Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chaper 43 Galau


__ADS_3

Beberapa hari sesudahnya....


Suasana murid-murid di kelas XIIA High Senior School International, merasa kehilangan  dengan kepergian Tantri. Beberapa kali Harry dan juga teman-teman anggota Spirit Club Motor, berdatangan ingin mendapatkan informasi di kelas itu, Namun berita tentang kepergian Tantri terlalu misterius, karena tidak ada satupun yang mengetahui kemana gadis itu menghilang.


"Evelyn... apakah benar Tantri tidak pernah menghubungimu selama ini.,.?" Harry yang masih penasaran, terus mengejar Evelyn dengan pertanyaan yang sama,


"Tidak ada Harr..., apakah kamu berpikir cuman kamu saja yang merasa ditinggalkan Tantri. Lihat Zorra.., anak skate board itu, diapun juga ditinggalkan begitu saja. Padahal aku melihat jika Tantri ada ketertarikan juga dengannya, itupun Tantri juga tidak pamit dengannya..." tidak bermaksud untuk memanas manasi laki-laki itu, Evelyn bicara apa adanya,


Harry terdiam mendengar ucapan dari gadis yang berdiri di depannya itu, dan Evelyn menjadi merasa tidak nyaman sendiri...


"Maaf Harry... aku tidak sedang berusaha memanasimu, semua hanya dari persepsiku sendiri saja..." dengan tatap khawatir, Evelyn mencoba menetralisir suasana,


"Tidak apa Evelyn..." ucap laki-laki itu akhirnya.


Tiba-tiba terlihat ada segerombolan anak laki-laki yang berjalan di depan teras. Mereka tampak menggunjingkan sesuatu, karena terlihat dari ekspresi mereka.


"Hey Junot... apa yang kalian bicarakan,.? Serius sekali..." menduga jika siapa tahu yang anak-anak muda bicarakan itu menyangkut Tantri, tanpa berpikir panjang Harry bertanya pada mereka. Anak muda itu sampai turun ke halaman dari teras, dan meninggalkan Evelyn sendiri.


"Habis dari ruang BK saja Harr... Tadi terlihat Zorra dan Ketua OSIS sedang dipanggil oleh guru BK, dan diajak ke ruang rapat, Dalam ruangan itu, sudah ada Ketua Yayasan beserta pengurus lainnya..." anak muda bernama Junot menjawab pertanyaan Harry.


"Hemppph... pengurus yayasan sampai berbicara dengan murid.. Apakah ini ada kaitannya dengan kasus yang menjerat Kepala Sekolah... dan juga Bu Rastri...?" merasa muncul rasa penasaran, Harry mempertegas pertanyaannya.

__ADS_1


"Benar sekali Harr... akhirnya pihak yayasan sepakat untuk mengeluarkan Bu Rastri dari sekolah ini. Tetapi dengan alasan, keluarga Kepala Sekolah sebelumnya ikut menjadi donatur untuk pendirian sekolah ini, yayasan tidak bisa memecat Kepala Sekolah. Tetapi untuk bisa menimbulkan efek jera, pihak yayasan mencopot jabatan Kepala Sekolah..." lanjut Junot.


Harry tersenyum sedih, karena semua hal yang disampaikan oleh Junot, semuanya dipicu dari pengeroyokan dari anak-anak geng motor Jokzin kepada club motornya. Dalam kejadian itu, ada Tantri dan juga Zorra yang terlibat. Laki-laki itu kembali tersenyum perih.., dan Evelyn menatap kesedihan di mata Harry dengan perasaan tidak menentu. Gadis merasakan, jika perasaan Harry cukup dalam pada Tantri, namun Tantri sendiri masih merasa misterius. Entah Zorra atau Harry, ataupun laki-laki lain yang saat ini ada di dalam hatinya,


"Are you okay Harr...?" melihat ekspreksi Harry yang tampak gamang, Evelyn berusaha membantu laki-laki itu.


"Tidak apa Evelyn... aku balik saja ke kelasku.." tanpa menoleh lagi pada Evelyn, setelah berpamitan Harry langsung berjalan meninggalkan gadis itu sendiri.


Evelyn hanya menatap punggung Harry yang berlalu meninggalkannya. Junot dan teman-teman laki-laki yang masih berada di tempat itu, tersenyum melihat kecanggungan itu.


"Kenapa Velyn... janganlah bersedih. Kamu tahu sendiri bukan, ada gadis lain di hati laki-laki itu. He.. he.. he.." salah satu laki-laki yang berdiri di belakang Junot mengomentari reaksi yang ditunjukkan Evelyn,


"Sudah ya... aku akan balik ke kelas dulu..." tidak mau lebih malu lagi, Evelyn langsung ngeloyor pergi meninggalkan Junot dan teman-teman lainnya...


*************


Tidak hanya Harry, ternyata Zorra juga merasakan kehilangan atas perginya Tantri. Sudah duduk di Puink Park sejak pulang sekolah, namun anak muda itu tidak sedikitpun menyentuh skate bocardnya. Papan seluncur itu hanya tergeletak di dekat anak muda itu duduk.


"Zorra... kamu gak ikut bermain di arena.. Banyak tuh, anak-anak yang menanyakanmu, mereka ingin kamu menjadi personal trainer mereka..." tiba-tiba suara rekan dalam timnya bertanya pada Zorra..


"Kamu atau teman lain handle dulu saja ya Donn... Aku lagi malas nih, belum ada mood untuk berseluncur..." sambil menyelonjorkan kedua kaki ke depan, Zorra memberikan tanggapan.

__ADS_1


Anak muda yang dipanggil dengan nama Donn itu hanya tersenyum melihat respon Zorra. Donn tiba-tiba duduk di samping Zorra, kemudian menepuk bahu Zorra tiga kali..


"Kamu kenapa Zorra... apakah ada masalah yang mengganggumu? Ceritakan kepadaku, karena tidak biasanya kamu seperti ini. Bahkan ketika aku mendengar kamu dan teman gadismu yang sering muncul di Park ini di ganggu anak-anak motor saja, kamu diam saja, Aku dan teman-teman sampai tahunya, karena melihat di Reels Ig yang diunggah orang..." Donn mencoba mengajukan pertanyaan pada Zorra.


"Tidak Donn... ini masalah pribadiku. Sorry ya, aku tidak bisa bercerita kali ini..." Zorra menolak untuk memberi tahu Donn.


"Baiklah Zorr... jika kamu mau beristirahat, masuklah ke office saja. Tidak enak disini, banyak yang melihatmu hanya duduk melamun saja sejak tadi.." Donn berdiri, kemudian laki-laki itu berjalan meninggalkan Zorra sendiri.


Zorra akhirnya juga ikut berdiri dari tempat duduknya. Meskipun malam ini dirinya sedang galau, namun juga tidak menjadi sesuatu yang bagus, jika dirinya hanya duduk dan menjadi tontonan para skater lainnya. Terlihat sekali jika anak muda itu galau, dan semua karena disebabkan oleh Tantri. Gadis yang belum lama, berkenalan akrab dengannya, meskipun biasanya mereka hanya bertemu di sekolah tanpa bertegur sapa.


"Bip... bip.. bip..." tiba-tiba ponsel Zorra berkedip.


Anak muda itu segera mengambil ponsel dari dalam saku jaketnya, dan terlihat jika Zorra sudah menunggu panggilan itu sejak tadi. Melihat siapa yang melakukan panggilan, dengan segera anak muda itu menerimanya..


"Bagaimana instruksiku, apakah sudah kamu dapatkan...?"


"Tuan muda... kami hanya mendapatkan kemana tujuan gadis itu, tetapi tidak bisa menemukannya. Gadis itu mengambil penerbangan menuju ke Bandar Udara International Haneda tuan muda..., salah satu bandara terbesar di Tokyo Jepang. Namun... gadis itu hanya sendiri saja, dan terlihat tenang tanpa merasa ada tekanan atau ketakutan..." laki-laki di seberang ponsel, memberikan laporan.


"Informasi ini dari mana kalian dapatkan. Aku ingin mendapatkan berita yang akurat, bukan hanya probabilitas kemungkinan saja.." dengan nada tidak suka, Zorra memberikan tanggapan,


"Ampun Tuan Muda... kami mendapatkan informasi dari rekaman camera CCTV di bandara Soekarno Hatta. Itu saja, kami harus menggunakan kekuatan Tuan besar, sehingga pihak bandara bersedia untuk memberikan informasi..' dengan ketakutan, lawan bicara Zorra berusaha menjelaskan.

__ADS_1


"Hempphh... terus selidiki. Dan jika kalian sudah mendapatkan informasi yang akurat, siapkan jet pribadi punya papa. Aku akan menyusul ke bandara tersebut.." dengan nada tegas, kembali Zorra membuat keputusan,


*************


__ADS_2