan, mencoba membuat penjelasan.


"Atau mungkin kita perlu rehat sebentar Chang... kita beri kesempatan pada Tantri untuk recovery terlebih dahulu.. Wajar jika Tantri merasa lelah, setelah kejadian yang tidak mengenakkan, langsung join ikut ujian di Embassy. Selepasnya, kita langsung menjemput Tantri, dan bergabung dengan kita disini" John yang memang selalu perhatian pada Tantri, membuat pembelaan.


Fujitora ikut menghela nafas, dan mengangkat kedua bahunya ketika Chang melihat ke arahnya. Laki-laki itu tidak menceritakan ketika bagaimana Tantri bertemu dengan Zorra di Tokyo. Dan ketika kembali bersamanya ke Shikoku, Fujitora paham jika Tantri Beberapa saat kemudian,..


"Baiklah, sepertinya usulan John untuk kita rehat aku kabulkan, Aku harap Tantri bisa memanfaatkan waktu dengan baik untuk istirahat, dan ketika kembali join, sudah dapat me refresh kembali semua fokusnya pada project kita.." akhirnya Chang membuat keputusan,


Tanpa ekspresi apapun terlihat di wajah Tantri, gadis itu masih melamun. Merasa jika Tantri memendam suatu masalah, John berdiri kemudian mengajak Tantri keluar dari ruangan itu. Tantri mengangkat wajah ke atas, dan ketika melihat John mengangguk untuk mengajaknya, akhirnya gadis itu berdiri dan berjalan keluar mengikuti laki-laki itu.


"Apa yang terjadi sebenarnya Fuji...? Aku melihat, sepertinya kamu menyembunyikan sesuatu." begitu kedua orang itu keluar dari dalam ruangan, Chang menarik kursi membawa lebih dekat ke arah Fujitora. Laki-laki itu kemudian bertanya padanya..


"Hemppphh.... bagaimana ya Chang.. Aku sebenarnya tidak akan menceritakan hal ini padamu.. Karena hal ini menyangkut privacy gadis itu. Tapi melihatnya hanya melamun saja sejak tadi, dan kita semua juga tahu jika project kita ini sangat penting, aku memang harus bercerita kepadamu..." setelah menghela nafas, akhirnya Fujitora memulai pembicaraan.


"Benar perkataanmu Fuji... ceritakan, aku mohon. Sebisa mungkin, kita akan membantu gadis itu untuk menyelesaikan masalahnya. Tetapi kita semua juga tahu bukan, jika project ini tidak main-main, karena menyangkut tugas rahasia dari penyandang dana. Jika project ini bocor, maka akan menimbulkan multi tafsir untuk semuanya.." Chang memberikan ulasan, dan Fujitora hanya menganggukkan kepalanya.


"Ketika di Tokyo, ada laki-laki muda yang menemui Tantri, dan sebenarnya kita bertemu secara tidak sengaja. Namun, ketika ikut mendengar pembicaraan mereka, sepertinya anak muda itu sengaja datang ke Tokyo untuk mencari Tantri." akhirnya Fujitora bercerita.


"Jika melihat dari bahasa isyarat, maupun bahasa tubuh, sepertinya keduanya seperti ada ikatan batin yang kuat, hanya saja sepertinya Tantri masih memendamnya. Tetapi melihat sorot mata Tantri, gadis itu juga memiliki perasaan yang sama..." Fujitora melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


Chang tampak antusias mendengar cerita dari anggota timnya itu. Kedua laki-laki itu terus membahas masalah yang dialami oleh Tantri, dan tampak menyusun beberapa pilihan solusi untuk Tantri.


************


__ADS_2