Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 46 Refreshing


__ADS_3

Karena keberadaan laboratorium medis dimana Tantri dipekerjakan, bersama dengan tiga laki-laki team work di tempat kerjanya berada di tengah pulau, mereka menggunakan speed boat untuk keluar dari pulau tersebut. Cahaya lampu di seberang pulau terlihat indah terlihat dari atas boat yang membawa ke empat orang itu. John sebenarnya mengusulkan untuk menggunakan pesawat kecil, namun Tantri menolaknya. Gadis itu ingin menikmati angin malam, setelah tiga hari tiga malam hanya berada di dalam ruang laboratorium.


"Lihatlah bulan purnama di atas Tantr..., bulat sempurna. Membuat lautan tidak gelap mengerikan.." Chen mengarahkan jari telunjuknya ke atas langit,


"Benar sekali Chen... jika di negaraku, namanya bulan purnama. Kita tepat berada di pertengahan bulan, yaitu tanggal 15 bulan Jawa. Kalau kita mendasarkan pada kalender Masehi, setiap bulannya akan jatuh di tanggal yang berbeda-beda. Tapi jika kita menggunakan kalender Jawa, maka akan tepat di setiap tanggal 15, dan akan jatuh diu tanggal yang sama pada bulan depannya.." Tantri menjelaskan.


"Hemmpph... berarti sama dengan kalender yang sering digunakan umat muslim ya.. Aku pernah melihat dan sedikit mempelajarinya, ketika ada kunjungan ke negara Mesir..." John menambahkan,


"Sangat beragam sekali di negaramu Tantri... mengadopsi berbagai kebudayaan. Dari Arab, belum lagi dari masing-masing daerah yang berada di negaramu. Sesekali aku ingin berkunjung ke negaramu Tantri.., aku harap kamu tidak keberatan untuk menjadi tour guide ku." sahut Fujitora. Laki-laki ini berasal dari negara Jepang sendiri, yang digabungkan dalam team work bersama dengan Tantri, Chen, dan juga John.


"Dengan senang hati Fuji... Tapi belum untuk waktu yang dekat ini dulu ya.., aku masih ingin melanglang buana, membuang stress atau depresi. Aku ingin relaksasi dan refreshing sebentar Fuji..." tanpa menceritakan pada ketiga orang itu, jika dirinya sedang melarikan diri dari masalah, Tantri mengutip sedikit.


"Jika begitu... kenapa kita tidak travelling bersama-sama. Kita tunggu project kita selesai, dapat bayaran, kita bisa keliling dunia nih... Bagaimana pendapat kalian teman-teman..." Chen seperti mendapatkan ide.


Tantri tidak memberikan jawaban secara langsung, gadis itu hanya tersenyum sambil mengangkat ibu jarinya ke atas. Gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari cahaya lampu di depannya, dan sesekali mengamati sinar bulan tepat di atas kepalanya. Tanpa gadis itu sadari, sebuah jaket tiba-tiba di selimutkan di punggungnya. Tantri menoleh, dan melihat John yang meletakkannya...


"Angin laut sangat dingin Tantri..., kita tidak ingin jika kamu kedinginan. Kita masih memiliki project yang besar, jadi kita belum diijinkan untuk sakit.." John menjelaskan, agar tidak menjadi kesalah pahaman gadis itu.


"Terima kasih John..., atas perhatianmu..." gadis itu mengucapkan terima kasih.


Karena Tantri kembali diam, dan matanya menatap keindahan malam, ketiga laki-laki yang bersamanya itu juga ikut terdiam. Mereka ikut memandang ke depan, dan tidak lama kemudian daratan sudah jelas terlihat di depan mata mereka. Keempat orang itu tersenyum senang, karena merasa akan bisa bertemu dengan orang-orang lagi.

__ADS_1


"Tunggulah di boat beberapa saat lagi Tantri..., aku akan membantumu naik ke dermaga..." dengan gesit Chen melompat ke atas dermaga. Rupanya beberapa orang sudah menunggu mereka, dan membantu orang-orang itu naik ke atas.


"Tuan Chen... mobil untuk kalian ber empat jalan-jalan di kota, sudah kami siapkan.." terlihat seorang laki-laki bermata sipit melapor pada Chen.


"Bawa dan dekatkan mobilnya kesini, agar kita tidak berjalan terlalu jauh." Chen membuat perintah singkat.


"Siap Tuan Chen..." laki-laki itu berlari ke arah mobil yang akan digunakan, untuk mengantarkan empat orang itu berkeliling menikmati keindahan kota Shimanto.


***********


Beberapa saat kemudian...


Tantri merasa tenang, karena saat berada di pusat keramaian, namun tidak sehiruk pikuk di Jakarta ataupun Tokyo. Kota Shimanto memang merupakan salah satu kota kecil di Shikoku, pulau kecil tempat mereka mengerjakan project di laboratorium medis. Semilir angin dingin menerpa kulit tubuh, dan gadis itu mengenakan jaket yang tadi diberikan John untuk menutup punggungnya..


"Benar John... kita segera mencari restaurant saja yukkk. Lumayan kan, ada mesin penghangat di dalam restaurantnya, bisa mengurangi rasa dingin.." merasa butuh penghangat di tubuhnya yang mungil, Tantri segera mengajak teman-temannya mencari restaurant.


"Di Konpira Udon saja, ada kuah kari yang bisa membantu untuk menghangatkan tubuh kita..." Fujitora menyahut.


"Benar... seharusnya satu gelas sake bisa membantu kita untuk menghangatkan tubuh kita. Tetapi tadi kita sudah berjanji pada Tantri, untuk menghilangkan menu itu dari makanan kita.." dengan santai Chen menyahut,


"Mmmppphh.... jika begitu, jika kalian mau pesan, tidak apa-apa. Yang penting jangan paksa aku untuk ikut mencicipinya.." merasa tidak enak karena menghalangi kesukaan teman-teman satu timnya, Tantri membuat usulan.,

__ADS_1


"No... kita harus konsisten dengan omongan kota di awal. Kita berjanji untuk tidak pesan sake, ya kita tidak akan memesannya. Pantang bagi kita untuk ingkar dari janji..." Fujitora menyergah perkataan Tantri.


"Betul sekali Fuji... Ayuk kita masuk, anggap saja omonganku tadi just kidding Tantr.." Chen segera meraih tangan gadis itu, kemudian membawanya masuk ke dalam restaurant.


Kedua laki-laki itu yaitu John dan Fujitora mengikuti keduanya dari belakang. Ternyata di dalam ruangan itu ramai, dan uap hangat menerpa tubuh ke empat anak muda itu. Chen membawa Tantri dan kedua teman laki-lakinya itu ke tempat duduk yang ada di sudut ruangan. Tempat duduk itu diatur lesehan, dan hanya ada meja datar di tengah nya,


"Kamu duduklah dulu Tant, aku akan memesankan makanan untuk kita. Yang penting No Pork  bukan..," sangat memahami larangan gadis itu untuk mengonsumsinya, Chen bicara dengan hati-hati.


"Aku ikut kamu saja menu dan minumannya Chen..." John ikut menyahut.


"Jika begitu, kamu pesan empat set makanan yang sama saja Chen.. Besok masih ada waktu, kita bisa berkeliling untuk menikmati keindahan kota kecil ini. Akan banyak restaurant yang perlu untuk kita kunjungi besok.." Fujitora menjelaskan.


Chen mengangguk, kemudian berdiri dan berjalan menuju ke meja untuk menyampaikan pesanan mereka,


"Konbanwa. Nanika otetsudai dekiru koto wa arimasu ka?" dengan bahasa Jepang, terlihat seorang waiters bertanya pada Chen.


Laki-laki itu menjelaskan pada waiters, kemudian menunjukkan tempat dimana dia dan teman-temannya duduk. Beberapa saat kemudian...


"Sugu ni go yōi itashimasunode, shōshōomachikudasai." setelah mendapatkan jawaban, jika waiters akan segera menyiapkan pesanan, Chen kembali ke tempat teman-temannya berkumpul.


"Pintar sekali bahasa Jepang mu Chen... aku sampai ternganga dibuatnya.." ketika Chen kembali ke tempat duduk, Tantri bertanya pada laki-laki itu.

__ADS_1


"Aku lumayan lama tinggal di Tokyo Tantr... tapi karena mommy mengajakku kembali ke Hongkong, tidak ada pilihan lain selain mengikutinya.." laki-laki itu tersenyum, dan menanggapi perkataan Tantri.


**************


__ADS_2