Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 54 Mengamankan Diri


__ADS_3

Keesokan Paginya...


Tantri sengaja bangun pagi, dan gadis itu langsung membersihkan tubuhnya di kamar mandi. Setelah beberapa saat berendam dengan air hangat yang dicampur dengan garam himalaya, untuk menghilangkan rasa penat di tubuhnya, Tantri segera keluar dari dalam kamar mandi. Gadis itu masih menutup kepalanya dengan menggunakan handuk. Beberapa saat kemudian.., Tantri segera mencari hair dryer untuk mengeringkan rambutnya, dan terlihat Celine sudah membuka matanya.


"Kakak sudah mandi..." gadis kecil itu bertanya pada Tantri, sambil duduk di sisi  ranjang,


"Sudah Celine..., kamu juga bisa ikut kakak. Mandi pagi itu sangat menyenangkan, dan membuat tubuh menjadi lebih segar." Tantri menawarkan agar Celine mengikuti apa yang dilakukannya,


"Baik kakak... Celine mau mandi seperti kakak. Setelah Celine mandi, kita jalan-jalan ya kak..." Celine menyambut baik tawaran itu. Gadis kecil itu segera turun dari pinggir ranjang, kemudian kaki mungilnya bergegas menuju ke kamar mandi.


Melihat hal itu, Tantri tersenyum dan geleng-geleng kepala. Meskipun sedikit merepotkan, tetapi kedatangan Celine seperti menjadi teman kecilnya. Dirinya sama sekali tidak merasa terganggu dengan kedatangan gadis kecil itu, malah seperti memiliki pengalihan untuk semua masalahnya,


"Celine sementara ini bisa menjadi penghiburku, serasa aku memiliki adik kecil.." sambil mengarahkan hair dryer ke rambutnya, Tantri berbicara sendiri.


Sebagai anak tunggal, memang selama ini Tantri apapun melakukannya sendiri, hanya dengan ditemani oleh Bi Surti. Mama dan papanya terlalu sering meninggalkan sendiri, dan terkesan tidak peduli dengan apa yang dialami oleh putrinya. Namun hal itu tidak membuatnya salah arah, malah menjadikan dirinya menjadi lebih mandiri dalam menghadapi suatu masalah,


"Tok... tok... tok..." tiba-tiba pintu kamarnya diketuk dari luar, dan ketika Tantri melihat arah jarum jam, perlahan gadis itu mematikan hair dryer kemudian mematikan aliran listrik.


"Tunggu sebentar... beri waktu lima menit aku untuk bersiap.." menyadari jika dirinya belum berganti pakaian, Tantri meminta waktu.


"Okay... sekalian bersiap ya Tantr... Karena kita harus segera cabut dari hotel ini, karena ada sesuatu hal yang penting..." terdengar suara John mengingatkannya.


Tantri tercenung sebentar, karena dalam ingatannya mereka masih menginap di hotel ini satu hari lagi. Tetapi kenapa John mengatakan mereka harus segera berpindah saat ini juga.


"Baik John... aku sekalian menunggu Celine selesai mandi. Sekalian aku akan membereskan dan membawa semua perlengkapan dan tasku keluar.." tetapi tidak mau menghabiskan waktu berpikir, tanpa banyak bicara Tantri segera menyanggupi.

__ADS_1


"Okay  aku sampaikan pada Chan dan Fujitora.." beberapa saat kemudian, terdengar langkah kaki berjalan meninggalkan depan pintunya.


Gadis itu tidak mau banyak membuang waktu, segera dirinya menarik trolly bag, dan memasukkan semua pakaian serta perlengkapan yang ada di depan meja rias. Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka, dan ternyata Celine juga sudah selesai membersihkan tubuhnya. Melihat gadis itu, Tantri segera memberikan T shirt nya yang ketat, karena sepertinya cukup jika dikenakan oleh Celine.


"Celine... karena kakak belum sempat mencarikan baju ganti untukmu, sementara gunakan kaos kakak dulu ya sayang. Nanti jika kita sudah berjumpa dengan merchant penjual pakaian dan perlengkapannya, kakak akan membelikanmu.." sambil membantu Celine mengeringkan tubuh dengan handuk, Tantri mengajak gadis kecil itu bicara.


"Iya kak... Celine ikut saja.." sahut Celine. Untungnya gadis itu sangat mudah diajak untuk bekerja sama, sehingga Tantri tidak kerepotan dibuatnya.


**************


Begitu Tantri dan Celine keluar kamar, Fujitora dan John segera mengambil barang bawaan gadis itu. Gadis itu sampai terkejut, tetapi tidak sempat memprotes atau bertanya pada kedua temannya itu. Padahal tadi Tantri sudah berencana akan langsung sarapan pagi, atau paling tidak mengisi perut dengan teh panas..


"Bergegaslah Tantri... sarapan sudah disiapkan di mobil. Kita harus segera meninggalkan tempat ini..." rupanya John menyadari jika Tantri memendam pertanyaan,


"Hempphh... okay John, aku dan Celine akan mengikuti rencana kalian, Namun kalian hutang penjelasan denganku.." Tantri segera mengikuti langkah kaki kedua laki-laki itu langsung menuju ke arah lobby hotel.


"Aku juga belum begitu jelas sebetulnya dengan apa yang terjadi. Hanya saja, Chan tadi memperingatkan kami agar kita segera move dari hotel ini. Katanya ada bahaya yang mengintai kita disini..." sambil berjalan ke depan, John menjelaskan.


"Okay... okay, kita percepat langkah kita saja. Nanti kita bisa bicara banyak di dalam mobil.." tidak mau memperlambat, akhirnya ke empat orang itu bergegas menuju lobby.


Di depan lobby, terlihat Chan sudah menunggu mereka di depan mobil. Tampak beberapa box makanan dan juga paper glass terlihat ada di dalam mobil. Begitu John dan Fujitora mendekat, Chan segera mengambil barang bawaan, kemudian menaruhnya di bagasi mobil.


"Kalian segera masuk ke dalam  mobil..." sambil menutup bagasi mobil, Chan memperintah mereka semua.


Tanpa menjawab, John dan Fujitora segera membantu Celine dan Tantri untuk masuk ke dalam mobil terlebih dulu. Barulah mereka berdua segera mengikutinya. Tiba-tiba.., Chan bergegas mengikuti mereka masuk ke dalam, dan menutup pintu dengan kencang.

__ADS_1


"Ashasi... segera jalankan mobilmu segera..." Chan memberi perintah pada driver.


"Baik.." driver segera menjalankan mobil dan segera menuju ke arah pintu keluar.


Dari belakang mobil, mereka melihat ada dua mobil Jeep yang datang dan segera berhenti di depan lobby hotel.


"Tambah kecepatan Asahi... jangan sampai dua mobil jeep itu bisa menjangkau kita.." tiba-tiba Chan memberikan perintah tambahan.,


Wajah laki-laki itu terlihat pucat.., dan beberapa kali Chan melihat ke belakang. Asashi segera menambah kecepatan mobil, dan mobil segera meluncur menuju ke jalan raya, Untung saja, meskipun jalanan yang mereka lewati berbukit, namun jalanan tergolong halus dan sepi.


"Chan... jelaskan padaku, sebenarnya ada apa ini..?" Tantri terlihat kaget, dan mengejar Chan dengan pertanyaan.


"Sulit aku menjelaskannya Tantri.. Tetapi dua mobil tadi, aku perkirakan mereka bukan orang-orang baik. Barusan aku tadi mendapatkan peringatan dari temanku, untuk segera membawa pergi Celine dari tempat ini. Di dekat bandara, kedua orang Celine sudah menunggu. Tetapi ada beberapa orang yang akan menggagalkannya, dan akan membawa Celine pergi.." Chan akhirnya menjelaskan kejadian yang sebenarnya,


"Apakah mereka orang-orang suruhan nanny kak Chan...?" tiba-tiba Celine bertanya.


Mendengar pertanyaan Celine, Tantri merasa jika gadis itu seperti ketakutan. Tantri mendekat, kemudian memeluk gadis itu.


"Tenanglah Celine... kamu akan segera bertemu dengan daddy dan mommy mu... Jangan khawatir, kakak akan melindungimu." untuk mengurangi ketegangan Celine, Tantri berusaha menetralisir suasana.


"Benar Celine, ada kak Fuji juga kak John.. serta kak Chan. Kami semua pasti akan menjagamu, dan mengembalikanmu pada kedua orang tuamu..; dari kursi belakang, Fujitora menambahkan,


Tangan John terangkat, dan laki-laki itu mengusap kepala gadis kecil itu untuk membantu menenangkannya.


**************

__ADS_1


__ADS_2