Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 26 Niat Balas Dendam


__ADS_3

Harry terkejut melihat Tantri sangat santai menanggapi pertanyaannya. Tetapi laki-laki itu diam saja, dan mengikuti langkah Tantri sampai di teras rumah. Anak-anak motor lainnya segera menyalami gadis itu, dan melihat keberadaan Bi Surti serta pak Jaya yang tampak menatap dengan khawatir, gadis itu segera menemui keduanya.


"Bi Surti..., pak Jaya.., Tantri baik baik saja. Abaikan kain kassa ini, kata dokter ini hanya goresan ringan saja. Kassa hanya untuk menjaga agar lukanya tidak terkena debu.." gadis itu mencoba menjelaskan pada ART dan sopir di keluarganya itu.


"Syukurlah Non..., tadi ketika teman teman Non datang ke rumah, Bibi dan pak Jaya sempat panik. Mana ponsel Non, tuan Chandra, dan juga Nyonya Monica tidak bisa dihubungi lagi.." perempuan paruh baya itu menghapus air mata yang tampak menggenang di pelupuk matanya itu.


Tantri tersenyum, kemudian memeluk erat tubuh ART yang sangat memberinya perhatian itu. Perlahan setelah beberapa saat, gadis itu melepaskan perlahan, kemudian kembali menengok Harry dan teman-temannya yang lain,


"Terima kasih Harry, Antok, Erick..., atas atensi kalian. Tadi hanya kesalah pahaman saja kok, tetapi untungnya polisi cepat memberikan pertolongan, sehingga tidak ada korban dalam kasus tadi.." melihat wajah Harry yang tampak serius melihat kepadanya, Tantri berusaha menjelaskan,


"Hempphh... kamu bisa santai seperti ini Tantri.. Padahal kasus hari ini, semua terjadi karena konflik antara Jokzin dan Spirit, yang akhirnya melibatkanmu. Tapi jangan khawatir Tantri, aku dan teman teman akan membalaskan kekacauan ini. Jangan sampai, club motor kita direndahkan dan diinjak injak seperti ini.." bukannya merasa tenang, tetapi Harry sepertinya terpancing.


"Benar Boss..., kita harus balaskan rasa sakit hati Tantri. Hal ini sama saja dengan mereka menginjak injak harga diri club motor Spirit, dan kita tidak boleh membiarkan mereka berlarut larut. Jika perlu, kita balaskan malam ini juga..." terdengar satu anak motor lainnya memprovokasi,


"Benar.. benar.., ayo Boss, tunggu apa lagi..." anak motor lainnya menimpali.


Mendengar kekacauan itu, Tantri menjadi bertambah panik.


"Harry..., Antok, dengarkan aku dulu. Tenangkan teman teman yang lain.., semua tidak seperti yang kalian bayangkan. Sudah ada pihak yang membalaskan rasa sakit kita, tidak perlulah memperpanjang semuanya.." Tantri mencoba menengahi.

__ADS_1


Gadis itu terlihat bertambah panik dan khawatir, dan tidak mau kejadian tadi menjadi melebar. Kedatangan orang-orang yang menolong mereka ketika terjadi penyerangan, sudah cukup untuknya. Dan Tantri juga yakin, jika orang-orang itu pasti tidak akan berhenti begitu saja.,


"Maaf Tantri..., aku tidak bisa membiarkan kejadian ini begitu saja. Istirahatlah dengan baik malam ini Tantri, aku dan teman-teman akan merangsek ke Jokzin. Kami hanya akan memberikan peringatan pada mereka untuk tidak bermain-main dengan club motor kita. Jangan khawatir.." tetapi bukannya mengiyakan apa yang diminta gadis itu, Harry malah mengikuti keinginan anak-anak lainnya.


"Benar yang dikatakan Boss Harry Tantr.., hutang darah akan dibayar dengan darah. Kamu tenang saja, semua tidak akan melibatkanmu. Kewajiban kami untuk memberikan perlindungan kepadamu, karena kecelakaan yang menimpamu, karena disebabkan oleh kami. Kami pamit dulu Tantri, selamat beristirahat.." Antok ikut mendukung keputusan Harry.


Dua anak muda itu segera menepuk pelan bahu gadis itu, dan mereka segera keluar meninggalkan halaman rumah Tantri. Anak anak yang lainnya melambaikan tangan pada Tantri, kemudian mengikuti Harry dan Antok keluar. Gadis itu tidak bisa berbuat apapun, hanya mengambil nafas dalam dan melihat kepergian teman-temannya itu.


**************


Di jalanan...


Karena tidak sempat mengurus ijin melintas di jalur tol. Harry dan anggota club  motor Spirit melintasi ke jalan Jakarta Bandung. Untungnya jalanan sudah mulai sepi, karena jam sudah di atas pukul sembilan malam. Tanpa merasa lelah sedikitpun, gerombolan anak muda itu terus melaju tanpa istirahat.


"Langsung lokasi saja Ant.., aku yakin mereka kelelahan karena urusan sore tadi. Jadi, mereka tidak siap, dan akan dengan mudah untuk kita hancurkan. Habisi saja mereka, kita tumpas, jika perlu ada pertumpahan darah, kita lakukan. Kita harus memberikan peringatan pada siapapun, yang sudah berani menginjak injak harga diri kita.." dengan bersemangat, Harry menjawab pertanyaan Antok.


"Okay Harr... siap. Aku akan informasikan pada teman teman kita yang lain..." Antok segera memperlambat laju motornya. Anak muda itu menggunakan microphone kecil di bawah helm nya, untuk menyampaikan informasi itu pada temannya yang lain.


"Guys... kita terus melaju menuju ke Geng Jokzin. Pastikan bahan bakar motor kalian cukup, dan bagi yang merasa lapar, tunda rasa lapar kalian. Urusan kita malam ini harus kita utamakan, demi Club Motor Spirit. Maju..." dengan suara lantang, Antok membiat pengumuman.

__ADS_1


"Okay.., siapppp.. Greng... greng.. whussss...." anak anak motor itu mempermainkan gas motor mereka.


Beberapa pengendara motor dan mobil yang berpapasan dengan anak-anak motor itu, memilih untuk mengalah. Mereka banyak yang menepi, bahkan beberapa menghentikan kendaraan mereka di pinggir jalan. Anak anak motor yang dikomandoi Harry itu terus melaju, dengan semangat untuk membalas dendam.


************


Setelah naik motor tanpa henti selama kurang lebih tiga jam perjalanan, akhirnya kelompok anak anak muda itu sampai juga di area yang menjadi base camp Geng motor Jokzin. Tetapi ketika motor-motor itu sudah memasuki halaman base camp, tidak terlihat ada satu orangpun di tempat itu. Lokasi base camp terlihat sangat sepi. Harry dan Antok saling berpandangan...


"Antok... apakah anak-anak Jokzin tersadar dan mereka melarikan diri, karena khawatir dengan serangan balik dari club motor kita..?" Harry bertanya pada Antok.


"Aku juga tidak tahu Harr... Tetapi lihatlah, tempat ini sangat kacau, dan banyak barang-barang hancur..." Antok mengarahkan jari telunjuk, melihat perlengkapan yang dimiliki oleh geng motor Jokzin banyak yang hancur,


"Irwan... Erick.., turun dan cek lokasi. Sepertinya kedatangan kita sudah didahului oleh kelompok yang lain...!" Antok seger memerintah dua anak motor untuk mengecek ke lokasi.


"Ashiaappp...." empat anak muda segera turun dari motor mereka, dan segera memasuki arean base camp.


Ketika empat anak muda itu sampai di bagian depan, terlihat semua berantakan. Beberapa helm tampak hancur, dan bahkan tempat duduk juga hancur bergelimpangan. Ke empat anak muda itu saling berpandangan, tetapi mereka segera melanjutkan pemeriksaan,


"Wan.., semakin ke dalam semakin kacau. Lihatlah semua hancur, bahkan busa yang biasa mereka gunakan untuk tidur, juga rusak dihancurkan seperti ini." Erick memberi tahu Irwan.

__ADS_1


"Darah segar..., dan sepertinya belum mengering. Berarti baru saja ada perkelahian di tempat ini. Kita laporkan saja pada Boss Harry dan Antok..." Bondhet berteriak.


*************


__ADS_2