Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 147 Aktivitas Baru


__ADS_3

Tantri merasa tidak tega melihat Susan yang terus menghiba kepadanya. Sangat berbeda keadaan perempuan itu, jika dibandingkan ketika menerimanya sebagai customer beberapa waktu lalu. Perlahan Tantri mengusap perut, dan teringat dengan bayi di dalam rahimnya, akhirnya...


"Hmmmpphh... baiklah Susan.. Untuk kali ini aku akan memaafkanmu, dan menerimamu kembali untuk bergabung dalam baby butieq milikku. Tetapi jika aku menemukan kesalahanmu sekali lagi dalam melayani customer, kamu membeda bedakannya, maka tidak akan ada lagi maaf untukmu.." dengan kata bernada peringatan, akhirnya Tantri kembali menerima Susan.


"Terima kasih Miss atas pengertiannya.. Susan akan berusaha lebih baik Miss..." wajah Susan kembali terlihat cerah, tetapi air mata belum berhenti keluar dari sudut mata perempuan itu. Mungkin air mata haru, atas pengampunan yang diberikan oleh boss barunya,


"Tapi Susan... tidak akan adil jika aku tidak memberikanmu efek jera. Untuk sementara, posisimu dalam store akan aku turunkan satu layer selama beberapa bulan ini. Semua nantinya akan tergantung pada upayamu untuk mencapai posisi awalmu kembali.." ketika kebahagiaan sudah muncul di hati SUsan, tiba-tiba Tantri memberikan informasi yang mengejutkan.


Zorra mengulum senyum melihat keputusan istrinya, tetapi laki-laki itu sedikitpun tidak menyela perkataan istrinya. Sepertinya Zorra sudah yakin dengan kemampuan istrinya, dalam menangani masalah pekerjaan,, Wajah Tantri terlihat tegas ketika menyampaikan pernyataan itu..


"No problem Miss Tantri... Dengan kembali menerima Susan untuk bergabung, dan tidak memberikan hukuman sudah suatu kesempatan yang sangat bagus, Terima kasih kembali atas kesempatannya Miss.." wajah Susan tidak berubah sedikitpun. Perempuan itu tetap menerima keputusan yang diberikan oleh pemilik baru store tempatnya bekerja.


"Okay... aku ada urusan lain. Mungkin beberapa hari lagi aku baru bisa datang kembali ke store, tetapi aku akan tetap memantau melalui rekaman kamera CCTV, bagaimana perkembangan store ini. Kembalilah ke tempatmu bekerja.." Tantri kemudian berpamitan pada karyawannya itu,


"Baik Miss... sekali lagi terima kasih. Dan mohon untuk berhati-hati di jalan..."


Zorra segera menggandeng dengan lembut tangan istrinya. Laki-laki itu berpikir untuk tidak berlama-lama lagi di dalam mall terbesar di negara Finlandia itu. Mereka sudah berjam jam berada di dalam mall, dan tidak berpikir sebelumnya jika akan memiliki properti di dalam mall tersebut,


"Honey... kamu sangat pemurah hati sayang.." sambil berjalan, Zorra berbisik di telinga istrinya,


"Mmmmppphh... apa maksud kak Zorra.. Di sisi mana, Tantri menunjukkan sikap murah hatiku.." merasa bingung dengan perkataan suaminya, Tantri mempertegas.

__ADS_1


"Bagaimana pelayan tadi sudah memperlakukanmu tidak sopan, sampai aku harus turun tangan untuk membereskannya. Tetapi istriku memang sangat pemurah, sehingga menerima perempuan itu kembali bergabung dengan storemu.." sambil tersenyum, Zorra menjelaskan,


"He.. he.. he.., jangan seperti itulah kak.. Kasihan saja, jika secara tiba-tiba, tanpa ada peringatan sebelumnya seseorang harus kehilangan mata pencaharian. Sepertinya hukuman tadi sudah cukup, lagipula penerimaannya juga akan berkurang bukan.. dengan Tantri turunkan satu layer ke bawah.." setelah memahami maksud ucapan suaminya, akhirnya Tantri memberikan tanggapan,


"Karena hal inilah honey, tambah memupuk rasa cinta dan sayangku padamu. Putra putri kita akan mewarisi sikap pemurahmu nantinya.." Zorra memberikan ciuman pada pipi istrinya.


Tantri hanya tersenyum, dan akhirnya mengikuti arah suaminya membawanya turun. Di depan lobby mall, driver yang mengendarai mobil mewah mereka sudah terlihat menunggu. Di sekeliling mobil, juga terlihat ada empat pengawal yang berjaga, untuk memastikan majikan mereka aman sampai tujuan,


***************


Malam harinya...


Tantri tampak masih terjaga, dan gadis itu sedang mempelajari beberapa berkas secara online. Dengan keahliannya dalam utak atik data komputer, tidak membutuhkan waktu lama, Tantri berhasil mendapatkan data penjualan, data pemesanan, dan data-data lain yang dimiliki oleh store yang sudah berpindah tangan menjadi miliknya.


Grafik kinerja perusahaan dari sisi keuangan tampak hanya flat selama beberapa periode, meskipun masih di atas batas minimal keuntungan yang harus berhasil diraih, Beberapa saat, Tantri masih berada pada data itu, dan otaknya terus berpikir..


"Hempphh... I know.. I know.. Rupanya store kurang pro aktif untuk memperhatikan data base pelanggan. Store hanya mau menerima sumber daya saja dari customer, tetapi mengabaikan perhatian balik pada mereka. Jadi umpan balik belum terjadi..." setelah mempelajari beberapa saat, akhirnya Tantri dapat menyimpulkan apa yang terjadi pada store tersebut.


"Aku harus memperbaikinya, dan mungkin juga dibutuhkan jika store beberapa kali mengadakan event dalam satu tahun. Untuk renewable, dan menunjukkan customer service excellent.." Tantri memiliki beberapa gagasan di dalam otaknya.


Jari-jari tangan Tantri dengan gesit kembali menari di atas keyboard, mengetikkan ide yang akan direalisasikan pada store yang sudah menjadi miliknya itu,

__ADS_1


"Honey... sudah lumayan lama kamu berada di depan komputer. Matamu butuh istriahat honey.., istirahatlah dulu.." tiba-tiba Tantri mendengar suara suaminya Zorra yang dengan lembut mengingatkannya.


"Iya kak... sebentar lagi, mumpung Tantri ingat.." Tantri masih berusaha mengulur waktu,


Namun tidak mudah untuk bisa menundukkan suaminya, karena laki-laki itu tiba-tiba sudah memeluknya dari belakang. Tangan kanan Zorra sudah berada di atas telapak tangan gadis itu, kemudian menggerakkan mouse dan memasang mode sleep pada layar komputer di depannya.


"Aku membawakanmu coklat panas, minumlah dulu.. Ada sandwich tuna juga, yang aku roast sendiri.." dengan lembut, kembali Zorra berbisik di telinga gadis itu.


"Baik kak.." tidak ada pilihan lagi bagi Tantri.


Gadis itu kemudian dengan dibantu suaminya, beranjak berdiri dari posisi duduknya. Perlahan Zorra menuntun istrinya, dan membawanya untuk duduk di sofa. Terlihat ada piring datar berisi potongan sandwich, dengan garpu di atasnya. Juga mug berisi coklat panas yang masih mengepul asap di atasnya.


"Minumlah dulu sayang..." Zorra mengangkat mug, dan meletakkan di depan bibir istrinya.


Perlahan Tantri menyesap coklat hangat, dan perlahan kehangatan coklat mengalir melalui dadanya. Gadis itu kembali menyesapnya.., kemudian..


"Kak Zorra masak tidak makan... cuman Tantri sendiri, Bisa-bisa berat badan Tantri terus bertambah, dan tubuh Tantri berkembang terus.." melihat tidak ada cangkir minuman untuk suaminya, Tantri protes.


"He.. he.. he.., tadi aku sudah minum di dapur sayang.. Malam ini, aku sudah tidak mau kopi lagi, karena mau tidur memeluk tubuh istriku yang tambah menggemaskan.." bukannya membela, tetapi Zorra malah mengajak istrinya bercanda.


"Menggemaskan...??? Berarti benar ya kak, tubuh Tantri bertambah gemuk, dan lucu bagi kak Zorra.." Tantri bertambah marah mendengar ucapan suaminya,

__ADS_1


"Ha.. ha.. ha.., bukan sayang, Kenapa sih, istriku yang cantik ini semakin sensitif.. Saat ini honey, berat badan bertambah tidak masalah, kan ada putra kita di dalam perutmu sayang. Besok jika sudah saatnya melahirkan, perutmu pasti akan langsing kembali, Percayalah.." mendengar nada bicara istrinya yang sudah naik satu oktaf, akhirnya Zorra mulai menenangkan,


***************


__ADS_2