
Mendapatkan informasi dari Chang, Tantri dan kawan-kawan menjadi tegang. Keinginan mereka untuk mewujudkan project, yang nantinya akan bernilai guna untuk membantu disabilitas dalam menyesuaikan kehidupan mereka pada dunia nyata, tiba-tiba seakan kandas begitu saja. Ada segelintir orang yang memanfaatkan hal tersebut, untuk kepentingan keuntungan semata..
"Jika begitu, ketika prothotype diuji cobakan, kita bisa memboikot rencana mereka. Produk itu tidak akan bisa berjalan, jika main key tidak kita informasikan pada mereka. Main key bisa kita berikan, jika investor menanda tangani surat kesepakatan, untuk tidak mengkomersilkan hasil rancangan kita.." melihat reaksi teman-temannya, Tantri yang semula hanya tergiur uang ketika menjadi anggota tim, menjadi terpengaruh dengan rekan satu timnya,
Ternyata teman satu timnya, memiliki latar belakang alasan kenapa mereka memutuskan untuk bergabung. Membuat sebuah karya untuk kaum disabel, agar bisa hidup layak seperti manusia normal menjadi alasan mereka.
"Aku ikut keputusan kalian semua, karena aku pikir itu semua yang terbaik.." akhirnya Tantri ikut bicara.
"Jika begitu, kita persiapkan diri kita. Sekarang kita berbenah, untuk bersiap memberikan shock theraphy untuk Ketua organisasi. Begitu kita mogok, sedangkan main key masih ada pada kita, mereka pasti akan berpikir ulang. Hanya dengan cara itu, mereka akan bisa merekonstruksi pola berpikir mereka.." setelah terdiam beberapa saat, akhirnya Chang membuat keputusan,
Semua saling berpandangan, kemudian menganggukkan kepala menyetujui usulan Chang. Tidak lama kemudian, Chang berdiri dan berjalan masuk kembali ke dalam ruangan. Dari belakang, Tantri dan kedua rekan kerjanya, mengikuti mereka masuk. Tanpa bicara, mereka segera membereskan barang-barang mereka..Demikian juga dengan Tantri, merasa tidak banyak barang yang dia bereskan, gadis itu melangkahkan kaki menuju perangkat komputer yang ada di dalam ruangan itu. Gadis itu berpikir, jika dia harus mengamankan beberapa data penting, membuat back up, kemudian menghapusnya file serta data tersebut.
"Back data secara ganda Tantr... jadi jika salah satu back up ada kendala, kita masih ada archive lainnya.." sambi membereskan berkas pada lockernya, Chang memberikan arahan,
"Yap..., aku sudah gunakan tiga hard disk eksternal, dan juga aku simpan di Cloud. Jangan khawatir, aku menyewa cloud di Singapura dan Hongkong, jadi menurutku aman untuk masalah penyimpanan rahasia kita." sambil menyelesaikan membuat back up data, Tantri memberikan tanggapan.
Chang tersenyum, dan menganggukkan kepala. Bekerja dengan Tantri, laki-laki itu merasa lebih praktis, karena gadis itu sudah memiliki inisiatif sendiri, sehingga dirinya hanya meyakinkan saja. Ke empat anak muda itu tampak bekerja giat sesuai porsi mereka masing-masing. Tidak ada saling protes, ataupun berebut pekerjaan, karena mereka bekerja bahu membahu. Setelah beberapa saat kemudian...
"Sepertinya semua sudah selesai. Kita malam ini, move dulu untuk evakuasi ke hotel terdekat. Aku dengar, ketua organisasi dalam perjalanan kemari, karena besok siang akan ada trial error dari prothotype yang kita rancang.." Chang kembali memberikan penjelasan,.
__ADS_1
"Tapi tidak mungkin bukan, karena main key ada pada kita, kemungkinan besar alat itu tidak akan bisa berfungsi.." Fujitora menanggapi.
"Benar perkataanmu Fuji... kita hanya akan melihat, bagaimana reaksi dari para tamu undangan, yang diperkirakan mereka akan menjadi investor utama, dan pemanen terbesar dari rancangan project kita. Kita abaikan saja mereka, kita harus bergegas, karena jika Ketua Organisasi sudah sampai ke tempat ini, maka akan ada sweeping keamanan.." Chang langsung menimpali perkataan Fujitora.
"Sekarang saja kita keluar, bawa perlengkapan masing-masing.." John menyahut, dan laki-laki itu berjalan keluar dari dalam ruangan lebih dulu.
"Okay, kita ikuti John sekarang.." Chang segera mengajak John dan Tantri.
Keduanya segera membawa barang-barang mereka, dan tanpa melihat lagi ke belakang, ke empat anak muda itu segera menuju ke bagian depan bangunan laboratorium itu. Petugas security yang sedang berjaga, hanya tersenyum dan menganggukkan kepala, tanpa bertanya akan kemana tujuan mereka. Mungkin security itu hanya berpikir jika ke empat anak muda itu, akan pergi untuk bersenang-senang saja, dan tidak ada pikiran jika mereka akan meninggalkan laboratorium tersebut.
"Kita masuk mobil yang sudah menunggu kita di bahu jalan.. Aku yang sudah menyewanya.." tiba-tiba Chang memberi tahu, agar mereka menuju mobil SUV yang sudah menunggu mereka.
**************
Beberapa saat kemudian...
Ketika mobil yang membawa Chang dan ketiga rekan satu timnya, pergi meninggalkan laboratorium dengan menggunakan mobil sewaan, di atas hanggar yang ada pada roof top gedung laboratorium tersebut, tampak landing sebuah helikopter. Petugas security sehingga membuat barikade keamanan, dan beberapa berlari mengamankan area yang akan dilalui oleh penumpang helikopter tersebut.
"Kepala Organisasi datang... cepat siapkan tempat untuk beliau transit.." seorang laki-laki muda berbadan tegap memberi arahan pada security.
__ADS_1
Security segera bersiap, dan tidak lama seorang laki-laki berkaca mata hitam, yang menggunakan topi turun dari dalam helikopter. Laki-laki muda berbadan tegap yang tadi membuat peringatan, segera memberikan pengawalan. Di belakang Kepala Organisasi, ada perempuan muda berpakaian seksi ikut mengikuti di belakangnya, dan di tangan perempuan itu membawa gadget dan beberapa berkas.
"Ada dimana anak-anak muda itu, panggil mereka dan bawa ke meeting room. Aku akan mengajaknya untuk berkoordinasi beberapa saat lagi.." sambil berjalan menuju ke arah tangga, Kepala Organisasi membuar sebuah perintah.
"Baik Kepala... akan segera kami kondisikan.." laki-laki berbadan tegap itu memberikan kesanggupan.
Setelah memberikan jawaban, laki-laki berbadan tegap yang bernama Jiro itu segera mendatangi security, dan menyampaikan perintah dari Kepala Organisasi.
"Mmmpphh... tapi Tuan Jiro..." wajah security menjadi pucat, karena mereka melihat jika Chang dan ketiga rekan satu timnya, baru saja pergi meninggalkan laboratorium.
"Tapi apa... ini perintah. Apakah kamu mau, Kepala Organisasi marah, dan memberikan hukuman pada kalian semua.." mendengar keraguan dari security, Jiro terpancing kemarahan. Dengan tatapan marah, laki-laki muda itu melihat ke arah security yang masih berjejer di tempat itu.
"Iya Tuan Jiro... kami paham. Tapi baru saja beberapa saat yang lalu, Tuan Chang dan ketiga rekan satu timnya keluar dari dalam laboratorium. Kami pikir, mereka hanya akan senang-senang saja di luaran sana, karena tuan Jiro tahu sendiri bukan, jika di tempat ini tidak ada hiburan sama sekali.." akhirnya security menceritakan apa yang dilihatnya dari Chang dan lainnya.
Jiro menatap tajam pada security yang menjelaskan kepadanya, dan juga melihat ke arah security lainnya.
"Apa maksudmu... mereka hanya akan pergi untuk bersenang-senang, atau bagaimana. Panggil mereka segera, untuk kembali ke laboratorium. Beritahu mereka jika rapat akan segera diadakan..." dengan nada marah, Jiro memberi perintah.
*************
__ADS_1