Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 119 Keberhasilan


__ADS_3

Setelah beberapa hari istirahat, dan perban juga sudah dilepas dari luka di pahanya, akhirnya Tantri harus kembali ke laboratorium. Sesuai yang sudah dijanjikannya pada gadis itu, Zorra menyertai kepergian Tantri tanpa bisa dicegah. Tiga teman laki-laki Tantri, harus bisa menahan diri untuk tidak selalu dekat-dekat dengan gadis itu..


"Hati-hati honey... kita akan kembali ke laboratorium menggunakan heli. Pihak penanggung jawab laboratorium memberikan ijin, mengingat kesehatanmu yang belum pulih benar.." Zorra menuntun gadis itu keluar dari pintu lift.


Mereka saat ini sudah berada di atas roof top hotel, dan terlihat sebuah helikopter mewah sudah menunggu mereka di atas helipad. Ketiga teman Tantri menatap keberadaan pesawat capung itu dengan pandangan takjub. Bahkan pengelola laboratorium saja tidak bisa mendapatkan ijin untuk datang ke island dengan pesawat heli, tetapi berbeda dengan kekasih Tantri. Tanpa bicara mereka hanya saling berpandangan, dan berjalan berdampingan di belakang Tantri dan Zorra.


"Apakah nanti kak Zorra akan kembali lagi ke Swiss, setelah aku turun bersama teman-teman.." ketika sudah duduk di dalam helikopter, Tantri bertanya pada kekasihnya.


"Tidak honey.., aku akan menyertaimu disana. Identitasku untuk melakukan audit belum aku pergunakan, jadi akupun terikat kontrak untuk bekerja di sana, sama sepertimu.." Zorra menjawab pertanyaan gadis itu sambil tersenyum.


Laki-laki itu dengan hati-hati memasangkan seat belt pada pinggang Tantri, dan tidak lupa helm pelindung di kepala gadis itu. Semua dilakukannya dengan penuh kelembutan, tidak peduli dengan orang-orang yang ada di sekitarnya. Bahkan ketiga teman laki-laki Tantri, tidak mampu berkata apapun, mereka hanya diam saja melihat kemesraan pasangan kekasih itu,


"Apakah kita sudah siap terbang Tuan Zorra.." pilot yang membawa mereka bertanya dengan sopan pada kekasih Tantri.


"Yap.. semua sudah terbawa, tidak ada yang tertinggal lagi.. Terbanglah dengan pelan, karena kekasihku akan menyaksikan laut dari ketinggian.." sambil melihat ke arah Tantri, Zorra menjawab pertanyaan pilot.


"Siap tuan Zorra.." perlahan pilot mulai menerbangkan helikopter secara perlahan.


Wajah Tantri takjub menatap pemandangan dari atas helikopter. Baru kali ini, gadis itu terbang menggunakan helikopter, sehingga pemandangan Swiss yang hijau sangat indah dilihat dari atas. Tidak lama kemudian, helikopter sudah berada di atas lautan..


"Chang.. John... Fuji.., lihatlah di ujung sana sepertinya daratan tempat laboratorium berada.." Tantri menunjuk ke arah daratan yang terlihat dari atas helikopter.

__ADS_1


"Benar Tantri... hanya beberapa bangunan saja yang ada di tengah pulau kecil itu.., karena memang direlokasi oleh pemerintah untuk riset alat-alat medis.. Di bagian lain dari pulau itu, katanya ada tempat pembuatan alat-alat perang, tetapi tidak sembarang orang bisa masuk." Chang memberikan tanggapan dengan tenang.


"Iya.., aku pernah mendengarnya juga. Pernah nih, muncul niatan dalam otakku, ingin solo travelling berkeliling pulau. Siapa tahu bisa menemukan keberadaan pabrik tersebut.." Fujitora ikut menyahut.


"Tidak perlu aneh-aneh Fuji.. Aku akan memutuskan pertemanan denganmu, jika dirimu melakukan sesuatu yang membahayakan dirimu sendiri.." dengan nada tinggi, Tantri menyahut perkataan Fujitora.


"Ha.. ha.. ha... berani juga kamu Tantri. Di depan kekasihmu yang sangat protektif, kamu berani mengkhawatirkan laki-laki lain.." sambil melirik ke arah Zorra yang tampak asyik berbincang dengan pilot, John ikut menimpali.


Zorra tampak tidak bereaksi apapun. Sepertinya laki-laki itu sengaja memberikan ruang untuk Tantri, agar bisa berbincang dengan ketiga teman laki-lakinya. Apalagi laki-laki itu merasa senang, dan merasa percaya, karena sudah mendengar sendiri dari bibir Tantri, jika gadis itu juga mencintainya,


************


"Miss Tantri... is that you...?" dari jauh Ms Rebecca berlari menyambut kedatangan Tantri.


Wajah perempuan paruh baya itu terlihat berbinar, mengetahui karyawan di bawah koordinasinya dalam keadaan baik dan sehat. Tetapi ketika Ms Rebecca akan memeluk Tantri, dengan cepat Zorra menghadang perempuan itu. Ms Rebecca kaget dengan penolakan itu, tetapi akhirnya berhenti juga..


"Maafkan kak Zorra... Ms.., luka di paha Tantri belum kering benar, jadi belum sembarang bersentuhan.." untungnya Tantri segera memperjelas situasi.


"Oh iya.. I see.. I see.. Maafkan Ms.. ya cantik, karena kesibukan di district ini, jadi tidak bisa menjengukmu ke rumah sakit. Tetapi aku menitipkan salam untukmu, via tiga teman baikmu itu. Apakah mereka menyampaikannya..?" Ms Rebecca dengan cepat memaklumi apa yang dilakukan oleh Zorra.


Sebenarnya Ms Rebecca juga sudah mendengar identitas yang dimiliki oleh Zorra. Tetapi keberadaan laki-laki itu di laboratorium saat ini, sebagai seorang auditor yang dikirimkan dari pusat.

__ADS_1


"Kenapa kita tidak masuk dulu, dan berbincang di dalam. Tantri membutuhkan waktu untuk beristirahat, mengingat kondisinya saat ini.." tiba-tiba perkataan Zorra menyela pembicaraan Tantri dan Ms Rebecca.


Wajah Tantri menjadi kurang nyaman, khawatir jika perkataan Zorra akan menyinggung atasannya. Tetapi untungnya perempuan paruh baya itu seperti memaklumi perkataan dari laki-laki itu..


"Betul yang kamu katakan Zorra.. mari kita masuk saja. Aku akan memberi waktu off beberapa hari untuk Tantri, sampai dirinya merasa siap untuk bekerja.." Ms Rebecca menyambut baik perkataan dari kekasih Tantri.


"Tidak perlu Ms.. Aku sudah terlalu lama Off, di dalam kamar aku hanya akan malah menjadi bengong.  Aku akan mencoba mempelajari dulu file-file yang sudah aku lewatkan beberapa waktu.." tetapi bukannya senang dengan kesempatan off yang diberikan atasannya, Tantri malah menolaknya.


"Baiklah.. aku akan mengikuti kemauanmu kali ini.." akhirnya Ms Rebecca berjalan di sebelah kiri Tantri, dan di sebelah kanan Zorra tidak mau meninggalkan kekasihnya.


Padahal sebelumnya Zorra sudah mendapatkan peringatan, agar tidak menunjukkan hal yang mencolok, terkait hubungannya dengan gadis itu, Tetapi ternyata laki-laki itu mengabaikannya.


"Oh iya Ms. Rebecca.. by the way, bagaimana dengan produk alat medis yang terakhir kali dilakukan launching.." dalam perjalanan masuk, Chang bertanya pada perempuan paruh baya itu.


"Sukses Chang... dan konsulat berterima kasih pada kalian. Mungkin akan diatur ada pemberian apresiasi, atas prestasi kalian.." dengan wajah gembira, Ms Rebecca memberikan tanggapan.


"Woww... benarkah..?? Setelah berhari-hari meninggalkan laboratorium, ternyata kabar bagus yang aku dengar. Turut merasa bangga dan senang Ms.." dari sebelah perempuan paruh baya itu, Tantri ikut menyahut.


"Benar sekali Tantri... itu semua karena kerja keras dan kerja cerdas kalian ber empat. Laboratorium menunggu karya-karya terbaik kalian selanjutnya.." Ms. Rebecca kembali memberikan tanggapan.


**************

__ADS_1


__ADS_2