
Harry merasa sangat jengkel, karena sejak pagi sangat sulit untuk menemui Tantri. Anak muda itu sudah berangkat pagi, dan datang ke rumah gadis itu untuk menjemputnya. Namun, Tantri sudah berangkat sendiri ke sekolah, tanpa memberikan kabar kepadanya. Istirahat pertama, Harry mencoba mencari keberadaan Tantri di food court, namun gadis itu juga tidak terlihat. Padahal gadis itu hanya duduk di dalam kelas, asyik dengan gadget di tangannya. Evelyn dan teman-teman sekelas lainnya, memang sengaja tidak memberi tahukan keberadaan gadis itu pada orang lain. Bekal yang dibawakan Bi Surti, menjadi penyelamat perut keroncongan Tantri.
"Kita nongkrong di belakang sekolah, atau keluar saja apa Boss...?? Dari pada sejak tadi kita lihat, wajah boss seperti tidak dilipat saja, kusut seperti belum diseterika.." melihat sikap bossnya yang uring-uringan sejak tadi, Antok berusaha bertanya pada anak muda itu.
"Gimana tidak jengkel Ant..., Tantri seperti sengaja menghindariku. Sejak kenal akrab dengan laki-laki bernama Zorra, skate boarder itu, gadis itu sudah banyak berubah.." Harry mengungkapkan kekesalan hatinya pada teman dekatnya itu.
Antok terdiam sebentar, tampak berhati-hati untuk menyampaikan tanggapan lanjutan..
"Tapi ya mau gimana lagi Boss..., kita juga tidak boleh terang-terangan untuk melarang pergaulan Tantri. Karena tidak ada aturan juga di club motor kita, untuk mencari teman lain di luar circle kita. Lagian, keberadaan Tantri di club kita, juga baru sambil lalu saja, tampak belum excited di dalamnya.." dengan hati-hati Antok memberikan tanggapan.
"Tantri memang seperti kacang lupa kulitnya, tidak tahu siapa yang memberinya pertolongan sejak awal. Apakah bisa, seorang gadis mempermainkanku seperti ini...?" tiba-tiba keluar gumaman tidak jelas dari mulut Harry.
Mendengar ucapan itu, Antok menjadi mengerenyitkan dahinya. Terlihat sekali sikap kepemilikan Harry pada Tantri, anggota baru mereka. Tampaknya anak muda itu berkutat pada masalah pribadinya, bukan lagi pada masalah club motor mereka.
"Sebentar Harry..., apakah aku tidak salah dengar gumamanmu barusan.. Kami semua anggota club Spirit tahu Harr... jika kamu ada rasa dengan Tantri. Tetapi.. kalian belum terjalin sebuah relationship bukan, jadi aku pikir sah-sah saja jika Tantri melakukan hal itu. Dunia ini butuh kepastian Boss... tidak tiba-tiba dijaga, ghosting, kemudian merekat lagi.." dengan hati-hati, Antok mencoba menyindir halus Boss nya itu.
__ADS_1
Harry mengangkat wajahnya ke atas, dan anak muda itu beradu pandang dengan Antok. Selama ini, hanya Antok tempat laki-laki itu mengungkapkan semua kekecewaannya pada dunia, dan karena dilatar belakangi pola keluarga yang hampir mirip, keduanya bersatu dalam club motor Spirit.
"Memang benar Antok ucapanmu... aku jatuh hati pada Tantri. Tetapi gadis itu, sepertinya akhir-akhir ini malah menjalin kedekatan dengan banyak laki-laki lain. Belum lagi tuntas urusan dengan Zorra, kedatangan mister Andriano, yang katanya Guru Pengganti itu, juga menimbulkan ancaman untukku..." tidak lama kemudian, anak muda itu tersenyum sinis.
"Tunjukkan perasaanmu Boss... tapi ingat, jika memang Tantri tidak ada ketertarikan pada Boss, perlahan menjauhlah. Kembali hubungan profesional sebagai sesama anggota club motor. Pantang untuk memaksa seorang perempuan, hanya untuk urusan cinta cintaan.." tiba-tiba Antok berdiri. Laki-laki itu menepuk pundak Boss nya tiga kali, dan setelah menyampaikan kalimat terakhir, Antok berjalan meninggalkan Boss sekaligus temannya itu sendiri.
"Hemppphh..., bicara mudah Ant... tetapi susah untuk dijalani. Seharusnya, dengan bersamaku bertahun-tahun, kamu bisa menyimpulkan bagaimana sikap dan tindakanku.." Harry tersenyum pahit, hanya menatap kepergian temannya itu tanpa beranjak dari tempat duduknya.
************
"Bagus... kenapa kalian pada berlarian masuk ke dalam.." Tantri menarik lengan salah satu teman laki-lakinya, untuk bertanya apa yang terjadi.
"Teman-teman pada takut Tantr... di luar ada keributan. Sepertinya mau ada tawuran, dan gerbang sekolah sudah ditutup sama penjaga keamanan. Kepala Sekolah menghimbau, sambil menunggu polisi datang ke sekolah, kita diminta untuk kembali ke kelas..." sambil melihat ke belakang, Bagus menjawab pertanyaan gadis itu.
"Sebentar bagus.. ceritakan dulu dengan jelas! Kamu tadi bilang mau ada tawuran... siapa yang menantang tawuran, dan dari sekolah kita, siapa yang terpancing.." merasa penasaran dengan kata-kata Bagus, Tantri mengejar penjelasan dari anak muda itu.
__ADS_1
"Biasalah Tantr... siapa lagi jika bukan Harry dan Antok..." mendengar jawaban Bagus, seketika gadis itu terkejut. Tanpa menghiraukan penjelasan dari anak muda itu, Tantri sambil menggendong back pack berlari menuju ke arah luar. Jadi jika hampir semua orang berlari ke arah dalam sekolah, tidak untuk gadis itu. Tantri berlawan arah, terus berlari. Tapi tiba-tiba.., tangan gadis itu merasa ditarik oleh seseorang, sampai tubuhnya terpental menubruk orang yang menariknya. Sesaat, gadis itu merasa jika tubuhnya berada dalam pelukan seseorang..
"Woyy... siapa kamu, lepaskan tanganku.." sontak Tantri bereaksi. Gadis itu mengangkat wajahnya ke atas, dan tatapan sepasang mata teduh seakan meredam emosi gadis itu. Saat ini, Tantri berada dalam pelukan Zorra, dan keduanya saling bertatapan.
Namun untungnya Zorra segera tersadar, dan melepaskan pelukannya pada gadis itu.
"Kamu mau kemana Tantri... di luar bahaya. Ada anak-anak geng motor yang menunjukkan identitas mereka di depan gerbang sekolah kita. Hanya Harry dan teman-temannya yang mereka cari, dan lebih baik kamu tetap berada di dalam, jika tidak mau terpancing bahaya.." anak muda itu menjelaskan keadaan di luar sekolah.
"Maaf Zorra.., mereka teman-temanku semua. Tidak mungkin bukan, jika aku membiarkan mereka dalam bahaya, aku akan membantu mereka sebisaku.." tapi bukannya menuruti kata-kata dari Zorra, Tantri malah membelot.
Gadis itu menghempaskan tangan anak muda itu, kemudian berlari menuju ke arah pintu keluar. Sejenak anak muda itu kaget dengan reaksi Tantri, dan mengambil nafas panjang kemudian berjalan pelan mengikuti Tantri. Zorra yang tidak mau berurusan dengan keributan itu, tetapi melihat Tantri malah berlari menuju ke depan, akhirnya anak muda itu mengikutinya.
Sesampainya di depan sekolah, mata Tantri terbelalak, melihat teman-teman club motor Spirit sedang berkelahi dengan anak-anak dari Geng motor Jokzin. Keanehan yang dilihatnya, meskipun lokasi sekolah mereka berada di pinggiran, tetapi paling tidak masyarakat atau pihak kepolisian akan turun ke lokasi. Namun, seakan kedua kelompok itu memang sengaja digiring untuk berkelahi.
"Apa yang harus aku lakukan, massa dari Jokzin jauh lebih banyak. Dan sekolah ini, hanya diam saja menonton dari dalam sekolah, seakan melakukan pembiaran pada anak-anak Spirit. Hal ini tidak boleh dibiarkan..." melihat perkelahian yang tidak seimbang, Tantri berbicara dalam hati.
__ADS_1
***********