Jatuh Cinta Pada Bad Boy

Jatuh Cinta Pada Bad Boy
Chapter 72 Laki-laki Misterius


__ADS_3

Tanpa sadar Tantri berteriak menyuarakan kegembiraannya pada Chang. Penantian anak-anak muda itu menghasilkan hal yang baik, buah dari kesabaran mereka. Karena relasi Chang dengan dunia bawah tanah, orang-orang organisasi yang akan mengeksploitasi capabilitas mereka, tidak bisa mengejar dan mengetahui keberadaan mereka saat ini.


"Hey Chang... Tantri.., what happened..? Aku dengar Tantri berteriak kegirangan, apakah ada hal baik yang kita dapatkan.." Fujitora dan John yang berada di luar ruangan, mereka bergegas masuk ketika mendengar suara kebahagiaan Tantri.


"Benar guys... kita harus merayakan keberuntungan kita kali ini. Dua hari lagi, kata Chang kita akan terbang ke Jenewa, Swiss. Orang-orang yang tergabung dalam WHO, akan mendengar kita mempresentasikan hasil rancangan kita, dan aku juga mendengar jika mereka tidak akan memperdaya kita semua. Hak cipta, patent tetap menjadi hak milik kita, mereka hanya bertindak untuk melakukan out sourcing saja.." dengan wajah cerah, Tantri menyahut pertanyaan dua teman satu timnya itu.


"Really Chang... apa yang dikatakan Tantri barusan..? Jika memang benar adanya, ini merupakan keberuntungan untuk kita Chang.. Untuk saat ini, kita harus menghasilkan kreatifitas setiap waktu, dan kehilangan hak cipta, merek, serta patent. Tetapi WHO akanĀ  merealisasikan mimpi kita semua.." John menyahut perkataan Tantri.


Chang tersenyum melihat pada dua anak muda itu, John dan Fujitora saling berpandangan ketika melihat Chang menganggukkan kepala pada mereka,


"Hurayy.... akhirnya perlahan mimpi kita akan menjadi nyata guys... Betul-betul kita harus merayakan malam ini, karena merupakan berita yang sangat bagus, dan betul-betul seperti miracle.." Fujitora turut berkomentar.


Bahkan kelopak mata laki-laki muda yang berasal dari Jepang itu, tergenang air mata. Tantri berdiri, kemudian gadis itu menarik tangan Chang, mengajaknya mendekat pada John dan Fujitora. Tidak lama kemudian, ke empat anggota tim itu saling berpelukan, saling mengeluarkan rasa bahagia yang mereka rasakan.


***********


Beberapa saat kemudian..


Ke empat anak muda itu duduk di dalam sebuah bar, dan ketiga laki-laki itu sedang menikmati bir. Tantri yang memang tidak terbiasa, dan masih menjaga adat serta etika sebagai warga negara Indonesia, mengganti bir dengan lemon tea hangat. Untungnya ketiga teman laki-lakinya sangat maklum, dan tidak memaksa gadis itu untuk mengikuti kebiasaan mereka.

__ADS_1


"Miss Tantri... aku membawakan menu titipan dari laki-laki muda yang duduk di pojok sana..." tiba-tiba seorang waiters membawakan steak dan meletakkan di depan gadis itu.


Dahi gadis itu berkerenyit, dan menatap ke arah waiters yang membawakan menu kepadanya..


"Aku datang kemari bersama dengan tiga teman laki-lakiku ini.. Tapi kamu mengatakan ada kiriman steak ini dari laki-laki lain dalam ruangan ini, siapa dia.." terlihat Tantri meragukan menu kiriman gratis itu.


"Saya tidak paham Miss... terima saja. Nanti akan aku sampaikan pada pengirimnya, untuk mengatakan apa yang dimauinya pada Miss.." karena hanya bertugas mengantarkan pesanan, waiters memaksa Tantri untuk menerimanya,


Tantri menoleh ke arah yang ditunjukkan oleh laki-laki itu... Terlihat ada laki-laki yang mengenakan topi sedang duduk di sudut ruangan, tetapi laki-laki itu tidak melihat ke arah gadis itu,


"Okay... aku akan urus sendiri urusanku. Kembalilah ke dapur untuk menyiapkan pesanan lainnya.." menyadari jika waiters hanya orang suruhan, Tantri akhirnya melepaskan laki-laki itu.


Sepeninggalan waiters, Tantri mengambil nafas panjang. Kemudian gadis itu berdiri, dan melangkahkan kaki menuju ke sudut ruangan, tempat laki-laki yang mengantarkan steak ke mejanya tadi... Dari tempat duduk mereka, ketiga laki-laki teman Tantri, hanya melihat ke arah Tantri yang tampak berjalan mendatangi laki-laki itu. Tetapi mereka tidak melarang, hanya mengawasi gadis itu dari kursi mereka masing-masing.


"Hemppphh... baik sekali sikap anda, apakah menganggapku sebagai orang yang kelaparan, sehingga kamu bertindak baik, dengan mengantarkan makanan untukku.." bukannya berterima kasih dengan kiriman steak, Tantri malah berbicara dengan agak tinggi,.


Laki-laki yang diajak bicara Tantri perlahan mengangkat wajahnya ke atas, dan gadis itu melihatnya tanpa berkedip. Tiba-tiba topi yang menutup wajah laki-laki itu tersingkap, dan melihat wajah pria yang tampak bertambah dewasa itu, membuat Tantri terkejut. Gadis itu sampai memundurkan kakinya ke belakang beberapa langkah, dan mengangkat kedua telapak tangan untuk digunakan menutup mulutnya yang terbuka.


"Hey... Tantri... lebih tiga tahun, kita tidak lagi pernah berjumpa. Wajahmu masih seperti dulu, bare face.. tetapi sedikitpun tidak mengurangi rasa cantikmu.." suara yang keluar dari bibir yang mengeluarkan senyum itu, seperti membius gadis itu.

__ADS_1


Mulut Tantri seakan terkunci, tidak tahu bagaimana harus bereaksi. Laki-laki yang saat ini tersenyum di depannya itu, juga menjadi salah satu pendorong alasan, kenapa dirinya meninggalkan negara Indonesia. Dan saat ini, tanpa diketahui, tiba-tiba saja laki-laki itu sudah tersenyum pada dirinya.


"Kenapa tidak menjawab sapaanku Tantri... apakah kamu lupa denganku girl.." melihat Tantri yang masih diam terpaku. laki-laki itu kembali mengulang pertanyaannya.


"Mmmmmppphh.... sorr... sorry... aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat saat ini.." Tantri masih terlihat shock, seakan belum bisa mempercayai apa yang dilihatnya saat ini.


Tiba-tiba Chang, John, dan Fujitora sudah berada di belakang Tantri. Tatapan tiga anak muda itu terlihat tidak bersahabat, menatap dengan curiga ke arah laki-laki itu. Tapi bukannya takut, laki-laki itu malah berdiri dan tersenyum pada tiga anak muda itu. Tantri belum bisa bersuara... gadis itu masih terlihat shock.


"Jangan mengganggu saudara kami, atau kami bertiga akan menghajarmu, dan membuatmu tidak bisa menghirup nafas kehidupan lagi.." John melangkah ke depan, dan meminta Tantri untuk mundur ke belakang, Tatapan laki-laki itu tampak memindai ke wajah laki-laki yang masih tersenyum misterius, dan terus menatap ke arah Tantri,.


"Buk.... buk.., kamu memang tidak bisa diajak untuk bicara baik-baik.." tidak ada yang menduga, dua kali bogem mentah diarahkan John ke rahang kanan kiri, laki-laki yang masih melihat ke arah Tantri.


"John... stop it...!! He is my friend... John..." Tantri berteriak histeris, melihat tanpa kendali John memukul laki-laki itu.


Terlihat darah segar merembes keluar, dari sudut bibir kanan dan kiri dari laki-laki itu. Tapi bukannya marah, dan membalas perlakuan John, laki-laki itu masih tersenyum melihat ke arah Tantri.


"Terima kasih atas perhatianmu untukku Tantri... aku bahagia. Bahkan jikapun ketiga temanmu ini menghajarku, aku tidak akan marah dan membalas perbuatan mereka. Asalkan kamu peduli kepadaku Tantri..." bukannya membalas perlakuan John kepadanya, tetapi laki-laki itu terus mengajak bicara Tantri.


****************

__ADS_1


__ADS_2