
Tantri merasa panik seketika, melihat laki-laki yang tampak menghunus senjata tajam berlari ke arahnya. Sedangkan Zorra juga sedang menghadapi anak-anak geng motor lainnya. Dalam kepanikan, Tantri memikirkan segala cara untuk menyelamatkan dirinya. Gadis itu mengambil helm Zorra yang diletakkan di setang motor, dan menggunakannya untuk perisai serangan yang mengarah pada dirinya.
"Crang... phuakk..." dengan sekuat tenaga Tantri menggunakan tangannya untuk menahan serangan dari laki-laki itu,
Ayunan samurai tepat mengenai helm yang ada di tangan gadis itu, tetapi Tantri tidak bisa mencegah. Ujung samurai tampak menggores lengan bawah gadis itu. Seketika di saat itu juga, darah tampak merembes keluar, dan Tantri sudah merasakan perih, Namun gadis itu tidak memiliki waktu lagi untuk menyelamatkan diri, dan Zorra yang juga masih bertarung dengan tatapan kosong hanya bisa menatapnya iba,
"Mau lari kemana lagi kamu gadis ja***lang.... Terimalah ini...\, bukkk... duakkk..." ketika laki-laki yang melakukan penyerangan pada Tantri akan mengayunkan samurai kedua kalinya\, dan Tantri hanya bisa menutup wajah dengan kedua telapak tangannya\, tiba-tiba tubuh penyerang itu limbung ke depan.
"Dorr... dor.., hentikan perkelahian, atau aku hancurkan isi kepala kalian dengan peluru di tanganku...!" terdengar teriakan marah dari seorang laki-laki dewasa,
Merasa jika teriakan itu menyelamatkannya, Tantri perlahan memberanikan diri membuka tangannya. Terlihat Zorra berlari ke arahnya, dan belum sampai gadis itu bisa bertindak serta menyadarinya, tiba-tiba Zorra sudah memeluknya erat dengan panik.
"Are you okay Tantri... tenanglah. Aku akan membawamu ke dokter sekarang juga..." Zorra yang panik segera bertanya pada gadis itu.
"Aku baik-baik saja Zorr..., jangan panik. Luka di tanganku ini hanya tergores, kita langsung pulang saja. Di rumah, nanti aku akan langsung membersihkannya.." sambil menahan rasa pedih, Tantri mencoba membuat laki-laki yang bersamanya itu tenang.
Tiba-tiba tatapan Tantri melihat ke arah perkelahian. Situasi saat ini sudah berbalik, tampak kawanan anak motor dari Jokzin Geng mulai terdesak. Empat laki-laki bertubuh kekar, tampak bertarung dan berada di pihak mereka. Namun Tantri tidak diberikan kesempatan oleh Zorra.., karena anak muda itu langsung mengangkat tubuh Tantri. Salah satu dari penolong itu melemparkan sebuah anak kunci, dan dengan sigap Zorra menangkapnya sambil terus berlari membawa Tantri dalam gendongannya.
"Turunkan aku Zorra, tubuhku berat. Aku tidak seperti yang kamu pikirkan, aku baik-baik saja. Luka ini hanya goresan kecil saja..." Tantri terus berusaha menenangkan laki-laki muda yang membawanya itu.
Tetapi jangankan menurunkannya, Zorra semakin mempercepat larinya. Dan di depan sebuah mobil Jeep Rubicon, Zorra menekan remote key di tangannya. Pintu mobil terbuka, dan dengan tatapan was was, Zorra segera memasukkan tubuh Tantri ke dalamnya. Setelah menutup pintu mobil, dengan cepat laki-laki muda itu berputar kemudian segera mengikuti Tantri masuk ke belakang setir kemudi.
__ADS_1
"Brakk... klek..." setelah menyalakan mobil, dan semua AC menyala, Zorra membuka dashboard.
Tidak lama kemudian, anak muda itu mengeluarkan perlengkapan PPPK, dan segera membuka resleting penutupnya. Tidak lama kemudian, cairan pembersih luka Rivanol, kain kassa, dan sebuah cairan Betadine dikeluarkan oleh anak muda itu.
"Tantri.. aku akan membawamu ke dokter. Aku harap kamu bisa bekerja sama Tantr, bersihkan lukamu dengan cairan pembersih itu, dan tempel dengan Kassa setelah kamu oleskan Betadine. Aku pastikan kamu akan baik-baik saja..." dengan nada perintah, Zorra segera menginjak pedal gas mobil.
Perlahan mobil itu segera meninggalkan tempat itu, dan Zorra mengemudikannya dengan cepat. Tantri tidak berdaya untuk memberikan larangan pada laki-laki yang duduk di sampingnya itu. Dalam diam, gadis itu melakukan apa yang tadi diperintahkan oleh anak muda itu.
************
Siloam Hospital.........
Seorang dokter laki-laki tersenyum setelah memberikan tindakan atas luka yang dialami Tantri. Di wajah dewasanya, terlihat jika apa yang dialami Tantri bukanlah sesuatu yang mengerikan.
"Baik Dokter.., terima kasih.." Tantri merasa lega, karena sejak tadi merasa jika dirinya baik-baik saja. Tetapi melihat kemarahan Zorra melihatnya, gadis itu menjadi tidak bisa berkutik juga.
Perlahan Tantri turun dari bed dengan dipegangi oleh perawat, dan segera mendatangi Zorra yang sudah mulai hilang rasa khawatirnya. Anak muda itu menggeser kursi yang didudukinya, dan memegang tangan Tantri serta membantu gadis itu duduk.
"Bagaimana perasaanmu Tantr... kamu baik saja bukan..?" Zorra melihat ke tangan gadis itu yang sudah dibalut dengan kassa oleh perawat.
"Sejak tadi aku baik saja Zorra, kamu saja yang terlalu mengkhawatirkan, sehingga aku malah ikut panik." Tantri berusaha menjelaskan.
__ADS_1
"Ya sudah, kita dengarkan dulu pandangan dari Dokter. Sekarang kamu istirahat dulu saja, ini minumlah.." Zorra memberikan air mineral pada gadis itu. Untuk menghilangkan rasa khawatir, yang masih belum hilang dari pikirannya, Tantri segera meminum air mineral tersebut.
Dokter yang sudah duduk di depan kedua anak muda itu tersenyum, melihat bagaimana Zorra dan Tantri berinteraksi. Tantri sampai memerah pipinya menahan malu, kemudian menyenggol Zorra agar fokus pada laki-laki dewasa di depannya itu.
"Kalian sangat romantis, apakah Miss Tantri ini pacarmu Zorra.." Tantri terkejut bukan karena mendengar pertanyaan dari dokter itu, tetapi menyadari intensitas akrab yang terjadi antara Zorra dengan dokter tersebut,
"Bukan Om..., Tantri ini teman satu sekolah Zorra. Kebetulan tadi pas kami jalan, bertemu aksi kerusuhan dan terjadilah insiden ini.." Zorra segera memberikan tanggapan. Anak muda itu terlihat khawatir jika dokter itu terlalu banyak bertanya tentang dirinya, karena tampak Zorra seperti menyembunyikan sesuatu dari Tantri.
"Syukurlah segera diberikan perawatan tadi. Yang dikhawatirkan itu, jika benda tajam yang melukai miss Tantri tadi berkarat, akan bisa menyebabkan tetanus. Tapi untunglah, dalam perjalanan kemari sudah dibersihkan. Ini tadi sudah Om berikan suntikan agar tidak terjadi peradangan." dokter menjelaskan.
"Terima kasih Dokter..." sahut Tantri sambil melihat ke arah perbanan di tangan kanannya.
Gadis itu mencoba menggerak gerakkan pergelangan tangannya, dan masih muncul rasa nyeri sehingga Tantri menghentikannya.
"Bagaimana kabar papa dan mamamu Zorra.., Om sudah lama tidak bertemu lagi dengan mereka..?" dokter mengajak Zorra berkomunikasi.
Tetapi respon berbeda ditunjukkan oleh anak muda itu, seakan tidak mau jika gadis yang duduk disampingnya itu mengetahui informasi tentang keluarganya. Tampaknya laki-laki itu tidak mau terkespos..
"Oh ya Om.., kebetulan Zorra masih ada acara malam ini. Mau battle skate board, jadi tidak bisa lama-lama di sini Om. Makasih ya Om bantuannnya...": bukannya memberikan tanggapan dari pertanyaan dokter itu, tetapi Zorra malah berpamitan dan langsung berdiri,
Tantri merasa bingung, tetapi akhirnya gadis itu mengikuti laki-laki itu berdiri juga.
__ADS_1
************