Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 112 Tindakan


__ADS_3

Semua yang berada di dalam ruangan itu melihat ke arah Zorra.. Namun rupanya laki-laki itu tidak bergurau, dan serius ingin menyumbangkan darahnya untuk Tantri. Tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu, dokter muda itu akhirnya menganggukkan kepala, tanda menyetujui usulan Zorra..


"Jika semua sudah siap..., operasi harus kita lakukan secepatnya. Masukkan gadis ini ke ruang tindakan.." melihat perawat yang membantunya sudah memberi kode jika persiapan sudah selesai, akhirnya dokter itu memberi perintah.


"Siap dokter.." dengan sigap, perawat membawa bed yang digunakan untuk berbaring Tantri ke dalam ruangan yang ada di sebelah.


Zorra ikut bergerak, ingin ikut masuk ke dalam ruang tindakan, namun dokter berhenti di pintu masuk, seakan memberi isyarat keberatan jika laki-laki itu ikut berada di dalam ruangan.


"Maaf Tuan... selain dokter dan petugas medis lainnya, dilarang siapapun untuk berada di dalam ruangan. Jika anda memaksa, maka lebih baik tindakan operasi tidak jadi dilakukan.." dengan tegas, dokter muda memberikan peringatan.


"Tetapi dokter.. aku akan ikut mendampingi kekasihku, dan memberinya dukungan.. Lagian, jika sewaktu-waktu kekasihku membutuhkan darah, aku akan langsung bisa memberikan transfusi untuknya.." Zorra masih bersikeras.


"Hemmpphh... apakah anda tidak memahami kata-kataku. Tetap menunggu di luar ruangan dan operasi dilakukan, atau tindakan operasi digagalkan jika anda tetap bersikeras.." ucapan terakhir yang disampaikan dokter, tidak memberikan pilihan yang menguntungkan Zorra..


Akhirnya dengan muka yang tidak enak dilihat, Zorra mengalah. Laki-laki itu hanya mendengus kesal, dan memundurkan tubuhnya ke belakang. Perlahan dokter muda itu berjalan meninggalkan Zorra, kemudian menutup pintu ruang operasi. Beberapa saat Zorra hanya sendiri berada di dalam ruangan itu..


"Tuhan... sudah sangat lama aku tidak pernah meminta lagi kepada Mu Tuhan.. Kali ini, aku memohon kepada Mu untuk menyelamatkan Tantri kekasihku, belahan jiwaku Tuhan.. Kabulkan doaku Tuhan.." Zorra mengusap kedua telapak tangan ke wajahnya, setelah mengucap doa.


Laki-laki itu terlihat sangat gelisah, dan merasa tidak bisa melakukan apa-apa. Menyalahkan keadaan atas apa yang terjadi saat ini, hanya itu yang bisa dilakukannya.. Sedikitpun, bahkan Zorra tidak teringat pada Andriano kakaknya, yang dia tinggalkan sendiri dengan para penculik.

__ADS_1


"Aku akan mengejarmu sampai dimanapun penculik... jika terjadi sesuatu pada Tantri.." bibir Zorra kembali mengutuk tindakan keji yang dilakukan oleh penculik Tantri.


Wajah Zorra terlihat tegang dan penuh kemarahan. Tetapi tidak ada yang bisa dilakukannya, selain hanya menunggu pemberi tahuan dari dokter yang melakukan tindakan penyelamatan pada kekasihnya. Bibir Zorra terus bergetar, dan dalam hati terucap untaian doa yang sudah lama tidak dilakukannya. Keadaan Tantri saat ini, bisa mengetuk hati laki-laki itu, dan akhirnya teringat hanya Tuhan yang bisa memberikan kesembuhan pada kekasihnya.


"Zorra... bagaimana keadaan Tantri sekarang, bisa diselamatkan bukan..?" tiba-tiba dari arah depan, terdengar suara laki-laki bertanya kepadanya.


Secara reflek laki-laki itu mengangkat wajahnya, dan melihat kedatangan kakaknya Andriano yang berjalan menghampirinya. Melihat keadaan adiknya Zorra saat ini, Andriano terkejut. Baru kali ini, Andriano melihat Zorra yang tampak putus asa, dengan wajah dan penampilan yang sangat berantakan. Bahkan di pakaian laki-laki itu, masih banyak terdapat bercak darah kering,


'Sabarlah adikku... percayalah, dokter akan berusaha dengan maksimal, dan Tantri pasti akan tertolong.." untuk pertama kalinya setelah sekian lama, Andriano memeluk laki-laki itu.


Keduanya berpelukan erat, dan tangan Andriano mengusap punggung adik laki-lakinya itu ke atas dan ke bawah beberapa kali. Tidak ada kata-kata yang mampu terucap, dan keluar dari bibir Zorra. Anak muda itu terlihat sekali sangat terpuruk dengan keadaan yang ada saat ini. Andriano juga membiarkan adiknya untuk meluapkan kesedihannya, dengan sabar laki-laki itu menjaga perasaan Zorra.


****************


Dengan membawa beberapa bukti digital, dan juga berkas hard file, tanpa ampun Chang dan ketiga teman laki-lakinya membawa semua berkas pada pemimpin laboratorium. Permintaan Dion dan Peter, untuk memperhatikan juga perasaan Celine, tidak digubris oleh tiga laki-laki itu. Sepertinya ketiga laki-laki itu sudah merasa sangat marah, dengan hilangnya Tantri, dan tidak mau bekerja sama dengan siapapun,


"Bagus sekali Chang... kamu dan teman-temanmu malah bisa memberikan bukti yang berharga seperti ini.. Hilangnya karya dari divisiku, terbuka semua jawabannya. Ternyata bukannya kreativitas dari tim kita yang sudah mati, ternyata ada yang sengaja mengacaukan data dan program, dan menjual data serta program asli ke pihak lain.." dengan geram, Ms. Rebecca ikut memberikan tanggapan,


"Benar Rebecca.. maafkan kata-kataku selama ini, yang selalu memojokkanmu. Ternyata, tim security tidak mampu menembus barrier yang sengaja dipasang oleh Celine.. Percayalah, kami akan segera membuat laporan ke atas, dan perintah untuk penangkapan karyawan bernama Celine sudah dikeluarka.." kepala laboratorium memberikan ulasan.

__ADS_1


Ms. Rebecca hanya menganggukkan kepala, bahkan senyum kecil saja tidak muncul dan terlihat dari bibirnya. Rupanya perempuan itu sudah merasa sangat geram, dengan penemuan yang dilakukan oleh Chang, John, serta Fujitora.


"Tuan... Mrs.., mengabaikan penemuan barang bukti ini. Bagaimana kabar dari Miss Tantri, apakah dari pihak laboratorium sudah berusaha melakukan pengejaran.." tidak begitu tertarik dengan perkataan dua orang petinggi itu,  John menyela pembicaraan.


"Tenanglah John... tidak mungkin organisasi akan tinggal diam. Berita terbaru, Tantri sudah berhasil diselamatkan, dan dibawa dalam perjalanan ke rumah sakit. Kebetulan tim audit, baru saja sampai di island ini, dengan banyak pengawal yang datang bersamanya. Mengetahui ada insiden penculikan ini, mereka bergerak  untuk menghentikan penculikan, dan menunda kedatangannya ke island ini.." kepala laboratorium memberikan jawaban, sambil tersenyum menenangkan ketiga laki-laki itu.


"Benar John, Chang, Fuji.. tidak perlu khawatir. Kita juga tidak akan diam saja, jika kabar atau keadaan Tantri belum diketahui. Saat ini, tim dokter sudah melakukan penanganan di seberang pulau, dan sebentar lagi kabarnya pasti akan dikirimkan kemari." Ms. Rebecca menambahkan,


Mendengar penjelasan dari dua petinggi itu, ketiga laki-laki itu saling berpandangan. Tetapi kemudian..


"John.. Fuji.., kita coba dulu untuk mendengarkan penjelasan dari Ms. Rebecca dan Tuan Kepala.. Tapi jika sampai esok hari, tidak ada informasi lanjutan, kita cabut dari laboratorium ini, bagaimanapun caranya.." Chang membuat rencana, dan menyampaikan pada dua temannya itu.


"Siap Chang... aku dan John pasti akan selalu bersamamu. Kita berempat, sudah tergabung menjadi sebuah tim kerja beberapa tahun. Jika salah satu dari kita terlepas, maka secepatnya kita harus membuat ikatan kembali.." Fujitora memberikan tanggapan.


"Benar Chang.. aku setuju dengan pernyataan Fuji.." sahut John.


Ms. Rebecca tersenyum, merasa senang dengan tim dalam divisinya yang memiliki kekompakan. Sudah lama, sejak dirinya bekerja di laboratorium, tidak melihat kondisi tim yang sangat kompak dan solid.


****************

__ADS_1


__ADS_2