Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 138 Keputusan


__ADS_3

Tantri terdiam duduk sendiri di teras balkon paviliun. Suami gadis itu sedang berada di bath room untuk membersihkan diri, dan merasa tidak ada aktivitas penting, gadis itu memilih untuk duduk disitu, Melihat bintang berkelip di atas langit, gadis itu memejamkan mata, dan merasakan semilir angin menerpa wajah serta rambutnya. Hal itu berlangsung beberapa saat, dan gadis itu tidak menyadari ketika dua tangan tampak memeluk dari belakang. Nafas Zorra mengendus di belakang telinga gadis itu, dan sesaat membuat gadis itu merinding.


"Honey.. apa yang kamu lakukan di luar malam malam begini. Udara sangat dingin, honey tidak mengenakan long coat lagi.." laki-laki itu berbisik di telinga Tantri, dan menyelimutkan selimut di pundak istrinya,


"Kak Zorra... aku hanya ingin menikmati hembusan angin kak. Jarang-jarang bukan, kita bisa merasakannya. Setiap hari hanya kita habiskan di dalam laboratorium, dengan aktivitas lebih dari 15 jam berada di depan komputer. Ternyata asyik kak, menikmati hembusan angin, sambil melihat bintang di langit.." sambil menghadapkan wajah ke arah suaminya, gadis itu memberikan tanggapan,


"Lebih cantik lagi jika ada Aurora Borealis di atas langit honey. Keindahan alam semesta yang sebenarnya.. kita harus ambil waktu untuk honey moon honey.., Finlandia bisa menjadi pilihan untuk kita menikmati malam, dan berburu Aurora Borealis.." Zorra menyambung pembicaraan,


"Mmmmpphh... benarkah kak, bukan hanya janji kosong saja.. Kita hanya meninggalkan laboratorium beberapa hari ketika kita menikah, kapan kita akan bisa menikmati Aurora Borealis seperti yang kak Zorra ceritakan.." gadis itu memancing pembicaraan,.


Sesaat tadi melamun sendiri, sebenarnya Tantri teringat dengan perkataan Ms Rebecca. Dalam hati, gadis itu ingin terlepas dari aktivitas yang menghabiskan waktu, dan hidup normal seperti pasangan suami istri lainnya. Tetapi beban tanggung jawab terhadap kemanusiaan, juga tidak bisa ditinggalkan begitu saja, Untuk itu, gadis itu memancing bagaimana tanggapan suaminya.


"Kenapa honey bertanya seperti itu sayang..., apakah honey menantang keberanian suamimu ini untuk membawamu keluar dari pulau kecil ini.." laki-laki itu mengulum senyum. Tatapan matanya tampak menghujam ke mata istrinya, dan membuat Tantri menjadi salah tingkah,


"He.. he.. he.., bukannya seperti itu kak. Tapi kak Zorra tahu sendiri bukan, beban tanggung jawab yang kita pegang pada tempat ini.. Kita bahkan tidak ada waktu cukup, hanya sekedar untuk melakukan relaksasi.." Tantri tersenyum kecut.


Tiba-tiba Zorra menarik tubuh gadis itu ke dalam pelukannya. Sesaat Tantri merasakan kehangatan yang dialirkan dada laki-laki itu ke dalam tubuhnya. Sesaat Tantri menghirup aroma maskulin suaminya bercampur parfum, dan sedikit membuat gadis itu terlena,

__ADS_1


"Apakah istriku ini lupa, jika kontrak perjanjian untuk bekerja di laboratorium ini sudah akan berakhir.." bisikan laki-laki itu mengejutkan Tantri.


Gadis itu melepaskan pelukan dari tubuh suaminya, dan menengadahkan wajah melihat ke arah laki-laki itu. Tantri melihat tidak percaya, karena dirinya memang hanya tanda tangan pada surat perjanjian, tetapi tidak pernah mempelajari dan membaca isi dengan seksama. Perkataan suaminya membuat gadis itu tersadar..,


"Kenapa honey... apakah kamu bingung kenapa suamimu ini bisa tahu..? Hempphh..., banyak jalan untuk mendapatkan informasi tentang istriku.. Bahkan jika istriku mau, besok pagi kita bisa pergi meninggalkan tempat ini sayang.. Semua tergantung dirimu honey.." sambil tersenyum, Zorra membuat penjelasan,


Tantri teringat dengan perkataan Ms Rebecca tadi siang, dan gadis itu tidak tahu arah pembicaraan, dan sebab kenapa atasannya mengajak berbicara masalah seperti itu. Barulah setelah mendengar perkataan suaminya, Tantri mengetahui penyebab Ms Rebecca mengajaknya berbicara.


"Jangan khawatir sayang... aku sudah mengajak bicara pada penanggung jawab pusat, Mereka mengijinkanku untuk membawamu, karena aku memang suamimu. Namun.. mereka masih tetap berharap agar istriku masih mau membantu untuk berkarya di laboratorium ini.." Zorra menambahkan,


"Terima kasih kak Zorra yang selalu peduli, dan hal kecilpun selalu suamiku perhatikan. Untuk kali ini, Tantri ikut apa yang kak Zorra kehendaki. Tantri yakin, semua keputusan yang kak Zorra pilih, semua yang terbaik bagi tantri.." gadis itu merasa mantap dan yakin, sehingga memasrahkan semua urusannya pada laki-laki yang sudah menjadi suaminya itu.


**************


Keesokan paginya...


Baru saja Tantri sampai di depan ruang kerjanya, terlihat Chang, John serta Fujitora tampak duduk di kursi tunggu. Mereka terlihat menanti kedatangan gadis itu, dan ketika melihat kedatangan Tantri, ketiganya berdiri. Tantri berhenti dan membalas senyuman tiga laki-laki itu.

__ADS_1


"Akhirnya datang juga kamu Tantri.. sudah hampir sepuluh menit, kami menunggumu.." John yang pertama kali berbicara membuka pembicaraan.


"Iyakah... kalian sih, tidak tanya atau memberi tahuku. Jadinya aku agak santai bersiap.. What happened..?? tidak mungkin bukan, jika tidak ada sesuatu kalian sudah menungguku di depan pintu ruanganku.." Tantri tersenyum, dan memberikan tanggapan.


"Hempphh... benar sekali Tantri. Kami akan mengajakmu bicara, terkait dengan kontrak kita di tempat ini, yang akan mendapatkan peninjauan kembali. Ms Rebecca dan Tuan Rolland mengunjungi paviliun, dan mereka meminta pada kita untuk tetap melanjutkan kontrak kita. Tetapi kami perlu bertanya padamu girl.. karena kamu sudah memiliki suami, dan pasti kamu akan lebih menurut pada suamimu bukan.." Chang menyahut.


Tantri terdiam, dan teringat kembali dengan pembicaraan tadi malam dengan suaminya. meskipun sangat sayang, jika harus meninggalkan ketiga teman laki-lakinya itu, namun Zorra merupakan kewajiban baginya untuk menurut semua perintahnya.


"Benar Chang... kemarin Ms Rebecca juga mengajakku bicara. Tetapi Tantri sudah berbeda saat ini guys.., ada suami yang harus aku ikuti, dan harus aku patuhi. Aku akan tetap mengikuti kemana kak Zorra membawaku, namun.. aku juga tidak akan meninggalkan pekerjaan ini. Kak Zorra akan mengatur kontrak baru, dimana aku bisa mengerjakan secara remote, dan mengirimkan via sistem jika sudah selesai.." akhirnya Tantri mengatakan hasil pembicaraan dengan suaminya tadi malam.


Ketiga laki-laki itu terdiam, dan tampak mencermati setiap kata yang diucapkan oleh gadis itu. Kemudian..


"Tampaknya semua impianmu berjalan mulus Tantri. Dan aku sangat mengapresiasi sikap kepedulianmu untuk kemanusiaan, sehingga masih tetap punya komitmen untuk menghasilkan karya bagi kemanusiaan.." Fujitora berkomentar atas perkataan gadis itu.


"Benar Fuji.. angkat topi untuk Tantri. Lalu bagaimana dengan keputusan kita, apakah kita akan mengikuti jejak Tantri, ataukah tetap bertahan di tengah pulau kecil ini.." John akhirnya bertanya pada dua teman laki-laki mengenai keputusan mereka.


Chang dan Fujitora saling menatap, dan ternyata ketiga laki-laki itu masih bingung juga dengan keputusan mereka. Tantri hanya tersenyum, memberi waktu pada ketiganya untuk memutuskan.

__ADS_1


****************


__ADS_2