Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 137 Masa Depan


__ADS_3

Beberapa saat Tantri terdiam, menunggu Ms Rebecca berdiri membuatkan kopi untuk dirinya.. Semula Tantri menawarkan diri untuk membantu perempuan itu, namun dengan tegas atasan Tantri itu menolaknya. Sebagai pihak tuan rumah, karena Ms Rebecca yang membawa Tantri kemari, perempuan itu bertanggung jawab untuk menjamu tamunya. Beberapa saat kemudian...


"Minumlah dulu Tantri, mumpung masih panas. Aku sengaja menambahkan brown sugar, untuk mengurangi produksi gas pada lambung kita.." tiba-tiba perempuan paruh baya itu menawarkan satu cangkir black coffee pada Tantri.


"Terima kasih Ms Becca.., Tantri juga selalu menambahkan brown sugar Ms.. jika konsumsi kopi. Untuk menikmati kopi pahit, belum bisa karena Tantri masih ingin merasakan manisnya kehidupan," Tantri segera mengambil cangkir kopi, dan menyesapnya beberapa kali.


Aroma kuat dari Arabica coffee tampak menyeruak masuk ke hidung, dan perlahan menghangatkan rahang dan turun ke jantung serta organ yang lainnya.. Terlihat Ms Rebecca juga mengikuti apa yang sedang gadis itu lakukan. Setelah beberapa menit...


"Miss Tantri.., apakah kamu bertanya tanya kenapa aku mengajakmu berbicara berdua Miss.." tiba-tiba Ms Rebecca memecah kesunyian


Tantri meletakkan cangkir kembali ke atas cawan, kemudian tersenyum menatap perempuan paruh baya itu.


"Maaf Ms Becca.. saya tidak terlalu kepo dengan apa yang ingin Ms Becca lakukan. Saya pikir, merupakan hal yang wajar, jika atasan mengajak bicara bawahan. Siapa tahu, ada hal yang kurang dari hasil kerja Tantri, sehingga sebagai atasan, Ms Becca berhak untuk mengingatkan.. " sambil tersenyum, Tantri memberikan tanggapan.


"Hemppphh... hal itulah yang aku sukai darimu Miss Tantri. Selalu positive thinking terhadap apapun, dan tidak takut menghadapi resiko pekerjaan. Aku mewakili pihak laboratorium, dan juga pihak WHO sangat terapresiasi bisa menerimamu bergabung pada project untuk kemanusiaan ini.." Ms Rebecca menyahut, sambil terus menatap ke arah Tantri.


Ms Rebecca tersenyum dan geleng geleng kepala melihat sikap sopan yang ditunjukkan oleh Tantri. Meskipun keberadaan gadis itu dalam laboratorium, sudah beberapa kali berkontribusi pada project, tetapi sikap Tantri terus merendah, dan seakan menunjukkan jika dirinya bukan siapa siapa. Hal itu sangat jarang terjadi sebelumnya, dan sikap yang ditunjukkan Tantri seperti lepas dari kebiasaan pada umumnya,


"Ms Rebecca selalu merendah, jangan seperti itu Ms.. Tantri menjadi semakin tidak enak hati. Katakan salah, jika memang Tantri tanpa sengaja berbuat salah Ms.., tidak perlu ditutupin.." Tantri jadi mengejar maksud perempuan paruh baya itu mengajaknya pergi dari ruangan.

__ADS_1


"Tidak ada Miss Tantri, disini malah aku yang akan meminta bantuanmu Tantri.." perempuan paruh baya itu terlihat menjadi terdiam, seperti ragu untuk melanjutkan perkataannya.


Tantri sabar menunggu beberapa saat, sampai akhirnya..


"Katakan Ms Becca, apa yang ingin Ms Becca sampaikan. Tantri akan berusaha untuk membantu, jika memang Ms Becca membutuhkan bantuan Tantri.." tidak mau menunggu lama, akhirnya Tantri mengutarakan apa yang membuatnya penasaran,


"Baiklah Ms Tantri... aku memang membutuhkan bantuanmu untuk membujuk, dan melunakkan hati suamimu Tuan Zorra.." mendengar perkataan dari perempuan paruh baya itu, Tantri menjadi terkejut,


Tidak biasanya atasan di laboaratorium meminta bantuannya di luar hasil kerjanya. Namun Ms Rebecca, perempuan paruh baya itu mengundangnya, dan meminta bantuan untuk melunakkan hati Zorra. Tantri merasa sedikit bimbang, tetapi akhirnya..


"Ms.. Becca.., maafkan saya ya Ms. Saya tidak mampu untuk membawa urusan pekerjaan, pada urusan hubungan suami istri antara kami berdua, Karena itu semua sudah menjadi komitmen kami berdua, dan saya tidak akan melanggarnya Ms.. Jadi, dengan sangat menyesal, Tantri tidak bisa membantu Ms Becca dalam hal ini.." dengan tegas, akhirnya Tantri berhasil menyampaikan  apa yang ada di dalam hatinya,


"Hempphh... sangat disayangkan sekali Miss Tantri. Padahal apa yang akan aku minta ini terkait dengan dirimu sendiri.." perempuan paruh baya itu akhirnya kembali berbicara,


"Apa yang Ms Becca maksudkan, apakah Tantri bisa diberikan informasi.." tidak mau menimbulkan masalah terkait dirinya, Tantri mengejar atasannya itu dengan pertanyaan.


"Begini Miss Tantri.. Kamu juga tahu bukan, jika akhir akhir ini laboratorium dikatakan telah mandul, tidak ada hasil ciptaan baru. Dengan kedatanganmu bergabung, laboratorium ini menjadi produktif. Kami sudah memeriksa berkas kepegawaianmu, dan tidak lama lagi, kontrak kerjamu akan berakhir. Kami hanya berharap, agar kamu mau memperpanjang kontrak kerja, tetapi kami juga sadar, pasti akan berbenturan dengan Tuan Zorra.." akhirnya Ms Rebecca berkata jujur.


"Saya paham Ms Becca, tetapi jujur saya juga ingin keluar dari laboratorium ini. Namun Ms Becca.., meskipun saya sudah tidak berada di laboratorium ini, kak Zorra mengijinkan untuk tetap mengabdi untuk kemanusiaan. Kita masih bisa berkomunikasi via mail, maupun via sistem Ms.. Jadi semua bisa kita kondisikan, dan saya harap Ms Becca mendukung hubungan Tantri dengan kak Zorra, bisa menjadi keluarga yang utuh.." Tantri dengan cepat memberikan tanggapan,

__ADS_1


Beberapa saat Ms Rebecca dan Tantri terdiam. Dan akhirnya..


"Baiklah Ms Tantri... mungkin hal itu adalah solusi terbaik. Mewakili laboratorium, kami selalu menantikan hasil karyamu, dimanapun kamu berada nantinya.." tidak ada pilihan lain bagi Ms Rebecca, selain setuju dengan apa yang diucapkan Tantri.


"Bisa kita bicarakan Ms Becca... dan sepertinya sudah beberapa saat kita berbicara. Jika diijinkan, Tantri akan kembali ke ruang kerja Ms.." memandang sudah tidak ada lagi topik yang akan mereka bicarakan, Tantri akhirnya berpamitan,


Ms Rebecca tersenyum dan menganggukkan kepala, dan perlahan Tantri berdiri kemudian berjalan meninggalkan perempuan paruh baya itu.


***********


"Pada akhirnya, pihak laboratorium harus kehilangan orang-orang yang menurut mereka terbaik. Mereka terlambat menyadari untuk melakukan treatment, bagaimana membuat orang-orang menjadi loyal, dan berpikir untuk pindah ke tempat lain.." sambil berjalan menuju ke tempat kerja, Tantri berpikir sendiri.


Gadis itu sendiri merasa heran dengan kebijakan pengelola. Mereka selama ini, seperti kurang menghargai karya dari para programmer, sehingga tidak memenuhi kebutuhan lainnya. Begitu, programmer memutuskan bergabung dengan perusahaan swasta, baru pihak laboratorium memikirkannya. Hal itu juga terjadi pada diri Tantri sendiri.


"Tidak mungkin aku akan membicarakan hal ini pada kak Zorra.. Bagaimanapun, posisiku sekarang adalah sebagai seorang istri, yang harus patuh pada suami. Apa yang dikatakan kak Zorra, adalah petuah dan perintah untukku, jadi aku harus taat dan menurut padanya.." Tantri akhirnya berpikir jernih.


Tantri juga berpikir, melihat angka usianya dan juga usia Zorra, sudah layak bagi mereka berpikir untuk segera memiliki momongan. Keberadaan baby dalam kehidupannya, akan mempererat hubungan pernikahan mereka, dan akan membuat hidupnya menjadi lebih berwarna. Untuk itu, Tantri harus mulai mengatur ritme apa yang akan dilakukan di masa depan,


*************

__ADS_1


__ADS_2