Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 45 Trial


__ADS_3

Gondhez menarik tangan Antok, dan bersama Eric kedua anak muda itu membawa pergi Antok dari hadapan Harry. Mereka sama sekali tidak mengira, jika Harry yang selama ini mereka figurkan, dan memimpin club motor mereka, menjadi sedemikian piciknya. Ketiganya segera menuju ke tempat parkir motor.., dan segera pergi meninggalkan sekolahan mereka,


"Dhez... aku akan main ke rumah Tantri dulu. Siapa tahu, ART rumahnya mau membocorkan kemana perginya gadis itu..." ketika sudah beberapa meter mereka keluar dari lingkungan sekolah, Antok memberi tahu arah tujuannya pada dua temannya itu.


"Aku temani Ant..., aku tidak mau ada yang salah paham dengan tindakanmu. Jika nanti suatu saat ada yang mempermasalahkan, kami berdua akan menjadi saksinya.." Eric yang berada dalam boncengan Gondhez, memberikan tanggapan. Sedangkan Gondhez menganggukkan kepala tanda setuju,


"Okaylah... kita ambil arah kanan ketika sampai di pertigaan depan.." Antok segera memutar setang kanan ke bawah. Kecepatan motor mereka segera bertambah kencang, dan keduanya saling memberikan isyarat sambil menganggukkan kepala mereka masing-masing.


Tidak lama kemudian, kedua motor Ducati itu meluncur pergi menuju ke arah rumah Tantri,


************


Dua hari sesudahnya...


Zorra berjalan sendiri dengan menenteng travel bag di tangan kanannya. Terlihat sekali jika anak muda hanya membawa baju beberapa potong saja, dan langkah kakinya tegap memasuki bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta. Tangan kiri anak muda itu seperti memberi isyarat, menolak beberapa orang yang akan membawanya pengawalan langsung ke pesawat yang akan membawanya pergi.


"Tuan muda... pesawat yang akan membawa Tuan muda, ada di sisi paling kiri, dan dalam mode untuk siap berangkat meninggalkan bandara.." anak muda itu dicegat oleh laki-laki yang juga berbadan tegap, memberikan arahan kepadanya.


Tanpa memberikan jawaban, kaki panjang anak muda itu sudah diarahkan ke pesawat yang ditunjukkan. Terlihat ada dua pramugari yang menyambut kedatangannya, dan keduanya tersenyum memberikan salam pada tuan mudanya.


"Selamat sore tuan muda..., kami berdua Celine dan Angel yang akan menemani perjalanan Tuan Muda sampai ke negara Jepang. Jika ada sesuatu, tuan muda bisa berkomunikasi dengan kami.." salah satu dari dua perempuan itu mengenalkan dirinya,


Sama seperti ketika berjalan dari terminal keberangkatan menuju bandara, Zorra juga tidak menjawab sapaan kedua perempuan itu. Zorra seperti kulkas berjalan,  sangat dingin terutama pada perempuan, Hanya dengan Tantri saja, anak muda itu bisa mencair. Di atas pesawat, terlihat pilot dan co pilot dalam mode siap, tersenyum dan menganggukkan kepala pada Zorra.

__ADS_1


"Segera jalankan pesawat, tidak ada yang kita tunggu. Jadi kita tidak perlu untuk membuang-buang waktu saja..." dengan nada dingin, Zorra memerintah kedua laki-laki itu.


"Siap Tuan muda.., kami akan segera kembali pada posisi keberadaan kami. Selamat menikmati penerbangan bersama kami tuan muda, semoga bisa beristirahat dengan baik selama perjalanan.." setelah memberikan tanggapan, dan melihat Zorra sudah berjalan ke arah kursinya, kedua laki-laki itu segera masuk ke ruang kendali pesawat.


Dua pramugari juga bergegas masuk, kemudian keduanya saling membantu menutup pintu peswat dan menguncinya. Tidak lama kemudian, setelah melihat tuan muda mereka mengenakan seat belt, kedua pramugari segera duduk di kursi untuk mereka, dengan mengenakan seat belt juga. Perlahan, pesawat pribadi itu segera melakukan take off dengan mengikuti arahan dari petugas bandara.


*************


Laboratorium Medis.....


Di sebuah pulau terpencil, dan tidak semua orang bisa menjangkau untuk masuk ke destrictied area, terlihat seorang gadis dalam keadaan serius sedang berpikir. Di depannya, terlihat layar monitor dengan gambar rangkaian elektro yang sangat rumit. Di sekitar gadis itu terlihat ada tiga orang lainnya, tetapi sama saja mereka dalam mode serius. Ruangan sangat sunyi, dan di atas meja hanya ada gelas kopi dengan isi yang sudah habis, karena sudah dihabiskan oleh mereka.


"Hempphh.., harusnya komponen rakitan sebelah kanan sudah bisa bergerak jika aku alirkan sumber daya.." gadis itu berbicara pada dirinya sendiri. Kerutan di atas keningnya, menunjukkan jika gadis itu sedang berada dalam kesulitan tinggi,


"Sepertinya aku sudah bisa mencobanya.. Aku akan alirkan energi ke draft rancangan mesin ini, untuk trial apakah alat buatanku ini memang bisa untuk diandalkan..." setelah berpikir beberapa saat, akhirnya tangan kanan gadis itu menekan tombol di sisi kanan gambar, dan terdengar bunyi clik,


Sesaat semua yang berada di dalam ruangan itu merasa tegang, tetapi sesaat kemudian senyum lebar terbit di bibir mereka.


"Woww.... kamu berhasil Miss Tantri... kita perlu merayakannya.." salah satu laki-laki bermata sipit mengapresiasi pekerjaan yang diselesaikan oleh gadis itu,


Laki-laki itu mendekat, dan akan memberikan pelukan pada gadis itu, namun dengan cepat Tantri menolaknya.


"Sorry Chen... dalam adat istiadat negaraku, seorang gadis dan laki-laki tidak boleh saling berpelukan. Pelukan diperbolehkan, jika keduanya memiliki hubungan..." dengan malu-malu Tantri menjelaskan, agar tidak menjadikan multi tafsir.

__ADS_1


"Uppss... sorry Tantri.. Aku menghormati adat istiadat negaramu. Tapi boleh bukan, jika hanya berjabat tangan saja.." laki-laki bernama Chen itu kemudian mengulurkan tangan kanannya.


Tantri menerimanya, dan laki-laki itu menggenggam erat tangan gadis itu. Tatapan matanya penuh kekaguman, dan beberapa saat kemudian, dua orang lainnya ikut berjabat tangan pada Tantri.


"Kita tidak boleh terlalu berbangga diri, karena keberhasilan ini baru terlihat dalam ilustrator saja. Kita belum tahu, apakah akan juga berhasil, jika kita uji cobakan pada protothype nya..." Tantri berusaha menjelaskan, agar mereka tidak terlalu masuk dalam euforia keberhasilan mereka.


"No problem Tantri... lagian ini baru uji coba sekali saja, Kita sampai menghabiskan waktu beberapa hari untuk pengerjaannya. Sambil menunggu, protothype diproses, kita harus merayakan keberhasilan kita malam ini.Sudah berhari-hari kita tidak melihat matahari, dan udara luar. Bahkan aku sampai lupa, hari ini hari apa..." Chen menambahkan,


"Benar bro... kita tidak bisa menyia nyiakan masa muda kita. Malam ini kita akan refreshing, dan habiskan malam sebelum kita bertempur lagi dengan uji coba kita..." laki-laki bernama John menambahkan,


"Bagaimana Tantri..., apakah kamu juga menyetujuinya.." Chen bertanya pada gadis itu.


Terlihat Tantri tampak berpikir sendiri. Selama berada di  area tertutup laboraorium ini, dirinya bisa melupakan masakah keluarganya, tetapi jika nanti sudah berada di luar, Tantri menyangsikannya.


"Aku mungkin harus menyayangi diriku sendiri.. Aku akan keluar bersama dengan mereka malam ini, dan melupakan sejenak masalahku.." akhirnya gadis itu menemukan jawabannya.


"Okay.., aku setuju. Tetapi no alcohol.." mengingat dampak buruk alkohol, sesaat gadis itu berpikir jernih,


Ketiga laki-laki itu tampak berpikir, tapi kemudian...


"Okay lah, kami hormati kemauanmu Tantri.." akhirnya Chen mewakili teman-temannya yang lain mengiyakan.


************

__ADS_1


__ADS_2