
Lucerne Health Hospital
Tidak boleh ada kata menunggu, ternyata berlaku dalam pelayanan kesehatan Tantri di negara ini. Pengawal Zorra dengan cepat menterjemahkan apa yang dimaui atasannya, dan dokter spesialis penyakit dalam segera memeriksa kesehatan Tantri, Dengan serius, laki-laki itu menggunakan stetoskop melakukan pemeriksaan, setelah melakukan scanning atas perintah Zorra..
"Hempphh... Tuan Zorra..., Miss Tantri.. Kalian berdua tidak perlu mengkhawatirkan apa yang terjadi dengan Miss Tantri. Hal ini biasa dialami oleh pasangan muda seperti kalian.." setelah Tantri dengan didampingi Zorra duduk di depan dokter Steward, terdengar penjelasan dari dokter yang melakukan pemeriksaan.
Tantri dan Zorra saling menatap, mereka sama sama tidak memahami kalimat yang diutarakan dokter tersebut.
"Maksud dokter.., apa yang dialami oleh istriku Dokter.. Apakah sesuatu yang serius, dan butuh penanganan serius juga..?? Jangan berputar putar Dokter, to the point langsung ke titik permasalahan.." karena merasa tidak tahu dengan perkataan dokter tersebut, Zorra mengejar penjelasan dari dokter tersebut.
"Anda terlalu menakutkan Tuan Zorra.., jangan terlalu seriuslah. Sepertinya seperti kita lihat dari hasil scanning dan lainnya, tidak ada penyakit serius pada Miss Tantri. Dan juga.., seharusnya anda tidak membawa istri anda ke tempat saya, tetapi bawalah Miss Tantri ke Dokter Spesialis Kandungan, pada bagian Obstetri dan Ginekologi. Saya takut salah diagnosa, karena apa yang saya amati di luar kapasitas saya.." dengan hati-hati, Dokter Stewart menjelaskan.
Tantri dan Zorra kaget, karena sepemahaman mereka bagian Obstetri dan Ginekologi, sering memeriksa deteksi dini dari penyakit terkait kista, miom, serviks, dan semacamnya,
"Jangan berputar putar dokter..., jika terjadi sesuatu dengan istri saya, dan dokter malah melempar tanggung jawab pada spesialis lain, saya akan membuat perhitungan. Bahkan rumah sakit ini bisa saya ratakan, jika hal buruk terjadi pada istriku.." nada bicara Zorra menaik.
Tantri memegang bahu suaminya, untuk meredam amarah yang dirasakan oleh laki-laki tersebut. Keduanya memang terlalu over thinking, yang dibutakan oleh pemikiran mereka sendiri.
"Tuan Zorra... apa yang anda maksudkan..?? Kenapa anda malah mengancam saya, sama juga dengan mengancam profesi saya di rumah sakit ini. Saya tidak menjustifikasi jika Miss Tantri memiliki penyakit, dan saya tidak mau menjelaskan karena di bawah kapasitas saya. Sudah saya rekomendasikan untuk diperiksa oleh Dokter Anna, S.PoG, anda tinggal datang ke ruangan beliau. Di sana, kalian berdua akan mendapatkan penjelasan yang runtut, tentang kondisi apa yang dialami oleh Miss Tantri.." dokter Stewart ikut berbicara dengan nada agak tinggi.
__ADS_1
"Mohon maaf dokter.., atas sikap impulsif suami saya.. Meskipun sebenarnya Dokter Stewart tahu bukan dengan kondisi yang saya alami, hanya saja karena merasa bukan kapasitas dokter, sehingga dokter enggan untuk memberi tahu.." melihat suaminya yang sudah terpancing, akhirnya Tantri berusaha menengahi.
Dokter Stewart melihat ke arah Tantri, dan menganggukkan kepala perlahan.. Melihat hal itu, Tantri tersenyum dan dengan isyarat, gadis itu meminta suaminya untuk berhenti bersuara. Dia sendiri yang akan berkomunikasi dengan dokter di depannya..
"Begini dokter.., setelah dari tempat ini, Tantri dan kak Zorra akan mencari Dokter Anna, S.PoG. Jika diperkenankan, saya memohon agar dokter mengatakan perkiraan kondisi kesehatan yang saya alami. Jadi.., jika nanti kami berdua, ketemu dengan Dokter Anna, kami sudah menyiapkan hati dan semuanya Dokter.." dengan suara pelan, Tantri menyampaikan keinginannya.
Dokter itu terlihat mengambil nafas panjang.., kemudian..
"Miss Tantri.., anda sangat bijak, dan sangat beruntung Tuan Zorra memilihmu menjadi istri. Saya tidak mengatakan ada indikasi penyakit dalam keadaan Miss Tantri. Hanya dimungkinkan, Miss Tantri mengalami gejala awal tanda kehamilan. Tetapi saya tidak mau mengatakannya, karena belum ada pemeriksaan laboratorium, atau cara yang lain. Dan itu di luar kapasitas saya, untuk membuat rekomendasi.. " akhirnya dengan gamblang Dokter STewart menjelaskan,
"Benarkah Dokter.." dengan mata terbelalak, Tantri berusaha meyakinkan.,
Tangan gadis itu tanpa sadar mencengkeram tangan suaminya...
Dengan tangan bergetar, Tantri menerimanya. Tanpa sadar, Zorra segera berdiri dan membawa istrinya pergi meninggalkan dokter tersebut. Bahkan mereka berdua, sampai terlupa berpamitan. Dokter Stewart hanya geleng-geleng kepala, melihat pasangan suami istri itu.
*************
Klinik Obstetri dan Ginekologi
__ADS_1
Mata Tantri dan Zorra menyipit ketika melihat dua garis di atas test pack. Mereka seperti tidak menyadari, dan sesaat merasa bingung apa yang akan mereka lakukan. Bukannya mereka tidak senang atas kehamilan pada diri gadis itu, tetapi masih merasa shock atas apa yang mereka lihat,
"Miss Tantri.., Tuan Zorra.., kenapa kalian berdua malah terlihat bengong. Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, test pack bisa menjadi alat yang cukup cepat, untuk membaca tanda kehamilan pada diri seseorang. Dan saat ini, hasil pemeriksaan test pack, mengindikasikan jika Miss Tantri hamil.." suara Dokter Anna, S.PoG memecah keheningan.
Pasangan suami istri itu tersentak, dan keduanya melihat ke depan..
"Mmmppphh... maaf Dokter Anna.. Jujur.., kami terkejut dengan hasil pemeriksaan ini, sehingga sesaat bingung harus melakukan apa.." Tantri akhirnya memberikan jawaban.
"Oh begitu ya.. Atau saya menawarkan opsi untuk anda berdua Miss.., jika memang kalian berdua belum siap untuk memiliki baby... Mumpung usia kehamilan Miss Tantri, baru beberapa minggu, kita bisa melakukan aborsi. Tidak akan terasa sakit.." berbeda dengan keadaan di Indonesia, tindakan aborsi dengan alasan pasangan belum siap, dilegalkan di negara tersebut.
Mendengar jawaban itu, Zorra terlihat marah.. Laki-laki itu sampai berdiri,,
"Jaga mulut anda Dokter.. Bisa-bisanya memberikan opsi kejam kepada kami.. Apakah dokter kita, kami tidak punya kemampuan untuk merawat bayi kami..?? Kami ini hanya shock, dan terkejut mendapatkan hasil seperti ini. Malah dokter memberi saran yang sangat sangat tidak masuk akal.." Tantri menahan tangan suaminya, dan dengan tatapan mata memberi isyarat agar suaminya duduk kembali, Untungnya laki-laki itu menurut apa yang diminta oleh istrinya..
"Maaf.., maaf.. bukan seperti itu maksud saya Tuan.. Sudah, ini saya siapkan resep yang berisi vitamin, untuk menguatkan janin.." tidak mau memperpanjang waktu konsultasi, Dokter Anna segera menuliskan resep, dan memberikan kertas itu pada Tantri.
"Terima kasih Dokter Anna.., kami minta pamit untuk menuju ke apotik. Dan maafkan atas sikap suami saya, yang tanpa sadar sudah membuat dokter Anna tidak berkenan.." dengan sopan, akhirnya Tantri meminta maaf.
"Tidak masalah Miss Tantri.. Hal wajar, karena masih shock dengan keadaa, sehingga tanpa sadar anda berdua bersikap seperti itu. Dan juga kekeliruan, saya langsung memberikan simpulan yang keliru.." sambil tersenyum, Dokter Anna, S.PoG memberikan tanggapan.
__ADS_1
Tantri dan Zorra akhirnya mengulurkan tangan, mengajak perempuan itu berjabat tangan. Keduanya segera keluar dari dalam ruangan itu.
***************